Sabtu, 19 Oktober 2024

KEGIATAN KOMBEL (3)

 DISEMINASI 
KONSEP DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN INKLUSIF


Agenda Kegiatan Komunitas Belajar SMP Negeri 12 Bandung Jumat, 18 Oktober 2024 adalah Diseminasi Konsep dan Kebijakan Pendidikan Inklusif. Pemateri kali ini adalah Guru Hebat Ibu Rina Mariana, M.Pd. selaku Wakil  Kepala Bidang Kurikulum Sekolah SMP Negeri 12 Kota Bandung.

Pemateri mengupas langsung materi Sebuah Konsep dan Kebijakan Pendidikan Inklusif, menjelaskan Latar Belakang Pendidikan Inklusif, Tujuan serta apa yang mesti dipersiapkan di Sekolah SMP Negeri 12 Kota Bandung sebagai sekolah yang mendukung terselenggarannya Pendidikan Inklusif.

Latar belakang Pendidikan Inklusif, memangdang bahwa:

Inklusi adalah “filosofi” yang menyatakan bahwa ruang kelas dan ruang bermasyarakat tidak lengkap tanpa mengikutsertakan anak-anak dengan semua kebutuhan. Inklusi merupakan sebuah pola pikir bagaimana memberi kesempatan sama kepada semua anak, salah satunya untuk belajar di kelas yang sama.

Inklusi merupakan sebuah pola pikir bagaimana memberi  kesempatan sama kepada semua anak, salah satunya untuk belajar di kelas yang sama. 

Inklusi adalah sebuah pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka untuk siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda, meliputi: karakteristik, kondisi fisik, kepribadian, status, suku, budaya dan lain sebagainya. Pola pikir ini selanjutnya berkembang dengan proses masuknya konsep tersebut dalam kurikulum di satuan pendidikan sehingga pendidikan inklusif menjadi sebuah sistem layanan pendidikan yang memberi kesempatan bagi setiap peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang layak. 

Pola pikir ini selanjutnya berkembang dengan proses masuknya konsep   tersebut dalam kurikulum di satuan pendidikan sehingga pendidikan inklusif menjadi sebuah sistem   layanan pendidikan yang memberi kesempatan bagi setiap peserta didik untuk mendapatkan   pendidikan yang  layak.”

Tujuan Pendidikan Inklusif adalah

memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial, atau memiliki potensi kecerdasan dan/ atau bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya;

Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman, dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik.

Kebijakan Pendidikan inklusif mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. UUD 1945 Pasal 28H ayat (2) menyebutkan bahwa setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.

Konsep Dasar Pendidikan Inklusif

  1. Pendidikan inklusif merupakan filosofi pendidikan yang mendasari keseluruhan    rangkaian Pendidikan
  2. Penghapusan berbagai hambatan anak untuk masuk sekolah atau  memperoleh Pendidikan (ct: labeling, seleksi, geografi, ekonomi, termarjinalkan, dll)
  3. Pendidikan inklusif merupakan wujud  komitmen terhadap kesepakatan dunia  tentang Pendidikan untuk Semua (Education for All)
  4. Menata lingkungan di luar diri anak terkait dengan kesiapan SDM, aksesibilitas/sarana prasarana, iklim pembelajaran, dll.

Elemen Pendidikan Inklusif :
  1. Mengakomodasi semua peserta didik
  2. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
  3. Menghargai keragaman
  4. Sistem (kurikulum, cara, media, dan lingkungan)  disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik
  5. Aksesibilitas fisik dan nonfisik
  6. Guru bekerja dalam tim
  7. Keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan/ pembelajaran

Kewajiban Kita sebagai sekolah Inklusif adalah:

  1. Identifikasi PDPD
  2. Penyusunan instrumen asesmen fungsional di Sekolah
  3. Pelaksanaan Asesmen Fungsional di Sekolah
  4. Penyusunan Profil PDPD

Pentingnya kegiatan Adaptasi kurikulum terkait dengan penyesuaian isi, materi atau kompetensi yang dipelajari peserta didik. Pada adaptasi kurikulum guru dapat melakukan penambahan keterampilan untuk mengganti agar dapat menguasai kompetensi yang diharapkan atau mengganti dengan kompetensi lain yang setara. Adaptasi lain yang dapat dilakukan guru adalah dengan melakukan penyederhanaan kompetensi yang hendak dicapai. Proses penyederhanaan tergantung pada kemampuan awal, kondisi, dan modalitas belajar peserta didik berdasarkan hasil asesmen. Dalam proses adaptasi kurikulum satuan pendidikan harus: 

  1. Fleksibel dan inovatif; 
  2. Memastikan perkembangan kebijakan sekolah inklusif; 
  3. Membuat penyesuaian kurikulum, membuat perencanaan untuk seluruh kelas, menetapkan tujuan pengajaran yang terbuka dan jelas, menggunakan alternatif metode pengajaran, menggunakan teknologi yang tepat, dan membuat persiapan terlebih dahulu;
  4. Memastikan kemudahan lingkungan fisik dan mengembangkan lingkungan satuan pendidikan yang mendukung; dan 
  5. Mengembangkan kerja sama dengan bekerja bersama dalam tim 

Adaptasi pembelajaran terkait cara, metode, dan strategi yang dapat digunakan guru agar peserta didik menguasai materi atau kompetensi yang ditargetkan. Dalam hal ini guru diberikan keleluasaan dalam melakukan penyesuaian proses pembelajaran di kelas yang beragam dengan mempertimbangkan kondisi peserta didik berkebutuhan khusus.

Adaptasi lingkungan belajar berkaitan dengan pengaturan suasana pembelajaran. Adaftasi inilah yang menjadi Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama.

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI MATERI
DISEMINASI



Selasa, 15 Oktober 2024

PELATIHAN MANDIRI

 KELOLA PELATIHAN MANDIRI DI PMM



Ibu Bapak Guru hebat, apakah sudah merasa nyaman menggunakan PMM  sebagai alat bantu atau malah merasa terbebani? Kali ini sudah banyak topik di pelatihan mandiri dan itu semua sangat bermanfaat. Topik tersebut sudah mencapai enam puluh delapan, yang meliputi:

  1. Kurikulum merdeka:
  2. Merdeka belajar:                     
  3. Perencanaan pembelajaran SMP/paket B.:                 
  4. Asesmen SMP /SMK /paket B-C:
  5. Kriteria  Ketercapaian Tujuan Pembelajaran ,
  6. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SMP/Paket B
  7. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SLB
  8. Diferensiasi dalam Pembelajaran (SMP-SMA/Paket B-C)
  9. Profil pelajar Pancasila
  10. Perencanaan Berbasis Dara di Satuan Pendidikan
  11. Rapor pendidikan Sebagai Sumber Data Perencanaan
  12. Perencanaan Berbasis Data Identifikasi-Refleksi dan Benahi
  13. Refleksi diri
  14. Disiplin positif
  15. Bimbingan Konseling,  dan layanan Dasar             
  16. Bimbingan  dan Konseling : Layanan Peminatan dan Responsif
  17. Iklim Sekolah Aman Mencegah Perundungan
  18. Iklim Sekolah Aman Mencegah Kekerasan Seksual
  19. Iklim Sekolah Aman Mencegah Intolerasi
  20. Supervisi Akademis
  21. Fasilitator Pembelajaran
  22. Wawasan Kebhinekaan Global (SMP) Kemitraan dengan PUSPEKA
  23. Pendidikan Ketrampilan Hidup (PKH) SMP Kemitraan dengan UNICEP
  24. Pendidikan Inklusif (SMP) Kemitraan dengan UNICEP
  25. Pengelolaan Kesehatan Mentruasi SMP  Kemitraan dengan UNICEP
  26. Gizi Remaja SMP Kemitraan dengan UNICEP
  27. Komitas Praktisi
  28. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Contoh Praktik
  29. Toals online untuk pembelajaran Aktif (Kemitraan dengan Inovasi)
  30. Numerasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  31. Literasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  32. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Mahir (Part 1)
  33. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Siap (Part 1)
  34. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Berkembang (Part 1)
  35. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Awal (Part 1)
  36. Tahap Perkembangan Peserta Didik Jenjang SMA/K (Usia 15-18 Tahun)
  37. Tahap Perkembangan Pesertadidik Jenjang SMP (12-15 Tahun)
  38. Numerasi: Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
  39. Kurikulum operasional satuan pendidikan: Kenali
  40. Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka (Kemitraan dengan HP Indonesia dan V&V Communications)
  41. Semangat Guru 3: Merdeka Mengajar denganKompetensi Nonteknis. 
  42. Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (Kemitraan dengan PUSPEKA)
  43. AAP (Ayo Atasi Perundungan) melalui Program Roots Indonesia
  44. Iklim Sekolah Aman: Mencegah Penyalahgunaan Narkoba.
  45. Pelibatan Keluarga di satuan pendidikan.
  46. Buku Nonteks bermutu dan bagaimana memanfaatkannya.
  47. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Berkembang
  48. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Layak.
  49. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Cakap dan Mahir.
  50. Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar)
  51. Numerasi Pembelajaran Terdef terdeferensiasi dan Alur Tujuan Pembelajarannya (Kemitraan dengan Inovasi)
  52. Menjalankan Komunitas Belajar dalam Sekolah.
  53. Pembelajaran dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
  54. Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah
  55. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Siap (Part 2)
  56. Coaching untuk Pemimpin di Satuan Pendidikan
  57. Numerasi: Kompetensi Pendidik Tahap Layak
  58. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Mahir (Part 2)
  59. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Berkembang (Part 2)
  60. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Awal (Part 2)
  61. Numerasi: Kompetensi Pendidik Tahap Berkembang
  62. Mengelola Program  Sekolah yang Berdampak pada Murid
  63. Numerasi: Kompetensi Pendidik Tahap Ckap dan Mahir
  64. Mengelola Program Sekolah yang Berdampak pada Murid
  65. Peningkatan Praktik Kerja
  66. Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dengan Akun belajar.id [Kemitraan dengan Canva untuk Pendidikan]
  67. Kelas Interaktif dengan Akun Belajar.id [Kemitraan dengan Quizizz]
  68. Pengantar Alat Google Workspace for Education dengan akun Belajar.id [Kemitraan dengan Google]


Sabtu, 12 Oktober 2024

KEGIATAN KOMBEL (2)

 PERENCANAAN BERBASIS DATA  
DAN ANALISIS RAPORT PENDIDIKAN


Agenda Komunitas  Belajar SMP Negeri 12 Bandung yang sudah rutin dilaksanakan setiap hari Jumat berjalan lancar, adapun kegiatan kali ini Jumat, 11 Oktober adalah Paparan tentang  "Perencanaan Berbasis Data  dan Analisis Raport Pendidikan'. Pemateri langsung oleh Ibu Ike Fiesta Renny Hapsari, M.Pd selaku PLT Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Kota Bandung.

Perencanaan berbasis data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan data pada platform raport pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan Pendidikan, dinas pendidikan maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan capaian pendidikannya.

Perencanaan berbasis data (PBD) bertujuan untuk mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan.

Perencanaan adalah salah satu komponen yang berfungsi sebagai pengendali manajemen di lingkungan sekolah. Perencanaan juga memegang peran penting dalam upaya kemajuan sekolah . Perencanaan yang baik pada suatu kegiatan adalah awal dalam meraih sebuah kesuksesan Sehingga dalam membuat perencanaan harus menggunakan data-data dan estimasi yang ada dasarnya.

RKJM adalah merupakan gambaran Tujuan yang akan dicapai sekolah dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan.  dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan kegiatan sekolah selama satu tahun yang tidak lepas dari RKJM. Penganggaran RKT  dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah ( RKAS) RKJM RKT dan RKS merupakan pedoman bagi kepala sekolah beserta tim pengembang sekolah dalam mengelola sekolah untuk selalu mengembangkan mutu pendidikan.

PLT Kepala SMP Negeri 12 Kota Bandung bu Ike Fiesta Renny Hapsari, M.Pd menekankan bahwa RKT yang berbiaya harus ada di  RKAS, sementara Kegiatan di RKT yang tidak berbiaya tidak di munculkan di  RKAS.

Selain itu bu Ike Fiesta Renny Hapsari, M.Pd mengadakan penekanan dari Indikator Karakter (Kreativitas, Nalar Kritis dan Kebinekaan global) yang mengalami penurunan kemudian  Visi dan Misi mengalami penurunan.

Selanjutnya  Visi dan Misi perlu dilihat kembali, maximal dalam kurun waktu empat tahun Visi Misi perlu dikaji ulang mana yang sudah tercapai dan mana yang perlu ada peningkatan dan perubahan,

Analisis Raport Pendidikan mengajak kita semua warga sekolah melakukan kegiatan Identifikasi Refleksi Benahi dan Benahi  (IRBB).

Penghujung penjelasannya pemateri menjelaskan kehadiran yang sedang dipantau. Pentingnya sebuah pelaporan di setiap kegiatan karena setiap kegiatan Berujung di Evaluasi dan Monitoring (Monev).

Dokumen Kegiatan 


Lengkap sudah Paparan dari PLT Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Kota Bandung. Mudah-mudahan kita semua dapat bergerak serentak membuat Perencanaan Berbasis Data  dan Analisis Raport Pendidikan kemudian membenahi baik di perencanaan maupun di implementasi tentunya sesuai dengan Rekomendasi dan Visi Misi sekolah kita tercinta.

Salam sehat dan tetap semangat Ibu Bapak Guru SMP Negeri 12 Kota Bandung Hebat.









Jumat, 04 Oktober 2024

KEGIATAN KOMBEL (1)

 PEMENUHAN RENCANA TINDAK LANJUT PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA
MELALUI  KOMUNIKASI BELAJAR
JUMAT, 4 OKTOBER 2024


Pemenuhan Rencana Tindak Lanjut Pelaksanaan Praktik Kerja yang akan dilaksanakan dengan tiga kegiatan. Kegiatan pertama adalah  Kunjungan kelas dengan rekan guru, untuk melihat praktik pembelajaran yang dapat mengaktifkan seluluh peserta didik, kemudian kegiatan yang ke-2 membawa bahasan ini pada kegiatan Kombel untuk menggali berbagai solusi menghadapi permasalah  pembelajaran, dan kegiatan ke-3  menambah wawasan dengan belajar mandiri topik PMM.

Adapun belajar mandiri di PMM  topik yang akan saya Pelajari adalah :

  1. Persiapan Pembelajaran Berdiferensiasi “Pengelolaan Kelas untuk mencapai pembelajaran yang berpusat pada Peserta Didik”.
  2. Layanan Dasar” Interaksi Aktif dan empirik terhadap Peserta Didik
  3. Teori Fasilitasi “ Pengelolaan Emosi dalam Menjalankan Peran sebagai Pendidik”

Untuk Kegiatan Kombel  di SMP Negeri 12 Bandung dilakukan setiap hari Jumat jam 13.00 sampai jam 15.00. Kali ini mensosialisasikan Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional yang dibawakan oleh Bapak Guru Hebat M. Jiva Agung Wicaksono, M.Pd. Beliau adalah mengampu Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, tugas Tambahannya sebagai Staf Wakasek Kurikulum dan CGP Angkatan Pertama di SMP Negeri 12 Bandung.

Adapun Materi kombel terdiri dari Pengertian, tujuan dan Kerangka Pembelajaran sosial emosional, dan diakhir pertemuan menjelaskan serta memberikan Contoh Pembelajaran yang dapat membuata siswa mindfullness. yakni suatu keadaan kesadaran penuh yang melibatkan perhatian yang terfokus pada momen saat ini secara sengaja, tanpa menghakimi, dan dengan penerimaan. Dengan kata lain, mindfulness berarti hadir secara utuh dalam setiap momen yang sedang dialami, memperhatikan pikiran, perasaan, dan sensasi fisik tanpa mencoba mengubahnya atau bereaksi berlebihan terhadapnya.

Seperti apa pembelajaran sosial emosional tujuan dan Kerangka Pembelajaran sosial emosional mari kita ikuti paparan berikut ini!

Pembelajaran sosial emosional atau dikenal juga dengan nama social emotional learning adalah sebuah metode yang membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, menetapkan tujuan, dan mengambil keputusan dalam hidupnya. Pembelajaran ini sangat penting diajarkan pada siswa sejak dini karena dapat mempengaruhi kesuksesannya di sekolah, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional agar dapat:

  1. Memahami, menghayati, dan mengelola emosi (kesadaran diri)
  2. Menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri)
  3. Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)
  4. Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan berelasi)
  5. Membuat keputusan yang bertanggung jawab. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)
Mari kita lihat lebih rinci Kerangka Kompetensi Sosial Emosial
Kesadaran Diri

  • Dapat Mengembangkan Identitas pribadi dan Identitas Sosial
  • Kekuatan / aset diri dan Budaya
  • Emosi-emosi dalam Diri
  • Menunjukan Identitas dan Kejujuran
  • Dapat Mengembangkan Perasaan, pikiran dan Nilai-nilai
  • Menguji Prasangka dan Bias
  • Memupuk efikasi diri
  • Memiliki Pola pikir bertumbuh
  • Mengembangkan minat dan menetapkan arah tujuan hidup 
Manajemen Diri

  • Mengelola emosi diri
  • Mengidentifikasi dan menggunakan Strategi-strategi pengelola stres
  • Menunjukkan disiplin dan motivasi diri
  • Merancang Tujuan pribadi dan bersama
  • Menggunakan keterampilan merancang dan mengorganisir
  • Memperlihatkan Keberanian untuk mengambil inisiatif
  • Mendemontrasikan Kendali diri dan dalam Kelompok

Kesadaran Sosial

  • Mempertimbangkan pandangan/ pemikiran orang lain
  • Mengakui kemampuan/ kekuatan orang lain.
  • Mendemontrsikan empati dan dan rasa welas kasih
  • Menunjukkan Kepedulian atas perasaan orang lain
  • Memahami dan Mengepresikan Rasa syukur
  • Mengidentijikasi Ragam norma sosial termasuk dengan norma-norma yang menunjukkan ketidakadilan.


Keterampilan Berelasi

  • Berkomunikasi dengan efektif
  • Mengembangkan relasi/ hubungan fositif
  • Memperhatikan kompetensi Kebudayaan
  • Mempraktikkan Kerjasama tim dan pemecahan Maslah secara kolaboratif
  • Dapat melawan tekanan sosial yang negatif
  • Menunjukkan sikap kepemimpinan dalam kelompok
  • Mencari dan menawarkan bantuan apabila membutuhkan
  • Turut Membela hak-hak orang lain

Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab

  • Menunjukkan Rasa ingin tahu dan keterbukaan pikiran
  • Mengidentifikasi/ mengenal sosial dari masalah sosial dan pribadi
  • Berlatih membuat keputusan beralasan/ masuk akal setelah menganalisis, informasi data dan fakta.
  • Mengantisifasi dan mengevaluasi konsekuensi – konsekuensi dari tindakannya.
  • Menyadari bahwa keterampilan berpikir kritis sangat berguna baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
  • Merefleksi peran seseorang dalam memperkenaklan kesejahteraan psikologis (well being) diri sendiri, keluarga dan komunitas.
  • Mengevaluasi dampak/ Pengaruh dari seseorang hubungan intepersonal komunitas dan Kelembagaan

BAHAN TAYANG


FHOTO KEGIATAN


Akhirnya saya merasa yakin dengan apa yang di teliti oleh Pemateri bahwa Guru yang memiliki kompetensi sosial dan emosional yang baik lebih efektif dan cenderung lebih resilien/tangguh dan merasa nyaman di kelas karena mereka dapat bekerja lebih baik dengan murid.

Begitu juga  murid, mereka dapat mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, menetapkan tujuan, dan mengambil keputusan yang mindfulness, yakni  hadir secara utuh dalam setiap momen yang sedang dialami, memperhatikan pikiran, perasaan, dan sensasi fisik tanpa mencoba mengubahnya atau bereaksi berlebihan terhadapnya.

Terimakasi saya ucapkan kepada Bapak M. Jiva Agung Wicaksono, M.Pd. yang telah berbagi Aksi Baik dalam Sosialisasi Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional. dan saya tunggu Berbagai Aksi Baik dari Ibu Bapak Guru hebat lainnya.








Selasa, 01 Oktober 2024

 UPAYA TINDAK LANJUT PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA
INDIKATOR KETERATURAN SUASANA  KELAS

Kegiatan kunjungan kelas dengan rekan guru, untuk melihat praktik pembelajaran yang dapat mengaktifkan seluluh peserta didik saya mengadakan kerjasama dengan Guru Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 12 Bandung dimana saya bertugas. Dari dua rekan guru yakni, Ibu Rina Marlina, M.Pd dan Bu Pipi Karmila, M.Pd  saya mencoba untuk mengunjungi Ibu Guru Pipi Karmila, M.Pd. Untuk itu saya mulai berdiskusi Modul ajar dan Asesmen, Indikator Keteraturan Suasana Kelas, Bahan tayang.

Sesuai dengan kesepakatan kunjungan kelas dengan Bu Pipi Karmila, M.Pd akan dilaksanakan Kamis, 3 September 2024.

Setelah melihat Proses Pembelajaran dengan menggunakan Pedoman Indikator Keteraturan Suasana Kelas, diharapkan  saya mulai semakin yakin bahwa ” Pembelajaran akan mencapai tujuan jika guru selalu melakukan komunikasi positif untuk membangun suasana kelas yang kondusif serta mengaktifkan keterlibatan peserta didik, dan pada pembelajaran tersebut sangat terlaksana dengan baik.

Kemudian Pembelajaran lebih aktif dengan menggunakan perangkat ajar Digital. Inilah tujuan semakin jelas yakni kunjungan kelas dengan rekan sejawat bukan untuk menilai, tetapi belajar dan berbagi Praktik baik.

Hasil dari berbagi Praktik Baik dibawa pada kegiatan Kombel untuk menggali berbagai solusi menghadapi berbagai permasalah dalam pembelajaran dan mendukung berbagai kegiatan yang sudah baik, serta mulai mengimplementasikan praktik-praktik baik dalam pembelajaran di kelas.

Untuk Kegiatan Belajar Mandiri di PMM dapat dilihat dari gambar di Bawah ini:

Topik Persiapan Pembelajaran Berdiferensiasi “Pengelolaan Kelas untuk mencapai pembelajaran yang berpusat pada Peserta Didik”. Saya mulai mempelajari Modul, Menyimak Video mengadakan Latihan dan Post test, dan hasilnya sudah ada ada dalam Surat Keterangan di bawah ini.


 

Layanan Dasar” Interaksi Aktif dan empirik terhadap Peserta Didik, mulai mempelajari Modul, Menyimak Video mengadakan Latihan dan Post test. Alhamdulillah Sertifikat Sudah di dapat di bawah ini.



Teori Fasilitasi “ Pengelolaan Emosi dalam Menjalankan Peran sebagai Pendidik” Saya mulai mempelajari Modul, Menyimak Video mengadakan Latihan dan Post test. Alhamdulillah Sertifikat Sudah di dapat di bawah ini.

 

Perlahan tetapi Pasti Pembelajaran akan mencapai tujuan jika guru selalu melakukan komunikasi positif untuk membangun suasana kelas yang kondusif serta mengaktifkan keterlibatan peserta didik”.

Mari kita Belajar meski sudah mengajar.

Jumat, 13 September 2024

BAHAN AJAR DAN LKPD

NORMA-NORMA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT



Kebutuhan antara satu manusia dengan manusia lainnya tidak selalu sama dan terus berubah. Dengan banyaknya kebutuhan antara satu manusia dan manusia lainnya dapat menimbulkan perselisihan untuk saling mendapatkan dan memperebutkan. Jika perselisihan tersebut tidak segera ditangani dengan tepat, akan terjadi perpecahan dalam kelompok masyarakat. Oleh karena itu, supaya perpecahan dalam kelompok masyarakat tidak terjadi, perlu adanya norma di dalam kehidupan masyarakat. Istilah lain dari norma adalah aturan atau kaidah. Berikut pengertian  Norma adalah aturan yang menjadi petunjuk bagi setiap manusia untuk melakukan tindakan yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan oleh manusia kepada manusia an norma menurut para ahli lainnya. Keberadaan norma menjadi suatu hal yang penting dalam kehidupan masyarakat. Tiap manusia perlu memiliki kesadaran akan keberadaan norma karena dengan adanya norma tiap manusia dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan isik dan kebutuhan nonisiknya tanpa merugikan dan mengganggu kebutuhan orang lain

Sebagai wujud untuk memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan manusia secara selaras dan tidak bersinggungan dengan manusia lainnya, maka dibentuklah norma dalam masyarakat. Dalam kehidupan ber masyarakat, setiap manusia tidak bisa lepas dari norma di mana pun dan kapan pun. Hal tersebut bertujuan untuk membatasi perilaku manusia agar tidak bertindak sesuai keinginannya sendiri sehingga merugikan orang lain. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi supaya norma dan aturan menjadi petunjuk dan pedoman bagi masyarakat dalam bertingkah laku sehari-hari, di antaranya sebagai berikut.

  1. Terdapat perintah, merupakan anjuran dan petunjuk yang harus dilaksanakan oleh setiap manusia.
  2. Terdapat larangan, merupakan petunjuk yang tidak dilakukan dan harus ditinggalkan oleh setiap manusia.
  3. Adanya sanksi, artinya setiap manusia yang dengan sengaja atau tidak sengaja melanggar norma akan memperoleh dampak negatif berupa hukuman.
  4. Memiliki sifat mengikat dan memaksa untuk dipatuhi, artinya setiap norma yang berlaku wajib diterima dan dipatuhi oleh setiap manusia dalam kelompoknya.

Norma dapat ditemukan dalam setiap kehidupan kelompok masyarakat, mulai dari kelompok masyarakat di perkotaan maupun pedesaan. Adapun fungsi keberadaan norma dalam kehidupan masyarakat di antaranya sebagai berikut

  1. Terdapat perintah, merupakan anjuran dan petunjuk yang harus dilaksanakan oleh setiap manusia.
  2. Terdapat larangan, merupakan petunjuk yang tidak dilakukan dan harus ditinggalkan oleh setiap manusia. 
  3. Adanya sanksi, artinya setiap manusia yang dengan sengaja atau tidak sengaja melanggar norma akan memperoleh dampak negatif berupa hukuman.
  4. Memiliki sifat mengikat dan memaksa untuk dipatuhi, artinya setiap norma yang berlaku wajib diterima dan dipatuhi oleh setiap manusia dalam kelompoknya. Norma dapat ditemukan
  5. Menciptakan keadilan. Norma memberikan jaminan kepada setiap orang saat melaksanakan kewajiban dan menerima hak sesuai porsinya serta menghindarkan tindakan sewenang-wenang oleh orang lain.

Berbicara tentang Norma, ada berapa Norma yang hidup di Masyarakat yakni Norma Agama, norma Kesulaan, Norma Kesopanan dan Norma Hukum. Untuk lebih jelasnya silahkan kalian  carilah dari berbagai sumber belajar (buku di perpustakaan atau melalui mesin pencari di internet) mengenai informasi lebih lanjut tentang jenis -jenis norma yang berlaku di Masyarakat kemudian kerjakan tugas. Berikut langkah yang harus kalian lalui untuk menyelesaikan aktivitas ini.

  1. Kerjakan tugas ini di buku tulis Pendidikan Pancasila kalian, boleh menggunakan bolpoin atau pensil!
  2. Tuliskan 5 contoh norma atau aturan yang sering kalian temui dan kalian patuhi sehari-hari!
  3. Kerjakan tugas secara berkelompok dan berdiskusi!

Rabu, 04 September 2024

 MENDORONG KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PROSES BELAJAR BERDASARKAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK FASE D (12-15 TAHUN)


Orang tua perlu melibatkan diri dalam pembelajaran anak sebagai bentuk tanggung jawab. Namun terkadang orang tua masih kurang memahami peran apa yang harus diambilnya dalam mendukung maupun memfasilitasi pembelajaran anaknya. Hal ini menyebabkan banyak orang tua menyerahkan proses pendidikan sepenuhnya kepada guru di sekolah.

Maka Guru sebagai seorang pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak, Guru dapat mengadakan pertemuan dengan orang tua secara berkala untuk membahas perkembangan anak dan memberikan masukkan serta saran kepada Orang tua. Selain itu guru juga dapat memberikan in formasi terkait Kurikulum dan materi pelajaran kepada orang tua agar mereka dapat membantu anak dalam belajar di rumah. Dengan cara ini, guru dapat membantu orang tua memahami pentingnya keterlibatan mereka dalam proses belajar anak dan meningkatkan hasil belajar anak di sekolah.

Setelah  belajar  ”Tahap Perkembangan Peserta didik Jenjang SMP (12-15 Tahun” saya mulai menyadari pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak, dan mulai mengadakan diskusi dengan teman sejawat akan pentingnya mendorong Keteribatan orang tua dalam Proses Belajar Mengajar. Program Sekolah pun dilaksanakan dengan adanya Sosialisasi Program Sekolah kepada Orang Tua dan Peserta Didik. Kepada orang tua juga disampaikan Sosialisasi dengan berbagai selogan Keteribatan orang tua dalam Proses Belajar Mengajar.

Materi disampaikan sama baik kepada Orang Tua atau Rekan guru. Adapun Materi dan selogan tersebut adalah sebagai berikut:

Peran orang tua dalam pembelajaran baik di rumah maupun di sekolah adalah  sebagai motivator, fasilitator, mediator, evaluator, partner/mitra, supervisor

Motivator:

  1. Orang tua memberikan motivasi dan semangat pada anak terhadap minat dan bakatnya serta dorongan untuk melakukan kegiatan yang baik dengan komunikasi yang tepat (efektif);
  2. Mendorong anak semakin aktif dan kreatif dalam belajar;
  3. Orang tua memberikan motivasi pada sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanannya melalui program pembelajaran yang berpusat pada anak;
  4. Motivasi dapat diberikan secara moril maupun materil

Fasilitator

  1. Orang tua memberikan fasilitas, pemenuhan kebutuhan anak secara fisik seperti pakaian, makanan, tempat tinggal dan psikis berupa kasih sayang, rasa aman, kebutuhan pendidikan;
  2. Orang tua menyediakan fasilitas pendidikan dan pembelajaran bagi kegiatan belajar anak;
  3. Fasilitasi dapat berupa pendampingan pembelajaran mulai dari penyediaan lingkungan belajar hingga menemani anak belajar. Lingkungan belajar yang kondusif dibutuhkan dalam pendampingan, seperti media, alat dan bahan main, termasuk menentukan berbagai jalan untuk mendapatkan fasilitas tertentu dalam menunjang program belajar anak.

Role Model

  1. Orang tua menjadi panutan yang baik bagi anak;
  2. Contoh perilaku orang tua merupakan model yang dapat dilihat dan ditiru langsung oleh anak.
  3. Mediator berarti orang tua menjadi perantara untuk memahami suatu makna dan konsep dalam pembelajaran;
  4. Pembelajaran yang banyak dilakukan di rumah saat ini menuntut orang tua untuk dapat memediasi pembelajaran yang diberikan guru pada anak dengan baik

Mitra

  1. Berperan aktif dalam pendidikan anak-anak;
  2. Memahami kebutuhan anak-anak;
  3. Berperan aktif dalam membantu sekolah;
  4. Bekerja sama dengan sekolah dan orang tua lain untuk kepentingan pendidikan anak;
  5. Menyadari hak dan tanggung jawab orang tua terkait dengan pendidikan anak yang tercermin dalam kebijakan dan praktik sekolah;
  6. Memberikan pendapat dan saran untuk perbaikan sekolah.

Kenapa Penting Keterlibatan Orang Tua dalam Proses Belajar?

Tak hanya memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal, orang tua juga punya peran penting dalam pendidikan anak. Sebelum masuk ke sekolah formal, orang tua berperan dalam mengajarkan cara berbahasa, berkomunikasi, hingga menghitung sederhana. Lalu, ketika anak sudah masuk usia Sekolah Dasar (SD), peran orang tua tentu lebih banyak lagi. 

Peran dan keterlibatan orang tua adalah kunci sukses bagi pendidikan anak. Ketika orang tua terlibat, anak-anak jadi bisa lebih menaruh perhatian pada pekerjaan sekolah mereka, dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Dalam jangka panjang, hal ini tentu dapat memberi manfaat bagi kehidupan anak kelak.

Jadi, penting bagi orang tua untuk terlibat secara aktif dalam pendidikan anak-anaknya. Namun, bukan berarti memonopoli dan mengatur semua hal tanpa mempertimbangkan pendapat anak. Peran orang tua dalam pendidikan anak maksudnya adalah bagaimana orang tua mendukung dan memastikan anaknya menerima dan menjalani pendidikan yang berkualitas.

Diawal Tahun Ajaran Baru orang tua diundang untuk sosialisasi Program dari beberapa Garapan, Kurikulum, Kesiswaan, sarana prasarana dan Bidang Hubungan Masyarakat. disamping itu Orang tua dila dorong untuk ikut terlibat dalam Proses Belajar Anaknya. 

Manfaat Terlibatnya Orang Tua dalam Pembelajaran Manfaat untuk Sekolah:

  1. Kerja sama dengan orang tua dapat menciptakan iklim sekolah yang baik
  2. Pengaturan suasana sosial atau lingkungan belajar yang nyaman, terbuka, penuh empati dan memungkinkan warga sekolah terlibat dalam kerja sama yang baik dan membangun
  3. Kerja sama dengan orang tua dapat meningkatkan semangat kerja guru
  4. Hubungan yang baik serta adanya persamaan persepsi dalam melayani anak antara guru dan orang tua akan membuat guru semakin semangat saat bersama anak di sekolah.
  5. Peran orang tua dapat pendukung kemajuan sekolah
  6. Berkualitas tidaknya satuan pendidikan tergantung dari partisipasi aktif orang tua serta komunikasi yang baik yang terjalin

Manfaat Terlibatnya Orang Tua dalam Pembelajaran Manfaat untuk orang tua:

  1. Membuat orang tua terus belajar
  2. saat mendampingi anak, orang tuapun ikut belajar tentang banyak hal yang harus diketahui dan dilakukan anak.
  3. Meningkatkan harapan pada Anak
  4. orang tua memiliki keyakinan positif terhadap kemampuan anak
  5. Dapat menjalin kerja sama yang baik dengan sekolah
  6. terwujudnya tujuan bersama untuk membantu perkembangan anak yang optimal, memperbaiki pandangan terhadap sekolah

Manfaat Terlibatnya Orang Tua dalam Pembelajaran Manfaat untuk Siswa:

  1. Membangun dan meningkatkan kepercayaan diri anak
  2. Meningkatkan keinginan untuk belajar
  3. Terpantaunya perkembangan anak
  4. Meningkatkan perilaku positif
Berbagai Poster disampaikan, supaya orang tua menjadi sadar bahwa proses belajar siswa sangat dipengaruhi oleh peran serta orang tua. Adapun Poster yang disampaikan dalam Sosialisasi adalah:

Poster Mendorong  Keteribatan orang tua
dalam Proses Belajar Mengajar












Fhoto Kegiatan Sosialisai Program Sekolah yang Mendorong Keterlibatan 
Orang Tua Pada Proses Pembelajaran




Umpan balik dilakukan untuk memastikan sejauh mana  rekan guru memahami  penting nya Mendorong Keterlibatan Orang Tua dalam Proses Belajar.

UMPAN BALIK





Setelah menyimak Umpan balik saya semakin nyakin pentingnya mendorong keterlibatan Orang Tua dalam Belajar Siswa, Dimana manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh Peserta didik, Sekolah/ Guru dan Orang tua itu sendiri.

Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...