Rabu, 10 Februari 2021

 

Teknik Memasarkan Buku

Resume ke-16

Senin 8 Februari 2021

Oleh Ati Rohaeti


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh

Senin, 8 Februari 2021 jumpa lagi dengan Latihan Menulis PGRI, materinya kali ini “ Teknik Memasarkan Buku”. Tema ini di rancang sedemikian rupa agar penulis yang produktif tidak hanya membuat Buku tetapi hasil kerjanya harus bener-bener dikelola supaya mendapatkan hasil sesuai target yang diharapkan.

Dengan dipandu oleh Moderator yang tidak asing lagi yakni Bu Aam Nurhasanah, S.Pd dan Pemateri Bapa Agustinus Subardana Direktur Pemasaran Penerbit Andi.

Kilas balik pemasaran penerbit Andi  masa pandemi Covi-19. Penerbit yang bisa bertahan dan bertumbuh di tengah pandemi. Terbukti dengan dibukanya cabang representative di 120 titik di kota dan kabupaten di Indonesia.

Penerbit yang tangguh   bisa bertahan dan bertumbuh ditengah pandemi, tentunya memiliki strategi pemasaran yang diandalkan, sehingga berbagai tantangan dan kendala bisa diatasi dan dijadikan peluang untuk meraih penjualan yang maksimal.

Menentukan jenis buku dan mengklasifikasikannya merupakan  Strategi pemasaran penerbit Andi  selama ini.

Kemudian dalam Strategi Pemasaran  perlu memperhatika beberapa   faktor yaitu :

1.    Faktor mikro

o   Perantara

o   Pemasok

o   Pesaing

o   Masyarakat

2.    Faktor makro

o   demograsi

o   ekonomi

o   politik

o   hukum

o   teknologi

o   fisik

o   sosial budaya

 

Pemasaran bisa melauii serangan Udara (on line), maupun marketing Darat (off line), keduanya tentu memiliki  bidikan yang berbeda.

Melalui  Udara (on line) menghindari sentuhan fisik di masa pandemi. Marketing Darat  (op line), Pemasaran model ini bermanfaat karena: biaya lebih murah, jangkauan lebih luas, mudah menentukan target pasar berdasarkan kategori, komunikasi dengan konsumen lebih mudah, dapat menggunakan berbagai media sosial yang ada  sertta mudah dievaluasi dan dikembangkan

Hal yang harus diperhatikan dalam pemasaran Udara (on line) : proaktif promosi, mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang ada, menstabilkan penjualan dan meningkatkan pendapatan, mengembangkan keunggulan produk dari pesaing

Sedangkan dalam pemasaran Marketing Darat ( off line ) harus memperhatikan: pemetaan wilayah potensial untuk membuka cabang representative (stokist) pemasaran buku, menjalin kerjasama dengan jaringan toko buku di seluruh Indonesia, yaitu Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, dan toko buku yang lain., untuk dapat memasarkan di toko buku, harus juga diperhatikan tentang bagaimana memenangkan display, promo potongan harga, active selling di toko tersebut, menyediakan banner promosi, acrilic untuk menonjolkan produk buku, mengadakan promo buku yang sedang diminati.

Strategi Directselling juga diterapkan oleh Andi Offset. Directselling adalah memasarkan dengan memetakan jenis kategori buku yang diterbitkan.

Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini dibagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

1)   Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

2)   Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah

3)   Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

Dengan berbagai strategi,  Penerbit Andi  mampu bertahandan bertumbuh  di masa pandemi ini.

 

Sekian dan terima kasih

 

Salam Literasi

 

 

 

Sabtu, 06 Februari 2021

Mengelola Taman Bacaan Masyarakat

 

MENGELOLA  TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM)

Resume ke-15

Oleh Ati Rohaeti

 


Hampir setiap sudut rumah kami  terdapat buku. Sempat terlintas ingin mendirikan taman bacaan.

Tetapi belum juga kesampaian, terbayang  takala membereskan satu persatu buku mencari ke toko-toko buku sampai membeli dengan harga yang cukup tinggi. Disaat numpuk buku kewalahan buku bertambah terus dan susah untuk menata buku tersebut, akhirnya bersarang di  keranjang.

Malam ini Bapak  Bambang “ Mr. Bams” Purwanto, S.Kom mengingatkan saya tuk membuat Ruang baca, Perjalan mereka dalam mewujudkan impiannya wajib di tiru.

Mulai dari rumah halaman depan sampai seisi rumah penuh dengan koleksi buku tuk dijadikan taman baca masyarakat dan akhirnya membeli rumah khusu untuk taman baca masyarakat.

Kemudian koleksi buku dari 20 buku hingga 6000 buku. Wah hebat layaknya Perpustakaan Sekolah.  

Lalu bagaimana mengelola Taman Bacaan? Yu  kita simak Paparan Nara sumber yang hebat ini.

Taman Baca Masyarakat diberi nama TBM Ayah Salwa  ( Ayah Salwa adalah nama pendongeng untuk Mr. Bams /Pak Bambang) mjulai dijalankan pada tangggal 5 Oktober 2011. Bermula dari 20 buku anak dan majalah Bobo.

Perjalanan yang sangat panjang membiuat kesuksesan yang luar biasa. Penataan ruangan, penyusunan, logo Taman Baca, keterlibatan dengan Masyarakat antara lain dengan para pemuda, anak sekolah sampai berbagai kegiatan dilakukan di Taman Baca Masyarakat Pa Bambang.

Apa saja kegiatan di TBM

1. Baca buku

2. Pinjam buku

3. Mendongeng

4. Belajar menulis (TK/SD)

5. Belajar baca

6. Mewarnai

7. Menggambar

8. Menulis Puisi

9. Komputer

10. Internet

11. Main catur

12. Puzle

13. Pelatihan

14. Menulis resume


Dll


Pa Bambang banyak berbagi pengalaman mengelola Taman Bacaan Masyarakat dengan pelibatan anak-anak masyarakat sekitar, 10 tahun merintis Taman Baca Masyarakat dan akhirnya mendapat kesuksesan yang membagakan bagi pejuang Literasi’

Kesukses TBM Ayah Salwa

1. Bergabung dengan Forum TBM yang ada dari tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional.

2. Penghargaan Sabilulungan Award 2018 dari Bupati Kabupaten Bandung

3. Piala Juara 2  Pengelola TBM dalam Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Jawa Barat Tahun 2013

4. Piala Juara 1 Pengelola TBM Berprestasi Tingkat Jawa Barat Tahun 2013

5. Gedung Ruang Baca Masyarakat sudah terpisah dengan Rumah

6. Koeksi Buku semakin bertambah samapai 6000 buku saat ini

7. Banyak dikunjungi anak warga dan anak-anak sekolah dan kegiatan dengan Remaja

Cerita tentang pendirian TBM Ayah Salwa  :

Bagaimana perizinannya.

1. Awalnya hanya membuat izin tetangga.

2. Surat domisili dari Desa

3. Akte Pendirian dari Notaris

4. Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan Kab Bandung

 

Cara menarik minat anak membaca buku

Mulai dari diri sendiri. Di rumah perbanyak buku. Permudah akses buku dirumah. Biasakan membaca bersama. Bangun diskusi yang menarik bersama anak-anak di rumah

TBM masukanya ke Disdik bidang Pendidikan Non Formal. Kalau di sekolah tetap Perpustakaan.

Selama sepuluh tahun berkiprah sebagai Pengelola TBM Ayah Salwa banyak prestasi yang diraih,

 

Sekian terima kasih

 

 

Salam Literasi


Jumat, 05 Februari 2021

Ide Dalam Menulis

 

Ide Dalam Menulis

Resume ke 14

Oleh Ati Rohaeti

 


 

Rabu 3 Januari 2021 kembali berjumpa dengan pelatihan Menulis tema “ Ide dalam Menulis yang disampaikan oleh Bapak Agus Sampurna.

Diawal pemaparan narasumber memberikan clips sebagai provokasi pikiran bapak ibu sekalian di malam ini


 

Salah satu kendala dalam menulis adalah kurang ide dan gagasan. Terkadang datang di awal ataupun dikala kita sedang menulis. Tulisa tanpa ide dan gagasan serasa tidak bermakna, gersang yang jelas tidak ada pembaca jangankan mau membaca dan memberikan komentar, bahkan ditolehpun tidak. Ini sudah sering terjadi. Lain cerita  kalau share sesuatu yang tidak penting, grup selalu ramai.

Memang orang- orang hanya memperhatikan sesuatu yang menguntungkan atau berguna bagi dirinya. Jadi jangan paksa orang lain untuk menyenangi tulisan kita. Yang perlu diingat adalah menulislah dengan hati, mengeditlah dengan pikiran, tulislah yang simpel, menyenangkan, menakutkan, menegangkan, atau mendidik dan  menarik, sehingga seseorang pasti sudah siap dan menunggu tulisan kita.

Semua itu perlu berlatih dan bersabar, nanti akan datang saatnya ide dan gagasan  mencair dan mengalir sehingga tulisan sampai pada titik temu yang diharapkan.

Narasumber kali ini menjelaskan Prinsip menemukan ide dalam menulis :

1.   90% ide tulisan muncul ketika Anda tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan mengenai tulisan anda dan 10% keberhasilan menulis baru mengenai seberapa anda konsisten dalam menulis

2.        Menulislah dengan hati, mengeditlah dengan pikiran.

3.         Hambatan penulis terjadi ketika ia terlalu menghakimi diri sendiri saat mulai menulis.

4.   Mengedit sebuah tulisan adalah sebuah upaya pembersihan dan akan terasa membosankan serta bisa juga membuat frustrasi, tetapi juga bersifat terapeutik atau hal yang baik bagi kegiatan menulis anda. Mengedit seperti yang sering kita lakukan dalam kehidupan kita. Buang jauh yang tak perlu. Utamakan yang inti.

5.       Tiga prinsip dalam menulis.

a          Sederhanakan pesan Anda.
        Buatlah tulisan Anda menyenangkan, menakutkan, menegangkan, atau mendidik.
        Buatlah tulisan Anda begitu menarik sehingga seseorang pasti sudah gila untuk dibaca                    

6.         "Menulis dengan baik berarti berpikir dengan baik. Jika Anda tidak dapat menulis dengan baik, itu berarti Anda tidak dapat berpikir dengan baik. Tetapi menulis hanyalah langkah pertama. Menulis ulang juga penting. Dan ... apa itu menulis ulang? Menulis ulang adalah memikirkan ulang.ide tulisan anda" -(David Perell)

7.        Tulisan awal Anda akan seperti air kotor, tetapi semakin banyak Anda menulis, semakin bersih “air kreatif” Anda.

8.       Pisahkan kegiatan antara mencari ide dan menulis. Carilah ide dan buatlah daftar. Baru kemudian ambil satu persatu untuk anda tuliskan.

9.        Kegiatan mengedit tulisan sama pentingnya dengan menulis itu sendiri. Jika anda membaca tulisan di blog yang 'mentah' itu berarti nafsu si penulis hanya menerbitkan (posting) dan bukan mempersembahkan buah pikiran nya yang terbaik

10       Membuat sebuah judul tulisan adalah sebuah seni tersendiri. Teruslah berlatih.

11       konsisten lah dalam menulis, anda akan menemukan diri anda sebagai penulis saat anda konsisten

12    Jangan pernah berpikir untuk punya ide anda sendiri. lakukan ATM terus menerus amati tiru dan modifikasi. Penyakit seorang penulis adalah memaksa dirinya keluarkan hal yang asli produk dari dirinya. akibatnya ia malah tidak pernah menulis.

13    Bagaimana menjadi sosok yang berbeda di internet?cari keunikan anda, pelajari sebuah hal yang akan jadi brand anda, jika sudah punya brand lanjutkan dengan mengajarkan orang lain.

Penjelasan di atas merupakan prinsip yang hartus dipegang erat terutama bagi penulis pemula. Ingat kritik hanya akan mengundang kebuntuan dalam berkarya jika ditelan mentah- mentah. Menerima kritik dengan tetap menghargai pencapaian diri sendirilah yang paling penting.

Hal yang paling jelas adalah setiap jenis tulisan ada Penggemarnya. Namun ada pola umum dalam sebuah tulisan yang digemari orang. Ini konteksnya untuk penulisan di media online

1.      Judul menarik

2.      Tulisan tdk terlalu panjang

3.      Mengungkapkan sisi pribadi boleh saja. Namun saran saya hindari saja kecuali anda sudah sekelas @Wijaya Kusumah

4.      Kekinian

5.      Tulisan mengalir

Menulis berarti mengasah pikiran.

Kata mengasah disini anda berarti menyingkirkan hal hal yang membuat tulisan anda kurang tajam

Caranya dengan menempatkan proses mencari ide sama penting nya dengan proses menulis itu sendiri.

Hal lain adalah kegiatan mengedit tulisan berarti anda sedang memastikan bahwa pikiran anda sudah tajam untuk disampaikan pada pembaca,

 

Sekian dan Terima kasih

 

 

Salam Literasi

Komitmen Menulis di Blog

 

Komitmen Menjulis di Blog

Pelatihan Menulis Pertemuan ke 13

Senin,1 Februari 2021

Oleh: Ati Rohaeti

 

WhatsApp  Grup Peserta Kelas belajar menulis online gelombang 17 Pertemuan ke 13 sudah mulai hening.  Pembelajaran sudah saatnya dimulai. Namun yang ditunggu Narasumber Bapak Dwitagama belum juga masuk dan sampailah beliau berhalangan hadir. Syukur Penggantinya Bapak Wijaya Kusuma yang dikenal dengan panggilan Om Jay.

Tema yang di usung pada pertemuan ke-13 adalah "Komitmen Menulis Di Blog" Pemateri langsung  memberikan  pencerahan berkaitan penulisan di blog kepada seluruh peserta..

Om Jay mengawali kuliah malam ini dengan menampilkan website tentang pengumuman lomba blog PGRI  di bulan Februari 2021

Peserta Lomba Blog PGRI diharapkan membuat resume hasil karya sendiri dan akhirnya menjelma menjadi buka yang enak dibaca.Kita bisa menulis setiap hari karena peoses membaca setiap hari. Bila itu dilakukan terus menerus, maka membaca dan menulis akan menajdi sebuah kebutuhan seperti halnya makan dan minum.

Lomba ini meskipun di selenggarakan oleh Guru TIK, tetapi sebetulnya terbuka untuk guru mata pelajaran lain, Bagi Peserta Lomba  tulisan pertama harus sudah masuk tanggal 1 Februari   paling lambat  sampai  jam 24.00

Meneurut pengakuan satu dua orang peserta  belum sukses login ke YPTD, sehingga tulisan pertama terhambat lapor ke Link pengumpulan tulisan.

Sebenarnya menulis di blog akan membuat kita menjadi terbiasa, karena kita berlatih menulis setiap hari. Untuk menjaga konsistensi dalam menulis, biasanya melakukan olah kerja yang dibuat sendiri Karena itu PGRI membuat tantangan menulis setiap hari di bulan Februari tahun ini.

Dengan  dibantu kawan kawan yang luar biasa, dibuka kelas belajar menulis 40 jam dan belajar bicara 36 jam, Harapan  banyak guru bisa menulis di blog dan juga bisa bicara di depan umum

Dalam paparannya Om Jay optimis ada 50 buku lebih bisa diterbitkan di penerbit yayasana Pusaka Thamrin Dahlan bila kita komeitmen menulis selama sebulan ini. Akan ada 28 artikel yang siap menjelma menjadi sebuah buku yang indah dan enak dibaca. Bukunya terbit GRATIS dan ber-ISBN. Kawan-kawan hanya diminta untuk komitmen dan menjaga konsistensi dalam menulis.

Pada Sesi Tanya Jawab banyak materi yang  tergali terutama kaitannya ke lomba Blog bulan Februari seperti:

Pengumpulan naskah yang harus tepat waktu, bila lambat gagal, dan tidak bisa menjadi pememang, namun tulisannya masih tetap bisa dijadikan buku solo bila menulis 28 artikel atau lebih.

Tulisan dikirimkan Paling lambat jam 24.00 wib

Pertahankan gaya menulis kita dan jangan terpengaruh dengan gaya menulis orang lain

Strateginya banyak membaca tulisan orang lain dan banyak berlatih menulis dari apa yang disukai dan kuasai.

Untuk login di YPTD bisa menghubungi pak Nuryadi atau membaca tulisan bang dian kelana di https://terbitkanbukugratis.id/dian-kelana/08/2020/bagaimana-posting-di-blog-yptd/

Peserta Lomba terbuka  untik semua guru dan semua jenjang anggota pgri (tidak terbatas hanya guru TIK saja)


Sekian dan terima kasih

Salam Literasi

 

Rabu, 03 Februari 2021

Menulis dan Berbagi

 

Menulis dan Berbagi

Resume ke-12

Jumat, 29 Januari 2021

Oleh Ati Rohaeti




 
Assalamualaikum  Warohmatullohi Wabarokatuh

Jumat, 27 Januari 2021 sampailah pada Pelatihan Menulis pertemuan ke 12.  Materi yang akan disampaikan oleh guru hebat Pak Yulius Roma Patandean, S.Pd, Kelahiran 6 Juli 1988 ini adalah "Menulis dan Berbagi"

Pak Yulius Roma Patandean, S.Pd salah satu alumni kelas belajar menulis gelombang 8, yang bukunya sudah tembus 2 kali ke penerbit mayor

Senang sekali saya diberi kesempatan untuk bisa bergabung pada pertemuan ke 12 Pelatihan Belajar Menulis gelombang 17 ini.

Pelatihan menulis yang luar biasa, dikemas sedemikian rupa, sehingga peserta menghasilkan karya. Program Latihan  terstruktur dari pertemuan ke pertemjuan berikutnya, mengalir bagaikan menyusun  sebuah tema saling menguatkan, saling mengisi dan saling melengkapi.

Menulislah tanpa beban, seperti air yang mengalir dari ketinggian, di mana ia akan berhenti di tempat yang datar untuk menjadi satu kumpulan yang besar. Demikianlah kata demi kata yang kita tuliskan, sedikit demi sedikit, pada akhirnya akan terkumpul menjadi naskah yang bisa dibukukan.

Peserta pelatihan semakin paham ke mana arah yang akan dituju, yakni: yang pasti memiliki kumpulan Resume yang siap dipublikasikan di media sosal, siap mengedit  resume, siap menggabungkan menjadi satu draf buku dan siap mencari penerbit.

Setelah paham persiapan penerbitan dan berhasil cetak buku, program latihan menulis diarahkan untuk pembinaan motivasi dan komitmen menulis. Seperti pada pertemuan ke-12 kali ini “ Menulis dan Berbagi”

Pada dasarnya semua memiliki ide dan pengalaman yang bisa dituliskan. Kita memiliki karunia untuk menulis. Tinggal bagaimana mengolah kedua hal ini untuk menjadi penopang tulisan yang terstruktur menjadi sebuah buku.

Membuat resume adalah salah satu cara melatih keaktifan kita untuk menulis. Jadikanlah menulis resume adalah menu wajib sekaligus alarm bagi kita untuk konsisten menulis. Mengapa resume? Karena resume inilah yang paling mudah kita bahasakan saat kita mulai belajar menulis. Kontennya sudah ada, tinggal diolah dan diberi bumbu kreatifitas mengolah kata-kata sehingga bahasanya renyah untuk dibaca.

Pelatihan Belajar Menulis PGRI ini menjadi kewajiban yang harus bapak/ibu guru lakukan. Jika tiap resume menghasilkan masing-masing 5 halaman ukuran kertas A5, maka 20 resume sudah menghasilkan 100 halaman naskah buku.

Jadi, ayo selesaikan resume, dan segera miliki mahkota menulis, yakni hasil karya ber-ISBN yang akan diabadikan oleh negara di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Penerbitannya seputar penerbit Indie, ataupun penerbitan mayor. Seperti yang kita pahami sebelumnya bahwa penerbitan lebih mudah dibanding dulu.

Lalu kenapa menulis harus berbagi?

Berikut Buku-buku yang telah ditulis Narasumber Pak Yulius Roma Patandean, S.Pd, Kelahiran 6 Juli 1988 ini  merupakan ladang untuk berbagi,  yakni:

1.      Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020);

2.      Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi Transformasi Dunia (Penerbit ANDI, 2020);  

3.      Flipped Classroom (Penerbit ANDI, 2020);

4.      Antologi Puisi Rona Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit Oase Pustaka, 2020);

5.      Antologi Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari Rumah (Penerbit  Tata Akbar, 2020);

6.      Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit Pustaka Ilalang, 2020);  

7.      Tetesan Di Ujung Pena (Penerbit Eduvation, 2021).

 


Sesuai dengan pengalaman saya, membagikan praktik-praktik baik tentang menulis kepada orang lain adalah pemberi motivasi bagi saya untuk terus menulis. Walaupun harus diakui bahwa motivasi menulis teman guru itu berbeda-beda.

Selain membagikan tulisan di blog ke grup WA sekolah juga membagikan ke grup MGMP, Melalui grup MGMP mengkampanyekan untuk menulis jalan menuju  naik pangkat  lebih  cepat dan lebih bermartabat lewat karya tulis kita, salah satunya menulis buku ber-ISBN.

Berbagi pengalaman menjulis melalui gurp alumni, dan ke grup keluarga. Bahkan yang sangat motivasi bagi saya untuk terus menulis adalah berbagi dengan peserta didik.

Berbagi dengan peserta didik, komentarnya sangat baik dan yang pasti  virus menulis mulai mewabah di peserta didik.

 

Salam Literas

Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...