ADAPTASI KURIKULUM
Apa saja yang harus dilakukan oleh Pendidik? Hal-hal yang perlu dilakukan Pendidik adalah:
- Menyadari hak-hak disabilitas. Sampai saat ini, orang dengan disabilitas masih mengalami stigma, stereotip, dan diskriminasi dari masyarakat
- Memastikan tenaga pendidik dilatih dengan baik
- Menciptakan ruang aman bagi siswa
- Melibatkan peran seluruh komunitas.
Dalam pelaksanaan pendidikan inklusif, Saya sudah mendapatkan materi Khusus dalam PMM :
- Pendidikan Inklusif (SMP Kemitraan dengan UNICEF)
- Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar)
- Pembelajaran dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
Bukti Aksi Nyata dapat dilihat di bawah ini,
- Konsep
Dan Kebijakan Pendidikan Inklusif https://atirohaeti67.blogspot.com/2024/10/konsep-pendidikan-inklusif-agenda.html
- Identifikasi Peserta Didik. https://atirohaeti67.blogspot.com/2024/10/mengidentifikasi-peserta-didik-kegiatan.html
- Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar) https://atirohaeti67.blogspot.com/2024/10/kegiatan-kombel-5.html
Ada hal yang perlu dipersiapkan oleh kita sebagai pendidik antara lain adalah kegiatan Adaptasi kurikulum terkait dengan penyesuaian isi, materi atau kompetensi yang dipelajari peserta didik. Pada adaptasi kurikulum guru dapat melakukan penambahan keterampilan untuk mengganti agar dapat menguasai kompetensi yang diharapkan atau mengganti dengan kompetensi lain yang setara. Adaptasi lain yang dapat dilakukan guru adalah dengan melakukan penyederhanaan kompetensi yang hendak dicapai.
Proses penyederhanaan tergantung pada kemampuan awal, kondisi, dan modalitas belajar peserta didik berdasarkan hasil asesmen. Dalam proses adaptasi kurikulum satuan pendidikan harus:
- Fleksibel dan inovatif;
- Memastikan perkembangan kebijakan sekolah inklusif;
- Membuat penyesuaian kurikulum, membuat perencanaan untuk seluruh kelas, menetapkan tujuan pengajaran yang terbuka dan jelas, menggunakan alternatif metode pengajaran, menggunakan teknologi yang tepat, dan membuat persiapan terlebih dahulu;
- Memastikan kemudahan lingkungan fisik dan mengembangkan lingkungan satuan pendidikan yang mendukung; dan
- Mengembangkan kerja sama dengan bekerja bersama dalam tim.
- Eskalasi/akselerasi: program percepatan dan perluasan dalam hal waktu dan penguasaan materi. Model ini terutama diterapkan bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa, serta memiliki kecepatan belajar yang luar biasa.
- Duplikasi: Model duplikasi artinya kurikulum yang digunakan untuk PDBK sama dengan kurikulum yang digunakan peserta didik pada umumnya yang non-PDBK. Mungkin hambatan yang dialami tidak terlalu berat sehingga masih dapat mengikuti kurikulum yang berlaku di satuan pendidikan tersebut.
- Simplikasi atau modifikasi: kurikulum umum dimodifikasi, disederhanakan tanpa harus menghilangkan substansi, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan PDBK. Modifikasi dan penyederhanaan kurikulum dapat dilakukan dalam salah satu atau lebih dari hal-hal berikut, yaitu tujuan, isi, metode dan cara penilaian.
- Substitusi: beberapa bagian dari kurikulum umum diganti dengan sesuatu yang kurang lebih setara.
- Omisi: beberapa aspek tertentu kurikulum umum sebagian besar ditiadakan menyesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus. Mereka dapat dibuatkan kurikulum khusus yang bersifat individual berdasarkan hasil identifikasi dan asesmen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar