Jumat, 30 Oktober 2026

 

SOSIALISASI  SEKOLAH TANGGAP BENCANA 
JUMAT, 30 OLTOBER 2026 DI SMP NEGERI 12 BANDUNG

Sekolah telah berhasil meletakkan fondasi budaya sadar bencana melalui sosialisasi mitigasi bencana yang menyasar seluruh ekosistem sekolah, meliputi peserta didik, pendidik (guru), serta tenaga kependidikan (staf tata usaha, keamanan, dan kebersihan). Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, membangun kesiapsiagaan mental, dan memberikan pemahaman dasar mengenai ragam potensi bencana di lingkungan sekolah.

Beberapa potensi bencana di lingkungan sekolah Adalah  Garis Sesar Lembang membentang dari wilayah barat (Padalarang) hingga timur (Jatinangor). Berdasarkan data kebencanaan terbaru dari BPBD Jawa Barat dan BMKG Bandung, sekolah kami berada di Koridor Kerawanan Utama (Zona Merah) dengan potensi guncangan hingga skala VIII–IX MMI

Selain itu , banyak potensi laninya yang diantaranya adalah kebakaran. untuk itu maka SMP Negeri 12 Bandung mengadakan Sosialisasi Tanggap bencana dengan mendatangkan langsung dari personil Pemadam Kebakaran Kota Bandung pada Hari Jumat, 30 Oktober 2026.

Dengan seriusnya guru-guru meperhatikan demo penanggulangan kebakaran sehingga setiap kegiatan diikuti satu persatu meski penuh ketegang


Demo mengatasi kebakaran dibimbing langsungoleh petugas kebakaran

Dengan sosialisasi tersebut mulai sedikit demi sedikit ada keberanian untuk mengatasi gejala kebakaran. Selanjutnya demo Sosialisasi pencegahan kebakaran dengan menggunakan berbagai alat dan medannya langsung di lapangan. Prosesnya dapat di lihat di video di bawah ini.


Demo mengatasi kebakaran di Lapangan

Sekian dulu paparan Sosialisasi Tanggap bencara, mari kita tetap siaga untuk tetap menjaga Alam untuk bersahabat dengan kita.



Rabu, 28 Oktober 2026

 KEGIATAN LITERASI DIGITAL BERBASIS MODERASI

Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme  (FKPT) Jawa Barat, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) No 1 Tahun 2022 dan merupakan kepanjangan tangan dari BNPT RI dalam pencegahan intolerasnsi, radikalime, ekstrimisme dan terorisme melalui kontra raadikalisasi dan mereduksi paham radikal terorisme dengan memberdayakan masyarakat.

Maka berkenan dengan perannya dalam menjaga stabilitas daerah, BNPT RI melaui FKPT Jawabarat menyelenggarakan Kegiatan Literasi Digital Berbasis Moderasi Memperkuat Peran Guru dalam menangkal pahan kekerasan pada siswa melalui Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme  (FKPT) Jawa Barat. Dilakukan di Bandung pada tanggal 27 Oktober 2026.

Sehubungan dengan hal tersebut kami mendapat kesempatan untuk menghadiri kegiatan tersebut di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung Jalan Wastukencana  N0 2 hari Selasa, 27 Oktober 2026


Photo bersama Peserta MGMP Pendidikan Pancasila Jenjang

SMP Kota Bandung Sebelum Kegiatan di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung

Jalan Wastukencana N0 2 Selasa, 27 Oktober 2026

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) disampaikan dalam sambutannya bahwa sebanyak 620 anak berusia 11-18 tahun dari 34 provinsi mendapat intervensi aparat penegak hukum sepanjang Januar  hingga 26 Agustus 2026 karena terpapar radikalisme maupun paham kekerasan.

Untuk itu maka dipandang perlu untuk mengadakan Kegiatan dengan tema “Literasi Digital Berbasis Moderasi Memperkuat Peran Guru dalam menangkal pahan kekerasan pada siswa”.

Literasi Digital adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi dan menciptakan informasi secara bijak diruang digital.

Sedangkan Moderasi merupakan jalan tengah dan menghindari ekstrimisme dalam bernegara. Guru bukan sekedar  pengajar melainkan juga pemimpin karakter penjaga nilai kemanusiaan dan teladan dalam membangun sikap toleran.

Guru juga perlu memperhatikan siswa dengan kemampuan berpikir kritis memeriksa kebenaran informasi menghargai perbedaan serta menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan. perlu kita akui bersama yaitu guru juga pengguna aktif ruang  digital  dan kita semua bisa terpapar dengan informasi yang belum terverifikasi dan konten yang memancing emosi maka pembuatan literasi digital bukan hanya untuk siswa melainkan juga untuk kita sebagai guru.

Tiga Pesan yang perlu diperhatikan oleh pendidik, menurut Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional penanggulangan Bencana paham ekstrem, yakni: pertama cara kita mencari informasi akan menjadi pelajaran yang paling berkrsan, kedua  Jadilah penggunaan yang baik dan yang ketiga jadilah produsen pesan positif bukan sekedar menerima informasi konten yang baik tidak.

Beliau mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik untuk menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman inklusif hadirkan keteladanan dalam keseharian dan jangan abey perubahan perilaku anak yang berpotensi menunjukkan pengaruh paham kekerasan.

Pencegahan kekerasan dan terorisme bukan  hanya tanggung jawab pemerintah  saja , melainkan secara Bersama bertanggung jawab baik itu pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama dan masyarakat harus bergerak seiring untuk menciptakan lingkungan yang melindungi generasi muda.

Dalam Kegiatan Literasi Digital Berbasis Moderasi Memperkuat Peran Guru dalam menangkal pahan kekerasan pada siswa diawali dengan kegiatan:

  • Laporan ketua FKPT Jawa Barat
  • Sambutan-sambutan: Deputi Bidang Kesiap Siagaan Nasional dan Kontra Radikalism dan dari Wali Kota Bandung
  • Paparan materi yang sebelumnya diawali Pree test
  • Study kasus penyusunan silabus
  • Diskusi
  • Diaiakhiri Post tes
  • Survey Indeks Kewaspadaan Nasional dan
  • Penyelesaian Administrasi

Fhoto saat Penulis bertanya pada narasumber 

Selama kegiatan saya memperhatikan lebih seksama, karena materinya sangat membuat keresahan kita sebagai pendidik bahkan menjadi bahan renungan dan tugas baru dalam menjaga murid -murid sehingga terbebas dari Radikalisme dan terorisme.

Sepertinya ada muatan baru di Pembelajaran Pendidikan Pancasila tentang Digitalisasi Moderasi.

Silabuspun disusun dengan rapi, dan sudah dikumpulkan Pree tes dan post  tes dilaksanakan dan sertifikat pun sudah di dapat.

Yuuk kita semangat.
Bandung, 27 Oktober 2026


  SOSIALISASI  SEKOLAH TANGGAP BENCANA  JUMAT, 30 OLTOBER 2026 DI SMP NEGERI 12 BANDUNG Sekolah telah berhasil meletakkan fondasi budaya sad...