Sabtu, 13 Februari 2021

 

Menulis Buku Ajar

Resume kedelapan belas

Oleh Ati Rohaeti

 



Pertemuan yang diselenggarakan Jumat, 12 Februari 2021 dengan tema “Menulis Bahan Ajar” ini lekat dengan harapan bahwa tulisan pemula secara bertahap tembus ke penerbit  mayor. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang penulis.

Untuk memfasilitasi penulis pemula, Bapak Joko Irawan Mumpuni hadir dengan dipandu oleh moderator andal, yaitu Mr. Bams.

 



Bapak Joko Irawan, Direktur Penerbit Andi merupakan Anggota Dewan Pertimbangan IKAPI DIY, merangkap Ketua 1 IKAPI DIY, penulis buku bersertifikat BSNP, juga seorang Asesor BSNP. Beliau mengawali pertemuan dengan menjelaskan tentang gambaran industri penerbitan.

Industri Penerbitan  erat kaitannya dengan penulis, pabrik kertas, editor, toko buku dll. Artinya, jika seseorang penulis profesional berhasil menerbitkan buku melalui penerbit profesional yang diedarkan ke seluruh Indonesia itu sama dengan memberi penghidupan  kepada banyak orang.

Berikut beberapa poin penting yang harus dicermati oleh penulis sebagai trik sukses dalam menulis buku ajar agar

Ekosistem Penerbitan Buku

Ekosistem penerbitan buku semula sangat kompleks. Oleh sebab itu, disederhanakan hanya terdiri dari: penerbit, penyalur, pembaca, dan penulis, sebagaimana tampak pada slide berikut.

 

Penghambat Pertumbuhan Industri Penerbitan/ Literasi

Laju kembangnya pertumbuhan industri penerbitan dapat terhambat oleh beberapa faktor berikut, seperti: Pertama Minat baca masyarakat Indonesia masih relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh lemahnya budaya baca, kurangnya bahan bacaan, dan rendahnya kualitas bacaan, Kedua Minat tulis masyarakat Indonesia sangat kurang. Penyebab hal ini adalah kurangnya budaya menulis yang disebabkan tidak tahu prosedurnya menulis dan penerbitan, serta anggapan yang salah  tentang penulisan dan penerbitan. Ketiga Apresiasi masyarakat terhadap hak cipta sangat memprihatinkan. Hal ini disebabkan oleh  kurang kuatnya perangkat hukum terhadap tindak pelanggaran hak cipta. Sehingga   pelaku plagiat semakin marak di negeri ini.

Untuk tindakan pembajakan. Beliau berharap semua orang memiliki kesadaran untuk menulis. Karena jika sudah sadar bahwa menulis itu harus melalui proses yang tidak mudah  maka mereka akan menyadari bahwa membajak ataupun membeli buku bajakan itu suatu tindakan yang tidak terpuji.

Proses Naskah Menjadi Buku

Proses menulis naskah hingga menjadi sebuah buku prosesnya cukup panjang. Yakni:

1.        Penulis mengirimkan naskah kepada penerbit.

2.     Penerbit akan mempelajari dan memutuskan apakah naskah tersebut diterima   atau ditolak.  

3.   Jika penerbit menolak, naskah tersebut akan dikembalikan kepada penulis. Akan   tetapi, bila diterima, maka penulis akan menerima surat pemberitahuan atau SPP  (Surat Perjanjian Penerbitan). 

4.   Penulis menandatangani surat itu dan mengembalikan bersama softcopy naskah lengkap dengan cara berikut. Cetak naskah lengkap sertakan biodata diri dan deskripsi segmen pasar yang ingin diraih. Lalu, masukkan dalam amplop dan kirimkan ke penerbit. Setelah itu, tunggu pemberitahuan dari penerbit, apakah naskah diterima atau ditolak. Apabila naskah diterima, selanjutnya penerbit yang akan mengedit naskah tersebut.

Ciri-ciri Penerbit yang Baik

Sebelum mengirimkan naskah, penulis harus memilih penerbit yang baik dengan kriteria sebagai berikut. Penerbit memiliki visi dan misi yang jelas, bussines core lini produk tertentu, pengalaman penerbit, jaringan pemasaran, percetakan milik sendiri, berani mencetak jumlah eksemplar, dan jujur dalam pembayaran royalti.

 

Ciri- ciri Penerbit yang Harus Diwaspadai

Waspadai penerbit-penerbit dengan ciri-ciri berikut. Penerbit hanya bertindak sebagai broker naskah, alamat tidak jelas, tidak ada dokumen perjanjian penerbitan, tidak memiliki jaringan pemasaran, tidak memiliki distribusi sendiri. Selain itu, penerbit juga tidak memiliki percetakan sendiri, presentase royalti tidak wajar.

 

Beberapa Hal yang Diperoleh Penulis dalam Penerbitan Buku

Setidaknya, ada 4 poin yang akan diperoleh penulis dari sebuah penerbitan buku.

1)   Peningkatan finansial, yakni memperoleh royalti, diskon pembelian langsung, dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seminar/ mengajar. 

2)   Peningkatan karier, yakni adanya peningkatan status jabatan dan memperoleh peluang karier di institusi atau instansi. 

3)   Kepuasan batin, buku sebagai karya monumental akan dikenang sepanjang masa. Hal ini akan menjadikan kepuasan batin yang tak ternilai harganya bagi penulis. 

4)   Peningkatan reputasi, tentu saja buku yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi bagi penulisnya

Sistem Penilaian di Penerbitan

Untuk diketahui penulis pemula, bahwa sistem Penilaian di Penerbitan porsinya adalah sebagai beriku: Editorial bobotnya ± 10%, Peluang potensi pasar ± 50%,Keilmuan ± 30%, dan bobot Reputasi penulis ± 10%,

Kita harus memilih tema-tema yang populer. Tema populer merupakan sesuatu yang sedang  trending di masyarakat. Karena tema-tema seperti itulah yang menarik minat pembaca dan tentu yang akan laku di pasaran. Oleh sebab itu, kita harus menulis hal-hal yang menarik dan yang paling dibutuhkan masyrakat saat ini sebagai tema tulisan.

 Gaya Selingkung dalam Penulisan

Penerbit dapat menetapkan Buku Ajar lebih dari satu cara pengutipan dan penulisan daftar pustaka sesua dengan lingkup bidang penerbitannya, misalnya American Language Association (ALA), Michigan Language Association (MLA), Chicago Manual Style (CMS), American Psychology Association (APA), American Language Association (ALA),Vancouver Style dan Harvard Style. Gaya pengutipan dan penulisan daftar pustaka harus diterapkan secara konsisten untuk setiap  terbitan.

Kategori Penulis

Dalam dunia menulis terdapat 3 kategori penulis, berikut uraiannya.

1) Penulis Idealis memiliki ciri-ciri: tidak begitu memperhatikan kebutuhan pasar, tidak suka campur tangan pihak lain, tidak mementingkan imbalan finansial, dan mementingkan kesempurnaan sebuah karya daripada produktivitas.

2) Penulis Industrialis memiliki ciri-ciri: sangat memperhatikan kebutuhan pasar, terbuka dan lapang dada terhadap intervensi pihak lain, imbalan finansial tujuan utama, dan kesempurnaan karya terkadang tidak lebih penting dari produktivitas.

3)  Penulis Idealis-Industrialis memiliki ciri-ciri: mempertahankan kebutuhan pasar, dan berani out of the box, memiliki pendirian kokoh dan menerima masukan orang lain, imbalan finansial dan kualitas menjadi hal utama dan sama-sama dijaga,  dan selalu menjaga keseimbangan kesempurnaan karya dan produktivitas.

Sekian dan terima kasih

 

 

Salam Literasi

                                               

TRIK JITU MENULIS UNTUK PEMULA

RESUME KEDUA

Oleh Ati Rohaeti



 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

“Dicoba-coba bertanam mumbang, moga-moga tumbuh kelapa”, rasanya peribahasa ini sangatlah tepat untuk menggambarkan tema pertemuan kedua “Belajar Menulis PGRI”. Bukan tanpa sebab, pertemuan yang diselenggarakan Rabu, 6 Januari 2021 dengan tema “Trik Jitu Menulis untuk Pemula” ini lekat dengan harapan bahwa tulisan pemula secara bertahap mendapatkan hasil yang baik.

Tidak hanya tema kegiatan yang sarat akan manfaat. Namun, pertemuan kedua “Belajar Menulis PGRI” ini menghadirkan moderator dan narasumber yang mahir di bidangnya. Pertemuan kedua dipandu oleh Pak Cip sebagai moderator dan Ibu Rita Wati, S.Kom selaku narasumber.

D

i awal pertemuan, narasumber menceritakan pengalamannya sebagai penulis pemula. Dengan titel sebagai penulis pemula dan alumni peserta “Belajar Menulis PGRI Gelombang 10”, beliau mampu menulis buku solo dan antologi. Adapun karyanya antara lain “25 Trik Jitu Menulis dan Menerbitkan Buku”, “Merajut Asa Sejak Belia”, “Pena Digital Guru Milenial”, dan “Pesona Kearifan Lokal Nusantara”. Selain itu, beliau aktif menulis blog dengan alamat www.catatangurumilenial.wordpress.com.

Berdasarkan pencapaian tersebut, beliau memberikan sedikit banyaknya kesempatan bagi penulis pemula untuk berkarya. Tidak hanya itu, beliau secara tidak langsung menegaskan kembali bahwa kesuksesan datang dari keuletan.


Menariknya, kisah inspiratif Ibu Rita Wati, S.Kom bermula dari menulis ala kadarnya sebagai pemenuhan tugas membuat resume, kini menjadi kegiatan menyenangkan untuk memenuhi mimpinya sebagai penulis. Tentu, kesadaran ini tidak langsung didapatnya sejak pertama kali mencoba menulis. Ia mendapati pelatihan ini menarik tepat pada pertemuan keenam.

SEJAK SAAT ITU, semangat berkarya dalam tulis-menulis menjadi semakin tinggi. Bahkan, 30 pertemuan dalam pelatihan menulis selesai dirampungkannya. Berkat kegigihannya inilah ia diberi kesempatan menjadi kurator bersama Ibu Sri Sugiastuti dan berhasil menerbitkan tiga buku solo, satu buku duet, dan tujuh antologi. Semua itu tidak terlepas dari prinsip dan seruan yang terus digaungkan.

Dengan menyerukan bahwa kegiatan menulis menginsipirasi, Ibu Rita Wati S.Kom mengajak semua untuk memulai tulisan dengan apa yang ada dalam pikiran kita masing-masing. Pembiasaan ini pun perlu diikuti dengan berkawan bersama teman yang menginspirasi dan memiliki hobi serupa dalam menulis. Berdasarkan penerapan sikap tersebut secara konsisten, tidak dimungkiri bahwa seseorang akan mencintai kegiatan menulis. Jika diumpamakan, menulis ibarat virus yang menyebar dalam tubuh dan hati kita setelah benar-benar menyadari betapa bermanfaatnya kegiatan tersebut.

Bagi siapapun yang sudah sadar dan mencoba menorehkan idenya dalam sebuah tulisan akan dihadapkan dengan sejumlah pertanyaan, ‘Apakah tulisan saya tepat?’, ‘Bagaimana memulainya?’ atau ‘Apa yang harus saya tulis?’. Seringkali pertanyaan tersebut hanya menjadi angin lalu dan bersarang dalam kepala tanpa mengeluarkannya sekalipun. Akibatnya, tulisan yang dibuat tidak pernah selesai. Untuk itu, arahan atau panduan dibutuhkan bagi seorang penulis pemula.

Katakanlah itu trik. Maka, penulis pemula tidak akan datang dengan tangan kosong untuk menciptakan karya lewat tulisannya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menulis.

1.      Tujuan/motivasi untuk menulis

Armada perang tidak datang tanpa alasan dan tujuan, menulis pun demikian. Langkah awal menulis adalah menciptakan motivasi dan menentukan tujuan untuk dicapai. Sebaik-baiknya alasan memilih menulis adalah berbagi ilmu dan kebaikan. Dengan begitu, tanpa mendapatkan penghargaan pun tidak merasa kecewa sebab dengan menulis kita abadi.

2.      Tulis apa saja yang dipikirkan

Kesulitan penulis pemula adalah menemukan ide yang tepat untuk dituliskan. Seringkali ide datang tidak terduga-duga atau tidak datang sama sekali. Hal tepat yang dapat kita lakukan adalah menulis apa saja yang terlintas dalam benak, lama-lama pikiran tersebut menjadi ide utuh. Dari hal itu tulisan tercipta.

3.      Tuangkan semua ide menjadi tulisan yang selesai

Ide datang dari pikiran-pikiran yang acak. Sementara tulisan datang dari ide yang dikembangkan. Ide tersebut dikelompokkan hingga membentuk satu tulisan yang selesai. Tunda dulu untuk mengedit ide pokok tulisan hingga tanda baca. Cukup buat terlebih dahulu tulisan yang rampung.

4.      Edit tulisan di akhir

Kumpulan ide yang kita gabungkan hendaknya disamakan dalam hal ide pokok tulisan. Tentu pikirkan dahulu mau dibawa ke mana ide-ide tersebut, sehingga tulisan dapat selesai berdasarkan keinginan kita. Setelah merampungkan ide menjadi sebuah tulisan yang selesai, langkah selanjutnya adalah membaca kembali dan mengedit tulisan.

5.      Latih menulis 100 kata per hari

Proses meningkatkan keterampilan menulis dapat dilakukan dengan menulis 100 kata per hari sebagai pengalaman pertama. Pada kesempatan berikutnya, tingkatkan menjadi 150 kata, 200 kata, dan seterusnya hingga mampu menulis dengan lancar. Lakukan setiap hari terutama ketika sedang santai. Selain itu, cara memperlancar penulisan ialah dengan banyak membaca.

6.      Membuat peta konsep atau TOC

Untuk mengaitkan ide satu dengan ide lainnya agar membentuk satu proposisi dalam menulis. Maka, pentingnya membuat peta konsep atau TOC semata-mata mempermudah penulis untuk mengalokasikan ide dan gambaran umum arah tulisan yang akan dibuat.

TRIK di atas dapat membantu penulis pemula untuk lebih percaya diri dalam menulis. Sebab, tantangan penulis pemula adalah rasa tidak percaya diri terhadap karya yang dihasilkan. Salah satu cara mengantisipasi hal tersebut adalah dengan menulis bersama. Kegiatan menulis bersama dapat dilakukan dengan menciptakan antologi sebagai kumpulan tulisan dari banyak penulis.

Selain berbicara tentang langkah-langkah menulis secara umum, penulis harus dapat menciptakan karya yang berkualitas. Karya yang berkualitas dan mudah dipahami menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi penulis. Dengan begitu, pembaca akan mudah memahami maksud penulis. Berikut kaidah-kaidah dasar penulisan yang dapat diterapkan ketika menulis nanti.

1.            Penulisan huruf kapital dan non-kapital yang tidak tepat.

2.            Paragraf terlalu panjang.

3.            Penggunaan tanda baca seperti: titik, koma, titik dua, dan lain-lain.

4.            Gunakan kata baku.

5.            Penulisan kalimat yang tidak efektif.

6.            Penggunaan istilah asing yang sering keliru.

7.            Penggunaan kata depan dan imbuhan.

Semakin teliti kita dalam mempersiapkan tulisan, menerapkan langkah-langkah, hingga menggunakan aturan dan kaidah kebahasaan yang sesuai, semakin berkualitas tulisan tersebut. Selain isi yang berkualitas, tulisan haruslah menarik pembaca. Caranya dengan membuat judul yang menarik dan berdaya guna bagi pembaca semisal tips, trik, manfaat, dan angka. Terlebih lagi penulisan tersebut diperuntukkan tayang pada blogspot. Maka setelah membaca dua atau tiga kalimat, pembaca akan memutuskan akan digunakankah waktu tiga menit yang ia miliki untuk melanjutkan bacaan.

Apabila hal-hal di atas sudah dikerjakan, tidak perlu menunggu lebih lama lagi, kita dapat menjadi seorang penulis yang mampu menerbitkan bukunya sendiri. Ibu Rita Wati, S.Kom memberikan kalimat penutup yang isinya menjelaskan bahwa hal tersulit untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan ialah memulainya. Mulai saja terlebih dahulu. Awalnya memang sulit, namun akan berbuah manis pada waktunya. Nothing is imposible in the world!

Demikian gambaran betapa menyenangkan dan menginspirasinya pertemuan kedua “Belajar Menulis PGRI” ini. Saya sebagai peserta gelombang 17 berbahagia dan bersyukur mendapatkan kesempatan memperbaiki tulisan saya berdasar kaidah kebahasaan Indonesia sebelum dieksekusi menjadi buku. Untuk itu, tetap menulis dan abadikan namamu dengan tulisan.

 

Terima kasih.

 

Salam Literasi!

 

Rabu, 10 Februari 2021

Menembus Tulisan di Penerbit Mayor

 

Menembus Tulisan di Penerbit Mayor

Resume ke-17

Rabu, 10  Februari 2021

Oleh Ati Rohaeti


Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh

Rabu, 10 Februari 2021, bertemu lagi dengan Pak Cip sebagai moderator Belajar Menulis Tanpa terasa sudah masuk ke pertemjuan ke-17, dengan semangat yang masih luar biasa.  Narasumber  kali ini adalah  Bapak Edi S. Mulyanta Manajer Oprasional Penerbit Andi.   Tema yang diusung adalah “ Menembus Tulisan di Penerbit Mayor”

Sebenarnya tidak ada penggolongan Mayor dan Minor, yang ada adalah penerbit seperti definisi UU no 3 th 17 tersebut. Akan tetapi dalam perkembangan dunia penerbitan yang berorganisasi di bawah IKAPI atau Ikatan Penerbit Indonesia, akhirnya secara alami penerbit ini berproses secara mandiri produksi bukunya.

Apabila kita melihat definisi penerbit menurut Undang-undang no 3 th 2017 tentang Sistem perbukuan.

Penerbit adalah lembaga pemerintah atau lembaga swasta yang menyelenggarakan kegiatan penerbitan Buku.

Penerbitan adalah seluruh proses kegiatan yang dimulai dari pengeditan, pengilustrasian, dan pendesainan Buku.

Sedangkan penulis adalah setiap orang yang menulis Naskah Buku untuk diterbitkan dalam bentuk Buku

Penulisan adalah penyusunan Naskah Buku melalui bahasa tulisan dan/atau bahasa gambar.

Sedangkan Buku adalah karya tulis dan/atau karya gambar yang diterbitkan berupa cetakan berjilid atau berupa publikasi elektronik yang diterbitkan secara tidak berkala.

Naskah Buku adalah draf karya tulis dan/atau karya gambar yang memuat bagian awal, bagian isi,dan bagian akhir.

Setiap penerbit anggota IKAPI berhak mengelola terbitannya yang dipantau oleh Perpustakaan Nasional yang mengeluarkan nomor ISBN

Jumlah judul yang diproduksi oleh penerbit berbeda-beda dengan genre yang berbeda pula sehingga akhirnya membentuk pengelompokan tersendiri dalam jumlah output produksinya.

Perpusnas akhirnya memberikan kode-kode tersendiri di dalam ISBN untuk menentukan penggolongan penerbit dengan jumlah produksi terntentu. Inilah struktur rentang ISBN yang menunjukkan penerbit tersebut masuk di golongan mana


 

 

 

 

 

 

 

 


Selanjutnya  ISBN Publication Element adalah jumlah produksi bukunya, sehingga penggolongan ini menjadikan digit semakin besar adalah penerbit yang mempunyai kapasitas jumlah produksi yang besar.

Penerbit mayor tentunya mempunyai rentang produksi dari 3 digit hingga 4 digit, karena kapasitas produksi dan penjualannya bisa mencapai jumlah tertentu.

Hal inilah menjadikan masyarakat akhirnya memberikan istilah ada penerbit mayor dan minor, karena jumlah terbit dan besaran pemasarannya.

Dengan jumlah produksi yang besar, penerbit dapat mendistribusikan secara merata di seluruh Toko Buku dan Outlet penjualan yang lain secara nasional, sehingga menambah penyebutan penerbit skala

Penyebutan ini akhirnya diadopsi pada peraturan-peraturan sesudahnya dalam hal pengukuran indeks, yang digunakan oleh penulis-penulis yang tergabung dalam beberapa profesi pendidik yang mengharuskan menghasilkan luaran atau outcomes berupa hasil tulisan

dalam peraturan Permeneg PAN .. angka kredit penulisan buku menjadi unsur yang penting dalam kenaikan pangkat


 

 

 

 

 

 

 


Pada tahun 2019, keluar peraturan pemerintah PP 75 yang mengatur pelaksanaan UU perbukuan no 3 th 2017 tersebut dengan membagi jenis2 buku yang dapat ditulis oleh para calon penulis

berikut ini jenis-jenis buku yang diatur oleh PP 75 th 2019


 

 

 

 

 

 

 


Dengan dasar ini, penerbit-penerbit di bawah IKAPI akhirnya menentukan segmentasi buku yang sesuai dengan visi dan misi mereka serta tentunya mencari keuntungan dengan menjual buku hasil tulisan dari para penulisnya

Bapak ibu guru, dapat menentukan terlebih dahulu tema apa yang memang menjadi keahlian dan komptensi bapak ibu sekalian. Kemudial lihat contoh buku-buku yang telah terbit di penerbit-penerbit yang menjadi tujuan pengiriman tulisan bapak ibu, sehingga bisa cocok dengan genre yang menjadi andalan penerbit tersebut.

Buku yang dapat ditulis bapak ibu terbagi menjadi beberapa jenis buku, yaitu buku teks pelajaran yang mempunyai nilai angka kredit yang tinggi, terutama yang bisa lolos Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

Buku Non Teks berupa buku pengayaan maupun buku referensi, atau buku modul pelajaran.

Dan yang terakhir adalah buku umum karya Fiksi atau novel

Penerbit akan melihat kemungkinan terbitnya dari dasar 4 kuadran prioritas terbitnya

Kita bisa melihat sudut pandang penerbit dalam memandang calon naskah yang akan diterbitkannya. Terlihat bahwa unsur market cukup dominan, karena yang diterbitkan tentunya harus mempunyai market yang besar.

Buku teks pelajaran mempunyai effort yang cukup berat baik dari sisi penulis maupun penerbit, karena harus menilaikan ke BNSP secara nasional. Buku yang lebih mudah bapak ibu masukkan adalah buku pengayaan, modul pelajaran.

Dari sudut pandang penerbit ini, bapak ibu dapat menyesuaikan dengan bahan naskah yang akan bapak ibu tulis, sehingga dapat diterima oleh penerbit yang memang satu visi dan satu misi.

Tulislah Proposal pengajuan naskah terlebih dahulu yang bisa kita tawarkan ke penerbit. Isi proposal ini adalah, Judul, Sub Judul jika ada, sinopsis buku, Outline, Sampel Bab minimal 2 bab, dan CV penulis

Berikan penjelasan sasaran pasar, pesaing buku lain yang telah terbit, untuk membantu penerbit dalam memandang naskah bapak ibu sekalian. Berikan data-data market sasaran, positioning materi pesaing, keunggulan buku dibanding pesaing, untuk mempermudah penerbit dalam melakukan review naskah.

Tidak semua buku bisa diterbitkan oleh penerbit karena keterbatasan modal, strategi pemasaran, serta visi misi mereka. Apalagi saat pandemi seperti saat ini, di mana outlet toko buku sedang terkena PSBB sehingga proses penjualan dan distribusi buku menjadi terkendala.

Penerbit ANDI hanya menerbitkan 20-30 persen saja dari naskah yang masuk yang jumlahnya bisa mencapai 200 an perbulan

Sehingga proses review naskah terkadang membutuhkan kecermatan, agar produk yang telah diputuskan diterbitkan dapat terserap di pasar dengan baik.

Sebagai gambaran pasar saat pandemi ini kami tampilkan prosentase outlet buku-buku yang telah terbit saat ini sebagai berikut: 





Semua saluran outlet buku saat ini telah bergeser sedemikian rupa sehingga banyak penerbit yang belum siap akan perubahan ini

Model pemasaran buku telah bergeser tidak seperti pola pemasaran sebelum pandemi melanda. Materi ini mungkin sudah dibahas oleh pak Agus beberapa hari yang lalu. Hal yang perlu bapak ibu persiapkan adalah terus berkarya, dan bersiap dengan hal-hal yang baru.

SEtiap buku terbit di tempat kam, telah kami persiapkan sarana-sarana promosi kekinian, seperti webinar, bincang daring, worshop online, podcast hingga channel youtube untuk membantu memperkuat resonansi gaung pasar buku yang bapak ibu tulis ke calon pembaca.

Produksi buku juga perlahan bergeser ke ranah digital, dengan kerjasama bersama Google Play, kami juga telah masuk ke pasar digital dalam bentuk E-BOok di google. Bapak ibu bisa kunjungi di http://bukudigital,my,id atau http://ebukune.my.id untuk melihat hasil produksi e-book kami.

Semua saluran outlet buku saat ini telah bergeser sedemikian rupa sehingga banyak penerbit yang belum siap akan perubahan ini

Model pemasaran buku telah bergeser tidak seperti pola pemasaran sebelum pandemi melanda. Materi ini mungkin sudah dibahas oleh pak Agus beberapa hari yang lalu. Hal yang perlu bapak ibu persiapkan adalah terus berkarya, dan bersiap dengan hal-hal yang baru.

Mau tidak mau kita harus menyambut perubahan teknologi ke arah digitalisasi buku, sehingga kami mencoba untuk tetap up to date dalam memanfaatkan teknologi informasi terutama dalam hal tetap memroduksi bahan-bahan tulisan untuk dapat dinikmati pembaca, dan mencerdaskan kehidupan bangsa seperti visi dan misi penerbit kami.

Demikian pemaparan tentang “ Menembus Tulisan di Penerbit Mayor, mudah-mudahan dapatmenginspirasi kita semua  untuk tetap berkarya dan jangan takut memasukkan tulisannya ke penerbit-penerbit di Indonesia baik penerbit skala minor atau indie hingga penerbit mayor.

Karya kita tentunya ditunggu oleh pembaca-pembaca setia yang selalu menanti pencerahan baru dari hasil tulisan kita sekalian.

Terima kasih

 

Salam Literasi

 

 

 

Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Resume ke-1

Senin, 04 Januari 2021

Oleh Ati Rohaeti

 


Tidak ada kata terlambat menulis, “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi” itu adalah tema yang di usung pada pertemuan ke-1 dalam pelatihan menulis yang akan disampaikan oleh Bapa Wijaya Kusumah, M.Pd.( Omjay)

Berbagai rasa silih berganti menyertai pelatihan menulis PGRI. anatar ikut pelatihan, atau menunda pelatihan, kerjaan saya hanya mengintip dan berakhir dengan kegalauan. Akhirnya dipertemuan ke enam  saya memberanikan diri japri ke Bu Aam Moderator sekaligus Narasumber Pelatihan Menulis ini.

Sambutan Bu Aam sangat baik meskipun pertemuan dilaksanakan selepas pelatihan. Tak terasa waktu menunjukkan jam 22.00. Motivasi menulis saya mulai menyala kembali, Bu Aam menyarankan  untuk ikut kegiatan pelatihan Menulis Gelombang ke 17 ini. Kemudian saya dibimbing untuk memasukkan hasil tulisan di dalam Blog.

Masih ingat saya takkala Bu Aam membimbing membuat blog. Wih luar biasa memang  perhatian Bu Aam dalam urusan menulis dan membimbing peserta pelatihan.

Malam itu blog saya udah jadi, dan saya menulis hanya tiga paragrap saja sesuai dengan saran dari pemateri, yakni bagian awal menyapa pembaca, inti bacaan dan  di paragrap akhir adalah penutup.

Blog sudah jadi dan Komentar pertama tulisan saya pastinya adalah Bu Aam, Hebat luar biasa memang mereka tidak merasa lelah meskipun seharian beraktifitas masih tetap berbagi.

Sejak saat itu saya berusaha menulis, meskipun terputus-putus. Setiap pertemuan saya ikuti dan sampailah pada pada pendirian saya, bahwa pelatihan yang sistematis dan terstruktur mesti diawali dari pertemuan ke satu.

Izinkanlah saya menyampaikan resume ke-1, resume yang tertunda disaat kegalauan memuncak.

Pertemuan ke satu adalah pondamen yang mesti dimiliki peserta dalam pelatihan menulis PGRI.. Untuk memiliki tulisan maka menulislah setiap hari, menulis seperti halnya bicara hanya bedanya dituangkan dalam bentuk tulisan.

Kerjakan apa yang sudah kita lakukan, dan tuliskan apa yang sudah kita kerjakan, sederhana memang apa yang disampaikan oleh Narasumber kita. Apalagi sambil mengilustrasikan karya-karya yang sudah jadi dan yang sedang mereka garap.

Ngobrol santai bareng Omjay tanggal Sabtu Malam, 2 Januari 2021, Malam ini saya sengaja mengikuti acara ngobrol santai bareng Omjay.  Sebuah acara yang dikemas untuk mengawali kegiatan Membaca dan menulis PGRI.

Alhamdulillah banyak guru yang hadir melalui aplikasi zoom.

Jarak yang jauh semakin dekat dengan adanya teknologi terkini. Virus corona membuat kita para guru melakukan hal hal baru. Bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya bisa berjumpa dengan Omjay dan Ibu Bapak guru dari berbagai penjuru Nusantara, melaui link Zoom Meeting dengan tajuk "Ngobrol Bareng Omjay".

Turut meluangkan waktu untuk  Ngobrol Bareng Omjay memang tidak sia-sia.

Dari Omjay saya mendapatkan inspirasi untuk menulis dan sekaligus menjadi Blogger, bahkan dengan peserta 20 orang  dari penjuru nusantara.

Malam ini ada duapuluh pengalaman menulis dan pengalaman kesuksesan mereka  menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya.

Alhamdulillah pengalaman pertama jumpa dengan para penulis hebat secara virtual, menjadi pembelajaran pertama saya dan mudah-mudahan jejak mereka menjadi motivasi untuk bisa memulai menulis bagi saya. Aamiin.

 

Terimakasih  Omjay dan Bapak Ibu sekalian. Semoga kita dapat terus belajar sepanjang hayat.

 

Salam Literasi

 

Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...