Rabu, 03 April 2024

MENGELOLA TOPIK PELATIHAN MANDIRI DI PMM

MERUPAKAN  IKHTIAR PENGEMBANGAN DIRI


Platform Merdeka Mengajar (PMM) ini sebuah penantian manakala muncul topik baru itulah sesuatu yang penting bagi saya sebagai pendidik. Ekosistem PMM Memudahkan Pendidik Mengakses Informasi, Referensi serta Impirasi.  Bayangkan Sejumlah 1,8 Juta Pendidik telah menggunakan PMM. Untuk itu jadilah kita sebagai pengguna PMM yang setia dan selalu merindukan sesuatu yang baru.

Saat ini ada lima puluh tiga topik yang dapat dijadikan bahan pelatihan Mandiri. Topik- topik tersebut dapat diakses dengan mudah. yakni:

  1. Kurikulum merdeka:
  2. Merdeka belajar:                     
  3. Perencanaan pembelajaran SMP/paket B.:                 
  4. Asesmen SMP /SMK /paket B-C:
  5. Kriteria  Ketercapaian Tujuan Pembelajaran ,
  6. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SMP/Paket B
  7. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SLB
  8. Diferensiasi dalam Pembelajaran (SMP-SMA/Paket B-C)
  9. Profil pelajar Pancasila
  10. Perencanaan Berbasis Dara di Satuan Pendidikan
  11. Rapor pendidikan Sebagai Sumber Data Perencanaan
  12. Perencanaan Berbasis Data Identifikasi-Refleksi dan Benahi
  13. Refleksi diri
  14. Disiplin positif
  15. Bimbingan Konseling,  dan layanan Dasar             
  16. Bimbingan  dan Konseling : Layanan Peminatan dan Responsif
  17. Iklim Sekolah Aman Mencegah Perundungan
  18. Iklim Sekolah Aman Mencegah Kekerasan Seksual
  19. Iklim Sekolah Aman Mencegah Intolerasi
  20. Supervisi Akademis
  21. Fasilitator Pembelajaran
  22. Wawasan Kebhinekaan Global (SMP) Kemitraan dengan PUSPEKA
  23. Pendidikan Ketrampilan Hidup (PKH) SMP Kemitraan dengan UNICEP
  24. Pendidikan Inklusif (SMP) Kemitraan dengan UNICEP
  25. Pengelolaan Kesehatan Mentruasi SMP  Kemitraan dengan UNICEP
  26. Gizi Remaja SMP Kemitraan dengan UNICEP
  27. Komitas Praktisi
  28. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Contoh Praktik
  29. Toals online untuk pembelajaran Aktif (Kemitraan dengan Inovasi)
  30. Numerasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  31. Literasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  32. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Mahir (Part 1)
  33. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Siap (Part 1)
  34. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Berkembang (Part 1)
  35. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Awal (Part 1)
  36. Tahap Perkembangan Peserta Didik Jenjang SMA/K (Usia 15-18 Tahun)
  37. Tahap Perkembangan Pesertadidik Jenjang SMP (12-15 Tahun)
  38. Numerasi: Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
  39. Kurikulum operasional satuan pendidikan: Kenali
  40. Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka (Kemitraan dengan HP Indonesia dan V&V Communications)
  41. Semangat Guru 3: Merdeka Mengajar denganKompetensi Nonteknis. 
  42. Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (Kemitraan dengan PUSPEKA)
  43. AAP (Ayo Atasi Perundungan) melalui Program Roots Indonesia
  44. Iklim Sekolah Aman: Mencegah Penyalahgunaan Narkoba.
  45. Pelibatan Keluarga di satuan pendidikan.
  46. Buku Nonteks bermutu dan bagaimana memanfaatkannya.
  47. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Berkembang
  48. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Layak.
  49. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Cakap dan Mahir.
  50. Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar)
  51. Numerasi Pembelajaran Terdef terdeferensiasi dan Alur Tujuan Pembelajarannya (Kemitraan dengan Inovasi)
  52. Menjalankan Komunitas Belajar dalam Sekolah.
  53. Pembelajaran dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus








Selasa, 19 Maret 2024

BERBAGI PRAKTIK BAIK

 SOSIALISASI ISU PERUNDUNGAN DI SMPN 12 BANDUNG

Perundungan merupakan sebuah perilaku agresif i yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang  secara sengaja dan berulang dengan tujuan agar orang lain merasa tidak nyaman maupun hingga menimbulkan dampak buruk lain seperti cedera secara psikologis, fisik, dan sosial

Ada beberapa jenis Perundungan anatara lain: Perundungan verbal dengan menggunakan kata- kata untuk menyakiti atau menghina orang  lain, seperti memanggil nama, menghina, atau mengancam.

Perundungan fisik dengan menggunakan kekuatan fisik untuk menyakiti atau mengancam orang lain, seperti memukul, menendang, atau mendorong.

Perundungan emosional dengan menggunakan tindakan   untuk menyakiti atau mempermalukan orang lain secar emosional, seperti menyebarkan rumor, mengucilkan, atau mengintimidasi.

Cyberbullying dengan menggunakan   teknologi untuk menyakiti atau mengancam orang lain, seperti mengirim pesan teks atau email yang mengancam, mengunggah foto atau video yang memalukan, atau menyebarkan rumor secara online.

Saya mulai mensosiaisasikan Isu Perundungan di sekolah tempat bekerja yakni SMP Negeri 12 Bandung. Harapan saya sekolah bebas dari prilaku Intoleran yakni perundungan baik siswa siswi, guru serta semua keluarga Besar sekolah tempat bertugas aman, nyaman serta kondusif.

Sosialisasi dilaksanakan pada teman sejawat terdekat yakni kepada Kelompok Belajar (Kombel) di sekolah,  melalui Kombel banyak manfaat yang bisa diambil yakni:

  1. Pertukaran Pengalaman/ Praktik
  2. Peningkatan Profesional
  3. Peningkatan Keterampilan
  4. Motivasi Dukungan
  5. Kolaborasi

Materi Sosialisasi dapat dilihat di bawah ini:








Kegiatan ini semakin meluas dipahami oleh guru-guru setelah ada Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Lingkungan SMP Negeri 12 Bandung yang diketuai oleh Bu Ria Lestari, M.Pd  (Koordinator BP/BK).

Saya semakin yankin dan percaya bahwa dengan adanya sosialisasi dan pembentukan tim, guru-guru akan semakin sigap mecegah dan menangani perundungan.



Jumat, 08 Maret 2024

MUNGGAHAN

 KELUARGA BESAR SMP NEGERI 12 BANDUNG


Jumat,  8 Maret 2024 Munggahan di SMP Negeri 12 Bandung. Kegiatan munggahan diisi dengan membaca Alquran , Solat Dhuha, Ceramah persiapan memasuki Romadhan, mushofahah  siswa dengan siswa, siswa dengan guru dan guru dengan  guru dan Tenaga Akademik. Akhir kegiatan  munggahan adalah botram yang diselenggarakan di tiap-tiap kelas tentunya dengan  bimbingan Wali kelas.

Kadidat Calon Doktor Ust Aminudin, M,Pd  memaparkan secara gamblang  sekitar persiapan menyambut Bulan Ramahon, Siswa dan guru sangat antusias menyimak paparan tersebut. Berikur adalah foto sepurat kegiatan munggahan:


Fhoto Kegiatan Solat Duha 


Video Kegiatan Musyofahah


Video Kegiatan Bungah Mendak Munggah dengan Para Mantan










Rabu, 06 Maret 2024

KRETIVITAS SISWA

 MEDIA UNGGULAN DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PRILAKU EKONOMIS
DIKALANGAN SISWA SMP NEGERI 12 BANDUNG


menciptakan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyataa yang ditandai dengan orisinilitas dan relatif berbeda dengan apa yang telah ada untuk menggerakan kemajuan  manusia di bidang pengetahuan dan teknologi sehingga dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. 

Kreativotas merupakan proses mental yang unik semata-mata untuk menghasilkan sesuatu kebaharuan yang berbeda dengan yang sudah ada.
Terkadang kita kurang percaya diri untuk menciptakan kreativitas, takut salah,takut gagal, cemoohan, cemas, tertekan, kurang fokus, kurang ide, tidak jelas tujuan bahkan  bosan menjadi kendala kreativitas.
Kita buang jauh-jauh semua hambatan dan mulai menyusun berbagai strategi alam berkreativitas, seperti:







Selasa, 13 Februari 2024

PESTA DEMOKRASI

PESTA DEMOKRASI YANG DINANTI



Suasana TPS 010 RW 02  Lingkungan 
Pasteur Sukajadi Kota Bandung

Selamatkan Kartu Suara kita



Minggu, 11 Februari 2024

BERBAGI PRAKTIK BAIK

MERANCANG PEMBELAJARAN 
BERDASARKAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK FASE D
12 - 15 TAHUN


Seringkali dalam kegiatan Belajar mengajar, siswa selalu menjadi objek dari kesalahan proses, siswa nakal, kurang sopan, sering keluar masuk, sering mengganggu, tidak mau mengerjakan tugas dan tidak mau konsentrasi dalam belajar. Ujungnya guru marah, tidak mau mengajar atau memberi nilai yang terlalu objektif.

Secara kognitif, remaja pada tahap awal sudah mulai mengalami peningkatan  minat intelektual.Mereka juga memiliki pemikiran yang konkrit, seperti mulai mencari kebenaran dari suatu hal, baik atau buruk, dan sebagainya. Selain itu, pada tahap ini para remaja juga mulai memutuskan pemikiran mereka pada diri sendiri (disebut egosentrisme). 

Sebagai bagian dari ini, praremaja dan remaja awal sering kali sadar diri tentang   penampilan mereka dan merasa seolah-olah  selalu dinilai oleh teman sebayanya. Hal ini yang membuat kebanyakan anak remaja awal menganggap penting semua pemikiran dan penilaian orang tentang dirinya. 

Selain itu, anak remaja merasakan peningkatan akan privasi. Mereka mungkin mulai mencari cara untuk mandiri dari keluarga. mereka tampak memberikan batasan atau bereaksi keras jika orang tua mereka terkesan terlalu mengekang atau mencampuri urusan mereka.

Masalah yang muncul cenderung sepele namun kejadian cukup sering terjadi, antara lain :

  1. Adanya saling ejek antar teman, terkadang mengejek dengan memanggil nama teman dengan nama orang tuanya
  2. Bermain pintu; teman yang menutup pintu agar teman yang lainnya tidak bisa masuk, sehingga terjadi saling dorong pintu, hal ini terkadang menyebabkan ada yang terjepit atau terhimpit teman lainnya
  3. Bermain kelahi-kelahian (“gegelutan”) tetapi seringkali terjadi menjadi kelahi betulan
  4. Saling ejek dengan menjodohkan teman lainnya, sehingga yang dijodohkan menjadi merasa malu
  5. Kesulitan belajar karena adanya pola belajar bawaan yang kurang baik dan teratur
  6. Mengantuk
  7. Kesulitan mendapat teman karena minder
  8. Masalah dengan orang tua, terutama merasa orang tua pilih kasih
  9. Malas sekolah karena sulit beradaptasi
  10. Malas dengan tugas-tugas.

Fase Remaja Pertengahan, 14-17 Tahun, Usia rentang ini sering muncul permasalahan, seperti:

Masalah kelompok

  1. Berkelompok membuat semacam geng/komunitas
  2. Seteru antar kelompok
  3. Bullying
  4. Mabal/bolos
  5. Merokok (di Sekolah/WC, di luar sekolah dan berseragam, diposting di Medsos)
  6. Pacaran berlebihan/terlalu dekat
  7. Perseteruan akibat pacaran dan pihak ke-tiga
  8. Perkelahian dengan teman karena saling ejek
  9. Dandanan terlalu menor, aksesoris berlebihan (putri)
  10. Poto bugil (putri)
  11. Gagal move on. 

Remaja awal dan remaja pertengahan merupakan rentang umur siswa SMP Fase D.Dengan paham permasalahan remaja tersebut maka saya mulai mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusi yang sesuai dengan permasalahan tersebut. Saya mulai memahmi gejala yang muncul baik yang berdampak postif dan berdampak negatif.

Pembelajaran mesti memperhatikan karakteristik dari permasalahan remaja awal dan remaja pertengahan. sehingga keberadaan diri siswa semua mendapat pelayanan yang sangat serius, dan siswa merasa dihargai dan mulai berpikir lebih positif lagi.

Pembelajaran berdeferensiasi menempati posisi yang sangat penting, pelayanan Individual sangat dibutuhkan dan dengan demikian guru emosian, dan prilaku yang intoleran akan terhindar, dan  pembelajaran semakin berpihak pada siswa atau murid.

Berangkat dari berbagai permasalahan tersebut di atas, sepertinya siswa sulit untuk menemukan solusi sendiri. Akan tetapi perlu ada berbagai upaya dari guru-guru ikut andil mencari solusi dengan berbagai cara salah satunya dengan merancang pembelajaran berdasar perkembangan Peserta didik. 

Bermula dari perencanaan sudah mulai  melihat perkembangan siswa. Modul yang dirancang memperhatikan kedalaman dan keluasan materi. Elemen yang di ajarkan adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Tema Wawasan Nusantara.

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat mejelaskan Hakikat, Kedudukan dan Tujuan Wawasan Nusantara dalam konteks NKRI

Peserta didik dapat menganalisis permasalahan dalam mengimplementasikan Wawasan Nusantara dalam konteks NKRI.

Peserta didik dapat memproyeksikan solusi terhadap permasalahan dalam mengimplementasikan Wawasan Nusantara dalam konteks NKRI.

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

Wawasan Nusantara pada hakekatnya mengandung konsep nilai persatuan dan kesatuan bangsa dan wilayah Indonesia, karena kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dankondisi bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman adat, agama, dan budaya yang kesemuannya berpotensi timbulnya perpecahan.

Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu, kelompok golongan, suku bangsa atau daerah.













P

Kamis, 25 Januari 2024

BERBAGI PRAKTIK BAIK

 AKTIVITAS PENGUATAN LITERASI PADA ELEMEN
UNDANG-UNDANG DASAR NERAGA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945




Pengertian Literasi Dalam arti sederhana  adalah kemampuan membaca dan menulis namun seiring dengan perkembangan zaman literasi tak hanya soal membaca dan menulis. Literasi juga diartikan sebagai kemampuan berbicara berhitung memecahkan masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, memahami dan menggunakan potensi kemampuan diri atau sering disebut Literasi Dasar yang meliputi: baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial dan budaya kewargaan.

Kali ini yang akan dibahas adalah Literasi  membaca menulis dan berbicara yang sangat penting bagi setiap individu termasuk siswa, kemampuan literasi yang baik akan membantu siswa dalam proses belajar dan meningkatkan kemampuan akademis mereka oleh karena itu,  meningkatkan literasi siswa harus menjadi prioritas dalam pendidikan hal ini harus menjadi perhatian dari guru pendidik serta orang tua atau wali siswa.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dicoba oleh pendidik untuk meningkatkan literasi siswa. Pertama, memperkenalkan kebiasaan membaca sejak dini. Kebiasaan membaca yang dibangun sejak dini akan membantu siswa menjadi lebih terbiasa membaca dan memperluas wawasan mereka. Orang tua dan pendidik dapat memberikan buku-buku yang sesuai dengan usia dan minat siswa untuk membantu mereka membangun kebiasaan membaca.

Kedua, membuat lingkungan belajar yang kondusif, lingkungan belajar yang kondusif dapat membantu siswa fokus dan nyaman dalam proses pembelajaran.  Orang tua dan pendidik dapat membantu membuat ruangan kelas yang menarik dengan menyediakan peralatan belajar yang memadai seperti buku-buku papan tulis dan komputer.

Ketiga, menggunakan teknologi dalam pembelajaran, teknologi dapat membantu siswa menggunakan literasi mereka orang tua dan pendidik dapat menggunakan perangkat lunak dan aplikasi yang menarik untuk membantu siswa belajar membaca dan menulis dengan lebih mudah dan menyenangkan namun sebagaimana pedang bermata dua penggunaan teknologi seperti membuat dan perangkat lunak yang memiliki efek negatif ,selain itu memberikan Efek positif karena itu pengawasan yang baik harus tetap dilakukan agar siswa mendapat efek positif dari penggunaan teknologi itu.

Keempat, pemberian tugas menambah literatur bacaaan, dengan pemberian tugas menambah literatur bacaan dan dapat membantu siswa dalam mengembangkan wawasan serta  pemahaman akan Tujuan Pembelajaran  yang sedang dijadikan kajian kelas.

Kelima, mendorong diskusi dan refleksi, dengan diskusi dan refleksi dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang mereka baca. Orang tua dan pendidik dapat mengajak siswa berdiskusi tentang buku atau artikel yang mereka baca serta membantu mereka merumuskan pertanyaan dan opini mereka sendiri.

Keenam, memberikan umpan balik dan dukungan umpan umpan balik  dari pendidik sangat penting untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan literasi mereka. Orang tua dan pendidik dapat memberikan umpan balik yang kondusif dan memberikan dukungan pada siswa dalam proses belajar. 

Adapun manfaat literasi adalah membantu anak dalam memahami orang lain dan lingkungan sekitarnya membantu anak agar dapat menyampaikan pikiran dan perasaan kepada orang lain menumbuhkan minat anak terhadap keaksaraan dan munculnya sikap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di jenjang pendidikan selanjutnya.

Kali ini saya akan memaparkan Aktivitas penguatan Literasi pada Pada Materi PPKn Fase D di kelas VIII B Elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,  Awal mula literai adalah membaca lima belas menit sebelum belajar. 

Dengan berbagai upaya seperti, menyediakan buku-buku yang menarik, pojok baca, silang membaca dengan teman, membuat resensi. dengan cara seperti ini para siswa mulai beranjak suka membaca
.
Fhoto Kegiatan Siswa Saat Membaca di Pojok
Baca


Literasi mulai diimplementasikan pada semua mata pelajaran, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Pancasil yang saya ampu. Seperti apa mari kita lihat langkah pembelajaran yang dilakukan saya yakni Aktivitas penguatan Literasi pada Pada Materi PPKn Fase D di kelas VIII Elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Bahan Tayang Materi PPKn Fase D di kelas VIII C  Elemen 
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


Untuk mengimplementasikan Literasi dalam pembelajaran siswa di bagi menjadi empat kelompok dengan anggota enam sampai tujuh orang siswa, tiap kelompKerok bertugas mempelajari Amandemen UUD Negara Republik Indonesia 1945. Hasilnya bisa kita lihat pada dokumen di bawah ini.

Dokumentasi Hasil Kerja 4 Kelompok Belajar PPKn
Kelas 8 C


Nuansa Kelas dalam Kelompok 
Belajar PPKnKelas 8 C


Dengan strategi Implementasi Literasi dalam pembelajaran PPKn, pembelajaran lebih bermakna dan terbukti saat siswa menyampaikan hasil kerja kelompok, ternyata bahasa anak mudah dipahami bahkan tutor teman sejawat lebih lancar ketimbang dengan guru yang mereka rasakan sangat kaku.

Refleksi saya adalah  dengan proses Literasi proses belajar sangat menyenangkan dan mendapat informasi, dalam bentuk pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang kemudian menangkap dan mengolah nilai-nilai yang terkandung dalam informasi tersebut secara kritis dan mengkomunikasikannya dengan berbahasa lisan, tulisan ataupun multimedia. 

Selanjutbya mari kita simak bagaimana siswa menyampaikan pendapat dan umpan balik diakhir pembelajaran yang  sangat semarak ini.






Itulah sekilas Implementasi Literasi pada peajaran PPKn, mudah-mudahan literasi terus membudaya dikalangan peserta didik kita. 

Salam Literasi. 















  SOSIALISASI  SEKOLAH TANGGAP BENCANA  JUMAT, 30 OLTOBER 2026 DI SMP NEGERI 12 BANDUNG Sekolah telah berhasil meletakkan fondasi budaya sad...