MEMPERERAT SISTEM KEKELUARGAAN DI SMP PASUNDAN I BANDUNG
Budaya Kerja yang perlu dipertahankan serta sistim kekeluargaan yang sangat kental di SMP Pasundan 1 Bandung. Kali ini adalah Acara yang sangat membahagiakan, meskipun situasi yang sangat sibuk tetap meluangkan waktu untuk kegiatan Guyub ulin Jeung Dulur.
Villa Kastil Istana Bunga Parongpong tempat
Berkumpul Guyub Ulin Jeung Dulur 19-20 Agustus 2023
Sabtu, 19 Agustus 2023 di Villa Kastil Istana Bunga Parongpong Lembang Kota Bandung, merupakan hari yang ditunggu, ada beberapa hal yang diagendakan: Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 78 dengan berbagai lomba, temu kangen dengan para manten, melepas Guru-guru yang pindah tugas, mempererat Kekeluargaan yang berujung semangat Budaya Kerja.
Untuk kenagan Yuuk kita lihat Foto-foto dan Videonya!
Setelah ulin Guyub jeung Dulur diharapkan jadi motivasi tuk bekerja lebih bersemangat. Agenda kerja kita yang mendekat adalah Pasone Project ke-1 untuk Kelas IX dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk kelas VII dan VIII, Asesmen Sumatif Tengah Semester dilanjut dengan kegiatan Supervisi.
Untuk Kegiatan Supervisi akan dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober sampai 17 November 2023, untuk itu maka Guru-guru diharapkan Mengumpulkan Buku Kerja/ Administrasi Guru:
MENINGKATKAN KUALITAS KOMPETENSI PENDIDIK DI NEGARA INDONESIA TERCINTA
Platform Merdeka Mengajar (PMM) ini sebuah penantian
manakala muncul topik baru itulah sesuatu yang penting bagi kami sebagai pendidik. Ekosistem
PMM Memudahkan Pendidik Mengakses Informasi, Referensi serta Impirasi. Bayangkan Sejumlah 1,8 Juta Pendidik telah menggunakan PMM. Untuk itu jadilah kita sebagai pengguna PMM yang setia dan selalu merindukan sesuatu yang baru.
Saat ini ada empat puluh dua topik yang dapat dijadikan bahan pelatihan Mandiri. Topik- topik tersebut dapat diakses dengan mudah. yakni:
Kurikulum merdeka:
Merdeka belajar:
Perencanaan pembelajaran SMP/paket B.:
Asesmen SMP /SMK /paket B-C:
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran ,
Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila
Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SLB
Diferensiasi dalam Pembelajaran (SMP-SMA/Paket B-C)
Profil pelajar Pancasila
Perencanaan Berbasis Dara di Satuan Pendidikan
Rapor pendidikan Sebagai Sumber Data Perencanaan
Perencanaan Berbasis Data Identifikasi-Refleksi dan Benahi
Refleksi diri
Disiplin positif
Bimbingan Konseling, dan layanan Dasar
Bimbingan dan Konseling : Layanan Peminatan dan Responsif
Iklim SEkolah Aman Mencegah Perundungan
Iklim Sekolah Aman Mencegah Kekerasan Seksual
Iklim Sekolah Aman Mencegah Intolerasi
Supervisi Akademis
Fasilitator Pembelajaran
Wawasan Kebhinekaan Global (SMP) Kemitraan dengan PUSPEKA
Pendidikan Ketrampilan Hidup (PKH) SMP Kemitraan dengan UNICEP
Pendidikan Inklusif Kemitraan dengan UNICEP
Pengelolaan Kesehatan Mentruasi SMP Kemitraan dengan UNICEP
Gizi Remaja SMP Kemitraan dengan UNICEP
Komitas Praktisi
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Contoh Praktik
Toals online untuk pembelajaran Aktif (Kemitraan dengan Inovasi)
Numerasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
Literasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Mahir (Part 1)
Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Siap (Part 1)
Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Berkembang (Part 1)
Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Awal (Part 1)
Tahap Perkembangan Peserta Didik Jenjang SMA/K (Usia 15-18 Tahun)
Tahap Perkembangan Pesertadidik Jenjang SMP (12-15 Tahun)
Numerasi: Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
kurikulum operasional satuan pendidikan: Kenali
Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka (Kemitraan dengan HP Indonesia dan V&V Communications)
Semangat Guru 3: Merdeka Mengajar denganKompetensi Nonteknis.
Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Satuan
Pendidikan (Kemitraan dengan PUSPEKA)
AAP (Ayo Atasi Perundungan) melalui Program Roots Indonesia
Maaf jangan terlalu terburu-buru, tapi cermati satu persatu karena Selain
Pelatihan Mandiri , Ada menu Perangkat Ajar di PMM memudahkan kami mencari
perangkat ajar yang menarik untuk diterapkan di kelas seuai dengan karakterIistik dan
kebutuhan murid kami. Dengan demikian maka murid-murid menjadi senang karena
pembelajar sekarang berbeda dengan dahulu.
MERDEKA
BELAJAR EPISODE KE-25 PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN SATUAN PENDIDIKAN
Selasa 8 Agustus 2023 pukul 10.00-12.00 WIB, di kanal YouTube Kemendikbudristek RI Peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-25, yakni “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan”.
Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah. Satuan Pendidikan memastikan tingkat keamanan dan kenyamanan bangunan, fasilitas pembelajaran, dan fasilitas umum lainnya, termasuk penyediaan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas.
Tata Kelola Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah:
Menyusun dan melaksanakan tata tertib dan Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Menjalankan Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan yang ditetapkan oleh Kementerian dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangan.dan Melkaksanakan Program
Merencanakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
Menerapkan Pembelajaran tanpa Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
Membentuk TPPK di Lingkungan Satuan Pendidikan
Memfasilitasi Pelaksanaan tugas dan fungsi TPPK
Melaksanakan Kerjasama dengan instansi atau Lembaga terkait dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
Memanfaatkan Pendanaan yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan dan belanja daerah, dan/atau Bantuan Oprasional Sekolah untuk kegiatan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
Menyediakan Pendanaan untuk Kegiatan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Masyarakat: dan
Melakukan Evaluasi secara berkala terhadap Pelaksanaan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dan dapat melibatkan warga Satuan Pendidikan dalam Penguatan Tata Kelola.
Edukasi Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah
Melakukan Sosialisasi Tata Tertib dan Program dalam Rangka Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dan Orang Tua/Wali Peserta Didik termasuk bagi Penyandang Disabilitas.
Melaksanakan Penguatan Karakter melalui Implementasi Nilai Pancasila dan Menumbuhkan Budaya Pendidikan tanpa Kekerasan kepada Seluruh Warga Satuan Pendidikan.
Penyedia Sarana dan Prasarana Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah
Memastikan tersedianya Sarana dan Prasarana untuk:
Pelaksanaan tugas TPPK minimal berupa kanal Pelaporan, ruang pemeriksaan dan alat tulis kantor:
Keamanan Proses Pembelajaran:
Keamanan pada Ruang Publik seperti toilet, kantin, laboratorium;
Pelaksanaan kegiatan edukasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan; dan
Keamanan dan Kenyamanan fasilitas lainnya di Lingkungan Satuan Pendidikan
Untuk menyegarkan kembali kebijakan Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, sampai saat ini sudah ada 25 epidode.
Adapun Tujuan dari kebijakan Merdeka Belajar adalah untuk mentrasformasikan Pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan memiliki Profil Pelajar Pancasila melalui Infra Struktur dan Teknologi, Kebijakan Prosedur dan Pendanaan, Kurikulum Pedagogi dan Asesmen, Kepemimpinan Masyarakat dan Budaya.
Silahkan simak apa saja kebijakan dari masing-masing Episod,tersebut.
Empat Pokok Kebijakan Merdeka Belajar, yang meliputi (1)Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) diganti dengan Asesmen), (2) Ujian Nasional (UN) berubah menjadi AKM, (3) Penyederhanaan RPP, dan (4) Peraturan PPDB berdasar Zonasi.
Kampus Merdeka
Perubahan Mekanisme Dana Bos
Program Organisasi Penggerak
Guru Penggerak
Trasfortasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi
Program Sekolah Penggerak
SMK Pusat Keunggulan
KIP Kuliah Merdeka
Perluasan Program Beasiswa LKPD
Kampus Merdeka Vokasi
Sekolah Aman Berbelanja dengan SIPLAH
Merdeka Berbudaya dengan Kanal Indonesia
Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual
Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar
Akselerasi dan Peningkatan Pendanaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Kesetaraan
Revitalisasi Bahasa Daerah
Merdeka Berbudaya dengan Dana Indonesia
Rapor Pendidikan Indonesia
Praktisi Mengajar
Dana Abadi Perguruan Tinggi
Trasformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia
Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
SEBUAH REFLEKSIKESIAPAN SMP PASUNDAN 1 BANDUNG DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA MANDIRI
Tahun ini adalah tahun kedua Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri di SMP Pasundan 1 Bandung. Bagaimana kesiapan perencanaan IKM tahun ke dua, mulai bermunculan berbagai masalah, anatara lain: sudah siap melenjutkan Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi? Apa yang perlu di Rayakan (Selebrasi)? Kegiatan Apa yang harus dihentukan? Kegiatan apa yang harus dilanjutkan? Dan Kegiatan apa yang harus dimulai.
Berawal dari berbagai pertanyaan seputar
Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri, dalam sebuah perencanaan. SMP Pasundan 1
Bandung Tahun Pelajaran 2023-2024 siap
dan sudah mendaftar Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi. Dua Kurikulum yang berlaku yakni Kelas VII dan Kelas VIII siap menggunakan Kurikulum Merdeka, dan
Kelas IX masih tetap menggunakan Kurikulum 2013.
Dengan digunakannya kurikulum yang berbeda, maka ada dua kelompok guru. Pertama Guru yang sudah siap dan belum siap merencanakan, mempersiapkan administrasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Guru yang siap dengan segala perlengkapannya yakni guru kelas VII yang sudah ada pengalaman di tahun Pelajaran 2022-2023. Guru yang belum siap tetapi tetap dituntut untuk mengalami perubahan dengan kelengkapan administrasi pembelajaran kurikulum Merdeka di kelas VIII. Kemudian Jenis kedua adalah Guru yang bertugas.
Berangkat dari situasi dan tantangan tersebut, saya mulai mengadakan refleksi dari IKM tahun yang lalu dan persiapan IKM tahun kedepan dengan berbagai perencanaan berbasis data. Nampaknya sekolah SMP Pasundan 1 siap melaksanakan Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi untuk tahun ke-2, yakni tahun Pelajaran 2023-2024, tentunya dengan berbagai penyempurnaan. Berbicara tentang apa yang perlu di rayakan dari IKM. Perencanaan yang sudah baik, proses penyususnan administrasi, pelaksanaan pembimbingan dan presentasi yang luar biasa yang melebihi ekspektasi.
KOSP adalah dokumen hidup, yang dapat sewaktu-waktu
disesuaikan dengan kebutuhan murid setelah proses refleksi yang dilakukan oleh
seluruh pemangku kepentingan
Adaptasi KOSP sangat
penting, mengingat:
Perbedaan lingkungan dan ekosistem sekolah, ditambah pula dengan perubahan
yang terus terjadi di sekitar kita. Hal-hal ini merupakan sebagian alasan
mengapa kurikulum yang kita terima dari pemerintah pusat harus melalui proses
adaptasi terlebih dahulu.
Bentuk adaptasi harus sesuai dengan kebutuhan murid-murid kita di sekolah
dapat diterjemahkan dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang
akan dibahas pada modul selanjutnya.
Indikator Keberhasilan IKM
Terbentuknya budaya membaca dan menulis di luar kelas,
Menghasilkan karya-karya literasi, seperti majalah dinding, cerpen dan karya tulis lainnya.
keamanan, kenyamanan, kebersihan dan kemudahan secara fisik maupun psikis dalam belajar siswa
membangun kemitraan antara siswa, guru dan orang tua serta pihak yang terkait.
Sarana dan Prasarana yang ada di dalam maupun di luar sekolah yang tersedia maupun kreasi guru/siswa sebagai sumber belajar
DALAM KEGIATAN PEMBINAAN DARI BAPAK PENGAWAS PEMBINA MAPEL PPKN
Kegiatan Pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
PPKn yang diselenggarakan pada hari Rabu, 24 Maret 2023 di Aula Baznas Provinsi
Jawa Barat Jalan Soekarno Hatta No 458 Batununggal Kecamatan Bandung Kidul Kota
Bandung Jawa Barat 40266
SUSUNAN ACARA PEMBINAAN KEDINASAN DAN TRAINING ESQ 3.0 COACHONG
1. Pembukaan 2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Diriget : 3. Pembacaan Doa : Komarudin, S.Pd (SMPN 36 Bandung) 4. Laporan Ketua MGMP PPKn SMP Kota Bandung : Mu’min Mursalin, M.Pd 5. Sambutan-Sambutan : a. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung (Drs. H. Hikmat Ginanjar, M.Si) b. Kabid P3TK Disdik Kota Bandung (Dr. H. Edy Suparjoto, M.Pd) c. Pengawas Pembina Disdik Kota Bandung (H. Yusuf Haryasa, S.Pd, M.M.) d. Sambut Sapa dari Perwakilan Baznas Provinsi Jawa Barat 6. Seminar Training ESQ 3.0 Coaching : (Coach : Trainer Dudi Supriadi, licensi ; Dr. Ary Ginanjar Agustian) 7. Pembagian Sertifikat dari ESQ
PRESTATIF,
INOVATIF, DAN TERENCANA (PINTER) DALAM MENYUSUN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Pada awal tahun pelajaran 2022–2023, sekolah dihadapkan
dengan pilihan dalam penggunaan kurikulum yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
Pada penerapannya, Kurikulum Merdeka sendiri terdiri atas Kurikulum Merdeka
Belajar, Kurikulum Merdeka Berubah, dan Kurikulum Merdeka Berbagi. Dengan
pilihan tersebut, SMP Pasundan 1 Kota Bandung mulai menerapkan kurikulum yang
berlaku di sekolah yaitu Kurikulum 2013 untuk kelas VIII dan IX. Sementara itu,
Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk kelas VII. Adapun sebagai pengajar
kelas VII hal ini justru memberikan tantangan untuk saya dalam menghadapi
perubahan tersebut. Oleh karena itu, bentuk tanggung jawab selaku pengajar,
saya sudah seharunya mampu menyusun Alur Perencaan Pembelajaran (ATP) yang
dapat membuat pembelajaran tetap efektif dari segi perencanaan dan pelaksanaan.
Tercetuslah sebuah akronim terkait hal tersebut dengan nama “PINTER” atau
kepanjangan dari prestatif, inovatif, dan
terencana. Dalam hal ini, prestatif
diartikan kemampuan untuk memiliki kemauan dan hasrat ingin maju,
inovatif bersifat pembaruan, serta terencana berarti sudah direncanakan secara
matang.
Setelah
observasi selesai, hal yang menjadi alasan diperlukannya perubahan dan
kesepahaman di antara pengajar ialah perbaikan dalam perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran. Di mana pengajar perlu melihat hal-hal berikut.
Keaktifan dalam melakukan
eksplorasi terkait Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tidak berkembang atau stagnan.
Pembiasaan terhadap kurikulum baru
cenderung lambat sehingga pengajar masih tetap berkutik pada metode dan
penerapan kurikulum yang lama.
Kegamangan terjadi pada proses
pemilihan opsi kurikulum merdeka di sekolah yang notabene terkait pada
kemampuan sekolah itu sendiri.
Semangat implementasi kurikulum
merdeka sudah tinggi. Namun, perencanaan dasar sebuah pembelajaran seperti ATP
masih rendah.
Saya
memikirkan solusi dan mencari cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut,
supaya pada saat implementasi kurikulum baru atau IKM, selaku pengajar sudah
mempunyai bekal dan siap menghadapi perubahan di saat melakukan pembelajaran.
Tentunya, proses ini tidak akan lepas dari pihak-pihak terkait seperti kepala
sekolah, MGMP, peserta didik, guru pengajar, dan tim teknis pendukung, serta
literatur.
Berdasarkan tantangan yang muncul saat melakukan praktik baik pada pembelajaran. Berikut hal-hal yang akan dilakukan agar implementasi kurikulum merdeka di sekolah, baik perencanaan maupun pelaksanaan dapat berjalan.
Mempersiapkan berbagai pedoman perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka.
Menganalisis bentuk perencanaan pada model pembelajaran kurikulum merdeka.
Konsultasi dengan guru mata pelajaran lain yang mengajar di kelas VII terkait model perencanaan pembelajaran kurikulum merdeka.
Untuk menguatkan informasi terkait pedoman penyusunan perencanaan pembelajaran, dilakukan konsultasi kepada Kepala Sekolah dan kepada Pengawas Pembina SMP Pasundan 1 Bandung.
Menciptakan ruang diskusi bagi pengajar dalam eksplorasi materi kurikulum merdeka beserta metode yang efektif digunakan di kelas.
Langkah selanjutnya yang
saya lakukan ialah menjalin koneksi dengan para pengajar sebagai pelaku
perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kurikulum merdeka yang terintegrasi
satu sama lain.
Berdasarkan hasil analisa
bersama dengan guru mata pelajaran kelas VII. Saya mendapat informasi terkait
susunan, penentuan elemen, fase, dan alokasi waktu. Dalam penyusunan alur
perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka saya perlu menyesuaikan materi
dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Hal-hal semacam metode, media, dan bahan
disesuaikan dengan kecenderungan belajar siswa.
Kemudian, analisis laju
materi berdasarkan sumber bacaan yaitu Buku Paket Edisi Kurikulum Merdeka pada
materi masing-masing pengajar dan menyesuaikan dengan capaian pembelajaran.
Selain itu, saya
menghubungi MGMP yang memiliki kesamaan visi dan misi, serta mata pelajaran
yang diampu dengan saya untuk membandingkan informasi terkait format penyusunan
alur perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka.
Lalu mulai melakukan penyusunan
alur perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka berdasarkan situasi dan
kondisi di sekolah.
Bagian terpenting dari
praktik baik pembelajaran ini ialah realisasi dari PINTER. Saya sebagai
pengajar diwajibkan melakukan transfer informasi pada rekan sesama guru dalam
pengimplementasian kurikulum merdeka.
Adapun seluruh aksi di
atas, akan saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, perlunya kerja
sama seluruh pihak sekolah untuk mewujudkan cita-cita sekolah yang prestatif, inovatif, dan terencana.
Setelah
melalui proses penyusunan perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka,
sedikit demi sedikit saya mulai memahami proses penyusunan perencanaan dengan
format yang sesuai serta tujuan yang terarah. Dengan begitu, strategi dan
langkah transfer informasi antarpengajar, antarguru dan siswa, serta
antarpengajar pada teknis pendukung meningkat pesat bersamaan diterapkannya
Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Kurikulum Merdeka yang pada awalnya
mengalami kesulitan penetapan, penerapan, dan pemaknaannya menjadi berkurang
seiring meningkatnya kompetensi guru dalam melakukan pra-pembelajaran.
Pra-pembelajaran
ini meliputi persiapan sebelum dilakukan pembelajaran di kelas. Artinya,
pengajar perlu mempersiapkan hal-hal administratif seperti ATP, TP, dan lain
sebagainya. Seperti fokus utama praktik baik ini, penulisan dan penyusunan ATP
sudah sesuai dengan elemen dan capaian yang diharapkan guru pelajaran maupun
sekolah. Sebab, sekolah sebagai penyelenggara kurikulum merdeka itu sendiri.
Adapun perubahan lainnya ialah adanya kemauan eksplorasi,
literasi, dan edukasi antarpengajar dalam menyusun ATP. Hal ini tentu berdampak
pada program yang diusung yakni PINTER. Siswa SMP Pasundan 1 Bandung, awalnya
lebih terdorong untuk mendapatkan prestasi dari bidang olahraga saja. Akan
tetapi, setelah ATP disusun dengan baik. Banyak di antara siswa tersebut, yang
menonjol pada keahlian lain. Selain itu, siswa maupun guru juga lebih inovatif
dengan ragam penciptaan karya ilmiah maupun alat canggih sederhana yang
terencana secara matang dan pasti. Dampak dari aksi yang telah
dilakukan yaitu:
Pembelajaran lebih terarah sesuai dengan program yang diciptakan atau
disebut dengan PINTER (prestatif, inovatif, dan terencana). Dengan program
tersebut, tidak hanya ATP yang akan menjadi bahasan. Dampaknya ialah siswa SMP
Pasundan 1 Bandung lebih aktif, termotivasi, dan merasa senang dalam
melaksanakan pembelajaran dan penyusunan administrasi
Pengajar dan pihak terkait dalam implementasi
kurikulum merdeka semakin paham aturan yang mesti dikeluarkan oleh
sekolah pada siswa untuk membatasi penggunaan HP.
Apresiasi dari rekan guru, bahwasanya
apresiasi yang sangat baik karena proses pembelajaran yang punya nilai prestatif,
inovatif, dan terencana.
Perbanyak konsultasi dengan BK
Sebagai pengajar saya harus
memberi perhatian kepada guru yang lain, khususnya pengajar kelas VII terkait
bagaimana cara penyusunan perencanaan pembelajaran, pada kurikulum merdeka. Ini
bertujuan memberi sudut pandang bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran cukup
sulit. Semua dapat dilakukan dalam waktu singkat dengan syarat, adanya
komunikasi intens seperti pada SMP Pasundan 1 Bandung. Adapun acara hari ini
dapat dikatakan efektif dilaksanakan dengan hasil akhir ialah tujuan
pembelajaran yang tercapai.
Sementara
itu,respons setiap MGMP, pengajar,
dan siswa mengatakan terbantu dalam menyelesaikan tantangan maupun aksi sebagai
bagian dari pelaksanaan ATP. ATP akan selalu diolah berdasar fase yang ada
Profil Penulis
Ati
Rohaeti Guru PPKn SMP Pasundan 1 Kota Bandung dan Tugas Tambahan
sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang kurikulum.
Untuk melihat Respon Kepala Sekolah, Pengawas Pembina dan Rekan-rekan Guru terkait dengan Pinter Menyusun ATP, bisa dilihat pada Foto dan Video Praktik Baik di bawah ini.
Foto-foto Respon terkait dengan Pinter Menyusun ATP
Video terkait dengan Pinter Menyusun ATP
Tulisan ini menjadi teman di kala kita kebingungan
saat menyusun administrasi Guru dalam Kurikulum Merdeka khusnhya Mapel Pendidikan
Pancasila Fase D.