Aplikasi PISA Tahap 1
Uji Coba Aplikasi PISA Tahap 1 untuk jenjang SMP yang dilaksanakan di SMP Pasundan 1 Bandung pada tanggal 22 Juni 2023
Aplikasi PISA Tahap 1
Uji Coba Aplikasi PISA Tahap 1 untuk jenjang SMP yang dilaksanakan di SMP Pasundan 1 Bandung pada tanggal 22 Juni 2023
SEBUAH REFLEKSI KESIAPAN SMP PASUNDAN 1 BANDUNG DALAM
MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA MANDIRI
Tahun ini adalah tahun kedua Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri di SMP Pasundan 1 Bandung. Bagaimana kesiapan perencanaan IKM tahun ke dua, mulai bermunculan berbagai masalah, anatara lain: sudah siap melenjutkan Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi? Apa yang perlu di Rayakan (Selebrasi)? Kegiatan Apa yang harus dihentukan? Kegiatan apa yang harus dilanjutkan? Dan Kegiatan apa yang harus dimulai.
Berawal dari berbagai pertanyaan seputar
Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri, dalam sebuah perencanaan. SMP Pasundan 1
Bandung Tahun Pelajaran 2023-2024 siap
dan sudah mendaftar Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi. Dua Kurikulum yang berlaku yakni Kelas VII dan Kelas VIII siap menggunakan Kurikulum Merdeka, dan
Kelas IX masih tetap menggunakan Kurikulum 2013.
Dengan digunakannya kurikulum yang berbeda, maka ada dua kelompok guru. Pertama Guru yang sudah siap dan belum siap merencanakan, mempersiapkan administrasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Guru yang siap dengan segala perlengkapannya yakni guru kelas VII yang sudah ada pengalaman di tahun Pelajaran 2022-2023. Guru yang belum siap tetapi tetap dituntut untuk mengalami perubahan dengan kelengkapan administrasi pembelajaran kurikulum Merdeka di kelas VIII. Kemudian Jenis kedua adalah Guru yang bertugas.
Berangkat dari situasi dan tantangan tersebut, saya mulai mengadakan refleksi dari IKM tahun yang lalu dan persiapan IKM tahun kedepan dengan berbagai perencanaan berbasis data. Nampaknya sekolah SMP Pasundan 1 siap melaksanakan Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi untuk tahun ke-2, yakni tahun Pelajaran 2023-2024, tentunya dengan berbagai penyempurnaan. Berbicara tentang apa yang perlu di rayakan dari IKM. Perencanaan yang sudah baik, proses penyususnan administrasi, pelaksanaan pembimbingan dan presentasi yang luar biasa yang melebihi ekspektasi.
KOSP adalah dokumen hidup, yang dapat sewaktu-waktu
disesuaikan dengan kebutuhan murid setelah proses refleksi yang dilakukan oleh
seluruh pemangku kepentingan
Adaptasi KOSP sangat
penting, mengingat:
Perbedaan lingkungan dan ekosistem sekolah, ditambah pula dengan perubahan
yang terus terjadi di sekitar kita. Hal-hal ini merupakan sebagian alasan
mengapa kurikulum yang kita terima dari pemerintah pusat harus melalui proses
adaptasi terlebih dahulu.
Bentuk adaptasi harus sesuai dengan kebutuhan murid-murid kita di sekolah
dapat diterjemahkan dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang
akan dibahas pada modul selanjutnya.
Indikator Keberhasilan IKM
DALAM KEGIATAN PEMBINAAN
DARI BAPAK PENGAWAS PEMBINA MAPEL PPKN
Kegiatan Pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
PPKn yang diselenggarakan pada hari Rabu, 24 Maret 2023 di Aula Baznas Provinsi
Jawa Barat Jalan Soekarno Hatta No 458 Batununggal Kecamatan Bandung Kidul Kota
Bandung Jawa Barat 40266
SUSUNAN ACARA
PEMBINAAN KEDINASAN DAN TRAINING ESQ 3.0 COACHONG
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Diriget :
3. Pembacaan Doa : Komarudin, S.Pd (SMPN 36 Bandung)
4. Laporan Ketua MGMP PPKn SMP Kota Bandung : Mu’min Mursalin, M.Pd
5. Sambutan-Sambutan :
a. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung (Drs. H. Hikmat Ginanjar, M.Si)
b. Kabid P3TK Disdik Kota Bandung (Dr. H. Edy Suparjoto, M.Pd)
c. Pengawas Pembina Disdik Kota Bandung (H. Yusuf Haryasa, S.Pd, M.M.)
d. Sambut Sapa dari Perwakilan Baznas Provinsi Jawa Barat
6. Seminar Training ESQ 3.0 Coaching : (Coach : Trainer Dudi Supriadi, licensi ; Dr. Ary Ginanjar Agustian)
7. Pembagian Sertifikat dari ESQ
PRESTATIF, INOVATIF, DAN TERENCANA (PINTER) DALAM MENYUSUN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Pada awal tahun pelajaran 2022–2023, sekolah dihadapkan dengan pilihan dalam penggunaan kurikulum yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Pada penerapannya, Kurikulum Merdeka sendiri terdiri atas Kurikulum Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka Berubah, dan Kurikulum Merdeka Berbagi. Dengan pilihan tersebut, SMP Pasundan 1 Kota Bandung mulai menerapkan kurikulum yang berlaku di sekolah yaitu Kurikulum 2013 untuk kelas VIII dan IX. Sementara itu, Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk kelas VII. Adapun sebagai pengajar kelas VII hal ini justru memberikan tantangan untuk saya dalam menghadapi perubahan tersebut. Oleh karena itu, bentuk tanggung jawab selaku pengajar, saya sudah seharunya mampu menyusun Alur Perencaan Pembelajaran (ATP) yang dapat membuat pembelajaran tetap efektif dari segi perencanaan dan pelaksanaan. Tercetuslah sebuah akronim terkait hal tersebut dengan nama “PINTER” atau kepanjangan dari prestatif, inovatif, dan terencana. Dalam hal ini, prestatif diartikan kemampuan untuk memiliki kemauan dan hasrat ingin maju, inovatif bersifat pembaruan, serta terencana berarti sudah direncanakan secara matang.
Setelah observasi selesai, hal yang menjadi alasan diperlukannya perubahan dan kesepahaman di antara pengajar ialah perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Di mana pengajar perlu melihat hal-hal berikut.
Langkah selanjutnya yang
saya lakukan ialah menjalin koneksi dengan para pengajar sebagai pelaku
perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kurikulum merdeka yang terintegrasi
satu sama lain.
Adapun seluruh aksi di atas, akan saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, perlunya kerja sama seluruh pihak sekolah untuk mewujudkan cita-cita sekolah yang prestatif, inovatif, dan terencana.
Setelah melalui proses penyusunan perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka, sedikit demi sedikit saya mulai memahami proses penyusunan perencanaan dengan format yang sesuai serta tujuan yang terarah. Dengan begitu, strategi dan langkah transfer informasi antarpengajar, antarguru dan siswa, serta antarpengajar pada teknis pendukung meningkat pesat bersamaan diterapkannya Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Kurikulum Merdeka yang pada awalnya mengalami kesulitan penetapan, penerapan, dan pemaknaannya menjadi berkurang seiring meningkatnya kompetensi guru dalam melakukan pra-pembelajaran.
Pra-pembelajaran ini meliputi persiapan sebelum dilakukan pembelajaran di kelas. Artinya, pengajar perlu mempersiapkan hal-hal administratif seperti ATP, TP, dan lain sebagainya. Seperti fokus utama praktik baik ini, penulisan dan penyusunan ATP sudah sesuai dengan elemen dan capaian yang diharapkan guru pelajaran maupun sekolah. Sebab, sekolah sebagai penyelenggara kurikulum merdeka itu sendiri.
Adapun perubahan lainnya ialah adanya kemauan eksplorasi, literasi, dan edukasi antarpengajar dalam menyusun ATP. Hal ini tentu berdampak pada program yang diusung yakni PINTER. Siswa SMP Pasundan 1 Bandung, awalnya lebih terdorong untuk mendapatkan prestasi dari bidang olahraga saja. Akan tetapi, setelah ATP disusun dengan baik. Banyak di antara siswa tersebut, yang menonjol pada keahlian lain. Selain itu, siswa maupun guru juga lebih inovatif dengan ragam penciptaan karya ilmiah maupun alat canggih sederhana yang terencana secara matang dan pasti. Dampak dari aksi yang telah dilakukan yaitu:
Sebagai pengajar saya harus memberi perhatian kepada guru yang lain, khususnya pengajar kelas VII terkait bagaimana cara penyusunan perencanaan pembelajaran, pada kurikulum merdeka. Ini bertujuan memberi sudut pandang bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran cukup sulit. Semua dapat dilakukan dalam waktu singkat dengan syarat, adanya komunikasi intens seperti pada SMP Pasundan 1 Bandung. Adapun acara hari ini dapat dikatakan efektif dilaksanakan dengan hasil akhir ialah tujuan pembelajaran yang tercapai.
Sementara itu, respons setiap MGMP, pengajar, dan siswa mengatakan terbantu dalam menyelesaikan tantangan maupun aksi sebagai bagian dari pelaksanaan ATP. ATP akan selalu diolah berdasar fase yang ada
Profil Penulis
Ati Rohaeti Guru PPKn SMP Pasundan 1 Kota Bandung dan Tugas Tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang kurikulum.
Untuk melihat Respon Kepala Sekolah, Pengawas Pembina dan Rekan-rekan Guru terkait dengan Pinter Menyusun ATP, bisa dilihat pada Foto dan Video Praktik Baik di bawah ini.
Tulisan ini menjadi teman di kala kita kebingungan
saat menyusun administrasi Guru dalam Kurikulum Merdeka khusnhya Mapel Pendidikan
Pancasila Fase D.
SINERGI PASONE PROJECT DENGAN P5
DI SMP PASUNDAN 1 BANDUNG
Awalnya saya sebagai Guru dengan tugas tambahan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum merasa takut, resah, dan khawatir dengan kondisi yang terjadi pada siswa. Salah satunya yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang berkepanjangan hingga menimbulkan banyak penyesuaian, perubahan yang terjadi, dan menuntut siswa untuk mengikuti pembelajaran secara daring (online). Kondisi yang berkepanjangan mengakibatkan Learning Loss.
Kondisi New Normal menuntut untuk belajar secara tatap muka, dimana Guru dan siswa sudah merasakan nyaman dengan belajar dari rumah, Tugas-tugas yang terasa menumpuk dirasakan oleh siswa-siswi. Sehingga siswa semakin enggan untuk masuk sekolah Diperparah dengan kebiasaan Siswa yang terlalu lama Menggunakan Gadget tanpa kontrol sehingga mengakibatkan ketergantungan yang sangat tinggi dan digunakan untuk main game.
Arus globalisasi dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kegiatan Pembelajaran Awal Tatap Muka, siswa dan Guru terlalu lama nyaman dengan kegiatan BDR, akan tetapi kegiatan tatap muka harus dilaksanakan. Aksi : Pola pembelajaran Pasone Project yang di laksanakan di SMP Pasundan 1 Bandung lebih menitik beratkan pada pencapaian Kompetensi dan Karakter Siswa, dimana siswa dilatih, diarahkan, dan dibiasakan supaya memiliki kemampuan untuk bekal dimasa datang dengan memiliki karakter yang baik.
Pasone Project merupakan pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan keterampilan melalui pemecahan masalah dan investigasi. Siswa dapat melakukan kegiatan praktik berdasarkan permasalahan dari kehidupan nyata. Siswa juga dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis lalu mengaplikasikan pengetahuan untuk membuat sebuah projek yang akan memecahkan masalah yang disajikan, sehingga siswa tahu makna dari pembelajaran yang dilakukan atau pembelajaran bermakna.
P5 adalah sebuah sistem pembelajaran yang
bertujuan untuk mengamati dan menemukan solusi terhadap permasalahan di sekitar
menggunakan lima aspek utama, yaitu potensi diri, pemberdayaan diri,
peningkatan diri, pemahaman diri, dan peran sosial. Pemebelajaran sudah
berlangsung tiga Projek dengan tema ( Kearifan Lokal, Suara Demokrasi dan
Kewirausahaan). Project ke-1 dengan tema Kearifan Lokal Bulan September 2022,
Project ke-2 dilaksanakan akhir November 2022, dan Project ke-3 dilaksanakan di
builan Maret 2023
Baik Pasone Project maupun Project Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (IKM) dilaksanakan dalam tema yang sama yang membedakan
adalah sub tema yang diselaraskan dengan tema-tema yang beririsan antar mata
pelajaran di kelas VIII dan IX. Sementara P5 dirancang sebagai acuan pencapaian
kompetensi peserta didik di Indonesia. Kompetensi Profil Pelajar Pancasila
dirumuskan berdasarkan 6 dimensi, yakni: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; (2) Berkebinekaan global; (3)
Bergotong-royong; (4) Mandiri; (5) Bernalar kritis; serta (6) Kreatif. Adapun
tujuh (7) tema pilihan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bagi jenjang
Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah (1) Gaya Hidup Berkelanjutan, (2)
Kearifan Lokal; (3) Bhineka Tunggal Ika; (4) Bangunlah Jiwa dan Raganya; (5)
Suara Demokrasi; (6) Berekayasa dan Berteknologi Untuk Membangun NKRI; dan (7)
Kewirausahaan.
Pasone Project ini sudah berjalan Sembilan bulan dengan tiga buah projek yang dilalui, yakni pada bulan September 2022, November 2022, dan Maret 2023. Respons yang sangat antusias dari para siswa merupakan hasil yang baik untuk Pasone Project. Hasil yang baik pada projek ini bukan dari segi pengetahuan saja, tetapi karakter, sifat, dan sikap juga terbentuk pada siswa, seperti siswa lebih mampu percaya diri, berpikir kritis, mandiri, dapat bekerja sama, inovatif, dan memiliki kreativitas yang tinggi serta memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya.
Kegiatan Project sangat bermanfaat bagi peserta antara lain untuk memperkuat karakter dan mengembangkan kompetensi sebagai warga dunia yang aktif, melatih kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai kondisi, serta memperlihatkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap isu di sekitar, semua itu dilaksanakan dengan memperhatikan tahapan dan prinsip-prinsip utama yakni: holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif,
Seperti halnya Proyek penguatan profil pelajar Pancasila, Pasone Project mengikuti tahapan: Merancang alokasi waktu dan dimensi profil pelajar Pancasila, Membentuk tim fasilitasi proyek, Identifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan, Pemilihan tema umum, Penentuan topik spesifik dan Merancang modul proyek. Dalam pelaksanaan tentunya dukungan yang sangat tinggi dari pihak orang tua serta dilaksanakan setiap saat dengan kegiatan pembimbingan, uji coba project sampai pada pelaporan Presentasi dan publikasi.
REKRUTMEN NARASUMBER PRAKTEK BAIK GELOMBANG 3
Narasumber berbagi praktek baik (NS BPB) merupakan bagian dari enam dukungan implementasi kurikulum merdeka Kemendikbud Ristek. Satuan pendidikan dan komunitas belajar maupun pihak-pihak lain yang ingin mengetahui praktik baik dari Implementasi Kurikulum Merdeka dapat mengundang NS BPB sesuai dengan kebutuhan
Narasumber berbagi praktek baik adalah guru atau kepala sekolah pada program sekolah Penggerak (PSP). Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK), atau sekolah lainnya yang sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka atau prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Selain itu, sekolah tersebut juga memiliki praktik baik dalam penerapan Kurikulum Merdeka untuk dibagikan kepada satuan lain atau komunitas belajar baik secara luring maupun daring. NS BPB memiliki tugas untuk membagikan praktik baik implementasi kurikulum Merdeka sebagai inspirasi kepada sekolah lain yang akan menerapkan IKM jalur mandiri bukan mengajarkan substansi kurikulum merdeka.
Adapun kriteria guru atau kepala sekolah yang dapat menjadi NS BPB ini adalah sebagai berikut :
Perlu
diperhatikan dalam mendaftar NS BPB mendeskripsikan Praktik Baik, yakni:
Poto Alur Rekrutmen NS BPB Gelombang 3
BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...