Selasa, 24 Desember 2024

KEGIATAN LIBUR

LIBUR TELAH TIBA

Sabtu 21 Desember 2024 sampai Sabtu, 4 Januari 2025 waktunya libur semester Ganjil Tahun Ajaran 2024-2025. Tidak ada kegiatan keluar yang ada adalah menunggu Anak dan Cucu-cucuku berlibur di Rumah Nini dan Aki.

Selain menunggu Anak dan Cucu-cucuku berlibur, saya tetep rutinitas keseharian di dapur, memanjakan diri berolah raga, sewaktu-waktu lihat aktivitas pelatihan Mandiri di PMM dan yang pasti mempersiapkan Administrasi Guru di Semester dua. 

Kegiatan refleksi sewaktu-waktu di laksanakan dengan harapan dapat melengkapi berbagai kekuarangan di semester ganjil dan memperbaiki hal-hal yang kurang di semester Genap/ semester ke-2.

Regulasi baru perlu diikuti, sehingga tidak terlalu ketinggalan perkembangan, sambil menunggu perubahan Implementasi Kurikulum Baru pada masa pemerintahan kementrian Baru.

Bagi saya perubahan itu tidak menjadi beban akan tetapi perlu dikaji lebih mendalam seperti halnya materi mana yang dipertahankan, ditambah atau dikurangi, bahkan diganti dengan yang baru.

Kaitannya dengan Kompetensi. Ada beberapa regulasi yang wajib kita ikuti yakni:

  1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional.
  2. Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 2626/B/HK.04.01/2023 tentang Model Kompetensi Guru.
  3. Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 0802/B.B1/HK.03.01/2024 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Guru, Jabatan Fungsional Pamong Belajar, Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah, dan Jabatan Fungsional Penilik.
Jadi meskipun kegiatan libur, tetap kita perlu mempersiapkan diri tuk masuk mendidik anak-anak Bangsa di semester berikutnya.


Selasa, 17 Desember 2024

LAPORAN PENGIMBASAN PSP

 REFLEKSI PENGIMBASAN PSP
SMP NEGERI 12 BANDUNG


Pengimbasan Implementasi Kurikulum Merdeka Program Sekolah Penggerak PSP SMP Negeri 12 Bandung dilaksanakan mulai Juni - Desember 2024. Adapun sekolah yang sasaran adalah SMP Indonesia Raya, SMP Muhamadiyah 2 dan SMP Bunga Bangsa. Agenda kegiatan kali ini Selasa 17 Desember 2024 adalah Kegiatan Refleksi Pengimbasan, yang dihadiri oleh Tiga orang guru dan Kepala sekolah dari Sekolah sasaran.

Dokumen Kegiatan Refleksi Pengimbasan
Selasa 17 Desember 202



Rabu, 11 Desember 2024

LAPORAN KOMBEL

 PENANGANAN KEKERASAN


Berbeda dari kegiatan Kombel sebelumnya, Kegiatan Kombel kali ini dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Desember 2024. Narasumber adalah Bapak Guru Hebat Kord. PANDAWA Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Satgas PPKSP Bapak Pathah Pajar Mubarok, S.Pd., M.Pd. Tema yang diusung adalah " Pemberian Layanan Pendampingan Bagi Satuan Pendidikan dalam Penanganan Kekerasan.

Acuan Pencegahan Pencegahan Penanganan Kekerasan dapat dilihaat pada Peraturan Mentri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia No 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Kekerasan di Satuan Pendidikan meliputi,  
  1. Setiap perbuatan, tindakan, keputusan terhadap seseorang. 
  2. Menimbulkan rasa sakit, luka atau kematian, penderitaan seksual/ reproduksi, berkurang atau tidak berpungsinya sebagian dan/ atau seluruh anggoota tubuh secara fisik, intelektual atau mental. 
  3. Hilangnya kesempatan mendapatkan pendidikan atau pekerjaan dengan aman dan optimal, pemenuhan hak asasi manusia, ketakutan, rasa percaya diri, kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, kerugian ekonomi, dan/ atau bentuk kerugian lain yang sejenis.
Kekerasan di Satuan Pendidikan melibatkan Peserta didik, Pendidik, Tendik, Warga Satuan Pendidikan Lain, Komite Sekolah.

Ada enan bentuk kekerasan:
  1. Kekerasan Fisik,
  2. Kekerasan Psikis;
  3. Perundungan;
  4. Kekerasan Seksual;
  5. Diskriminasi dan Intoleransi:
  6. Kebijakan yang mengandung Kekerasan; 
  7. Bentuk Kekerasan Lainnya.
Dampak Kekerasan pada Korban 
Fisik
  • Luka fisik, cendera, atau masalah kesehatan jangka panjang
  • Gangguan tidur, sakit kepala, atau gangguan makan.
  • Terganggunya Fungsi reproduksi, kehamilan, infeksi menular, Seksual (IMS)
Psikologis, 
  • Gelisah, tidak dapat duduk tenang, sulit fokus, mudah terkejut, tidak berseangat, dan kehilangan kepercayaan diri.
  • Gangguan psikologis seperti depresi, trauma, atau kecemasan yang didiagnosis oleh tenaga profesional kesehatan mental
Akademik (Peserta Didik)
  • Penurunan prestasi akademik
  • Absensi meningkat,
  • Kurangnya motivasi belajar dan partisipasi di kelas.
Sosial, 
  • Isolasi, sulit membangun hubungan inter personal, hungan memburuk.
  • Penurunan partisipasi dalam kegiatan, munculnya stigma dari lingkungan.
Produktifitas Kerja,
  • Penurunan produktivitas kerja.
  • Ketidak puasan terhadap lingkungan kerja, kurangnya motivasi mengikuti kegiatan sekolah.
  • Absensi yang meningkat

Tahapan Penanganan Kasus PPKSP


Dokumentasi Kegiatan




Refleksi dari Kegiatan Kombel Kamis, 12 Desember 2024, Kekerasan itu ternyata bentuknya ada enam bahkan tujuh bentuk, terkadang kita sebagai pendidik tanpa sadar melakukan kekerasan terhadap  Peserta Dididik tujuan awalnya adalah menerapkan disiplin, kejujuran, tanggung jawab, tangguh berani menanggung resiko (menanamkan karakter Baik), 

Dengan adanya sosialisasi Pencegahan dan penangan kekerasan di Lingkungan Sekokah, maka kita sebagai pendidik semakin terbuka wawasan akan pentingnya sebuah  pelayanan yang sangat prima. 







Rabu, 27 November 2024

LAPORAN BINTEK

 KEGIATAN BINTEK 
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL
25-26 NOVEMBER 2024



SMP Ar Rafi’ Drajat SMP Islam Pertama di Indonesia yang Telah Meraih Predikat Google Reference School dalam Kegiatan  Bintek Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Digital yang berlangsung tanggal 25-26 November 2025 hadir dan berbagi kesuksesannya dalam kemasan Materi yang sangat menarik dan sangat ditunggu-tunggu oleh para pendidik. Materi yang di suguhkan, yakni  di hari pertama Senin, 25 November 2024  adalah:

  1. Pengenalan Chromebook
  2. Pembuatan Games Pembelajaran dengan Google Slide
  3. Pembuatan Prompt Gemini Ai
  4. Pembuatan Rubrik dengan Google Spreadsheet

Pertemuan ke-2 Selasa, 26 November 2024 perserta langsung dibawa join ke Google Classroom dengan berbagai tugas:

Membuat modul ajar digital yang berkualitas menggunakan Google Workspace for Education. Modul ini akan menjadi bukti nyata kemampuan Anda dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan proses pembelajaran. Lengkap  dengan LKPD

Buka Google Slide untuk membuat games pembelajaran dengan langkah sebagai berikut: Membuat rubrik penilaian sesuai mapel kelompok menggunakan : https://gemini.google.com/ ! Dengan langkah kegiatan sebagai berikut:Masukan prompt gemini sesuai dengan rubrik yang akan dibuat! Covert hasil rubrik pencarian Gemini menjadi format spreadsheet beri nama sesuai mapel, lalu share ke heri@smparrafidrajat.sch.id dan email teman!

Buat tabel rubrik penilaian dengan bagian tabel sebagai berikut : No, Nama Peserta Didik, NISN, Rubrik Penilaian (jumlah cell sesuai dengan rubrik yang dibuat), Jumlah Nilai, dan Rata-rata Nilai!

  • Isi nama peserta didik sesuai dengan daftar nama di file referensi (terlampir)!
  • Pindahkan rubrik penilaian yang sudah dibuat menggunakan fungsi : =transpose (range), Kemudian masukkan data validasi pada cell di setiap rubrik penilaian sesuai dengan performa penilaian!  
  • Masukan fungsi : =sum(range) untuk menghitung jumlah nilai dan =average(range) untuk menghitung rata-rata nilai!
  • Hasil nilai rata-rata yang dibuat akan otomatis masuk ke file referensi  : Dashboard Adm Wali Kelas!
  • Silahkan presentasikan hasil rubrik penilaian kepada kelompok lain!Tugas ini merupakan tugas MGMP dan harus dikerjakan secara berkelompok.
Alhamdulillah tugaa tugas dapat dikumpulkan tepat waktu,  terakhir peserta Bintek diberi tugas untuk
Refleksi. Kegiatan penugasan itu masih berada di Google Classroom.dengan Feedback Bintek Pembuatan Konten Digital Disdik Kota Bandung. 

Adapun Kesan Bintek adalah kami di ingatkan dengan Chromebook yang penggunaannya masih sebatas Ujian. Selain itu  Pembuatan Prompt Gemini Ai yang dapat digunakan untuk pembuatan Modul Ajar, Games dan Penilaian (Administrasi Pembelajaran).

Pesan kami adalah adakan bintek lanjutan sehingga Peserta Bintek akan lebih mahir lagi dalam pembuatan Administrasi Berbasis Digital.


Kamis, 14 November 2024

KEGIATAN KOMBEL(6)

 REFLEKSI KEGAITAN KESISWAAN DAN
KURIKULUM

Jumat 15 November 2024 kembali melaksanakan Kegiatan Komutas Belajar di SMP Negeri 12 Bandung dengan dimoderatori oleh Bapak Guru Hebat M. Jiva Agung Wicaksono, M.Pd. Beliau adalah mengampu Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, Ketua Kombel.dan tugas Tambahannya sebagai Staf Wakasek Kurikulum dan CGP Angkatan Pertama di SMP Negeri 12 Bandung.

Dengan diawali Laporan Kegiatan Bidang Kesiswaan, dilanjut Bidang Kurikulum kaitannya dengan Agenda Kunjungan dan Pelaksanaan Expo P5. Berakhir dengan Kegiatan Diseminasi Kompetensi sosial emosional yang disampaikan oleh Ibu Ria Lestari, M.Pd. dan Lulu Mustikaning Apsari, S.Pd.

DOKUMENTASI KEGIATAN KOMBER
15 NOVEMBER 2024


Setelah mengikuti kegiatan Kombel secara rutin, alhamdulillah banyak pembelajaran sehingga apapun kegiatannya baik terjadwal ataupun situasional dapat terlksana dengan baik.Ingat bahwa kita semua adalah sebuah tim yang solid satu dengan lainnya sangat membutuhkan dan perlu adanya kekompakkan demi Sekolah tercinta SMP Negeri 12 Bandung.yang endingnya adalah pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan Peserta didik. 

Salam sehat tetap semangat teman.


Selasa, 12 November 2024

PEMBELAJARAN INKLUSIF(1)

 ADAPTASI KURIKULUM


Meskipun implementasi Sekolah Inklusi masih berbenah, kata kunci utamanya adalah  peserta didik tanpa terkecuali dapat belajar dan perbedaan menjadi kekuatan dalam mengembangkan potensinya. Selain itu kehadiran peserta didik berkebutuhan khusus di kelas  bisa berpartisipasi dan diterima di lingkungan satuan pendidikan. 

Apa saja yang harus dilakukan oleh Pendidik? Hal-hal yang perlu dilakukan Pendidik adalah:

  1. Menyadari hak-hak disabilitas. Sampai saat ini, orang dengan disabilitas masih mengalami stigma, stereotip, dan diskriminasi dari masyarakat
  2. Memastikan tenaga pendidik dilatih dengan baik
  3. Menciptakan ruang aman bagi siswa
  4. Melibatkan peran seluruh komunitas.

Dalam pelaksanaan pendidikan inklusif,  Saya sudah mendapatkan materi Khusus dalam PMM :

  1. Pendidikan Inklusif (SMP Kemitraan dengan UNICEF)
  2. Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar)
  3. Pembelajaran dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

Bukti Aksi  Nyata dapat dilihat di bawah ini, 


Belajar mengenal Pembelajaran iklusif, dilakukan juga di Komunitas Belajar (KOMBEL) SMP Negeri 12 Bandung secara berturut-turut pada tanggal: Jumat, 18 Oktober 2024, Jumat, 25  Oktober 2024, dan Jumat, 2 November 2024. Materi Komber seputar Pendidikan inklusif, yakni:

  1. Konsep Dan Kebijakan Pendidikan Inklusif  https://atirohaeti67.blogspot.com/2024/10/konsep-pendidikan-inklusif-agenda.html
  2. Identifikasi Peserta Didik. https://atirohaeti67.blogspot.com/2024/10/mengidentifikasi-peserta-didik-kegiatan.html
  3. Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar) https://atirohaeti67.blogspot.com/2024/10/kegiatan-kombel-5.html 

Ada hal yang perlu dipersiapkan oleh kita sebagai pendidik antara lain adalah kegiatan Adaptasi kurikulum terkait dengan penyesuaian isi, materi atau kompetensi yang dipelajari peserta didik. Pada adaptasi kurikulum guru dapat melakukan penambahan keterampilan untuk mengganti agar dapat menguasai kompetensi yang diharapkan atau mengganti dengan kompetensi lain yang setara. Adaptasi lain yang dapat dilakukan guru adalah dengan melakukan penyederhanaan kompetensi yang hendak dicapai. 

Proses penyederhanaan tergantung pada kemampuan awal, kondisi, dan modalitas belajar peserta didik berdasarkan hasil asesmen. Dalam proses adaptasi kurikulum satuan pendidikan harus:

  1. Fleksibel dan inovatif; 
  2. Memastikan perkembangan kebijakan sekolah inklusif; 
  3. Membuat penyesuaian kurikulum, membuat perencanaan untuk seluruh kelas, menetapkan tujuan pengajaran yang terbuka dan jelas, menggunakan alternatif metode pengajaran, menggunakan teknologi yang tepat, dan membuat persiapan terlebih dahulu; 
  4. Memastikan kemudahan lingkungan fisik dan mengembangkan lingkungan satuan pendidikan yang mendukung; dan  
  5. Mengembangkan kerja sama dengan bekerja bersama dalam tim. 
Penerapan adaptasi kurikulum dan instruksional dapat dilakukan dengan model: 
  1. Eskalasi/akselerasi: program percepatan dan perluasan dalam hal waktu dan penguasaan materi. Model ini terutama diterapkan bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa, serta memiliki kecepatan belajar yang luar biasa.  
  2. Duplikasi: Model duplikasi artinya kurikulum yang digunakan untuk PDBK sama dengan kurikulum yang digunakan peserta didik pada umumnya yang non-PDBK. Mungkin hambatan yang dialami tidak terlalu berat sehingga masih dapat mengikuti kurikulum yang berlaku di satuan pendidikan tersebut. 
  3. Simplikasi atau modifikasi: kurikulum umum dimodifikasi, disederhanakan tanpa harus menghilangkan substansi, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan PDBK. Modifikasi dan penyederhanaan kurikulum dapat dilakukan dalam salah satu atau lebih dari hal-hal berikut, yaitu tujuan, isi, metode dan cara penilaian. 
  4. Substitusi: beberapa bagian dari kurikulum umum diganti dengan sesuatu yang kurang lebih setara. 
  5. Omisi: beberapa aspek tertentu kurikulum umum sebagian besar ditiadakan menyesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus. Mereka dapat dibuatkan kurikulum khusus yang bersifat individual berdasarkan hasil identifikasi dan asesmen.
Saya mencoba untuk melakukan Adaptasi Rencana Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila, Kelas VII Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2024-2025

Dokumentasi Adaptasi Rencana Pembelajaran
Pendidikan Pancasila Kelas VII



Kegiatan Kombel 
Pendidikan Pancasila SMP Negeri 12 Bandung


Saya sebagai Guru pengajar di kelas ABK tentunya mempunyai kewajiban untuk bergerak cepat melakukan Adaptasi Kurikulum sesuai dengan Mata pelajaran yang diampu



Selasa, 05 November 2024

 MENYESUAIKAN LINGKUNGAN BELAJAR UNTUK
 PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS


Pembelajaran  di Kelas 7 A sangat unik dan menarik, rasanya lengkap sudah dengan keberagaman karakteristik peserta didik termasuk Peserta Dididk Berkebutuhan Khusus.

Bicara Peserta didik Berkebutuhan Khusus, Setelah   di identifikasi  saya memperoleh Peseta didik dengan hambatan fisik motoric, Peserta didik dengan hambatan intelektual dan Peserta didik dengan hambatan penglihatan. Ketiga Anak tersebut dipastikan dapat belajar sesuai dengan kondisi masing-masing.

 Untuk Peserta didik dengan hambatan penglihatan diposisikan untuk duduk di paling depan bersamaan dengan peserta didik dengan hambatan fisik motoric. Sementara untuk Peserta didik dengan hambatan intelektual sejauh ini diupayakan  terus berkoordinasi  dengan wali kelas dan Guru BK agar tidak salah dalam mengambil tindakan.

Saya coba membuat perlakuan khusus untuk Ananda Mochamad Aldifi Tegarajasa Dia anak periang dan banyak di sayang teman-temannya. Tugas-tugas dikerjakan dengan rapi dan tepat waktu meski dilakukan dengan menggunakan kaki kirinya. Tegar sangat cerdas dan mampu berbicara  pengalaman dan cita-cita di depan orang banyak 

Sesuai dengan namannya tegar adalah sosok anak yang sangat tegar dia  adalah anak ke-2  dari tiga bersaudara. Anak tunadaksa  hambatan fisik motoric yang berhasil meraih gelar Aktor Terbaik di BaliMakarya Film Festival Internasional (BFFI) 2022. 

Di bulan Agustus 2024 sampai Akhir September 2024 Tegar dengan Teman di Papua mempersiapkan Flm yang ke-dua. Tugas-tugas dari sekolah dikerjakan di sana di sela kegiatan shootingnya.

Tidak sampai di sana Tegas dibawa terbang ke Cina dan ke Turki untuk Festival Film Tegar. PR kami di sekolah adalah sejauh mana sekolah menyiapkan sarana prasarana untuk pembelajaran Tegas yang  memiliki potensi yang sangat hebat tersebut.

Saya selaku pengajar Pendidikan Pancasila memantau Tegar dari segi tugas, pasilitas Banku dan duduk paling depan. Pembelajaran di ikuti dengan baik tanpa terkendala.

Fhoto Kegiatan Upacara
Tegar Baris Garda Terdepan




Tegar Saat Mengerjakan Tugas Menyimak Hasil Amandemen Ke-3
UUD Negara Republik Indonesia

Foto Kegiatan Belajar Pendidikan Pancasila
Selasa 5 November 2024

Melihat perhatian  saling membantu dan saling memaklumi diantara para siswa dan tentunya dengan keuletan dan ketekunan Guru-gurunya. Saya merasa  optimis adaptasi Pendidikan Inklusif dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Kita lihat bagaimana Umpan Balik Rekan teman sebaya Mochamad Aldifi Tegarajasa, dapat di simak di bawah ini

Umpan Balik Rekan teman sebaya 
Kls 7 A





Umpan Balik Rekan teman sebaya di kelas 7 A sangat mendukung sekali pembelajaran Inklusi, terbukti Pengelolaaan Kelas, metode, materi, sumber belajar dan partisipasi keterlibatan pesertadidik dari berbagai latar belakang di dalam kelas  sudah cukup baik 









Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...