Minggu, 20 Agustus 2023

GUYUB ULIN JEUNG DULUR

 MEMPERERAT SISTEM KEKELUARGAAN 
DI SMP PASUNDAN I BANDUNG

Budaya Kerja yang perlu dipertahankan serta sistim kekeluargaan yang sangat kental di SMP Pasundan 1 Bandung. Kali ini adalah Acara yang sangat membahagiakan, meskipun situasi yang sangat sibuk tetap  meluangkan waktu untuk kegiatan Guyub ulin Jeung Dulur.


 Villa Kastil Istana Bunga Parongpong tempat
Berkumpul Guyub Ulin Jeung Dulur 19-20 Agustus 2023

Sabtu, 19 Agustus 2023 di Villa Kastil Istana Bunga Parongpong Lembang Kota Bandung,  merupakan hari yang ditunggu, ada beberapa hal yang diagendakan: Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 78 dengan berbagai lomba, temu kangen dengan para manten, melepas Guru-guru yang pindah  tugas,  mempererat Kekeluargaan yang berujung semangat Budaya Kerja.

Untuk kenagan Yuuk kita lihat Foto-foto dan Videonya!








Setelah ulin Guyub jeung Dulur diharapkan jadi motivasi tuk bekerja lebih bersemangat. Agenda kerja kita yang mendekat adalah Pasone Project ke-1 untuk Kelas IX dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk kelas VII dan VIII, Asesmen Sumatif Tengah Semester dilanjut dengan kegiatan Supervisi.

Untuk Kegiatan Supervisi akan dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober sampai 17 November 2023, untuk itu maka Guru-guru diharapkan Mengumpulkan Buku Kerja/ Administrasi Guru: 
Capaian Pembelajaran/ KI-KD
Tujuan Pembelajartan
Alur Tujuan Pembelajaran 
Modul Ajar/RPP
KKTP ( Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)

Segera kumpulkan Administrasi Guru!

Salam Sehat tetap semangat Dulur (Kawan)!



Selasa, 15 Agustus 2023

PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM)

MENINGKATKAN KUALITAS KOMPETENSI PENDIDIK 
DI NEGARA INDONESIA TERCINTA


Platform Merdeka Mengajar (PMM) ini sebuah penantian manakala muncul topik baru itulah sesuatu yang penting bagi kami sebagai pendidik. Ekosistem PMM Memudahkan Pendidik Mengakses Informasi, Referensi serta Impirasi.  Bayangkan Sejumlah 1,8 Juta Pendidik telah menggunakan PMM. Untuk itu jadilah kita sebagai pengguna PMM yang setia dan selalu merindukan sesuatu yang baru.

Saat ini ada empat puluh dua topik yang dapat dijadikan bahan pelatihan Mandiri. Topik- topik tersebut dapat diakses dengan mudah. yakni:

  1. Kurikulum merdeka:
  2. Merdeka belajar:                       
  3. Perencanaan pembelajaran SMP/paket B.:                 
  4. Asesmen SMP /SMK /paket B-C:
  5. Kriteria  Ketercapaian Tujuan Pembelajaran ,
  6. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila
  7. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SLB
  8. Diferensiasi dalam Pembelajaran (SMP-SMA/Paket B-C)
  9. Profil pelajar Pancasila
  10. Perencanaan Berbasis Dara di Satuan Pendidikan
  11. Rapor pendidikan Sebagai Sumber Data Perencanaan
  12. Perencanaan Berbasis Data Identifikasi-Refleksi dan Benahi
  13. Refleksi diri
  14. Disiplin positif
  15. Bimbingan Konseling,  dan layanan Dasar             
  16. Bimbingan  dan Konseling : Layanan Peminatan dan Responsif
  17. Iklim SEkolah Aman Mencegah Perundungan
  18. Iklim Sekolah Aman Mencegah Kekerasan Seksual
  19. Iklim Sekolah Aman Mencegah Intolerasi
  20. Supervisi Akademis
  21. Fasilitator Pembelajaran
  22. Wawasan Kebhinekaan Global (SMP) Kemitraan dengan PUSPEKA
  23. Pendidikan Ketrampilan Hidup (PKH) SMP Kemitraan dengan UNICEP
  24. Pendidikan Inklusif Kemitraan dengan UNICEP
  25. Pengelolaan Kesehatan Mentruasi SMP  Kemitraan dengan UNICEP
  26. Gizi Remaja SMP Kemitraan dengan UNICEP
  27. Komitas Praktisi
  28. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Contoh Praktik
  29. Toals online untuk pembelajaran Aktif (Kemitraan dengan Inovasi)
  30. Numerasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  31. Literasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  32. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Mahir (Part 1)
  33. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Siap (Part 1)
  34. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Berkembang (Part 1)
  35. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Awal (Part 1)
  36. Tahap Perkembangan Peserta Didik Jenjang SMA/K (Usia 15-18 Tahun)
  37. Tahap Perkembangan Pesertadidik Jenjang SMP (12-15 Tahun)
  38. Numerasi: Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
  39. kurikulum operasional satuan pendidikan: Kenali
  40. Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka (Kemitraan dengan HP Indonesia dan V&V Communications)
  41. Semangat Guru 3: Merdeka Mengajar denganKompetensi Nonteknis. 
  42. Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (Kemitraan dengan PUSPEKA)
  43. AAP (Ayo Atasi Perundungan) melalui Program Roots Indonesia
Maaf jangan terlalu terburu-buru, tapi cermati satu persatu karena Selain Pelatihan Mandiri , Ada menu Perangkat Ajar di PMM memudahkan kami mencari perangkat ajar yang menarik untuk diterapkan di kelas seuai dengan karakterIistik dan kebutuhan murid kami. Dengan demikian maka murid-murid menjadi senang karena pembelajar sekarang berbeda dengan dahulu.

Berikut Kumpulan Sertifikat PMM:

Sertifikat 
Kurikulum Merdeka



Sertifikat 
Merdeka Belajar



Sertifikat
Perencanaan Pembelajaran SMP



Sertifikat Asesmen



Sertifikat
Profil Pelajar Pancasila


Sertifikat
Rapor Pendidikan sebagau sumber daraPerencanaan


Sertifikat
Perencanaan Berbasis Data



Sertifikat Supervisi Akademik



Sertifikat Komunitas Praktisi



Sertifitat Disiplin Positif



Sertifikat Rapor Pendidikan



Sertifikat Bimbingan Konseling 
dan Layanan Dasar




Sertifikat Iklim Sekolah Aman












































Senin, 07 Agustus 2023

KEBIJAKAN PEMERINTAH

 MERDEKA BELAJAR EPISODE KE-25
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN 
SATUAN PENDIDIKAN


Selasa 8 Agustus 2023 pukul 10.00-12.00 WIB, di kanal YouTube Kemendikbudristek RI Peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-25, yakni “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan”.

Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah. Satuan Pendidikan memastikan tingkat keamanan dan kenyamanan bangunan, fasilitas pembelajaran, dan fasilitas umum lainnya, termasuk penyediaan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas.

Tata Kelola Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah:

  1. Menyusun dan melaksanakan tata tertib dan Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
  2. Menjalankan Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan yang ditetapkan oleh Kementerian dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangan.dan Melkaksanakan Program
  3. Merencanakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
  4. Menerapkan Pembelajaran tanpa Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
  5. Membentuk TPPK di Lingkungan Satuan Pendidikan
  6. Memfasilitasi Pelaksanaan tugas dan fungsi TPPK
  7. Melaksanakan Kerjasama dengan instansi atau Lembaga terkait dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
  8. Memanfaatkan Pendanaan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan dan belanja daerah, dan/atau Bantuan Oprasional Sekolah untuk kegiatan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
  9. Menyediakan Pendanaan untuk Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Masyarakat: dan
  10. Melakukan Evaluasi secara berkala terhadap Pelaksanaan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dan dapat melibatkan warga Satuan Pendidikan dalam Penguatan Tata Kelola.
Edukasi Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah
  1. Melakukan Sosialisasi Tata Tertib dan Program dalam Rangka Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dan Orang Tua/Wali Peserta Didik termasuk bagi Penyandang Disabilitas.
  2. Melaksanakan Penguatan Karakter melalui Implementasi Nilai Pancasila dan Menumbuhkan Budaya Pendidikan tanpa Kekerasan kepada Seluruh Warga Satuan Pendidikan.

    Penyedia Sarana dan Prasarana Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah

    1. Memastikan tersedianya Sarana dan Prasarana untuk:
    2. Pelaksanaan tugas TPPK minimal berupa kanal Pelaporan, ruang pemeriksaan dan alat tulis kantor:
    3. Keamanan Proses Pembelajaran:
    4. Keamanan pada Ruang Publik seperti toilet, kantin, laboratorium;
    5. Pelaksanaan kegiatan edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan; dan
    6. Keamanan dan Kenyamanan fasilitas lainnya di Lingkungan Satuan Pendidikan

    Untuk menyegarkan kembali kebijakan Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, sampai saat ini sudah ada 25 epidode.  

    Adapun Tujuan dari kebijakan Merdeka Belajar adalah untuk mentrasformasikan Pendidikan  demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan  memiliki Profil Pelajar Pancasila melalui Infra Struktur dan Teknologi, Kebijakan Prosedur dan Pendanaan, Kurikulum Pedagogi dan Asesmen, Kepemimpinan Masyarakat dan Budaya.

    Silahkan simak apa saja kebijakan dari masing-masing Episod,tersebut.

    1. Empat Pokok Kebijakan Merdeka Belajar, yang meliputi (1)Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) diganti dengan Asesmen), (2) Ujian Nasional (UN) berubah menjadi AKM, (3) Penyederhanaan RPP, dan (4) Peraturan PPDB berdasar Zonasi.
    2. Kampus Merdeka
    3. Perubahan Mekanisme Dana Bos
    4. Program Organisasi Penggerak
    5. Guru Penggerak
    6. Trasfortasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi
    7. Program Sekolah Penggerak
    8. SMK Pusat Keunggulan
    9. KIP Kuliah Merdeka
    10. Perluasan Program Beasiswa LKPD
    11. Kampus Merdeka Vokasi
    12. Sekolah Aman Berbelanja dengan SIPLAH
    13. Merdeka Berbudaya dengan Kanal Indonesia
    14. Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual
    15. Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar
    16. Akselerasi dan Peningkatan Pendanaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Kesetaraan
    17. Revitalisasi Bahasa Daerah
    18. Merdeka Berbudaya dengan Dana Indonesia
    19. Rapor Pendidikan Indonesia
    20. Praktisi Mengajar
    21. Dana Abadi Perguruan Tinggi
    22. Trasformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri
    23. Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia
    24. Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
    25. Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan




    Kamis, 22 Juni 2023

    Pembelajaran Baru

    Aplikasi PISA Tahap 1 

    Uji Coba Aplikasi PISA Tahap 1 untuk jenjang SMP yang dilaksanakan di SMP Pasundan 1 Bandung  pada tanggal 22 Juni 2023


    Selasa, 13 Juni 2023

    AKSI NYATA PENYUSUNAN KOSP

     SEBUAH REFLEKSI KESIAPAN SMP PASUNDAN 1 BANDUNG  DALAM 
    MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA MANDIRI

    Tahun ini adalah tahun kedua Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri di SMP Pasundan 1 Bandung. Bagaimana kesiapan perencanaan IKM tahun ke dua, mulai bermunculan berbagai masalah, anatara lain: sudah siap melenjutkan Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi? Apa yang perlu di Rayakan (Selebrasi)? Kegiatan Apa yang harus dihentukan? Kegiatan apa yang harus dilanjutkan? Dan Kegiatan apa yang harus dimulai.

    Berawal dari berbagai pertanyaan seputar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri, dalam sebuah perencanaan. SMP Pasundan 1 Bandung  Tahun Pelajaran 2023-2024 siap dan sudah mendaftar Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi. Dua Kurikulum  yang berlaku yakni Kelas VII dan Kelas VIII siap menggunakan Kurikulum Merdeka, dan Kelas IX masih tetap menggunakan Kurikulum 2013.

    Dengan digunakannya kurikulum yang berbeda, maka ada dua kelompok guru. Pertama Guru yang sudah siap dan belum siap merencanakan, mempersiapkan administrasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Guru yang siap dengan segala perlengkapannya yakni guru kelas VII yang sudah ada pengalaman di tahun Pelajaran 2022-2023. Guru yang belum siap tetapi tetap dituntut untuk mengalami perubahan dengan kelengkapan administrasi pembelajaran kurikulum Merdeka di kelas VIII. Kemudian Jenis kedua adalah Guru yang bertugas.

    Berangkat dari situasi dan tantangan tersebut, saya mulai mengadakan refleksi dari IKM tahun yang lalu dan persiapan IKM tahun kedepan dengan berbagai perencanaan berbasis data. Nampaknya sekolah SMP Pasundan 1 siap melaksanakan Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi untuk tahun ke-2, yakni tahun Pelajaran 2023-2024, tentunya dengan berbagai penyempurnaan. Berbicara tentang apa yang perlu di rayakan dari IKM.  Perencanaan yang sudah baik, proses penyususnan administrasi, pelaksanaan pembimbingan dan presentasi yang luar biasa yang melebihi ekspektasi.

    KOSP adalah dokumen hidup, yang dapat sewaktu-waktu disesuaikan dengan kebutuhan murid setelah proses refleksi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan

    Adaptasi KOSP sangat penting, mengingat:

    Perbedaan lingkungan dan ekosistem sekolah, ditambah pula dengan perubahan yang terus terjadi di sekitar kita. Hal-hal ini merupakan sebagian alasan mengapa kurikulum yang kita terima dari pemerintah pusat harus melalui proses adaptasi terlebih dahulu.

    Bentuk adaptasi harus sesuai dengan kebutuhan murid-murid kita di sekolah dapat diterjemahkan dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang akan dibahas pada modul selanjutnya. 

    Indikator Keberhasilan IKM

    1. Terbentuknya budaya membaca dan menulis di luar kelas,
    2. Menghasilkan karya-karya literasi, seperti majalah dinding, cerpen dan karya tulis lainnya.
    3. keamanan, kenyamanan, kebersihan dan kemudahan secara fisik maupun psikis dalam belajar siswa
    4. membangun kemitraan antara siswa, guru dan orang tua serta pihak yang terkait.
    5. Sarana dan Prasarana yang ada di dalam maupun di luar sekolah yang tersedia maupun kreasi guru/siswa sebagai sumber belajar
    6. komunikasi terjalin dengan harmonis
    7. Melibatkan para pemangku kepentingan
    8. Adanya penghargaan dan sanki
    9. adanya SOP
    10. adanya income generating sekolah
    11. adanya bimbingan akademik dan karier bagi siswa


    Jumat, 26 Mei 2023

    SEMANGAT GURU PPKN KOTA BANDUNG

     DALAM KEGIATAN PEMBINAAN
    DARI BAPAK PENGAWAS PEMBINA MAPEL PPKN



    Kegiatan Pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn yang diselenggarakan pada hari Rabu, 24 Maret 2023 di Aula Baznas Provinsi Jawa Barat Jalan Soekarno Hatta No 458 Batununggal Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung Jawa Barat 40266


    SUSUNAN ACARA 
    PEMBINAAN KEDINASAN DAN TRAINING ESQ 3.0 COACHONG

    1. Pembukaan
    2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Diriget : 
    3. Pembacaan Doa : Komarudin, S.Pd (SMPN 36 Bandung)
    4. Laporan Ketua MGMP PPKn SMP Kota Bandung : Mu’min Mursalin, M.Pd
    5. Sambutan-Sambutan :
    a. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung (Drs. H. Hikmat Ginanjar, M.Si)
    b. Kabid P3TK Disdik Kota Bandung (Dr. H. Edy Suparjoto, M.Pd)
    c. Pengawas Pembina Disdik Kota Bandung (H. Yusuf Haryasa, S.Pd, M.M.)
    d. Sambut Sapa dari Perwakilan Baznas Provinsi Jawa Barat
    6. Seminar Training ESQ 3.0 Coaching : (Coach : Trainer Dudi Supriadi,  licensi ; Dr. Ary Ginanjar Agustian)
    7. Pembagian Sertifikat dari ESQ

    Jumat, 12 Mei 2023

    PINTER MENYUSUN ATP

    PRESTATIF, INOVATIF, DAN TERENCANA (PINTER) DALAM MENYUSUN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

    Pada awal tahun pelajaran 2022–2023, sekolah dihadapkan dengan pilihan dalam penggunaan kurikulum yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Pada penerapannya, Kurikulum Merdeka sendiri terdiri atas Kurikulum Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka Berubah, dan Kurikulum Merdeka Berbagi. Dengan pilihan tersebut, SMP Pasundan 1 Kota Bandung mulai menerapkan kurikulum yang berlaku di sekolah yaitu Kurikulum 2013 untuk kelas VIII dan IX. Sementara itu, Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk kelas VII. Adapun sebagai pengajar kelas VII hal ini justru memberikan tantangan untuk saya dalam menghadapi perubahan tersebut. Oleh karena itu, bentuk tanggung jawab selaku pengajar, saya sudah seharunya mampu menyusun Alur Perencaan Pembelajaran (ATP) yang dapat membuat pembelajaran tetap efektif dari segi perencanaan dan pelaksanaan. Tercetuslah sebuah akronim terkait hal tersebut dengan nama “PINTER” atau kepanjangan dari prestatif, inovatif, dan terencana. Dalam hal ini, prestatif diartikan kemampuan untuk memiliki kemauan dan hasrat ingin maju, inovatif bersifat pembaruan, serta terencana berarti sudah direncanakan secara matang.

    Setelah observasi selesai, hal yang menjadi alasan diperlukannya perubahan dan kesepahaman di antara pengajar ialah perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Di mana pengajar perlu melihat hal-hal berikut.

    1. Keaktifan dalam melakukan eksplorasi terkait Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tidak berkembang atau stagnan.
    2. Pembiasaan terhadap kurikulum baru cenderung lambat sehingga pengajar masih tetap berkutik pada metode dan penerapan kurikulum yang lama.
    3. Kegamangan terjadi pada proses pemilihan opsi kurikulum merdeka di sekolah yang notabene terkait pada kemampuan sekolah itu sendiri.
    4. Semangat implementasi kurikulum merdeka sudah tinggi. Namun, perencanaan dasar sebuah pembelajaran seperti ATP masih rendah.
    5. Saya memikirkan solusi dan mencari cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, supaya pada saat implementasi kurikulum baru atau IKM, selaku pengajar sudah mempunyai bekal dan siap menghadapi perubahan di saat melakukan pembelajaran. Tentunya, proses ini tidak akan lepas dari pihak-pihak terkait seperti kepala sekolah, MGMP, peserta didik, guru pengajar, dan tim teknis pendukung, serta literatur.
    Berdasarkan tantangan yang muncul saat melakukan praktik baik pada pembelajaran. Berikut hal-hal yang akan dilakukan agar implementasi kurikulum merdeka di sekolah, baik perencanaan maupun pelaksanaan dapat berjalan.
    1. Mempersiapkan berbagai pedoman perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka.
    2. Menganalisis bentuk perencanaan pada model pembelajaran kurikulum merdeka.
    3. Konsultasi dengan guru mata pelajaran lain yang mengajar di kelas VII terkait model perencanaan pembelajaran kurikulum merdeka.
    4. Untuk menguatkan informasi terkait pedoman penyusunan perencanaan pembelajaran, dilakukan konsultasi kepada Kepala Sekolah dan kepada Pengawas Pembina SMP Pasundan 1 Bandung.
    5. Menciptakan ruang diskusi bagi pengajar dalam eksplorasi materi kurikulum merdeka beserta metode yang efektif digunakan di kelas.

    Langkah selanjutnya yang saya lakukan ialah menjalin koneksi dengan para pengajar sebagai pelaku perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kurikulum merdeka yang terintegrasi satu sama lain.

    1.  Berdasarkan hasil analisa bersama dengan guru mata pelajaran kelas VII. Saya mendapat informasi terkait susunan, penentuan elemen, fase, dan alokasi waktu. Dalam penyusunan alur perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka saya perlu menyesuaikan materi dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Hal-hal semacam metode, media, dan bahan disesuaikan dengan kecenderungan belajar siswa.
    2. Kemudian, analisis laju materi berdasarkan sumber bacaan yaitu Buku Paket Edisi Kurikulum Merdeka pada materi masing-masing pengajar dan menyesuaikan dengan capaian pembelajaran.
    3. Selain itu, saya menghubungi MGMP yang memiliki kesamaan visi dan misi, serta mata pelajaran yang diampu dengan saya untuk membandingkan informasi terkait format penyusunan alur perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka.
    4. Lalu mulai melakukan penyusunan alur perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah.
    5. Bagian terpenting dari praktik baik pembelajaran ini ialah realisasi dari PINTER. Saya sebagai pengajar diwajibkan melakukan transfer informasi pada rekan sesama guru dalam pengimplementasian kurikulum merdeka.

    Adapun seluruh aksi di atas, akan saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, perlunya kerja sama seluruh pihak sekolah untuk mewujudkan cita-cita sekolah yang prestatif, inovatif, dan terencana.

    Setelah melalui proses penyusunan perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka, sedikit demi sedikit saya mulai memahami proses penyusunan perencanaan dengan format yang sesuai serta tujuan yang terarah. Dengan begitu, strategi dan langkah transfer informasi antarpengajar, antarguru dan siswa, serta antarpengajar pada teknis pendukung meningkat pesat bersamaan diterapkannya Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Kurikulum Merdeka yang pada awalnya mengalami kesulitan penetapan, penerapan, dan pemaknaannya menjadi berkurang seiring meningkatnya kompetensi guru dalam melakukan pra-pembelajaran.

     

    Pra-pembelajaran ini meliputi persiapan sebelum dilakukan pembelajaran di kelas. Artinya, pengajar perlu mempersiapkan hal-hal administratif seperti ATP, TP, dan lain sebagainya. Seperti fokus utama praktik baik ini, penulisan dan penyusunan ATP sudah sesuai dengan elemen dan capaian yang diharapkan guru pelajaran maupun sekolah. Sebab, sekolah sebagai penyelenggara kurikulum merdeka itu sendiri.

    Adapun perubahan lainnya ialah adanya kemauan eksplorasi, literasi, dan edukasi antarpengajar dalam menyusun ATP. Hal ini tentu berdampak pada program yang diusung yakni PINTER. Siswa SMP Pasundan 1 Bandung, awalnya lebih terdorong untuk mendapatkan prestasi dari bidang olahraga saja. Akan tetapi, setelah ATP disusun dengan baik. Banyak di antara siswa tersebut, yang menonjol pada keahlian lain. Selain itu, siswa maupun guru juga lebih inovatif dengan ragam penciptaan karya ilmiah maupun alat canggih sederhana yang terencana secara matang dan pasti. Dampak dari aksi yang telah dilakukan yaitu:

    1. Pembelajaran lebih terarah sesuai dengan program yang diciptakan atau disebut dengan PINTER (prestatif, inovatif, dan terencana). Dengan program tersebut, tidak hanya ATP yang akan menjadi bahasan. Dampaknya ialah siswa SMP Pasundan 1 Bandung lebih aktif, termotivasi, dan merasa senang dalam melaksanakan pembelajaran dan penyusunan administrasi
    2. Pengajar dan pihak terkait dalam implementasi kurikulum merdeka semakin paham aturan  yang mesti dikeluarkan oleh sekolah pada siswa untuk membatasi penggunaan HP.
    3. Apresiasi dari rekan guru, bahwasanya apresiasi yang sangat baik karena proses  pembelajaran yang punya nilai prestatif, inovatif, dan terencana.
    4. Perbanyak konsultasi dengan BK

     

    Sebagai pengajar saya harus memberi perhatian kepada guru yang lain, khususnya pengajar kelas VII terkait bagaimana cara penyusunan perencanaan pembelajaran, pada kurikulum merdeka. Ini bertujuan memberi sudut pandang bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran cukup sulit. Semua dapat dilakukan dalam waktu singkat dengan syarat, adanya komunikasi intens seperti pada SMP Pasundan 1 Bandung. Adapun acara hari ini dapat dikatakan efektif dilaksanakan dengan hasil akhir ialah tujuan pembelajaran yang tercapai.

    Sementara itu, respons setiap MGMP, pengajar, dan siswa mengatakan terbantu dalam menyelesaikan tantangan maupun aksi sebagai bagian dari pelaksanaan ATP. ATP akan selalu diolah berdasar fase yang ada

    Profil Penulis

    Ati Rohaeti Guru PPKn SMP Pasundan 1 Kota Bandung dan Tugas Tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang kurikulum.

    Untuk melihat Respon Kepala Sekolah, Pengawas Pembina dan Rekan-rekan Guru terkait dengan Pinter Menyusun ATP, bisa dilihat pada Foto dan Video Praktik Baik di bawah ini.

     

     Foto-foto Respon terkait dengan Pinter Menyusun ATP



     Video terkait dengan Pinter Menyusun ATP





    Tulisan ini menjadi teman di kala kita kebingungan saat  menyusun administrasi Guru dalam  Kurikulum Merdeka khusnhya Mapel Pendidikan Pancasila Fase D.



      SOSIALISASI  SEKOLAH TANGGAP BENCANA  JUMAT, 30 OLTOBER 2026 DI SMP NEGERI 12 BANDUNG Sekolah telah berhasil meletakkan fondasi budaya sad...