Kamis, 22 Juni 2023

Pembelajaran Baru

Aplikasi PISA Tahap 1 

Uji Coba Aplikasi PISA Tahap 1 untuk jenjang SMP yang dilaksanakan di SMP Pasundan 1 Bandung  pada tanggal 22 Juni 2023


Selasa, 13 Juni 2023

AKSI NYATA PENYUSUNAN KOSP

 SEBUAH REFLEKSI KESIAPAN SMP PASUNDAN 1 BANDUNG  DALAM 
MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA MANDIRI

Tahun ini adalah tahun kedua Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri di SMP Pasundan 1 Bandung. Bagaimana kesiapan perencanaan IKM tahun ke dua, mulai bermunculan berbagai masalah, anatara lain: sudah siap melenjutkan Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi? Apa yang perlu di Rayakan (Selebrasi)? Kegiatan Apa yang harus dihentukan? Kegiatan apa yang harus dilanjutkan? Dan Kegiatan apa yang harus dimulai.

Berawal dari berbagai pertanyaan seputar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri, dalam sebuah perencanaan. SMP Pasundan 1 Bandung  Tahun Pelajaran 2023-2024 siap dan sudah mendaftar Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi. Dua Kurikulum  yang berlaku yakni Kelas VII dan Kelas VIII siap menggunakan Kurikulum Merdeka, dan Kelas IX masih tetap menggunakan Kurikulum 2013.

Dengan digunakannya kurikulum yang berbeda, maka ada dua kelompok guru. Pertama Guru yang sudah siap dan belum siap merencanakan, mempersiapkan administrasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Guru yang siap dengan segala perlengkapannya yakni guru kelas VII yang sudah ada pengalaman di tahun Pelajaran 2022-2023. Guru yang belum siap tetapi tetap dituntut untuk mengalami perubahan dengan kelengkapan administrasi pembelajaran kurikulum Merdeka di kelas VIII. Kemudian Jenis kedua adalah Guru yang bertugas.

Berangkat dari situasi dan tantangan tersebut, saya mulai mengadakan refleksi dari IKM tahun yang lalu dan persiapan IKM tahun kedepan dengan berbagai perencanaan berbasis data. Nampaknya sekolah SMP Pasundan 1 siap melaksanakan Kurikulum Merdeka Mandiri Berbagi untuk tahun ke-2, yakni tahun Pelajaran 2023-2024, tentunya dengan berbagai penyempurnaan. Berbicara tentang apa yang perlu di rayakan dari IKM.  Perencanaan yang sudah baik, proses penyususnan administrasi, pelaksanaan pembimbingan dan presentasi yang luar biasa yang melebihi ekspektasi.

KOSP adalah dokumen hidup, yang dapat sewaktu-waktu disesuaikan dengan kebutuhan murid setelah proses refleksi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan

Adaptasi KOSP sangat penting, mengingat:

Perbedaan lingkungan dan ekosistem sekolah, ditambah pula dengan perubahan yang terus terjadi di sekitar kita. Hal-hal ini merupakan sebagian alasan mengapa kurikulum yang kita terima dari pemerintah pusat harus melalui proses adaptasi terlebih dahulu.

Bentuk adaptasi harus sesuai dengan kebutuhan murid-murid kita di sekolah dapat diterjemahkan dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang akan dibahas pada modul selanjutnya. 

Indikator Keberhasilan IKM

  1. Terbentuknya budaya membaca dan menulis di luar kelas,
  2. Menghasilkan karya-karya literasi, seperti majalah dinding, cerpen dan karya tulis lainnya.
  3. keamanan, kenyamanan, kebersihan dan kemudahan secara fisik maupun psikis dalam belajar siswa
  4. membangun kemitraan antara siswa, guru dan orang tua serta pihak yang terkait.
  5. Sarana dan Prasarana yang ada di dalam maupun di luar sekolah yang tersedia maupun kreasi guru/siswa sebagai sumber belajar
  6. komunikasi terjalin dengan harmonis
  7. Melibatkan para pemangku kepentingan
  8. Adanya penghargaan dan sanki
  9. adanya SOP
  10. adanya income generating sekolah
  11. adanya bimbingan akademik dan karier bagi siswa


Jumat, 26 Mei 2023

SEMANGAT GURU PPKN KOTA BANDUNG

 DALAM KEGIATAN PEMBINAAN
DARI BAPAK PENGAWAS PEMBINA MAPEL PPKN



Kegiatan Pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn yang diselenggarakan pada hari Rabu, 24 Maret 2023 di Aula Baznas Provinsi Jawa Barat Jalan Soekarno Hatta No 458 Batununggal Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung Jawa Barat 40266


SUSUNAN ACARA 
PEMBINAAN KEDINASAN DAN TRAINING ESQ 3.0 COACHONG

1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Diriget : 
3. Pembacaan Doa : Komarudin, S.Pd (SMPN 36 Bandung)
4. Laporan Ketua MGMP PPKn SMP Kota Bandung : Mu’min Mursalin, M.Pd
5. Sambutan-Sambutan :
a. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung (Drs. H. Hikmat Ginanjar, M.Si)
b. Kabid P3TK Disdik Kota Bandung (Dr. H. Edy Suparjoto, M.Pd)
c. Pengawas Pembina Disdik Kota Bandung (H. Yusuf Haryasa, S.Pd, M.M.)
d. Sambut Sapa dari Perwakilan Baznas Provinsi Jawa Barat
6. Seminar Training ESQ 3.0 Coaching : (Coach : Trainer Dudi Supriadi,  licensi ; Dr. Ary Ginanjar Agustian)
7. Pembagian Sertifikat dari ESQ

Jumat, 12 Mei 2023

PINTER MENYUSUN ATP

PRESTATIF, INOVATIF, DAN TERENCANA (PINTER) DALAM MENYUSUN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Pada awal tahun pelajaran 2022–2023, sekolah dihadapkan dengan pilihan dalam penggunaan kurikulum yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Pada penerapannya, Kurikulum Merdeka sendiri terdiri atas Kurikulum Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka Berubah, dan Kurikulum Merdeka Berbagi. Dengan pilihan tersebut, SMP Pasundan 1 Kota Bandung mulai menerapkan kurikulum yang berlaku di sekolah yaitu Kurikulum 2013 untuk kelas VIII dan IX. Sementara itu, Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk kelas VII. Adapun sebagai pengajar kelas VII hal ini justru memberikan tantangan untuk saya dalam menghadapi perubahan tersebut. Oleh karena itu, bentuk tanggung jawab selaku pengajar, saya sudah seharunya mampu menyusun Alur Perencaan Pembelajaran (ATP) yang dapat membuat pembelajaran tetap efektif dari segi perencanaan dan pelaksanaan. Tercetuslah sebuah akronim terkait hal tersebut dengan nama “PINTER” atau kepanjangan dari prestatif, inovatif, dan terencana. Dalam hal ini, prestatif diartikan kemampuan untuk memiliki kemauan dan hasrat ingin maju, inovatif bersifat pembaruan, serta terencana berarti sudah direncanakan secara matang.

Setelah observasi selesai, hal yang menjadi alasan diperlukannya perubahan dan kesepahaman di antara pengajar ialah perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Di mana pengajar perlu melihat hal-hal berikut.

  1. Keaktifan dalam melakukan eksplorasi terkait Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tidak berkembang atau stagnan.
  2. Pembiasaan terhadap kurikulum baru cenderung lambat sehingga pengajar masih tetap berkutik pada metode dan penerapan kurikulum yang lama.
  3. Kegamangan terjadi pada proses pemilihan opsi kurikulum merdeka di sekolah yang notabene terkait pada kemampuan sekolah itu sendiri.
  4. Semangat implementasi kurikulum merdeka sudah tinggi. Namun, perencanaan dasar sebuah pembelajaran seperti ATP masih rendah.
  5. Saya memikirkan solusi dan mencari cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, supaya pada saat implementasi kurikulum baru atau IKM, selaku pengajar sudah mempunyai bekal dan siap menghadapi perubahan di saat melakukan pembelajaran. Tentunya, proses ini tidak akan lepas dari pihak-pihak terkait seperti kepala sekolah, MGMP, peserta didik, guru pengajar, dan tim teknis pendukung, serta literatur.
Berdasarkan tantangan yang muncul saat melakukan praktik baik pada pembelajaran. Berikut hal-hal yang akan dilakukan agar implementasi kurikulum merdeka di sekolah, baik perencanaan maupun pelaksanaan dapat berjalan.
  1. Mempersiapkan berbagai pedoman perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka.
  2. Menganalisis bentuk perencanaan pada model pembelajaran kurikulum merdeka.
  3. Konsultasi dengan guru mata pelajaran lain yang mengajar di kelas VII terkait model perencanaan pembelajaran kurikulum merdeka.
  4. Untuk menguatkan informasi terkait pedoman penyusunan perencanaan pembelajaran, dilakukan konsultasi kepada Kepala Sekolah dan kepada Pengawas Pembina SMP Pasundan 1 Bandung.
  5. Menciptakan ruang diskusi bagi pengajar dalam eksplorasi materi kurikulum merdeka beserta metode yang efektif digunakan di kelas.

Langkah selanjutnya yang saya lakukan ialah menjalin koneksi dengan para pengajar sebagai pelaku perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kurikulum merdeka yang terintegrasi satu sama lain.

  1.  Berdasarkan hasil analisa bersama dengan guru mata pelajaran kelas VII. Saya mendapat informasi terkait susunan, penentuan elemen, fase, dan alokasi waktu. Dalam penyusunan alur perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka saya perlu menyesuaikan materi dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Hal-hal semacam metode, media, dan bahan disesuaikan dengan kecenderungan belajar siswa.
  2. Kemudian, analisis laju materi berdasarkan sumber bacaan yaitu Buku Paket Edisi Kurikulum Merdeka pada materi masing-masing pengajar dan menyesuaikan dengan capaian pembelajaran.
  3. Selain itu, saya menghubungi MGMP yang memiliki kesamaan visi dan misi, serta mata pelajaran yang diampu dengan saya untuk membandingkan informasi terkait format penyusunan alur perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka.
  4. Lalu mulai melakukan penyusunan alur perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah.
  5. Bagian terpenting dari praktik baik pembelajaran ini ialah realisasi dari PINTER. Saya sebagai pengajar diwajibkan melakukan transfer informasi pada rekan sesama guru dalam pengimplementasian kurikulum merdeka.

Adapun seluruh aksi di atas, akan saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu, perlunya kerja sama seluruh pihak sekolah untuk mewujudkan cita-cita sekolah yang prestatif, inovatif, dan terencana.

Setelah melalui proses penyusunan perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka, sedikit demi sedikit saya mulai memahami proses penyusunan perencanaan dengan format yang sesuai serta tujuan yang terarah. Dengan begitu, strategi dan langkah transfer informasi antarpengajar, antarguru dan siswa, serta antarpengajar pada teknis pendukung meningkat pesat bersamaan diterapkannya Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Kurikulum Merdeka yang pada awalnya mengalami kesulitan penetapan, penerapan, dan pemaknaannya menjadi berkurang seiring meningkatnya kompetensi guru dalam melakukan pra-pembelajaran.

 

Pra-pembelajaran ini meliputi persiapan sebelum dilakukan pembelajaran di kelas. Artinya, pengajar perlu mempersiapkan hal-hal administratif seperti ATP, TP, dan lain sebagainya. Seperti fokus utama praktik baik ini, penulisan dan penyusunan ATP sudah sesuai dengan elemen dan capaian yang diharapkan guru pelajaran maupun sekolah. Sebab, sekolah sebagai penyelenggara kurikulum merdeka itu sendiri.

Adapun perubahan lainnya ialah adanya kemauan eksplorasi, literasi, dan edukasi antarpengajar dalam menyusun ATP. Hal ini tentu berdampak pada program yang diusung yakni PINTER. Siswa SMP Pasundan 1 Bandung, awalnya lebih terdorong untuk mendapatkan prestasi dari bidang olahraga saja. Akan tetapi, setelah ATP disusun dengan baik. Banyak di antara siswa tersebut, yang menonjol pada keahlian lain. Selain itu, siswa maupun guru juga lebih inovatif dengan ragam penciptaan karya ilmiah maupun alat canggih sederhana yang terencana secara matang dan pasti. Dampak dari aksi yang telah dilakukan yaitu:

  1. Pembelajaran lebih terarah sesuai dengan program yang diciptakan atau disebut dengan PINTER (prestatif, inovatif, dan terencana). Dengan program tersebut, tidak hanya ATP yang akan menjadi bahasan. Dampaknya ialah siswa SMP Pasundan 1 Bandung lebih aktif, termotivasi, dan merasa senang dalam melaksanakan pembelajaran dan penyusunan administrasi
  2. Pengajar dan pihak terkait dalam implementasi kurikulum merdeka semakin paham aturan  yang mesti dikeluarkan oleh sekolah pada siswa untuk membatasi penggunaan HP.
  3. Apresiasi dari rekan guru, bahwasanya apresiasi yang sangat baik karena proses  pembelajaran yang punya nilai prestatif, inovatif, dan terencana.
  4. Perbanyak konsultasi dengan BK

 

Sebagai pengajar saya harus memberi perhatian kepada guru yang lain, khususnya pengajar kelas VII terkait bagaimana cara penyusunan perencanaan pembelajaran, pada kurikulum merdeka. Ini bertujuan memberi sudut pandang bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran cukup sulit. Semua dapat dilakukan dalam waktu singkat dengan syarat, adanya komunikasi intens seperti pada SMP Pasundan 1 Bandung. Adapun acara hari ini dapat dikatakan efektif dilaksanakan dengan hasil akhir ialah tujuan pembelajaran yang tercapai.

Sementara itu, respons setiap MGMP, pengajar, dan siswa mengatakan terbantu dalam menyelesaikan tantangan maupun aksi sebagai bagian dari pelaksanaan ATP. ATP akan selalu diolah berdasar fase yang ada

Profil Penulis

Ati Rohaeti Guru PPKn SMP Pasundan 1 Kota Bandung dan Tugas Tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang kurikulum.

Untuk melihat Respon Kepala Sekolah, Pengawas Pembina dan Rekan-rekan Guru terkait dengan Pinter Menyusun ATP, bisa dilihat pada Foto dan Video Praktik Baik di bawah ini.

 

 Foto-foto Respon terkait dengan Pinter Menyusun ATP



 Video terkait dengan Pinter Menyusun ATP





Tulisan ini menjadi teman di kala kita kebingungan saat  menyusun administrasi Guru dalam  Kurikulum Merdeka khusnhya Mapel Pendidikan Pancasila Fase D.



Jumat, 28 April 2023

CERITA PRAKTIK BAIK

SINERGI PASONE PROJECT DENGAN P5
DI SMP PASUNDAN 1 BANDUNG 


SMP Pasundan 1 Bandung menggunakan dua Kurikulum yang berbeda yakni Kurikulum Merdeka (IKM) untuk Kelas VII dan Kurikulum 2013 untuk Kelas VIII dan Kelas IX.  
  
Supaya tidak terjadinya perbedaan yang sangat mencolok antara pelaksanaan IKM dengan Kurikulum 2013, maka Struktur Kurikulum keduannya dilaksanakan secara bersamaan
.
Pasone Project diciptakan untuk perbaikan pembelajaran di kelas VIII dan IX dengan yang mengadopsi pendekatan STEM (Sains Technology Engineering and Mathematics) dengan mengintegrasikan mata pelajaran yang beririsan, seperti Kompetensi Esensial dan Model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) yang tidak kaku dari sintak-sintak serta memperhatikan prinsif-prinsif Holistik, Kolaboratif, eksploratif, dan berpihak kepada anak, sementara IKM dengan P5 dilaksanakan oleh kelas VII dengan pelaksanaannya di luar Intrakurikuler. 

Menyikapi hal tersebut SMP Pasundan 1 Bandung perlu menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan di era globalisasi abad 21. Pemahaman terhadap kecakapan 21 menjadi penting disampaikan kepada siswa dengan memahami karakter teknik pencapaian dan strategi pembelajaran yang dilakukan.

Awalnya saya sebagai Guru dengan tugas tambahan  Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum merasa takut, resah, dan khawatir dengan kondisi yang terjadi pada siswa. Salah satunya yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang berkepanjangan hingga menimbulkan banyak penyesuaian, perubahan yang terjadi, dan menuntut siswa untuk mengikuti pembelajaran secara daring (online). Kondisi yang berkepanjangan mengakibatkan Learning Loss. 

Kondisi New Normal menuntut untuk belajar secara tatap muka, dimana Guru dan siswa sudah merasakan nyaman dengan belajar dari rumah, Tugas-tugas yang terasa menumpuk dirasakan oleh siswa-siswi. Sehingga siswa semakin enggan untuk masuk sekolah Diperparah dengan kebiasaan Siswa yang terlalu lama Menggunakan Gadget tanpa kontrol sehingga mengakibatkan ketergantungan yang sangat tinggi dan digunakan untuk main game. 

Arus globalisasi dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kegiatan Pembelajaran Awal Tatap Muka, siswa dan Guru terlalu lama nyaman dengan kegiatan BDR, akan tetapi kegiatan tatap muka harus dilaksanakan. Aksi : Pola pembelajaran Pasone Project yang di laksanakan di SMP Pasundan 1 Bandung lebih menitik beratkan pada pencapaian Kompetensi dan Karakter Siswa, dimana siswa dilatih, diarahkan, dan dibiasakan supaya memiliki kemampuan untuk bekal dimasa datang dengan memiliki karakter yang baik. 

Pasone Project merupakan pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan keterampilan melalui pemecahan masalah dan investigasi. Siswa dapat melakukan kegiatan praktik berdasarkan permasalahan dari kehidupan nyata. Siswa juga dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis lalu mengaplikasikan pengetahuan untuk membuat sebuah projek yang akan memecahkan masalah yang disajikan, sehingga siswa tahu makna dari pembelajaran yang dilakukan atau pembelajaran bermakna. 

P5 adalah sebuah sistem pembelajaran yang bertujuan untuk mengamati dan menemukan solusi terhadap permasalahan di sekitar menggunakan lima aspek utama, yaitu potensi diri, pemberdayaan diri, peningkatan diri, pemahaman diri, dan peran sosial. Pemebelajaran sudah berlangsung tiga Projek dengan tema ( Kearifan Lokal, Suara Demokrasi dan Kewirausahaan). Project ke-1 dengan tema Kearifan Lokal Bulan September 2022, Project ke-2 dilaksanakan akhir November 2022, dan Project ke-3 dilaksanakan di builan Maret 2023

Baik Pasone Project maupun Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (IKM) dilaksanakan dalam tema yang sama yang membedakan adalah sub tema yang diselaraskan dengan tema-tema yang beririsan antar mata pelajaran di kelas VIII dan IX. Sementara P5 dirancang sebagai acuan pencapaian kompetensi peserta didik di Indonesia. Kompetensi Profil Pelajar Pancasila dirumuskan berdasarkan 6 dimensi, yakni: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; (2) Berkebinekaan global; (3) Bergotong-royong; (4) Mandiri; (5) Bernalar kritis; serta (6) Kreatif. Adapun tujuh (7) tema pilihan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bagi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah (1) Gaya Hidup Berkelanjutan, (2) Kearifan Lokal; (3) Bhineka Tunggal Ika; (4) Bangunlah Jiwa dan Raganya; (5) Suara Demokrasi; (6) Berekayasa dan Berteknologi Untuk Membangun NKRI; dan (7) Kewirausahaan.

Pasone Project ini sudah berjalan Sembilan bulan dengan tiga buah projek yang dilalui, yakni pada bulan September 2022, November 2022, dan Maret 2023. Respons yang sangat antusias dari para siswa merupakan hasil yang baik untuk Pasone Project. Hasil yang baik pada projek ini bukan dari segi pengetahuan saja, tetapi karakter, sifat, dan sikap juga terbentuk pada siswa, seperti siswa lebih mampu percaya diri, berpikir kritis, mandiri, dapat bekerja sama, inovatif, dan memiliki kreativitas yang tinggi serta memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya. 

Kegiatan Project sangat bermanfaat bagi peserta antara lain untuk memperkuat karakter dan mengembangkan kompetensi sebagai warga dunia yang aktif, melatih kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai kondisi, serta memperlihatkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap isu di sekitar, semua itu dilaksanakan dengan memperhatikan tahapan dan prinsip-prinsip utama yakni: holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif,

Seperti halnya Proyek penguatan profil pelajar Pancasila, Pasone Project mengikuti tahapan: Merancang alokasi waktu dan dimensi profil pelajar Pancasila, Membentuk tim fasilitasi proyek, Identifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan, Pemilihan tema umum, Penentuan topik spesifik dan Merancang modul proyek. Dalam pelaksanaan tentunya dukungan yang sangat tinggi dari pihak orang tua serta dilaksanakan setiap saat dengan kegiatan pembimbingan, uji coba project sampai pada pelaporan Presentasi dan publikasi.

Poto selepas DJKI Memberikan Arahan 
Kecerdasan Intelektual di SMP Pasundan 1Bandung


Poto Saat Siswa Menyelesaikan Project 
Tanaman Pakcoy

Berdasarkan hasil yang positif, siswa tertantang untuk melakukan kegiatan yang lebih baik dengan memulai dari perencanaan awal hingga menyajikan berupa mempresentasikan dan mempublikasikan di media sosial. Hal ini menjadikan saya serta guru-guru yang berkolaborasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dan memilih apa yang akan dilakukan oleh para siswa dalam Pasone Project . Pelaksanaan Project ke dua siswa dipersilahkan memilih sub tema secara berkelompok dalam artian mereka tidak disuguhi tetapi lebih bebas memilih sendiri secara berkelompok sehingga hasil anak itu lebih banyak dibanding dengan penentuan langsung tema dan sub tema. Melihat perkembangan project ke satu dan ke dua yang sangat baik, maka project ke tiga di bulan Maret 2023 anak di berikan keleluasaan menentukan sub tema dari kewirausahaan. Mulai dari menentukan sub tema , alat dan bahan, proses uji coba produk sampai mengemas dan memasarkan itu dilakukan disiswa dengan antusias. Hasil produk / panen project di pamerkan, dan dalam pelaksanaannya banyak permintaan dari orang tua untuk melihat langsung pameran dan Panen Project, di pamerkan dalam sehingga pameran pun sangat meriah dengan dihadiri langsung oleh orang tua dan dinas terkait serta media pun datang untuk melipunya.

Minggu, 16 April 2023

PEMBEKALAN NS BPB

HARI KE-1
SELASA, 11 APRIL 2023


Selasa 11 April 2023 Kegiatan Pembekalan Nara Sumber  Berbagi Praktik Baik (NS BPB) diselenggarakan oleh Balai Besar Guru Penggerak (BB GP) secara Daring. Kegiatan Pembekalan ini diselenggarakan setelah proses panjang pendaftaran dengan persyaratan telah mengerjakan PMM dan dinyatakan lulus validasi Aksi Nyata minimal 2 Topik.
Tanggal 7 April dinyatakan Lolos untuk menjadi calon NS BPB. tentunya masih harus melengkapi Aplikasi Sinar Baik yang dirancang oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Melalui Aplikasi Sinar Baik itulah data-data dan informasi Pembekalan, Kelengkapan Tugas, Absensi dan Kumpulan Lembaran Kerja Peserta ada di link tersebut.
Selain Aplikasi Sinar Baik calon NS BPB harus melengkapi data di Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Administrasi Diklat Terpadu  (SIMADDU). Intinya calon peserta dituntut melek Teknologi, Informasi dan membiasakan diri untuk lebih tertib beradministrasi.
Materi Hari Pertama bagi saya merupakan awal pembelajaran yang sangat menarik, materi tersebut adalah Pedoman mengenai  Pengelolaan Narasumber Berbagi Praktik Baik Implementasi Kurikulum Merdeka dan Buku Saku Berbagi Praktik Baik.



Saya bersyukur Guru-guru yang tergabung di kelompok empat, sangat ramah, sangat kental dengan arti kerjasama dan kekeluargaan, dan sangat paham akan kesibukan masing-masing anggota kelompok. Adapun anggota Kelompok 4 terdiri dari Ibu dan Bapak Guru Hebat yakni: Ibu Ihat Solihat, S.Pd, M.Pd dari SD 077 Sejahtera Kota Bandung , Ibu Puji Astuti, S.Pd, M.P, dari SMA Pasundan 2 Bandung,  Ibu Widi Suryaningsing, S.Pd dari SD 046 Sindanglaya, Bapak Dida Firgiawan, S.Pd, M.Pd dari SMA Negeri 8 Kota Bandung. dan saya Ibu Ati Rohaeti, M.Pd dari SMP Pasundan 1 Bandung.


Poto Peserta Calon NS BPB dari Kota Bandung

Yang sangat mengagumkan adalah penyampaian materi Pembekalan yang disampaikan oleh Bapak Narasumber kita yakni, Bapak Yoki Ariyana, Beliau menerapka pembelajaran andragogi, pembelajaran sangat menyenangkan meskipun dilakukan secara Online.
Akhir Kegitan Hari Pertama kami diberikan tugas menganalisis ke dua Buku, Pedoman mengenai  Pengelolaan Narasumber Berbagi Praktik Baik Implementasi Kurikulum Merdeka dan Buku Saku Berbagi Praktik Baik.

Poto Tugas LK -1 
Analisis Buku Pedoman dan Buku Saku

Alhamdulillah kegiatan Pembekalan Calon NS BPB hari pertama, dilaksanakan dengan sangat baik, tugas dilaksanakan dengan penuh kekompakan serta Bapak Narasumber menugaskan kami untuk mempresentasikan tugas yang pertama tepat pukul 16.00. Selesai Presentasi jam 16.30 kegiatan ditutup langsung oleh Bapa Yoki.
Terimakasih Pak Yoki Narasumber yang selalu menginspirasi, Insya Alloh Ilmunya sangat bermanfaat,. Terimakasih kawan sahabat Guru-guru hebat yang telah membersamai di Pembekalan NS BPB hari ke-satu ini.
Yuuk mari kita bergerak, berbagi untuk selalu menginspirasi.  Jangan lelah untuk berprestasi meski pensiun sudah menanti.
Salam sehat dan selalu semangat kawan.





Kamis, 06 April 2023

JADIKAN TANTANGAN SEBAGAI PELUANG

REKRUTMEN NARASUMBER PRAKTEK BAIK GELOMBANG 3



Narasumber  berbagi praktek baik (NS BPB) merupakan bagian dari enam dukungan implementasi kurikulum merdeka Kemendikbud Ristek.  Satuan pendidikan dan komunitas belajar maupun pihak-pihak lain yang ingin mengetahui praktik baik dari Implementasi Kurikulum Merdeka dapat mengundang NS BPB sesuai dengan kebutuhan

Narasumber  berbagi praktek baik adalah guru atau kepala sekolah pada program sekolah Penggerak (PSP). Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK), atau sekolah lainnya yang sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka atau prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Selain itu, sekolah tersebut juga memiliki praktik baik dalam penerapan Kurikulum Merdeka untuk dibagikan kepada satuan lain atau komunitas belajar baik secara luring maupun daring. NS BPB memiliki tugas untuk membagikan praktik baik implementasi kurikulum Merdeka sebagai inspirasi kepada sekolah lain yang akan menerapkan IKM jalur mandiri bukan mengajarkan substansi kurikulum merdeka.

 Adapun kriteria guru atau kepala sekolah yang dapat menjadi NS BPB ini adalah sebagai berikut :

  1. Berasal dari satuan pendidikan yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, atau sekolah lainnya yang telah menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka di satuan pendidikannya dan belum pernah mengikuti pembekalan NS BPB;
  2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik sebagai NS BPB;
  3. Memiliki bukti karya yang dapat dijadikan praktik baik implementasi Kurikulum Merdeka;
  4. Berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan NS BPB;
  5. Berkomitmen menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai NS BPB; dan
  6. Telah menyelesaikan aksi nyata pelatihan mandiri di PMM minimal dua topik.

Perlu diperhatikan dalam mendaftar NS BPB mendeskripsikan Praktik Baik, yakni:

  1. Jelaskan situasi atau latar belakang dari praktik baik implementasi kurikulum merdeka yang sudah lakukan!
  2. Tuliskan tantangan yang dihadapi saat melakukan praktik baik tersebut!
  3. Tuliskan aksi praktik yang di lakukkan dalam menghadapi tantangan di atas!
  4. Bagaimana hasil dari aksi dan dampak terhadap diri, siswa, dan guru/kepala sekolah dari praktik baik yang dilakukan ? 
Lampirkan bukti screenshot telah mengikuti 2 topik pelatihan mandiri sampai dengan aksi nyata (tanpa perlu mengunggah sertifikat), dan lampirkan Screenshot disimpan pada Google Drive, Link share (bagikan) dari dokumen di Google Drive yang dikirim.

Itulah Persyaratan Yang Perlu Dilengkapi Saat Mendaftar Rekrutmen Narasumber Berbagi Praktik Baik. Segera daftarkan dan pantau hasilnya  melalui link http://gurudikdas.kemdikbud.go.id/sinarbaik.

Poto Alur Rekrutmen NS BPB Gelombang 3



Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...