Kamis, 25 Januari 2024

BERBAGI PRAKTIK BAIK

 AKTIVITAS PENGUATAN LITERASI PADA ELEMEN
UNDANG-UNDANG DASAR NERAGA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945




Pengertian Literasi Dalam arti sederhana  adalah kemampuan membaca dan menulis namun seiring dengan perkembangan zaman literasi tak hanya soal membaca dan menulis. Literasi juga diartikan sebagai kemampuan berbicara berhitung memecahkan masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, memahami dan menggunakan potensi kemampuan diri atau sering disebut Literasi Dasar yang meliputi: baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial dan budaya kewargaan.

Kali ini yang akan dibahas adalah Literasi  membaca menulis dan berbicara yang sangat penting bagi setiap individu termasuk siswa, kemampuan literasi yang baik akan membantu siswa dalam proses belajar dan meningkatkan kemampuan akademis mereka oleh karena itu,  meningkatkan literasi siswa harus menjadi prioritas dalam pendidikan hal ini harus menjadi perhatian dari guru pendidik serta orang tua atau wali siswa.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dicoba oleh pendidik untuk meningkatkan literasi siswa. Pertama, memperkenalkan kebiasaan membaca sejak dini. Kebiasaan membaca yang dibangun sejak dini akan membantu siswa menjadi lebih terbiasa membaca dan memperluas wawasan mereka. Orang tua dan pendidik dapat memberikan buku-buku yang sesuai dengan usia dan minat siswa untuk membantu mereka membangun kebiasaan membaca.

Kedua, membuat lingkungan belajar yang kondusif, lingkungan belajar yang kondusif dapat membantu siswa fokus dan nyaman dalam proses pembelajaran.  Orang tua dan pendidik dapat membantu membuat ruangan kelas yang menarik dengan menyediakan peralatan belajar yang memadai seperti buku-buku papan tulis dan komputer.

Ketiga, menggunakan teknologi dalam pembelajaran, teknologi dapat membantu siswa menggunakan literasi mereka orang tua dan pendidik dapat menggunakan perangkat lunak dan aplikasi yang menarik untuk membantu siswa belajar membaca dan menulis dengan lebih mudah dan menyenangkan namun sebagaimana pedang bermata dua penggunaan teknologi seperti membuat dan perangkat lunak yang memiliki efek negatif ,selain itu memberikan Efek positif karena itu pengawasan yang baik harus tetap dilakukan agar siswa mendapat efek positif dari penggunaan teknologi itu.

Keempat, pemberian tugas menambah literatur bacaaan, dengan pemberian tugas menambah literatur bacaan dan dapat membantu siswa dalam mengembangkan wawasan serta  pemahaman akan Tujuan Pembelajaran  yang sedang dijadikan kajian kelas.

Kelima, mendorong diskusi dan refleksi, dengan diskusi dan refleksi dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang mereka baca. Orang tua dan pendidik dapat mengajak siswa berdiskusi tentang buku atau artikel yang mereka baca serta membantu mereka merumuskan pertanyaan dan opini mereka sendiri.

Keenam, memberikan umpan balik dan dukungan umpan umpan balik  dari pendidik sangat penting untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan literasi mereka. Orang tua dan pendidik dapat memberikan umpan balik yang kondusif dan memberikan dukungan pada siswa dalam proses belajar. 

Adapun manfaat literasi adalah membantu anak dalam memahami orang lain dan lingkungan sekitarnya membantu anak agar dapat menyampaikan pikiran dan perasaan kepada orang lain menumbuhkan minat anak terhadap keaksaraan dan munculnya sikap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di jenjang pendidikan selanjutnya.

Kali ini saya akan memaparkan Aktivitas penguatan Literasi pada Pada Materi PPKn Fase D di kelas VIII B Elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,  Awal mula literai adalah membaca lima belas menit sebelum belajar. 

Dengan berbagai upaya seperti, menyediakan buku-buku yang menarik, pojok baca, silang membaca dengan teman, membuat resensi. dengan cara seperti ini para siswa mulai beranjak suka membaca
.
Fhoto Kegiatan Siswa Saat Membaca di Pojok
Baca


Literasi mulai diimplementasikan pada semua mata pelajaran, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Pancasil yang saya ampu. Seperti apa mari kita lihat langkah pembelajaran yang dilakukan saya yakni Aktivitas penguatan Literasi pada Pada Materi PPKn Fase D di kelas VIII Elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bahan Tayang Materi PPKn Fase D di kelas VIII C  Elemen 
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


Untuk mengimplementasikan Literasi dalam pembelajaran siswa di bagi menjadi empat kelompok dengan anggota enam sampai tujuh orang siswa, tiap kelompKerok bertugas mempelajari Amandemen UUD Negara Republik Indonesia 1945. Hasilnya bisa kita lihat pada dokumen di bawah ini.

Dokumentasi Hasil Kerja 4 Kelompok Belajar PPKn
Kelas 8 C


Nuansa Kelas dalam Kelompok 
Belajar PPKnKelas 8 C


Dengan strategi Implementasi Literasi dalam pembelajaran PPKn, pembelajaran lebih bermakna dan terbukti saat siswa menyampaikan hasil kerja kelompok, ternyata bahasa anak mudah dipahami bahkan tutor teman sejawat lebih lancar ketimbang dengan guru yang mereka rasakan sangat kaku.

Refleksi saya adalah  dengan proses Literasi proses belajar sangat menyenangkan dan mendapat informasi, dalam bentuk pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang kemudian menangkap dan mengolah nilai-nilai yang terkandung dalam informasi tersebut secara kritis dan mengkomunikasikannya dengan berbahasa lisan, tulisan ataupun multimedia. 

Selanjutbya mari kita simak bagaimana siswa menyampaikan pendapat dan umpan balik diakhir pembelajaran yang  sangat semarak ini.






Itulah sekilas Implementasi Literasi pada peajaran PPKn, mudah-mudahan literasi terus membudaya dikalangan peserta didik kita. 

Salam Literasi. 















Sabtu, 20 Januari 2024

BERBAGI PRAKTIK BAIK

 KESIAPAN SMP NEGERI 12 BANDUNG
DALAM PELAKSANAAN PROJEK SEMESTER GENAP 
TAHUN PELAJARAN 2023-2024


Profil Pelajar Pancasila berperan sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan Pendidikan termasuk menjadi acuan untuk para pendidik dalam mengembangkan karakter serta kompetensi peserta didik.

Profil Pelajar Pancasila merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pernyataan ini memuat tiga kata kunci belajar sepanjang hayat, kompetensi, dan nilai-nilai Pancasila. Hal ini menunjukkan adanya kepatuhan antara penguatan identitas khas bangsa Indonesia yaitu Pancasila sebagai rujukan karakter Pelajar Pancasila dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan sumber daya manusia Indonesia dalam konteks perkembangan abad 21. Oleh karena itu sederhananya Profil Pelajar Pancasila adalah seperangkat kompetensi yang diharapkan tercapai oleh pelajar Indonesia. Profil Pelajar Pancasila digali dari nilai-nilai Pancasila dan kebutuhan abad 21

Profil Pelajar Pancasila meliputu enam elemen, pertama beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha dan berakhlak mulia. kedua Mandiri, ketiga bergotong royong, keempat berkebhinekaan Globa,l kelima bernalar kritis dan terakhir ke-enam  kreatif.

Adapun Tema-tema Penguatan Project Profil Pelajar Pancasila (P5) terdiri dari: (1) adalah kearifan lokal, (2) rekayasa dan teknologi,  (3)  kewirausahaan, (4) bineka Tunggal Ika, (5) gaya hidup berkelanjutan dan 6 bangun jiwa Raganya dan  ke-7  suara demokrasi.

Sekolah diberikan fleksibilitas untuk menentukan cara menjalankan proyek-proyek tersebut, sehingga sekolah wajib: membentuk tim fasilitator P5 sendiri,  mengidentifikasi tingkat kesiapan sekolah, merancang dimensi,  tema, alokasi waktu, menyusun modul proyek dan  merancang strategi pelaporan hasil proyek

Kali ini saya akan mencoba mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan di mana kepala sekolah bersama tim fasilittor merefleksikan dan menentukan tingkat kesiapan satuan pendidikan.

Cara mengidentifikasi kesiapan sekolah untuk melaksanakan Project diantaranya pertama seberapa banyak pendidik yang pernah melaksanakan pembelajaran berbasis Project,  ke-dua Apakah pembelajaran berbasis proyek sudah menjadi kebiasaan sekolah, ke-tiga Apakah Project sudah terjadi lintas disiplin dan ke-empat sekolah memiliki sistem yang mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis Project selanjutnya apakah sudah ada keterlibatan Mitra

Setelah melihat identifikasi kesiapan satuan pendidikan ternyata sekian langkah sudah terpenuhi artinya Sekolah siap di tahap lanjutan dan bahkan direkomendasikan untuk menjadi  mentor  sekolah tahap awal dan tahap berkembang.

Dokumen Kesiapan Satuan Pendidikan
dalam Melaksanakan P5


Sosislisasi Tim Projek


Bapak Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah
dalam Kegiatan Sosialisasi Project P5


Ketuan Project dalam Kegiatan 
Sosialisasi Project P5


Koordinator P5 Kelas VII


Koordinator P5 Kelas VIII


Sosialisasi P5 Terhadap Guru


Sosialisasi P5 Terhadap Guru


Sosialisasi P5 di Kelas VII


Sosialisasi P5 di Kelas VIII


Sosialisasi P5 di Kelas IX

Tema yang diusung di Kls VII

  1. Gaya Hidup berkelanjutan, Budidaya Tanaman (Iman dan Takwa)
  2. Tema Kewirausahaan (Keluwesan berpikir) Kretivitas dan bergotong royong

Tema yang diusung di Kls VIII

  1. Bangun jiwa Raga (Mengenal dan mengidentifikasi Pola Kesehatan)
  2. Kewirausahaan

Tema yang diusung di Kls IX

  1. Bhineka Tunggal Ika 
  2. Suara Demokrasi 

Dokumen Umpan Balik







Kesiapan Pelaksanaan P5 di SMP Negeri 12 Bandung, terlihat  sudah begitu matang dan kemudian supaya persiapan dapat direalisasikan ke proses pelaksanaan P5, maka diadakan sosialisasi. Adapun sosialisasi pertama dimatangkan di tim Project, kemudian di tataran Guru dan siswa.

Kesiapan terlihat dari Banyak pendidik yang pernah melaksanakan pembelajaran berbasis Project, Pembelajaran berbasis proyek sudah menjadi kebiasaan sekolah, Project sudah terjadi lintas disiplin, Sekolah memiliki sistem yang mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis Project, dan Sudah ada keterlibatan dengan Mitra.

Mudah-mudahan hasil dari Pelaksanaan P5 di SMP Negeri 12 Bandung berjalan lancar sesuai dengan harapan, dan endingnya bukan sekedar produk akan tetapi proses yang bermuara pada penguatan Karakter Profil Pelajara Pancasila.

Yuk mari sukseskan Pelaksanaan P5!





















Kamis, 04 Januari 2024

REFLEKSI HARIANKU

 DENGAN MEMANTASKAN DIRI SEBAGAI PENDIDIK PROFESIONAL


Sebagai pendidik mutasi dan rotasi adalah sesuatu hal yang biasa, yang terpenting dimanapun kita bertugas selalu memantaskan diri menjadi Tenaga Pendidik yang Profesional. Apa saja upaya memantaskan diri tersebut? yakni: Mengikuti aturan atau regulasi saat dimana kita bertugas; Berusaha untuk selalu menampilkan prilaku mendekati Standar Ideal, Memelihara Citra baik sebagai tenaga Pendidik yang Profesional, Memanfaatkan setiap kesempatan pengembangan diri sebagai Pendidik yang Profesional, Menjaga kualitas dan cita-cita Profesi. dan terakhir adalah memiliki rasa bangga terhadap profesi yang disandang.

Mengikuti aturan atau regulasi saat dimana kita bertugas, pribahasa mengatakan dimana kita berpijak disanalah langit dijungjung. Sesekali jangan melawan arus ikuti aturan yang dilaksanakan di tempat bertugas. Dengan cara itu kita akan diterima dan akan nyaman tentram mengikuti irama sesuai degan norma aturan yang ada.

Memanfaatkan berbagai peluang atau kesempatan pengembangan diri sebagai Pendidik yang Profesional. Banyak cara yang ditawarkan atau disediakan baik oleh lembaga resmi ataupun lebaga swasta yang konsen dengan Pendidikan untuk melakukan Pengembangan diri. Bahkan tidak tanggung-tanggung dilakukan dengan gratis. Tinggal kita mau dan mampu memilih mana pengebangan diri yang urjen dan mana yang bisa ditunda, mengingat banyaknya jadwal yang begitu padat. Tunggu apa lagi, segera ikuti pengembangan diri jangan sampai kita tertinggal oleh orang lain.

Kemudian Berusaha untuk selalu menampilkan prilaku mendekati Standar Ideal, Pendidik harus memiliki standar Kualifikasi baik dari segi Pendidikan ataupun dari segi Kompetensi. Dengan dilengkapinya standar ideal tersebut Pendidik akan merasa percaya diri.

Memelihara Citra baik sebagai tenaga Pendidik yang Profesional, dengan mematuhi Kode etik  sebagai pendidik, kita dibimbing untuk tetap menjaga dan memelihara citra baik sebagai pendidik yang profesional.

Menjaga kualitas dan cita-cita Profesi. Mencerdaskan anak bangsa itu adalah cita-cita kita sebagai pendidik. Memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan potensi sehingga dapat memperoleh prestasi sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Keseukses peserta sidik adalah kesuksesan kita sebagai pendidik. Perlu diingat bahwa kita sebagai pendidik memiliki cita-cita bahwa peserta didik memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap atau karakter profil pelajar Pancasil. 

Rasa bangga terhadap profesi yang disandang, diharapkan kita sebagai pendidik profesional memiliki rasa percaya diri  ditunjukkan dengan penghargaan dan pengalaman diri masa lalu, berdedikasi dengan tugas-tugas sekarang dan menyakini akan potensi kita bagi perkembangan di masa yang akan datang dan  tatap masa depan lebih hebat dan lebih bahagia.

Kembali ke rotasi atau mutasi. Pastinya dipandang sebagai hal yang kurang menyenangkan karena harus keluar dari jona aman dan nyaman, untuk mulai merintis hal-hal yang baru di tempat baru. Ini adalah refleksi Harianku diawal tugas Mulai Tanggal 8 Januari 2024 di SMP Negeri 12 Kota Bandung.


Kegiatan awal mulai menata diri dengan pelan tetapi pasti, karena bukan hal yang baru di pekerjaan tetapi memang lingkungan yang serba baru. 

Bagaimana teman sejawat merespon terhadap prilaku dan sikap saya dalam keseharian selama Hari-hari pertamaku, bisa dilihat dari umpan balik di bawah ini.

Dokumen Umpan Balik Rekan teman Sejawat






Mari kita semangat memantaskan diri sebagai pendidik yang profesional ditunjukkan dengan penghargaan dan pengalaman diri masa lalu, berdedikasi dengan tugas-tugas sekarang dan menyakini akan potensi kita bagi perkembangan di masa yang akan datang.

Semangat dan sukses Teman-teman!




Jumat, 29 Desember 2023

REFLEKSI DI AKHIR TAHUN

 SEBUAH PENANTIAN VALIDASI DI PMM


Platform Merdeka Mengajar (PMM) ini sebuah penantian manakala muncul topik baru itulah sesuatu yang penting bagi saya sebagai pendidik. Ekosistem PMM Memudahkan Pendidik Mengakses Informasi, Referensi serta Impirasi. Untuk itu jadilah kita sebagai pengguna PMM yang setia dan selalu merindukan sesuatu yang baru.

  1. Kurikulum merdeka:
  2. Merdeka belajar:                     
  3. Perencanaan pembelajaran SMP/paket B.:                 
  4. Asesmen SMP /SMK /paket B-C:
  5. Kriteria  Ketercapaian Tujuan Pembelajaran ,
  6. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SMP/Paket B
  7. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SLB
  8. Diferensiasi dalam Pembelajaran (SMP-SMA/Paket B-C)
  9. Profil pelajar Pancasila
  10. Perencanaan Berbasis Dara di Satuan Pendidikan
  11. Rapor pendidikan Sebagai Sumber Data Perencanaan
  12. Perencanaan Berbasis Data Identifikasi-Refleksi dan Benahi
  13. Refleksi diri
  14. Disiplin positif
  15. Bimbingan Konseling,  dan layanan Dasar             
  16. Bimbingan  dan Konseling : Layanan Peminatan dan Responsif
  17. Iklim Sekolah Aman Mencegah Perundungan
  18. Iklim Sekolah Aman Mencegah Kekerasan Seksual
  19. Iklim Sekolah Aman Mencegah Intolerasi
  20. Supervisi Akademis
  21. Fasilitator Pembelajaran
  22. Wawasan Kebhinekaan Global (SMP) Kemitraan dengan PUSPEKA
  23. Pendidikan Ketrampilan Hidup (PKH) SMP Kemitraan dengan UNICEP
  24. Pendidikan Inklusif (SMP) Kemitraan dengan UNICEP
  25. Pengelolaan Kesehatan Mentruasi SMP  Kemitraan dengan UNICEP
  26. Gizi Remaja SMP Kemitraan dengan UNICEP
  27. Komitas Praktisi
  28. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Contoh Praktik
  29. Toals online untuk pembelajaran Aktif (Kemitraan dengan Inovasi)
  30. Numerasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  31. Literasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  32. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Mahir (Part 1)
  33. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Siap (Part 1)
  34. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Berkembang (Part 1)
  35. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Awal (Part 1)
  36. Tahap Perkembangan Peserta Didik Jenjang SMA/K (Usia 15-18 Tahun)
  37. Tahap Perkembangan Pesertadidik Jenjang SMP (12-15 Tahun)
  38. Numerasi: Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
  39. Kurikulum operasional satuan pendidikan: Kenali
  40. Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka (Kemitraan dengan HP Indonesia dan V&V Communications)
  41. Semangat Guru 3: Merdeka Mengajar denganKompetensi Nonteknis. 
  42. Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (Kemitraan dengan PUSPEKA)
  43. AAP (Ayo Atasi Perundungan) melalui Program Roots Indonesia
  44. Iklim Sekolah Aman: Mencegah Penyalahgunaan Narkoba.
  45. Pelibatan Keluarga di satuan pendidikan.
  46. Buku Nonteks bermutu dan bagaimana memanfaatkannya.
  47. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Berkembang
  48. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Layak.
  49. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Cakap dan Mahir.
  50. Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar)
  51. Numerasi Pembelajaran Terdef terdeferensiasi dan Alur Tujuan Pembelajarannya (Kemitraan dengan Inovasi)
  52. Menjalankan Komunitas Belajar dalam Sekolah.
  53. Pembelajaran dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
  54. Membangun Komunitas Belajar dalam Sekolah
  55. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Siap (Part 2)
  56. Coaching untuk Pemimpin di Satuan Pendidikan
  57. Numerasi: Kompetensi Pendidik Tahap Layak
  58. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Mahir (Part 2)
  59. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Berkembang (Part 2)
  60. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Awal (Part 2)
  61. Numerasi: Kompetensi Pendidik Tahap Berkembang
  62. Mengelola Program  Sekolah yang Berdampak pada Murid
  63. Numerasi: Kompetensi Pendidik Tahap Ckap dan Mahir

Saat ini ada lima puluh enam topik yang dapat dijadikan bahan pelatihan Mandiri. Topik- topik tersebut dapat diakses dengan mudah. yakni:Sebuah penantian yang panjang menunggu Validasi Aksi Nyata. Ini bisa dibilang sebuah refleksi di akhir tahun 2023. Ada tujuh topik yang ditunggu dan kemungkinan menyebrang ke Awal tahun 2024. Topik- topik yang sudah di unggah dan menunggu Validasi adalah:
  1. Perenanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan
  2. Numerasi Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
  3. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Kenali
  4. Kriteria Ketercapaian tujuan Pembelajaran
  5. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  SMP/Paket B
  6. Gizi Remaja SMP (Kemitraan dengan UNICEF
  7. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami tahap Siap (Part 1)
Dari  tujuh topik yang ditunggu untuk di validasi, syukur alhamdulillah sudah lolos enam   topik. Inilah serrtifikat yag sudah lolos.
  1. Perencanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan
  2. Numerasi Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
  3. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Kenali
  4. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  SMP/Paket B
  5. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami tahap Siap (Part 1)
  6. Kriteria Ketercapaian tujuan Pembelajaran


Sertifikat 
Perenanaan Berbasis Data di Satuan Pendidikan


Sertifikat
Numerasi Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)



Sertifikasi
Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Kenali



Sertifikat
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  SMP/Paket B



Sertifikt 
Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami tahap Siap (Part 1)




Sertifikat 
Kriteria Ketercapaian tujuan Pembelajaran





Itulah sekilas refleksi di akhir tahun kaitannya dengan PMM yang selalu berakhir di Aksi Nyata sebagai Implementasi dari topik yang sudah dipelajari, namung meskipun menunggu Validasi, yuuk kita tetap semangat, berbagi praktik baik.


Selasa, 19 Desember 2023

CERITA PRAKTIK BAIK

 MENENTUKAN TEMA, TOPIK, DIMENSI, ELEMEN DAN SUB ELEMEN
P5 DI SMP PASUNDAN 1 BANDUNG


Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan dengan beragam cara, ada yang sistim Reguler yang dilaksanakan 2 jam  setiap hari atau di laksanakan 6 jam seltiap satu  minggu sekali. Ada juga sistim Blok dilakukan pada program Tengah atau akhir semester.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan proyek unggulan Implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam pelaksanaan P5 sekolah tempat saya mengajar yakni SMP Pasundan 1 Bandung menggunakan sistim blok. Kenapa dengan sistim blok? Sistim blok mudah dilaksanakan dan memungkinkan perencanaan dan pelaksanaan lebih focus baik untuk siswa maupun untuk guru.

Tahun Pelajaran 2023-2024, jauh-jauh sebelum pelaksanaan saya  sebagai Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan tugas tambahan sebagai wakil Kepala sekolah Bidang Kurikulum  mulai berdiskusi dengan siswa di kelas maupun dengan rekan Guru dan Kepala Sekolah tentang Tema P5 yang akan dilaksanakan. 

Adapun tema yang dipilih adalah "Bagunlah  Jiwa Raganhya" yang dilaksanakan pada Bulan September 2023, "Bhineka Tunggal Ika" Bulan November 2023 dan "Gaya Hidup Berkelanjutan" yang akan dilaksanakan pada Bulan Maret 2024 mendatang.

Dalam tulisan ini saya akan sedikit menjelaskan kegiatan Bulan November dan Desember 2023, tema Bhineka Tunggal Ika" Kesepakatan antara Guru dan Murid adalah Kelas 7 Legenda Nusantara, Kelas 8 Sejarah Nusantara, dan kelas 9 Sosial Budaya Nusantara. 

Sub tema yang dipilih adalah:

  1. Kls 7 A Batu Belah Batu Bertangkup.
  2. Kls 7B Situ Bagendit
  3. Kls 7 C Legenda Gunung Kelud.
  4. Kls 7 D Lutung Kasarung.
  5. Kls 7 E Sangkuriang
  6. Kls 7 F Bawang Putih Bawang Merah
  7. Kls 7 G Ande-ande Lumut
  8. Kls 8 A Rengas Dengklok
  9. Kls 8 B Bandung Lautan Api
  10. Kls 8 C Perjuangan Rd Ajeng Kartini
  11. Kls 8 D Grakan G30 S PKI
  12. Kls 9 A Janji Mentari
  13. Kls 9 B Festival Budaya Nusantara.
  14. Kls 9 C Melawan Stigma (Perang Bubat)
  15. Kls 9 D Keusik nu Kausik
  16. Kls 9 E Sebuah Kisah Klasik.
  17. Kls 9 F Perjuangan Pegerakan Kemerdekaan 1945

Setelah tema sub tema di pilih oleh masing-masing kelas, selanjutnya atas bimbingan Guru, wali kelas dan Koordinator serta Fasilitator proyek selanjutnya menyusun Skenario/ naskah cerita. memilih pemain, tim dekorasi dan tim IT serta merancang bahan alat proverty.

Tentunya dalam menyusun naskah perlu memperhatikan beberapa syarat, seperti tertera berikut ini:



Harapannya dalam proses pentas siswa siswi semua ikut andil dan memperhatikan berbagai syarat tampil seperti tertera di bawah ini:




Saya merefleksi kegiatan dari perumusan sampai proses kurasi dan proses pembimbingan siswa siswi sangat  antusias.  termasuk guru dan tim Mahasiswa Fakultas Bahasa Universitas Pasundan yang ikut berkolaborasi dalam proses Pembimbingan.

Dokumentasi Persiapan P5 di SMP Pasundan 1 Bandung kerjasama dengan tim Mahasiswa Fakultas Bahasa Universitas Pasundan.



 Foto Tim Mahasiswa Fakultas Bahasa Universitas Pasundan
yang berkolaborasi dengan SMP Pasundan 1 Bandung


Foto Siswa dalam Kegiatan Rancang Property



Foto Sisswa dalam Kegiatan Rancang Naskah

Bagaimana Komentar atau umpan balik dari para siswa SMP Pasundan 1 Bandung? mari kita lihat umpan balik di bawah ini!





Satu hal yang membuat saya haru dan bangga ternyata apresiasi dari orang tua siswa sangat tinggi seperti, menyumbang Dus, Memberi fasilitas trasfortasi, makanan konsumsi anak-anak, dan dukungan moril yang membuat siswa-siswi dalam melaksanakan P5 lebih percaya diri dan sangat termotivasi untuk menghasilkan Produk yang terbaik.

Ada cerita orang tua tentang pelaksanaan P5 di SMP Pasundan 1 Bandung, mereka bercerita banyak bahwa anaknya mengalami perubahan karakter yakni periang, percaya diri, aktif tidak menyendiri, sering bercerita dan berdiskusi, dan kelihatan dewasa. Orang tua suka itu.

Orang tua berpesan teruslah berjuang SMP Pasundan 1 Bandung, jangan takut salah kami orang tua ada dan mendukung setiap Pengembangan diri siswa-siswi kami. 

Alhamdulillah, kami tetap semangat membimbing Putra-putri harapan Bangsa.












Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...