KEGIATAN LITERASI
DIGITAL BERBASIS MODERASI
Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) No 1 Tahun 2022 dan merupakan kepanjangan tangan dari BNPT RI dalam pencegahan intolerasnsi, radikalime, ekstrimisme dan terorisme melalui kontra raadikalisasi dan mereduksi paham radikal terorisme dengan memberdayakan masyarakat.
Maka berkenan dengan perannya dalam menjaga stabilitas daerah, BNPT RI melaui FKPT Jawabarat menyelenggarakan Kegiatan Literasi Digital Berbasis Moderasi Memperkuat Peran Guru dalam menangkal pahan kekerasan pada siswa melalui Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat. Dilakukan di Bandung pada tanggal 27 Oktober 2026.
Sehubungan dengan hal tersebut kami mendapat kesempatan untuk menghadiri kegiatan tersebut di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung Jalan
Wastukencana N0 2 hari Selasa, 27 Oktober 2026
Photo
bersama Peserta MGMP Pendidikan Pancasila Jenjang
SMP Kota
Bandung Sebelum Kegiatan di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung
Jalan
Wastukencana N0 2 Selasa, 27 Oktober 2026
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) disampaikan dalam sambutannya bahwa sebanyak 620 anak berusia 11-18 tahun dari 34 provinsi mendapat intervensi aparat penegak hukum sepanjang Januar hingga 26 Agustus 2026 karena terpapar radikalisme maupun paham kekerasan.
Untuk itu maka dipandang perlu untuk mengadakan Kegiatan dengan tema “Literasi Digital Berbasis Moderasi Memperkuat Peran Guru dalam menangkal pahan kekerasan pada siswa”.
Literasi Digital adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi dan menciptakan informasi secara bijak diruang digital.
Sedangkan Moderasi merupakan jalan tengah dan menghindari ekstrimisme dalam bernegara. Guru bukan sekedar pengajar melainkan juga pemimpin karakter penjaga nilai kemanusiaan dan teladan dalam membangun sikap toleran.
Guru juga perlu memperhatikan siswa dengan kemampuan berpikir kritis memeriksa kebenaran informasi menghargai perbedaan serta menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan. perlu kita akui bersama yaitu guru juga pengguna aktif ruang digital dan kita semua bisa terpapar dengan informasi yang belum terverifikasi dan konten yang memancing emosi maka pembuatan literasi digital bukan hanya untuk siswa melainkan juga untuk kita sebagai guru.
Tiga Pesan yang perlu diperhatikan oleh pendidik, menurut Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional penanggulangan Bencana paham ekstrem, yakni: pertama cara kita mencari informasi akan menjadi pelajaran yang paling berkrsan, kedua Jadilah penggunaan yang baik dan yang ketiga jadilah produsen pesan positif bukan sekedar menerima informasi konten yang baik tidak.
Beliau mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik untuk menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman inklusif hadirkan keteladanan dalam keseharian dan jangan abey perubahan perilaku anak yang berpotensi menunjukkan pengaruh paham kekerasan.
Pencegahan kekerasan dan terorisme bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja , melainkan secara Bersama bertanggung
jawab baik itu pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama dan masyarakat harus
bergerak seiring untuk menciptakan lingkungan yang melindungi generasi muda.
Dalam Kegiatan
Literasi Digital Berbasis Moderasi Memperkuat Peran Guru dalam menangkal pahan
kekerasan pada siswa diawali dengan kegiatan:
- Laporan ketua FKPT Jawa Barat
- Sambutan-sambutan: Deputi Bidang Kesiap Siagaan Nasional
dan Kontra Radikalism dan dari Wali Kota Bandung
- Paparan materi yang sebelumnya diawali Pree test
- Study kasus penyusunan silabus
- Diskusi
- Diaiakhiri Post tes
- Survey Indeks Kewaspadaan Nasional dan
- Penyelesaian Administrasi
Fhoto saat Penulis bertanya pada narasumber
Selama kegiatan saya memperhatikan
lebih seksama, karena materinya sangat membuat keresahan kita sebagai pendidik
bahkan menjadi bahan renungan dan tugas baru dalam menjaga murid -murid
sehingga terbebas dari Radikalisme dan terorisme.
Sepertinya ada muatan baru di
Pembelajaran Pendidikan Pancasila tentang Digitalisasi Moderasi.
Silabuspun disusun dengan rapi, dan
sudah dikumpulkan Pree tes dan post tes
dilaksanakan dan sertifikat pun sudah di dapat.
Yuuk
kita semangat.Bandung, 27 Oktober 2026