Jumat, 29 Desember 2023

REFLEKSI DI AKHIR TAHUN

 SEBUAH PENANTIAN VALIDASI DI PMM


Platform Merdeka Mengajar (PMM) ini sebuah penantian manakala muncul topik baru itulah sesuatu yang penting bagi saya sebagai pendidik. Ekosistem PMM Memudahkan Pendidik Mengakses Informasi, Referensi serta Impirasi. Untuk itu jadilah kita sebagai pengguna PMM yang setia dan selalu merindukan sesuatu yang baru.

  1. Kurikulum merdeka:
  2. Merdeka belajar:                     
  3. Perencanaan pembelajaran SMP/paket B.:                 
  4. Asesmen SMP /SMK /paket B-C:
  5. Kriteria  Ketercapaian Tujuan Pembelajaran ,
  6. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SMP/Paket B
  7. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SLB
  8. Diferensiasi dalam Pembelajaran (SMP-SMA/Paket B-C)
  9. Profil pelajar Pancasila
  10. Perencanaan Berbasis Dara di Satuan Pendidikan
  11. Rapor pendidikan Sebagai Sumber Data Perencanaan
  12. Perencanaan Berbasis Data Identifikasi-Refleksi dan Benahi
  13. Refleksi diri
  14. Disiplin positif
  15. Bimbingan Konseling,  dan layanan Dasar             
  16. Bimbingan  dan Konseling : Layanan Peminatan dan Responsif
  17. Iklim Sekolah Aman Mencegah Perundungan
  18. Iklim Sekolah Aman Mencegah Kekerasan Seksual
  19. Iklim Sekolah Aman Mencegah Intolerasi
  20. Supervisi Akademis
  21. Fasilitator Pembelajaran
  22. Wawasan Kebhinekaan Global (SMP) Kemitraan dengan PUSPEKA
  23. Pendidikan Ketrampilan Hidup (PKH) SMP Kemitraan dengan UNICEP
  24. Pendidikan Inklusif (SMP) Kemitraan dengan UNICEP
  25. Pengelolaan Kesehatan Mentruasi SMP  Kemitraan dengan UNICEP
  26. Gizi Remaja SMP Kemitraan dengan UNICEP
  27. Komitas Praktisi
  28. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Contoh Praktik
  29. Toals online untuk pembelajaran Aktif (Kemitraan dengan Inovasi)
  30. Numerasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  31. Literasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  32. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Mahir (Part 1)
  33. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Siap (Part 1)
  34. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Berkembang (Part 1)
  35. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Awal (Part 1)
  36. Tahap Perkembangan Peserta Didik Jenjang SMA/K (Usia 15-18 Tahun)
  37. Tahap Perkembangan Pesertadidik Jenjang SMP (12-15 Tahun)
  38. Numerasi: Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
  39. Kurikulum operasional satuan pendidikan: Kenali
  40. Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka (Kemitraan dengan HP Indonesia dan V&V Communications)
  41. Semangat Guru 3: Merdeka Mengajar denganKompetensi Nonteknis. 
  42. Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (Kemitraan dengan PUSPEKA)
  43. AAP (Ayo Atasi Perundungan) melalui Program Roots Indonesia
  44. Iklim Sekolah Aman: Mencegah Penyalahgunaan Narkoba.
  45. Pelibatan Keluarga di satuan pendidikan.
  46. Buku Nonteks bermutu dan bagaimana memanfaatkannya.
  47. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Berkembang
  48. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Layak.
  49. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Cakap dan Mahir.
  50. Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar)
  51. Numerasi Pembelajaran Terdef terdeferensiasi dan Alur Tujuan Pembelajarannya (Kemitraan dengan Inovasi)
  52. Menjalankan Komunitas Belajar dalam Sekolah.
  53. Pembelajaran dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
  54. Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah
  55. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Siap (Part 2)
  56. Coaching untuk Pemimpin di Satuan Pendidikan
  57. Numerasi: Kompetensi Pendidik Tahap Layak
  58. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Mahir (Part 2)
  59. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Berkembang (Part 2)
  60. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Awal (Part 2)
  61. Numerasi: Kompetensi Pendidik Tahap Berkembang
  62. Mengelola Program  Sekolah yang Berdampak pada Murid
  63. Numerasi: Kompetensi Pendidik Tahap Ckap dan Mahir

Saat ini ada lima puluh enam topik yang dapat dijadikan bahan pelatihan Mandiri. Topik- topik tersebut dapat diakses dengan mudah. yakni:Sebuah penantian yang panjang menunggu Validasi Aksi Nyata. Ini bisa dibilang sebuah refleksi di akhir tahun 2023. Ada tujuh topik yang ditunggu dan kemungkinan menyebrang ke Awal tahun 2024. Topik- topik yang sudah di unggah dan menunggu Validasi adalah:
  1. Perenanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan
  2. Numerasi Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
  3. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Kenali
  4. Kriteria Ketercapaian tujuan Pembelajaran
  5. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  SMP/Paket B
  6. Gizi Remaja SMP (Kemitraan dengan UNICEF
  7. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami tahap Siap (Part 1)
Dari  tujuh topik yang ditunggu untuk di validasi, syukur alhamdulillah sudah lolos enam   topik. Inilah serrtifikat yag sudah lolos.
  1. Perencanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan
  2. Numerasi Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
  3. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Kenali
  4. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  SMP/Paket B
  5. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami tahap Siap (Part 1)
  6. Kriteria Ketercapaian tujuan Pembelajaran


Sertifikat 
Perenanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan


Sertifikat
Numerasi Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)



Sertifikasi
Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Kenali



Sertifikat
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  SMP/Paket B



Sertifikt 
Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami tahap Siap (Part 1)




Sertifikat 
Kriteria Ketercapaian tujuan Pembelajaran





Itulah sekilas refleksi di akhir tahun kaitannya dengan PMM yang selalu berakhir di Aksi Nyata sebagai Implementasi dari topik yang sudah dipelajari, namung meskipun menunggu Validasi, yuuk kita tetap semangat, berbagi praktik baik.


Selasa, 19 Desember 2023

CERITA PRAKTIK BAIK

 MENENTUKAN TEMA, TOPIK, DIMENSI, ELEMEN DAN SUB ELEMEN
P5 DI SMP PASUNDAN 1 BANDUNG


Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan dengan beragam cara, ada yang sistim Reguler yang dilaksanakan 2 jam  setiap hari atau di laksanakan 6 jam seltiap satu  minggu sekali. Ada juga sistim Blok dilakukan pada program Tengah atau akhir semester.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan proyek unggulan Implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam pelaksanaan P5 sekolah tempat saya mengajar yakni SMP Pasundan 1 Bandung menggunakan sistim blok. Kenapa dengan sistim blok? Sistim blok mudah dilaksanakan dan memungkinkan perencanaan dan pelaksanaan lebih focus baik untuk siswa maupun untuk guru.

Tahun Pelajaran 2023-2024, jauh-jauh sebelum pelaksanaan saya  sebagai Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan tugas tambahan sebagai wakil Kepala sekolah Bidang Kurikulum  mulai berdiskusi dengan siswa di kelas maupun dengan rekan Guru dan Kepala Sekolah tentang Tema P5 yang akan dilaksanakan. 

Adapun tema yang dipilih adalah "Bagunlah  Jiwa Raganhya" yang dilaksanakan pada Bulan September 2023, "Bhineka Tunggal Ika" Bulan November 2023 dan "Gaya Hidup Berkelanjutan" yang akan dilaksanakan pada Bulan Maret 2024 mendatang.

Dalam tulisan ini saya akan sedikit menjelaskan kegiatan Bulan November dan Desember 2023, tema Bhineka Tunggal Ika" Kesepakatan antara Guru dan Murid adalah Kelas 7 Legenda Nusantara, Kelas 8 Sejarah Nusantara, dan kelas 9 Sosial Budaya Nusantara. 

Sub tema yang dipilih adalah:

  1. Kls 7 A Batu Belah Batu Bertangkup.
  2. Kls 7B Situ Bagendit
  3. Kls 7 C Legenda Gunung Kelud.
  4. Kls 7 D Lutung Kasarung.
  5. Kls 7 E Sangkuriang
  6. Kls 7 F Bawang Putih Bawang Merah
  7. Kls 7 G Ande-ande Lumut
  8. Kls 8 A Rengas Dengklok
  9. Kls 8 B Bandung Lautan Api
  10. Kls 8 C Perjuangan Rd Ajeng Kartini
  11. Kls 8 D Grakan G30 S PKI
  12. Kls 9 A Janji Mentari
  13. Kls 9 B Festival Budaya Nusantara.
  14. Kls 9 C Melawan Stigma (Perang Bubat)
  15. Kls 9 D Keusik nu Kausik
  16. Kls 9 E Sebuah Kisah Klasik.
  17. Kls 9 F Perjuangan Pegerakan Kemerdekaan 1945

Setelah tema sub tema di pilih oleh masing-masing kelas, selanjutnya atas bimbingan Guru, wali kelas dan Koordinator serta Fasilitator proyek selanjutnya menyusun Skenario/ naskah cerita. memilih pemain, tim dekorasi dan tim IT serta merancang bahan alat proverty.

Tentunya dalam menyusun naskah perlu memperhatikan beberapa syarat, seperti tertera berikut ini:



Harapannya dalam proses pentas siswa siswi semua ikut andil dan memperhatikan berbagai syarat tampil seperti tertera di bawah ini:




Saya merefleksi kegiatan dari perumusan sampai proses kurasi dan proses pembimbingan siswa siswi sangat  antusias.  termasuk guru dan tim Mahasiswa Fakultas Bahasa Universitas Pasundan yang ikut berkolaborasi dalam proses Pembimbingan.

Dokumentasi Persiapan P5 di SMP Pasundan 1 Bandung kerjasama dengan tim Mahasiswa Fakultas Bahasa Universitas Pasundan.



 Foto Tim Mahasiswa Fakultas Bahasa Universitas Pasundan
yang berkolaborasi dengan SMP Pasundan 1 Bandung


Foto Siswa dalam Kegiatan Rancang Property



Foto Sisswa dalam Kegiatan Rancang Naskah

Bagaimana Komentar atau umpan balik dari para siswa SMP Pasundan 1 Bandung? mari kita lihat umpan balik di bawah ini!





Satu hal yang membuat saya haru dan bangga ternyata apresiasi dari orang tua siswa sangat tinggi seperti, menyumbang Dus, Memberi fasilitas trasfortasi, makanan konsumsi anak-anak, dan dukungan moril yang membuat siswa-siswi dalam melaksanakan P5 lebih percaya diri dan sangat termotivasi untuk menghasilkan Produk yang terbaik.

Ada cerita orang tua tentang pelaksanaan P5 di SMP Pasundan 1 Bandung, mereka bercerita banyak bahwa anaknya mengalami perubahan karakter yakni periang, percaya diri, aktif tidak menyendiri, sering bercerita dan berdiskusi, dan kelihatan dewasa. Orang tua suka itu.

Orang tua berpesan teruslah berjuang SMP Pasundan 1 Bandung, jangan takut salah kami orang tua ada dan mendukung setiap Pengembangan diri siswa-siswi kami. 

Alhamdulillah, kami tetap semangat membimbing Putra-putri harapan Bangsa.












Sabtu, 16 Desember 2023

BERBAGI CERITA BAIK

MELAKUKAN ANALISIS KARAKTERISTIK
DI SMP PASUNDAN 1 BANDUNG


Untuk melakukan analisis Karakteristik di SMP Pasundan 1 Bandung, dilakukan dengan beberapa Langkah seperti: Mengumpulkan data dengan menggunakan hasil:  Kuisioner, Wawancara, Observasi dan  Diskusi. 

Dari data yang diperoleh di Analisa dengan menggunakan  SWOT, Menganalisis kekuatan, aspek perbaikan di dalam satuan Pendidikan, serta kesempatan dan ancaman terhadap satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan sudut pandang kebijakan daerah/ nasional dan sudut pandang atau masukan dari berbagai pemangku kepentingan. 

T-Chart, Grafik pengorganisasian berbentuk T yang membantu untuk membandingkan dua hal Nyang berbeda, contoh sebab akibat, pro kontra sebelum dan sesudah

Root Cause, digunakan untuk menemukan akar penyebab dari permasalahan. Kemudian dipilih yang relevan serta mulai mengkatagorikan dan terakhir menyimpulkan.

Ada beberapa  Karakteristik SMP Pasundan 1 Bandung adalah:  SMP Pasundan 1 Bandung terletak di tengah-tengah Kota Bandung dekat Rumah Dinas Wali Kota Bandung (Pendopo), Jalan Masuk bisa dari dua arah yaitu Arah Jalan Pasundan dan dari arah Jalan Balonggede. Bagian belakang (Arah Selatan) SMP Pasundan 1 Bandung berbatasan dengan pemukiman penduduk, bagian samping (Arah Utara) berbatasan dengan kantor Lurah, dan SMA Pasundan 1 Bandung, sedangkan bagian depan (Arah Timur) berbatasan dengan tempat usaha warung Nasi SPG dan pemukiman penduduk.  Dengan memiliki akses jalan 2 pintu samping (Arah Utara) menuju Jalan Balonggede dan depan (Arah Timur) menuju Jalan Pasundan, memudahkan pemantauan arus masuk dan keluar.

SMP Pasundan 1 waktu Pembelajarannya Pagi hari dari jam 06.30 – 12.20 kemudian dilanjutkan kegiatan ekstrakulikuler dari jam 12.30 – 15.00. 

Bebeapa Kelebihan  SMP Pasundan 1 Bandung antara lain:

  • Kondisi ruang belajar mengajar nyaman, tenang dan aman.
  • Lokasi sekolah berdekatan dengan Rumah Dinas Wali Kota, obyek wisata Alun-alun dan Gedung Merdeka
  • Kekeluargaan yang baik antara guru, karyawan, peserta didik, dan lingkungan.
  • Memiliki banyak ekstrakulikuler, sehingga siswa terwadahi minat dan bakatnya.
  • Penyelenggaraan ekstrakurikuler yang memiliki prestasi yang luar biasa seperti Angklung, Voli, Paskibra, Science, BTAQ, Bepas.
  • Sarana prasarana yang lengkap seperti ruang kelas yang representative, ruang praktik (lab IPA, lab Komputer, Perpustakaan, Mesjid, Studio dan broadcasting). Ruang MGMP, Toilet putra putri bersih, Kantin dan Koperasi sekolah.

Keadaan Sosial Budaya dan Lingkungan, SMP Pasundan 1 Bandung berada pada daerah tengah kota, dengan latar belakang sosial dan budaya yang beragam, sikap dan prilaku masyarakat kota yang individual, pendatang, dan eksklusif melebur dengan sikap masyarakat sunda asli yang tercermin dengan masih tingginya semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama, sopan santun masih terjaga serta kehidupan beragama yang baik.

Mengenai sumber dana yang digunakan dalam Proses Oprasional adalah Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dan Kontribusi Langsung dari Masyarakat (Orang Tua Siswa), khusus bagi siswa yang Rawan Melanjutkan Sekolah, atau memiliki Kartu Sehat, dan Surat Keterangan Tidak Mampu tidak dikenakan biaya.

SMP Pasundan 1 Bandung adalah Sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dasar dan Mengengah (YPDM)  Pasundan, yang memiliki Visi Misi yang khas, " Mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas unggul dalam bidang keilmuan, Nilai-nilai budaya Sunda dan Nilai Keislaman dengan Metode Silih Asih, Silih Asuh dalam menghadapi persaingan Lokal, Nasional, Regional dan Internasional serta sekaligus menjadi pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Budaya dan serta Keislaman di Tatar Nusantara.

  • Mendidik SDM Unggul yang menguasai, memahami, menghayati dan mengamalkan ilmu yang ditekuninya dengan dilandasi oleh nilai-nilai Budaya Sunda dan Keislaman
  • Memberikan kontribusi untuk peningkatan SDM yang terampil mengaplikasikan ilmunya selaras dengan dinamika yang dihadapinya
  • Memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan yang peka dan dinamis
  • Mengembangkan ilmu, teknologi, dan informasi dengan dasar nilai budaya Sunda dan agama Islam sebagai Implementasi perwujudan ibadah kepada Alloh SWT
  • Mengembangkan Ilmu dan Nilai-nilai budaya Sunda berbasis keislaman untuk mencapai puncak budaya nasional yang berakar pada budaya daerah

Target YPDM Pasundan untuk segenap unit garapannnya

  • Terlaksananya peran, fungsi, tugas, dan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan oleh segenap unit gerapan di lingkungan YPDM Pasundan
  • Terealisasikannya kemandirian untuk tiap-tiap unit pendidikan
  • Terealisasikannya ciri khas unit pendidikan Psundan secara kreatif, inovatif, dan kompetitif untuk mencapai unit pendidikan unggulan
  • Terbangunnya iklim kerjasama yang kondusif, kekeluargaan dan saling menguntungkan
  • Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah Pasundan (YPDM Pasundan), muara orientasinya ingin mewujudkan agar segenap peserta didik, pendidik dan penunjangnya menjadi seuweu siwi Paguyuban Pasundan yang “Pengkuh ngalaksanakeun agamana, luhung dina elmu pangaweruhna jeung jembar dina budayana”
  • Orientasi tersebut tetap mengacu pada pencapaian tujuan induk organisasi Paguyuban Pasundan, Yaitu : Merangan kebodoan.

Kemudian Jumlah Siswa Kls VII  sebanyak 204  (100 Laki-laki dan Perempuan 104). Jumlah Siswa Kls VIII sebanyak 117 ( 66 Laki-laki dan Perempuan 51 ) dan  Siswa Kls IX sebanyak 179  ( 76 Laki-laki dan Perempuan 103 ). Total Kelas VII,VIII dan IX adalah 500.

Deskripsi Tentang PTK Tenaga Pendidik berjumlah 43 Orang dengan Latar Belakang Pendidikan dan dipastikan linier.

Sarana Prasarana sangat memadai dari Jumah kelas yang tersedia 25 Rombel dan digunakan untuk Kergiatan Belajar Mengajar sejumlah 17  Ruang Belajar, dua Ruangan Kelas digunakan untuk Musola Perempuan 2. dan 4 Ruang kelas diguynakan untuk Kegiatan ektrakurikuler.

Peserta Didik SMP Pasundan 1 Bandung sangat beragam Latar belakang pendidikan orang tua, sosial ekonomi, lingkungan tempat tinggal, mulai dari tingkat Pendidikan ortu lulusan SMP sampai perguruan tinggi, pendapatan ekonomi mulai dari tingkat rendah sampai menengah, pekerjaan orang tua juga sangat beragam, hal ini sangat melatar belakangi karakteristik peserta didik.

Dengan latar belakang tersebut secara umum karakteristik peserta didik di SMP Pasundan 1 Bandung sebagai berikut:

  1. Mampu dan mau mengikuti aturan dan kegiatan sekolah
  2. Kemauan belajar tinggi
  3. Memahami dan mampu bersikap terhadap keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus
  4. Semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
  5. Bersedia meluangkan waktu melaksanakan kegiatan di luar waktu kegiatan belajar mengajar.
  6. Kehidupan beragama yang baik


Fhoto Menggali Karakteristik 
di Ruang Guru

Fhoto Menggali Karakteristik
dalam Kegiatan Penyusunan KOSP
 
Fhoto Menggali Karakteristik
dalam Mempersiapan Adm Guru
 

Fhoto Kegiatan Wawancara dengan Calon 
Peserta didik Baru


Itulah sekilas Karakteristik SMP Pasundan 1 Bandung, yang akan dijadikan modal awal penyusunan Kurikulum Oprasional Satuan Pendidkkan.

Saya percaya dan optimis menatap Masa depan SMP Pasundan 1 Bandung bisa mempertahan Kualitas dan Mutu Lulusan, sehingga animo masyarakat selalu meningkat dan dapat memberi kontribusi untuk Pengembangan Pendidikan di Kota Bandung dan  yang lebih luas lagi yakni Indonesia tercinta.

Bagaimana komentar teman - teman pengajar tentang Karakteristik SMP Pasundan 1 Bandung, mari kita simak Umpan Balik di Bawah ini!







Demikian Proses Penyususnan Karakteristik SMP Pasundan 1 Bandung, yang jelas semua berdiskusi dan beberapa Guru memberikan umpan balik sebagai perwakilan dari rekan guru. Saya mengucapkan banyak terimakasih, terus jalin kebersamaan agar semua program terlaksana dengan baik khususnya dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan penyususnan KOSP sekolah SMP Pasundan 1 Bandung.







Rabu, 22 November 2023

MARI KITA BENAHI

 RAPOR PENDIDIKAN DI SATUAN PENDIDIKAN


Menurut Rapor Pendidikan SMP Pasundan 1 Bandung Tahun 2023, Iklim Kebinekaan mengalami peningkatan paling tinggi diantara indikator lainnya. Dari seluruh capaian tahun ini 2023 Kualitas Pembelajaran menjadi indikator dengan pencapaian terbaik. Meski demukian, kemampuan numerasi adalah indikator dengan pencapaian paling rendah, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya kemampuan domain Bilangan. Salah satu contoh untuk memperbaiki hal ini melalui peningkatan Kompetensi GTK dan kebijakan yang menunjang kemampuan numerasi pada domain Bilangan.

Saya mencoba melihat tiga Komponen, yakni: Iklim Keamanan  Sekolah, Iklim Kebinekaan dan Kualitas Pembelajaran. Seperti apa ketiga iklim tersebut direkomendasi untuk dibenahi oleh SMP Pasundan 1 Bandung? Mari kita ikuti paparan di bawah ini.

Iklim Keamanan Sekolah

Iklim Keamanan Sekolah adalah kondisi Satuan Pendidikan yang kondusif yang memberikan rasa aman (secara fisik dan psikologis), seperti tidak adanya perundungan dan hukuman fisik.

Apa saja yang dinilai dari iklim Keamanan Sekolah? yakni lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Iklim Keamanan Sekolah di SMP Pasundan 1 Bandung berdasar rapor Pendidikan Tahun 2023 adalah Baik artinya satuan Pendidikan memiliki lingkungan sekolah yang aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual dan penyalah gunaan narkoba. Satuan Pendidikan dapat mempertahankan warga sekolah dalam mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan sekolah. Skor capaian Iklim Keamanan Sekolah 73,97 turun 10,94% dari tahun 2022 (skor 83,06). Berdasarkan Scor capaian Iklim Keamanan Sekolah tersebut di atas, maka sekolah perlu mengadakan pembenahan terhadap:

Pengalaman Pengetahuan Kekerasan Seksual Siswa. 

Upaya yang dapat bisa dilakukan melaui peningkatan kompetensi GTK dan kebijakan yang menunjang pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual. Berikut beberapa cara konkrit yang bisa dijadikan inspirasi:

  1. Satuan Pendidikan meningkatkan Kompetensi GTK dengan mempelajari konten terkait pencegahan dan mitigasi kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
  2. Satuan Pendidikan melalui GTK mengitegrasikan upayapencegahan dan mitigasi kekerasan seksual di sekolah dalam proses pembelajaran.
  3. Satuan Pendidikan memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran terkait upaya pencegahan dan mitigasi kekerasan seksual di sekolah

Pemahaman dan Sikap Guru tentang Kekerasan Seksual

Upaya yang dapat bisa dilakukan melaui peningkatan kompetensi GTK dan kebijakan yang menunjang Sikap Guru tentang Kekerasan Seksual. Berikut beberapa cara konkrit yang bisa dijadikan inspirasi:

  1. Satuan Pendidikan meningkatkan Kompetensi GTK dengan mempelajari konten terkait definisi, ragam kasus, serta sikap tentang kekerasan seksual.
  2. Satuan Pendidikan melalui GTK mengitegrasikan pemahaman kedalam sikap pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual dalam proses pembelajaran.
  3. Satuan Pendidikan memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran terkait upaya peningkatan pemahaman guru, serta pencegahan penanggulangan kekerasan seksual di sekolah.

Iklim Kebinekaan 

Iklim Kebinekaan adalah kondisi yang menunjukkan adanya sikap dan prilaku kepala sekolah dan guru dalam menerapkan tolerasi agama dan budaya serta komitmen kebangsaan. Adapun yang dinilai dari Iklim Kebinekaan adalah tolerasi agama/ kepercayaan dan budaya di lingkungan sekolah serta komitmen kebangsaan warga sekolah dalam wujud kesetiaan dan kebanggaan terhadap bangsa.

Iklim Kebinekaan di SMP Pasundan 1 Bandung  menurut Rapor adalah Baik, artinya satuan pendidikan sudah mampu menghadirkan suatu proses pembelajaran yang menjungjung tinggi tolerasi agama/ kepercayaan dan budaya, mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas mendukung kesetaraan agama/kepercayaan dan budaya, serta memperkuat nasionalisme. Skor capaian Iklim Kebinekaan tahun ini adalah 71,31 naik 11,39% dari tahun 2022 (skor 64,02). Berdasarkan kondisi skor Iklim Kebinekaan Sekolah tersebuit di Atas, maka sekolah perlu mengadakan pembenahan.

Toleransi agama dan budaya kondisi sekolah

Kondisi sekolah yang menunjukkan adanya sikap dan perilaku kepala sekolah dan guru dalam menerapkan toleransi agama dan budaya serta komitmen kebangsaan mempengaruhi keseluruhan iklim kebhinekaan di sekolah salah satu upaya yang bisa dilakukan melalui peningkatan kompetensi GTK dan kebijakan yang menunjang terciptanya toleransi agama dan budaya. Berikut beberapa cara konkrit yang bisa dijadikan inspirasi

  1. Satuan pendidikan meningkatkan kompetensi GTK dengan mempelajari konten terkait sikap dan perilaku penghargaan terhadap keragaman agama dan budaya di sekolah 
  2. Satuan pendidikan melalui GTK mengintegrasikan upaya untuk membiasakan sikap dan perilaku yang menunjukkan penerimaan dan penghargaan terhadap keragaman agama dan budaya di sekolah dalam proses pembelajaran 
  3. Satuan pendidikan memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran terkait upaya membiasakan sikap dan perilaku yang menunjukkan penerimaan dan penghargaan terhadap keragaman agama dan budaya di sekolah.

Toleransi dan kesetaraan siswa 

Aktivitas peningkatan kemampuan guru dan kepala sekolah yang bertujuan menunjang terciptanya sikap inklusif yang mendukung Sikap menerima dan menghargai keragaman agama dan budaya di sekolah sehingga berdampak kepada iklim kebhinekaan.

Upaya yang bisa dilakukan melalui peningkatan kompetensi GTK dan kebijakan yang mendukung terciptanya sikap inklusif berikut beberapa cara konkrit yang bisa dilakukan:

  1. Satuan pendidikan meningkatkan kompetensi GTK dengan mempelajari konten terkait praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakter karakteristik siswa.
  2. Satuan pendidikan melalui guru menunjukkan sikap penerimaan dan penghargaan terhadap keragaman karakter latar belakang dan kondisi murid dalam proses pembelajaran. 
  3. Satuan pendidikan memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran terkait dengan upaya membiasakan sikap dan perilaku yang menunjukkan penghargaan terhadap keragaman karakter latar belakang dan kondisi murid di sekolah.

Kualitas Pembelajaran

Kualitas pembelajaran adalah kualitas pengelolaan kelas dan penyelenggaraan pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Kualitas pembelajaran baik artinya pembelajaran menunjukkan kualitas yang optimal ditunjukkan dengan suasana kelas yang kondusif dengan afektif dan aktivitas kognitif dari guru yang konstruktif Sekor capaian kualitas pembelajaran tahun ini 66,26 turun 0,9% dari tahun 2022 (skor 66,86) berdasarkan kondisi skor capaian kualitas pembelajaran sekolah tersebut di atas maka sekolah perlu mengadakan pembenahan, yakni Pembenahan Metode Pembelajaran dan pembenahan Manajemen Kelas.

Pembenahan Metode pembelajaran

Praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakter siswa dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Salah satu yang bisa dilakukan melalui peningkatan kompetensi GTK dan kebijakan yang menunjang aktivitas kognitif. Berikut beberapa konkrit yang bisa dijadikan inspiratif 

  1. Satuan pendidikan meningkatkan kompetensi GTK dengan mempelajari konten terkait dengan praktek pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakter karakteristik siswa. 
  2. Satuan pendidikan mengembangkan dan mengimplementasikan praktik pembelajaran interaktif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa.
  3. Satuan pendidikan memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran untuk mendukung pembelajaran interaktif di sekolah.

Pembenahan Manajemen kelas 

Manajemen Kelas adalah pengelolaan kelas yang mendukung pembelajaran serta penerapan penghargaan dan sanksi secara personal dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran salah satu yang bisa dilakukan melalui peningkatan kompetensi gtk dan kebijakan yang menunjang pengelolaan kelas berikut beberapa cara konkrit yang bisa dijadikan inspiratif 

  1. Satuan pendidikan meningkatkan kompetensi gtk dengan mempelajari konten terkait pengelolaan kelas yang mendukung pembelajaran yang terpusat pada siswa.
  2. Satuan pendidikan mulai gtk mengembangkan dan mengimplementasikan pengelolaan kelas yang mendukung pembelajaran.
  3. Satuan pendidikan memfasilitasi adanya kebijakan dan penganggaran terkait penerapan manajemen kelas yang optimal di sekolah.

Senin, 28 Agustus 2023

AKSI NYATA

MELAKUKAN ASESMEN FORMATIF

Asesmen merupakan salah satu bukti atau informasi untuk memahami proses pembelajaran yang akan, sedang dan telah berlangsung.

Selama ini kita terjebak pada penilaian Pengetahuan, sehingga penilaian dirasa kurang berkenan di hati para Peserta didik. Ada Penilaian Pree Test, Post Tes, Penialain Harian, Penilaian Tengah Semester, Penilaian Akhir Semester, Penilaian Akhir Tahun, dan Ujian Sekolah untuk Kelas Akhir yakni Kelas IX.

Penilaian masih terbatas pada Tes Tertulis dan Hasil penilaian hanya sampai penialian angka-angka untuk mengisi nilai Rapor. Terkadang Guru merasa terhormat manakala mencantumkan Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal yang sangat rendah karena mereka beranggapan bahwa pelejarannya sangat sukar dikuasai murid, mengingat Daya Dukung, Kompleksitas dan Kedalam Materi sangat sulit.

Diperparah lagi dengan hasil tes tidak dijadikan refleksi dan umpan Balik bagi untuk Guru dalam memperbaiki ptoses berlajar mengajar di kelas.

Dengan adanya sistim penilaian yang hanya menitik beratkan pada angka, Pengetahuan dan Penilaian hanya bertumpu pada siswa. serta hasil penilaian tidak dijadikan bahan refleksi untuk guru tersebut maka perubahan sistim penilaian dengan sistim baru yakni Asesmen. Diharapkan dengan adannya Asesmen dapat dimanfaatkan menjadi bukti pembelajaran yang bermakna dan merencanakan tindak lanjut yang mampu membantu siswa menumbuhkan potensinya. 

Kemudian Umpan balik merupakan pola pikir bertumbuh dalam Asesmen. Umpan Balik adalah respon dari Guru yang diberikan kepada siswa yang relevan dengan teknik penilaian formatif yang diberikan, yang menggambarkan apa saja yang sudah dicapai apa saja yang seharusnya dapat dilakukan oleh siswa dengan lebih baik dalam mencapai Kompetensi yang dimaksud dan menyarankan strategi apa saja yang dapat diterapkan oleh siswa untuk membatu meningkatkan hasil belajaryang telah ditargetkan.

Nah dalam kesempatan ini saya akan memaparkan Asesmen Formatif dan Umpan balik. Asesmen Formatif adalah  Proses mengumpulkan data/ informasi/ bukti-bukti mengenail sejauh mana (seberapa baik) kemajuan siswa dalam menguasai kompetensi, menginterprestasikan data/ informasi tersebut, dan memutuskan kegiatan pembelajaran yang paling efektif untuk memfasilitasi setiap siswa untuk mencapai penguasaan Kompetensi yang optimal dalam hal ini adalah Pelaksanaan Pancasila Dari Waktu ke waktu.

Asesmen Formatif dilaksanakan dengan tujuan Agar Guru memperoleh informasi berkelanjutan Tujuannyaberkelanjutan tententang perkembangan penguasaan kompetensi siswa untuk meningkatkan kualitas pengetahuannya sehingga terjamin pencapaian optimal belajar siswa, kemudian  Asesmen Formatif bertujuan agar siswa dapat memantau belajar mereka melalui umpan balik dari guru

Waktu Pelaksanaan Asesmen Formatif selama proses Pembelajaran berlangsung baik di awal, di Tengah maupun diakhir. Adapun bentuk yang saya gunakan adalah Penilaian Diri yang cakupannya SIkap, Pengetahuan dan Keterampilan

Waktu Pelaksanaan Asesmen Formatif selama proses Pembelajaran berlangsung baik di awal, di Tengah maupun diakhir. Adapun bentuk yang saya gunakan adalah Penilaian Diri yang cakupannya SIkap, Pengetahuan dan Keterampilan.

Hasil Asesmen Formatif dijadikan sebagai bahan refleksi terhadap pembelajaran yang kemudian ditindak lanjuti berupa perbaikan, modifikasi, ataupun perubahan perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan Peserta didik

Saya melaksanakan Asesmen Formatif di akhir Pembelajaran dengan cara Umpan balik tidak ditunda melainkan sesegera mungkin dilaksanakan, saya pilih bagian yang terkait dengan tujuan Pembelajaran Utama yakni Pelaksanaan Dinamika Pancasila dari Waktu ke Waktu. Dan moda yang dipergunakan adalah Umpan Balik tertulis untuk tugas tertulis. 

Berikut adalah Format Asesmen Formatif Dinamika Pancasila dari Waktu ke Waktu

Foto Kegiatan Siswa saat Asesmen Formatif, dibawah ini:

Hasil Umpan Balik dengan Siswa


Video  Kegiatan  saat Asesmen Formatif


Alhamdulillah Validasinya sudah terlihat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. 

















Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...