Selasa, 12 November 2024

PEMBELAJARAN INKLUSIF(1)

 ADAPTASI KURIKULUM


Meskipun implementasi Sekolah Inklusi masih berbenah, kata kunci utamanya adalah  peserta didik tanpa terkecuali dapat belajar dan perbedaan menjadi kekuatan dalam mengembangkan potensinya. Selain itu kehadiran peserta didik berkebutuhan khusus di kelas  bisa berpartisipasi dan diterima di lingkungan satuan pendidikan. 

Apa saja yang harus dilakukan oleh Pendidik? Hal-hal yang perlu dilakukan Pendidik adalah:

  1. Menyadari hak-hak disabilitas. Sampai saat ini, orang dengan disabilitas masih mengalami stigma, stereotip, dan diskriminasi dari masyarakat
  2. Memastikan tenaga pendidik dilatih dengan baik
  3. Menciptakan ruang aman bagi siswa
  4. Melibatkan peran seluruh komunitas.

Dalam pelaksanaan pendidikan inklusif,  Saya sudah mendapatkan materi Khusus dalam PMM :

  1. Pendidikan Inklusif (SMP Kemitraan dengan UNICEF)
  2. Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar)
  3. Pembelajaran dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

Bukti Aksi  Nyata dapat dilihat di bawah ini, 


Belajar mengenal Pembelajaran iklusif, dilakukan juga di Komunitas Belajar (KOMBEL) SMP Negeri 12 Bandung secara berturut-turut pada tanggal: Jumat, 18 Oktober 2024, Jumat, 25  Oktober 2024, dan Jumat, 2 November 2024. Materi Komber seputar Pendidikan inklusif, yakni:

  1. Konsep Dan Kebijakan Pendidikan Inklusif  https://atirohaeti67.blogspot.com/2024/10/konsep-pendidikan-inklusif-agenda.html
  2. Identifikasi Peserta Didik. https://atirohaeti67.blogspot.com/2024/10/mengidentifikasi-peserta-didik-kegiatan.html
  3. Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar) https://atirohaeti67.blogspot.com/2024/10/kegiatan-kombel-5.html 

Ada hal yang perlu dipersiapkan oleh kita sebagai pendidik antara lain adalah kegiatan Adaptasi kurikulum terkait dengan penyesuaian isi, materi atau kompetensi yang dipelajari peserta didik. Pada adaptasi kurikulum guru dapat melakukan penambahan keterampilan untuk mengganti agar dapat menguasai kompetensi yang diharapkan atau mengganti dengan kompetensi lain yang setara. Adaptasi lain yang dapat dilakukan guru adalah dengan melakukan penyederhanaan kompetensi yang hendak dicapai. 

Proses penyederhanaan tergantung pada kemampuan awal, kondisi, dan modalitas belajar peserta didik berdasarkan hasil asesmen. Dalam proses adaptasi kurikulum satuan pendidikan harus:

  1. Fleksibel dan inovatif; 
  2. Memastikan perkembangan kebijakan sekolah inklusif; 
  3. Membuat penyesuaian kurikulum, membuat perencanaan untuk seluruh kelas, menetapkan tujuan pengajaran yang terbuka dan jelas, menggunakan alternatif metode pengajaran, menggunakan teknologi yang tepat, dan membuat persiapan terlebih dahulu; 
  4. Memastikan kemudahan lingkungan fisik dan mengembangkan lingkungan satuan pendidikan yang mendukung; dan  
  5. Mengembangkan kerja sama dengan bekerja bersama dalam tim. 
Penerapan adaptasi kurikulum dan instruksional dapat dilakukan dengan model: 
  1. Eskalasi/akselerasi: program percepatan dan perluasan dalam hal waktu dan penguasaan materi. Model ini terutama diterapkan bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa, serta memiliki kecepatan belajar yang luar biasa.  
  2. Duplikasi: Model duplikasi artinya kurikulum yang digunakan untuk PDBK sama dengan kurikulum yang digunakan peserta didik pada umumnya yang non-PDBK. Mungkin hambatan yang dialami tidak terlalu berat sehingga masih dapat mengikuti kurikulum yang berlaku di satuan pendidikan tersebut. 
  3. Simplikasi atau modifikasi: kurikulum umum dimodifikasi, disederhanakan tanpa harus menghilangkan substansi, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan PDBK. Modifikasi dan penyederhanaan kurikulum dapat dilakukan dalam salah satu atau lebih dari hal-hal berikut, yaitu tujuan, isi, metode dan cara penilaian. 
  4. Substitusi: beberapa bagian dari kurikulum umum diganti dengan sesuatu yang kurang lebih setara. 
  5. Omisi: beberapa aspek tertentu kurikulum umum sebagian besar ditiadakan menyesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus. Mereka dapat dibuatkan kurikulum khusus yang bersifat individual berdasarkan hasil identifikasi dan asesmen.
Saya mencoba untuk melakukan Adaptasi Rencana Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila, Kelas VII Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024-2025

Dokumentasi Adaptasi Rencana Pembelajaran
Pendidikan Pancasila Kelas VII



Kegiatan Kombel 
Pendidikan Pancasila SMP Negeri 12 Bandung


Saya sebagai Guru pengajar di kelas ABK tentunya mempunyai kewajiban untuk bergerak cepat melakukan Adaptasi Kurikulum sesuai dengan Mata pelajaran yang diampu



Selasa, 05 November 2024

 MENYESUAIKAN LINGKUNGAN BELAJAR UNTUK
 PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS


Pembelajaran  di Kelas 7 A sangat unik dan menarik, rasanya lengkap sudah dengan keberagaman karakteristik peserta didik termasuk Peserta Dididk Berkebutuhan Khusus.

Bicara Peserta didik Berkebutuhan Khusus, Setelah   di identifikasi  saya memperoleh Peseta didik dengan hambatan fisik motoric, Peserta didik dengan hambatan intelektual dan Peserta didik dengan hambatan penglihatan. Ketiga Anak tersebut dipastikan dapat belajar sesuai dengan kondisi masing-masing.

 Untuk Peserta didik dengan hambatan penglihatan diposisikan untuk duduk di paling depan bersamaan dengan peserta didik dengan hambatan fisik motoric. Sementara untuk Peserta didik dengan hambatan intelektual sejauh ini diupayakan  terus berkoordinasi  dengan wali kelas dan Guru BK agar tidak salah dalam mengambil tindakan.

Saya coba membuat perlakuan khusus untuk Ananda Mochamad Aldifi Tegarajasa Dia anak periang dan banyak di sayang teman-temannya. Tugas-tugas dikerjakan dengan rapi dan tepat waktu meski dilakukan dengan menggunakan kaki kirinya. Tegar sangat cerdas dan mampu berbicara  pengalaman dan cita-cita di depan orang banyak 

Sesuai dengan namannya tegar adalah sosok anak yang sangat tegar dia  adalah anak ke-2  dari tiga bersaudara. Anak tunadaksa  hambatan fisik motoric yang berhasil meraih gelar Aktor Terbaik di BaliMakarya Film Festival Internasional (BFFI) 2022. 

Di bulan Agustus 2024 sampai Akhir September 2024 Tegar dengan Teman di Papua mempersiapkan Flm yang ke-dua. Tugas-tugas dari sekolah dikerjakan di sana di sela kegiatan shootingnya.

Tidak sampai di sana Tegas dibawa terbang ke Cina dan ke Turki untuk Festival Film Tegar. PR kami di sekolah adalah sejauh mana sekolah menyiapkan sarana prasarana untuk pembelajaran Tegas yang  memiliki potensi yang sangat hebat tersebut.

Saya selaku pengajar Pendidikan Pancasila memantau Tegar dari segi tugas, pasilitas Banku dan duduk paling depan. Pembelajaran di ikuti dengan baik tanpa terkendala.

Fhoto Kegiatan Upacara
Tegar Baris Garda Terdepan




Tegar Saat Mengerjakan Tugas Menyimak Hasil Amandemen Ke-3
UUD Negara Republik Indonesia

Foto Kegiatan Belajar Pendidikan Pancasila
Selasa 5 November 2024

Melihat perhatian  saling membantu dan saling memaklumi diantara para siswa dan tentunya dengan keuletan dan ketekunan Guru-gurunya. Saya merasa  optimis adaptasi Pendidikan Inklusif dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Kita lihat bagaimana Umpan Balik Rekan teman sebaya Mochamad Aldifi Tegarajasa, dapat di simak di bawah ini

Umpan Balik Rekan teman sebaya 
Kls 7 A





Umpan Balik Rekan teman sebaya di kelas 7 A sangat mendukung sekali pembelajaran Inklusi, terbukti Pengelolaaan Kelas, metode, materi, sumber belajar dan partisipasi keterlibatan pesertadidik dari berbagai latar belakang di dalam kelas  sudah cukup baik 









Minggu, 03 November 2024

 PERUBAHAN KECIL DENGAN BERDAMPAK BESAR

Inklusi adalah sebuah pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka untuk siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda, meliputi: karakteristik, kondisi fisik, kepribadian, status, suku, budaya dan lain sebagainya. Pola pikir ini selanjutnya berkembang dengan proses masuknya konsep tersebut dalam kurikulum di satuan pendidikan sehingga pendidikan inklusif menjadi sebuah sistem layanan pendidikan yang memberi kesempatan bagi setiap peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang layak. 

Pola pikir selanjutnya berkembang dengan pola pikir konsep inklusi dalam kurikulum satuan pendidikan sehingga pendidikan inklusif menjadi sebuah sistem layanan pendidikan yang memberi kesempatan bagi setiap peserta didik untuk mendapat pendidikan yang layak

Tujuan Pendidikan Inklusif adalah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial, atau memiliki potensi kecerdasan dan/ atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya;

Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman, dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik.

Kebijakan Pendidikan inklusif mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. UUD 1945 Pasal 28H ayat (2) menyebutkan bahwa setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.

Konsep Dasar Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif merupakan filosofi pendidikan yang mendasari keseluruhan    rangkaian Pendidikan
Penghapusan berbagai hambatan anak untuk masuk sekolah atau  memperoleh Pendidikan (ct: labeling, seleksi, geografi, ekonomi, termarjinalkan, dll)
Pendidikan inklusif merupakan wujud  komitmen terhadap kesepakatan dunia  tentang Pendidikan untuk Semua (Education for All)
Menata lingkungan di luar diri anak terkait dengan kesiapan SDM, aksesibilitas/sarana prasarana, iklim pembelajaran, dll.

Elemen Pendidikan Inklusif :

  1. Mengakomodasi semua peserta didik
  2. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
  3. Menghargai keragaman
  4. Sistem (kurikulum, cara, media, dan lingkungan)  disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik
  5. Aksesibilitas fisik dan nonfisik
  6. Guru bekerja dalam tim
  7. Keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan/ pembelajaran

Saat ini, disatuan Pendidikan dimana saya bertugas terdapat peserta didik yang berkebutuhan khusus, berdasarkan yang saya pantau dan coba diidentifikasi saya menemukan Dari sepuluh kelas yang saya ajar, terdapat Tiga siswa 7A, satu siswa 7B. satu siswa 7G, satu siswa 8A dan satu siswa 8C ( jumlah tujuh siswa  PDBK). Setelah itu saya mulai memikirkan mengakomodir dan asesmen untuk PDBK. Untuk lebih jelasnya saya identifikasi dengan format di bawah ini.



Setelah diidentifikasi saya mendapatkan data Peserta didik di bawah ini:

  1. Peseta didik dengan hambatan fisik motoric
  2. Peserta didik dengan hambatan intelektual
  3. Peserta didik dengan hambatan penglihatan
  4. Peserta didik Autistic Spectrum Disorders (ASD)
  5. Peserta didik dengan hambatan intelektual
  6. Peserta didik dengan hambatan majemuk
  7. Peserta didik dengan hambatan intelektual
Untuk memudahkan perencanaan dan Asesmen, langkah selanjutnya  saya kelompokkan berdasarkan jumlah yang sejenis, hasilnya seperti di bawah ini:
  1. Peseta didik dengan hambatan fisik motoric (1)
  2. Peserta didik dengan hambatan intelektual (3)
  3. Peserta didik dengan hambatan penglihatan (1)
  4. Peserta didik Autistic Spectrum Disorders (ASD) (1)
  5. Peserta didik dengan hambatan majemuk (1)

Peserta didik dengan hambatan intelektual fisik motoric, Cirinya adalah:

  1. Anggota gerak tubuh kaku lemah/lumpuh.
  2. Kesulitan dalam gerakan.
  3. Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna.
  4.  Hiperaktif/tidak dapat tenang.
  5. Terdapat cacat pada alat gerak.
  6. Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam.
  7. Kesulitan pada saat berdiri, berjalan/duduk.

Peserta didik dengan hambatan intelektual selanjutnya diklasifikasikan sebagai baik, ringan, sedang, parah, atau mendalam berdasarkan tingkat fungsi adaptif.

Ciri-cirinya:

  1. Berguling, duduk, merangkak, atau berjalan terlambat.
  2. Berbicara terlambat atau kesulitan berbicara.Lambat untuk menguasai hal-hal seperti latihan pispot, berpakaian, dan makan sendiri.
  3. Kesulitan mengingat sesuatu.
  4. Ketidakmampuan untuk menghubungkan tindakan dengan konsekuensi.
  5. Masalah perilaku, seperti amukan yang meledak-ledak.
  6. Kesulitan dengan pemecahan masalah atau pemikiran logis.
Peserta didik dengan hambatan Penglihatan, Ciri-cirinya adalah:

  1. Mata Juling;
  2. Sering berkedip;
  3. Menyipitkan (kelopak) mata;
  4. Mata merah;
  5. Mata infeksi;
  6. Gerakan mata tak beraturan dan cepat;
  7. Mata selalu berair;
  8. Pembengkakan pada kulit tempat tumbuh bulu mata;
  9. Mata gatal, panas atau merasa ingin menggaruk karena gatal;
  10. Sering merasa pusing atau sakit kepala; dan
  11. Penglihatan kabur atau ganda
Peserta didik Autistic Spectrum Disorders (ASD), Ciri-cirinya adalah:
TIPE 1 : ADHD INATENTIF Gejalanya:

  1. Sulit perhatian
  2. Sulit mengikuti petunjuk
  3. Sulit menyelesaikan pekerjaan
  4. Pemalu atau menarik diri
  5. Mudah terbagi perhatiannya
  6. Terlihat tidak rapi/ceroboh
  7. Lamban dalam memproses informasi
Peserta didik Autistic Spectrum Disorders (ASD), Ciri-cirinya adalah:
TIPE 2 : ADHD INATENTIF Gejalanya:

  1. Sulit perhatian  
  2. Mudah gelisah Impulsif dalam berbicara atau bertindak
  3. Terlalu banyak berbicara
  4. Sulit menunggu giliran
  5. Suka menyela  
  6. Mudah marah
Peserta didik dengan hambatan majemuk, cirinya: Peserta didik dengan hambatan majemuk (cacat ganda; multiple handicapped) adalah mereka yang memiliki gangguan atau kelainan lebih dari satu jenis, mungkin dua atau lebih. Misalnya, gangguan penglihatan disertai dengan gangguan pendengaran atau hambatan intelektual, hambatan pendengaran disertai hambatan intelektual sehingga mereka membutuhkan kurikulum khusus.

Setelah mengamati karakteristik dari Peserta Dididk Berkebutuhan Khusus, saya coba di kelas 7 A dengan tiga siswa berkebutuhan Khus tentunya harus menyiapkan beberapa hal Rencana Pembelajaran, asesmen, sarana Prasarana serta strategi yang mengakomodir PDBK. sementara untuk empat siswa yang memiliki identitas dan karakteristik lain menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan.

DOKUMENTASI


DOKUMENTASI
BAHAN TAYANG


Setelah mempelajari dan berbagi dengan rekan sejawat, saya mulai memahami alur identifikasi dan mengakomodasi semua persiapan Pendidikan Inklusi yang siap dilaksanakan di Sekolah tempat saya bertugas yakni SMP Negeri 12 Kota Bandung.

Langkah-langkah dalam menyusun profil kebutuhan Peserta Didik dan Program Pembelajaran Individual (PPI) melalui kolaborasi bersama Guru dan para pihak lainnya, seperti orangtua, unit layanan disabilitas dan tenaga profesional lainnya.

penyusunan pembelajaran yang inklusif melalui desain universal pembelajar, menciptakan kegiatan belajar dan lingkungan belajar yang dapat diakses oleh semua peserta didik, dengan dan tanpa disabilitas.

UMPAN BALIK





Pelaksanaan pendidikan inklusif membutuhkan peran dan tanggung jawab berbagai stakeholder yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak. Mari kita sukseskan Program Sekolah Inklusif meski perubahan kecil akan tetapi berdampak sangat besar.









Kamis, 31 Oktober 2024

KEGIATAN KOMBEL (5)

MUDAH BUKAN MEMAHAMI PERBEDAAN INDIVIDUAL

Agenda Kegiatan Komunitas Belajar (KOMBEL) Jumat 2 November 2024 adalah Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar). Pemateri langsung oleh Ibu Guru Hebat Ibu Rina Mariana, M.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 12 Bandung.

Saya sudah menyelesaikan topik Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar). tugas saya adalah melaksanakan Aksi nyata.

Surat Keterangan Selesai Topik Pelatihan Mandiri 
Topik Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar)

 
Setelah dipelajari saya mulai memilih salah satu Aksi yakni : Mudah Bukan Memahami Perbedaan Individual.

Perbedaan Individu dalam kelas adalah variasi yang dimiliki setiap siswa, seperti perbedaan kemampuan, gaya belajar, minat, latar belakang budaya dan kebutuhan khusus.  Saya mencoba memilih salah satu perbedaan Individu yang dihadapi di kelas yakni Kebutuhan Khusus.

Untuk memudahkan guru dalam mengenali keberagaman peserta didik berkebutuhan khusus berdasarkan pada UU No. 20/2003 tersebut, maka keberagaman peserta didik berkebutuhan khusus dikelompokkan menjadi sebagai beriku

  1. Peserta didik dengan hambatan penglihatan/ Tunanetra
  2. Peserta didik dengan hambatan pendengaran/ Tunarungu
  3. Peserta didik dengan hambatan intelektual/ Tunagrahita
  4. Peserta didik dengan hambatan fisik motorik/ Tunadaksa
  5. Peserta didik dengan hambatan emosi dan perilaku
  6. Peserta didik lamban belajar (slow learner)
  7. Peserta didik berkesulitan belajar spesifik (specific learning disability)
  8. Peserta didik cerdas istimewa dan bakat istimewa
  9. Peserta didik autistic spectrum disorders (ASD)
  10. Peserta didik attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) 

Ada beberapa Metode yang digunakan dalam kegiatan Identifikasi Peserta didik anata lainWawancara, Observasi, Test/Tugas dan Dokumentasi, Kegatan Kombel sekarang ini Guru-guru diitugaskan untuk mengidentifikasi dengan Format yang disediakan dan hasilnya di kumpulkan dalam  drive Google.com.DBK.

Saya Langsung mengadakan Observasi dan Wawancara. 

Setelah Observasi dan Wawancara, saya menemukan Dari sepuluh kelas yang saya ajar, terdapat Tiga siswa 7A, satu siswa 7B. satu siswa 7G, satu siswa 8A dan satu siswa 8C ( jumlah tujuh siswa  PDBK). Setelah itu saya mulai memikirkan mengakomodir dan asesmen untuk PDBK. Untuk lebih jelasnya saya identifikasi dengan format di bawah ini.


Langkah selanjutnya adalah mulai merencanakan sebuah kegiatan / strategi menghadapi isu perbedaan terutaman menghadapi Peserta Dididk Penyandang Disabilitas.

  1. Awal kegiatan adalah melakukan adaptasi pembelajaran terkait menghadapi PDPD
  2. Memaklumi adanya Guru Pendamping.
  3. Pembagian Kelompok
  4. Menyadarkan Siswa sekelas, pentingnya saling membantu dan saling memaklumi.
  5. Menyiapkan Sarana Prasarana pendukung.
  6. Menyiapkan Asesment yang adaptif


Saya merasa mendapatkan pembelajaran baru, pentingnya kesabaran dan adaptasi pembelajaran dan asesmen bagi siswa PDPD.

Saya Coba untuk meminta umpan balik pada rekan sejawat, dan hasilnya dapat di lihat pada dokumen di bawah ini.

UMPAN BALIK













Rabu, 30 Oktober 2024

KEGIATAN KEMITRAAN

 MENJALIN KEMITRAAN DENGAN SECAPAAD

Pada tanggal 28-29 Oktober 2024, SMP Negeri 12 Bandung dan SECAPAAD menjalin kemitraan yang positif dengan melibatkan limapuluh Siswa Calon Perwira AD. Adapun Kegiatan yang berlangsung Selasa 28 Oktober 2024 adalah: Kelas 7 dan kelas 8 mendapatkan Materi Pendidikan Pancasila dan PSPB sementara kelas 9 mendapatkan Pelatihan PBB & PPM dan Tata Upacara Bendera.

Kegiatan yang berlangsung  Rabu  29 Oktober 2024 adalah: Kelas 7 dan kelas 9 mendapatkan Materi Pendidikan Pancasila dan PSPB dan Wawasan Nusantara, sementara kelas 8 mendapatkan Pelatihan PBB & PPM dan Tata Upacara Bendera.

Saat Pembukaan berlangsung Kepala PLT SMP Negeri 12 Bandung Ibu Ike Fiesta Renny Hapsari, M.Pd menyambut hangat kemitraan ini, dan menyatakan bahwa kehadiran anggota SECAPAAD  di lingkungan sekolah akan memberikan inspirasi positif bagi siswa terutama tentang Kedisiplinan. Kemitraan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, berkualitas, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung perkembangan anak-anak.

Untuk suksesnya Pelaksaan Kegiatan kemitraan,  Guru-guru sudah dibekali dengan informasi awal  dan tugas pembimbingan  yang dilakukan pada hari Senin, 27 Oktober 2024 selepas kegiatan P5 yakni pukul 14.00.

Ada perubahan lokasi pelaksanaan Pelatihan PBB,  PPM dan Tata Upacara Bendera semula dilaksanakan di Lingkungan Sekolah SMP Negeri 12 Bandung di hari pertama, dan hari kedua dilaksanakan di SECAPAAD. Alasan perubahan tersebut adalah kurang leluasa dalam kegiatan.

Saya memilih ikut membimbing Siswa kelas 8 ke SECAPAAD. Wah banyak sekali pormasi-pormasi yang dipelajari sehingga siswa-siswa SMP Negeri 12 Bandung sangat antusias. Meski berpanas-panasan mulai pemberangkatan pukul 08.00 sampai 10.30 dan berakhir dengan penutupan dan Pendokumentasian Photo Bersama siswa terlihat sangat berkesan.

Kurang lebih ada delapan siswa yang kurang sehat dalam mengikuti kegiatan, akan tetapi dengan kesigapan Wali kelas dan pembimbing siswa tersebut terus bersemangat meski mengamati kegiatan meski di pinggir lapang dan sewaktu penutupan mereka bergabung kembali.

Keceriaan lengkap dengan adanya reward dari pelatih yang diberikan kepada Siswa- siswa yang tampil serius. Terbukti siswa  sepuluh siswa dapat menyelesaikan gerakan sempurnna sesuai dengan Komando Pelatih.

Kami sangat berharap kerjasama/ kemitraan  ini tidak berujung di kesempatan ini, tetapi berlanjut pada kegiatan berikutnya. Saya sangat optimis Siswa -siswa SMP Negeri 12 Bandung semakin termotivasi untuk membiasakan Disiplin dan ada yang mulai serius ingin lanjut menjadi Perwira AD ke depan. Insya Allah.

DOKUMEN KEGIATAN AWAL  DAN TUGAS PEMBIMBINGAN   
SENIN, 27 OKTOBER 2024


  DOKUMEN KEGIATAN    
SELASA, 28 OKTOBER 2024


DOKUMEN KEGIATAN
DI KELAS 


DOKUMEN KEGIATAN 
RABU, 29 OKTOBER 2024







 


Jumat, 25 Oktober 2024

KEGIATAN KOMBEL (4)

MENGIDENTIFIKASI PESERTA DIDIK


Kegiatan Kombel Jumat, 25 Oktober 2024 mulai dilaksanakan dari Jam 13.30 dan berakhir pada pukul 15.00. Adapun materi Kombel kali ini adalah Identifikasi Peserta didik. Identifikasi merupakan suatu proses dalam menemukan dan mengenali keberagaman peserta didik. Identifikasi dibatasi hanya untuk menentukan individu yang diduga mengalami hambatan sehingga belum dapat menjawab pertanyaan potensi apa yang dimiliki peserta didik. Identifikasi kekhususan/hambatan peserta didik dan area fungsi belajar, sosial emosi, komunikasi, dan sensorimotor.

Untuk lebih jelasnya kita lihat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 Ayat 2, 3, dan 4 mendefinisikan anak berkebutuhan khusus sebagai (1) anak yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial; (2) anak yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa; dan (3) anak di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil sehingga mereka semua berhak memperoleh pendidikan layanan khusus. 

Selain cakupan tersebut di atas, konsep PDBK dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu PDBK yang bersifat sementara (temporer) dan PDBK yang bersifat menetap (permanent). PDBK yang bersifat sementara (temporer) adalah anak yang mengalami hambatan belajar dan hambatan perkembangan disebabkan oleh faktorfaktor eksternal. PDBK yang bersifat menetap atau permanent adalah anak-anak yang mengalami hambatan belajar dan hambatan perkembangan yang bersifat internal dan akibat langsung dari kondisi kecacatan, antara lain: anak yang kehilangan fungsi penglihatan, pendengaran, dan gangguan perkembangan intelektual.

Untuk memudahkan guru dalam mengenali keberagaman peserta didik berkebutuhan khusus berdasarkan pada UU No. 20/2003 tersebut, maka keberagaman peserta didik berkebutuhan khusus dikelompokkan menjadi sebagai beriku

  1. Peserta didik dengan hambatan penglihatan/ Tunanetra
  2. Peserta didik dengan hambatan pendengaran/ Tunarungu
  3. Peserta didik dengan hambatan intelektual/ Tunagrahita
  4. Peserta didik dengan hambatan fisik motorik/ Tunadaksa
  5. Peserta didik dengan hambatan emosi dan perilaku
  6. Peserta didik lamban belajar (slow learner)
  7. Peserta didik berkesulitan belajar spesifik (specific learning disability)
  8. Peserta didik cerdas istimewa dan bakat istimewa
  9. Peserta didik autistic spectrum disorders (ASD)
  10. Peserta didik attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)

Setelah mengetahui keragaman peserta didik. tugas guru adalah mengidentifikasi yang tujuannya adalah Pertama Menemukan dan mengenali Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) dan kedua adalah Mengkategorikan dan mengklasifikasikan keragaman dari PDBK

Ada beberapa Metode yang digunakan dalam kegiatan Identifikasi Peserta didik anata lain Wawancara, Observasi, Test/Tugas dan Dokumentasi, Kegatan Kombel sekarang ini Guru-guru diitugaskan untuk mengidentifikasi dengan Format yang disediakan dan hasilnya di kumpulkan dalam  drive Google.com .

Hampir semua guru melaporkan hasil identifikasi peserta didik dalam link, kegiatan selanjutnya adalah menganalisis lebih seksama dari laporan guru-guru. Kemudian langkah selanjutnya mengakomodir dan melaksanakan asesmen.

Fhoto Kegiatan Guru-Guru sedang  fokus dalam 
Mendengarkan Intruksi Identifikasi Peserta didik


Dari sepuluh kelas yang saya ajar, terdapat Tiga siswa 7A, 1 siswa 7B. 1 siswa 7G, 1 siswa 8A dan 1 siswa 8C ( jumlah tujuh  PDBK). Setelah itu saya mulai memikirkan mengakomodir dan asesmen untuk PDBK.


Minggu, 20 Oktober 2024

PENGIMBASAN PSP (3)

 KESEMPATAN BERAKSI DAN BERBAGI
JUMAT, 18 OKTOBER 2024

Jumat, 18 Oktober saya kembai melaksanakan tugas Pengimbasan PSP yang ke-3 dengan tema yang di usung adalah Semangat Belajar, Berbagi dan Berkolaborasi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Adapun Capai Pembelajaran yang diharapkan adalah Peserta memahami pola pikir dan konsep dalam membangun semangat belajar, berbagi dan berkolaborasi antar PTK serta bagaimana memaksimalkan potensi yang dimiliki, sehingga dapat menjalin kemitraan dalam proses pengimbasan (Sekolah Pengimbas tidak merasa lebih tahu/paham dari sekolah yang diimbaskan). Saya Ati Rohaeti dan Bu Dra. Eha Harningsih ditugaskan untuk langsung mengadakan pengimbasan.

Adapun Tujuan Pengimbasan kali ini adalah Peserta dapat:

  • Tujuan membangun semangat belajar, berbagi dan berkolaborasi antar PTK.
  • Pola pikir dan konsep membangun semangat belajar, berbagi dan berkolaborasi antar PTK.
  • Tantangan dalam membangun semangat belajar, berbagi dan berkolaborasi antar PTK.
  • Cara membangun semangat belajar, berbagi dan berkolaborasi antar PTK.
  • Cara memaksimalkan potensi (Asset Based Thinking) yang dimiliki dalam proses pembelajaran.

Diawali dengan pertanyaan pemantik:

  • Kegiatan apa saja yang dilakukan?
  • Kelebihan dan kekurangan apa yang anda pahami?
  • Tantangan dan hambatan  apa yang dihadapi?
  • Bagaimana mengatasinya?
  • Apakah yang Bapak/Ibu sudah menggunakan metode STAR dalam mengkaji permasalahan yang muncul baik di kelas maupun di lingkungan Sekolah?

Selanjutnya peserta secara berkelompok mempraktekkan metode STAR dalam mengkaji

DOKUMEN
FHOTO KEGIATAN PENGIMBASAN PSP (3) 


BAHAN TAYANG



Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...