Jumat, 21 Januari 2022

 

MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG KEBIJAKAN PEMERINTAH               TERAKIT KURIKULUM DI MASA PEMULIHAN PEMBELAJARAN

Minggu, 09 Januari 2022

PASONE PROJECT

 MAPEL PPKN


Rasanya sudah di depan mata pembelajaran tatap muka 100%, senang, haru dan bercampur dengan perasaan cemas. Apakah siswa siap keluar dari jona nyaman setelah dua tahun berada di rumah? Atau malah guru yang merasa nyaman ada di posisi WFH?

Senin, 10 Januari 2022 SMP Pasundan 1 Bandung siap untuk melaksanakan PTM 100% dengan enam Mapel perhari. Artinya lima  hari kerja dan tiap hari enam  Mapel ( 30 ) Jam perminggu. Jadwal sudah di share, Desain Pembelajaran Pasone Project per Mapel sudah disusun, maka lengkaplah persiapan pembelajaran kali  ini.

Seperti apa Desain Project PPKn? mari kita lihat keterkaitan antara KD Cinta Tanah Air " Mengkreasi Konsep Cinta Tanah Air /Bela Negara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Ketahanan   pangan dalam kegiatan penanaman tanaman holtikultura (Masa Tanam 3 bulan).

RANCANGAN PASONE PROJECT MAPEL PPKN  KELAS IX

KD PENGETAHUAN

KD KETRAMPILAN

3.4    Mengkreasikan konsep cinta tanah air/bela negara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia

4.4    Mengorganisasikan    kegiatan lingkungan yang mencerminkan konsep cinta tanah air dalam konteks kehidupan sehari-hari

 

TARGET KD PENGETAHUAN

1. Siswa mamahami konsep cinta tanah air kaitannya dengan ketahanan pangan dalam kegiatan penanaman tanaman holtikultura (Masa Tanam 3 bulan).

2. Siswa mampu menjelaskan cara-cara menanam holtikultura (Masa Tanam 3 bulan) sebagai perwujudan rasa cinta produk dalam negeri.

3. Siswa mampu mengaitkan produk  holtikultura (Masa Tanam 3 bulan) dengan  konsep cinta tanah air.

TARGET KD KETRAMPILAN

1.  Siswa  dapat Mempraktekkan menanan tumbuhan holtikultura (Masa Tanam 3 bulan).

2.  Siswa  dapat membuat  laporkan perencanaan, proses dan hasil tanam holtikultura (Masa Tanam 3 bulan).

3.  Siswa  dapat mempresentasikan Laporan perencanaan, proses dan hasil tanam holtikultura (Masa Tanam 3 bulan).

4.  Siswa dapat menghasilkan kebijakan kelas  Mengatasi krisis pangan dengan menanan tumbuhan holtikultura (Masa Tanam 3 bulan) yang menunjukan rasa cinta tanah air

 

Pengertian Cinta tanah air

Cinta tanah air merupakan cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetian, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap, bahasa, lingkungan fisik, sosial budaya, ekonomi dam politik bangsa.


Cinta tanah air merupakan pengalaman dan wujud dari Sila Persatuan Indonesia yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah dan masyarakat. Kesadaran Cinta tanah air itu pada hakikatnya berbakti kepada negara dan kesadaran berkorban membela negara

 

Proses Pembelajaran  Hybrid

Pasone Project

1.  Mempraktekkan menanan tumbuhan holtikultura (Masa Tanam 3 bulan).

2.  Membuat laporkan perencanaan, proses dan hasil tanam holtikultura (Masa Tanam 3 bulan).

3.  Mempresentasikan Laporan perencanaan, proses dan hasil tanam holtikultura (Masa Tanam 3 bulan).

4.  Kebijakan  kelas Mengatasi krisis pangan dengan menanan tumbuhan holtikultura (Masa Tanam 3 bulan) yang menunjukan rasa cinta tanah air.








Bismillah Pembelajaran Tatap Muka 100% siap dilaksanakan . Perketat Prokes!


Salam Sehat!
Tetep Semangat!

PERSIAPAN PTM 100%

 WORKSHOP PASONE PROJECT

6-7 JANUARI 2022

Tatap muka sangat dinanti baik oleh siswa, guru dan orang tua. Dengan tatap muka diharapkan learning loss dapat di atasi dengan cepat. Apa itu learning loss? learning loss adalah situasi di mana siswa kehiangan keterampilan baik umum atau khusus atau kemunduran secara akademis yang terjadi karena ketidakberlangsungannya proses pendidikan.

Learning Loss  juga  (Kehilangan Pembelajaran) diartikan sebagai kehilangan atau keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang merujuk pada progres akademis, umumnya terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau diskontinuitas dalam pendidikan. Dengan kata lain, sebuah kondisi hilangnya sebagian kecil atau sebagian besar pengetahuan dan keterampilan dalam perkembangan akademis yang biasanya diakibatkan oleh terhentinya proses pembelajaran dalam dunia pendidikan.

Merujuk dari beberapa pengertian tersebut, learning loss terjadi karena sebuah keadaan (peperangan, bencana alam,wabah, putus sekolah dan kondisi lainnya), yang berdampak pada terganggunya pendidikan anak. Sehingga, dalam melaksanakan aktifitas pembelajarannya, Mereka harus mengikuti dan menjalani pembelajaran yang disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku, kondisi dan keadaan serta sarana pra sarana yang ada, yang mana diantaranya, seperti yang terjadi saat ini di Indonesia. Kebijakan Pemerintah dalam masa pandemic Covid-19 ini, mengharuskan siswa dan guru belajar dan mengajar secara daring dan tidak bisa melakukannya secara tatap muka. Padahal, sebagaimana kita ketahui bahwa pendidikan yang dilakukan di sekolah dengan bertatap muka langsung, sangat diperlukan, sebab dalam konteks pendidikan, tidak melulu berbicara soal membagi atau mentransfer ilmu, namun  ada hal yang lebih penting lagi, yakni pendidikan berupa keterampilan hidup (living skils), dan juga aspek keterampilan dan sikap sosial.serta aspek spiritual yang berdampak pada pendidikan Karakter peserta didik 

Dengan  SKB 4 Menteri yang pada inti isi utamanya adalah semua satuan Pendidikan pada level 1, 2 dan 3 PPKM wajib melaksanakan PTM terbatas. Pengaturan kapasitas peserta didik, dan durasi pembelajaran dalam penyelenggaraan PTM Terbatas diatur berdasarkan cakupan vaksinasi dosis 2 pendidik, tenaga kependidikan, dan warga masyarakat lanjut usia.

Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Bandung PK.0302/049-Disdik/I/2022 tentang kebijakan Pengaturan Pembelajaran Semester 2 Tahun ajaran 2021/2022, menjadi regulasi Tatap Muka di Kota Bandung khususnya di SMP Pasundan 1.

Untuk mempersiapkan pembelajaran di Semester Genap tersebut SMP Pasundan 1 melangkah bergerak dengan mengadakan Workshop Pembelajaran Hybrid Pasone Project. Pembelajaran Hybrid masih tetap dilaksanakan meskipun pembelajaran tatap muka 100% akan berlangsung.

Pembelajaran Hybrid Pasone Project diharapkan dapat menjadi solusi bagi siswa maupun guru mengatasi Learning Loss pasca Pandemi. 

Untuk menyaksikan jalannya workshop, maka kami lampirkan video cuplikan jalannya kegiatan workshop, berikut ini.





Ada beberapa Nara sumber yang di undang dalam kegitan workshop antara lain Nara Sumber dari Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah Pasundan dan dari Disdik Kota Bandung.
Di akhir kegiatan ada beberapa PR yang harus di laksanakan oleh Pendidik antara lain:
1. Menyusun KD EsensiL
2. Membuat LKPD tiap Mapel.
3. Membuat Rubrik Penilain.
4. Membuat Model dan melaksanakan pembimbingan.

Saya berpesan kepada teman teman Guru SMP Pasundan 1  Bandung untuk siap bergerak sesuai dengan arahan dari Bapak Kepala Sekolah, dari Bapak Ketua YPDM yang diwakili oleh Bapak Dr. Iyus Rustandi, M.Si, Dr. T. Subarsyah, S.H,S.Sos, S.Pt, M,M, Dari Disdik Kota Bandung Dr. Edy Suparjoto, S.Pd, M.Pd, Drs. Nana Hanadi, M.Pd dan dari Pengawas Pembina Drs. Asep Syahrudin, M.,Pd.

Lengkaplah sudah dengan dengan berbagai pembekalan dari sekian Narasumber. Mudah-mudahan langkah awal tersebut membuat guru dan siswa menjadi senang belajar, dan senang menambah Ilmu Insya Allah manfaat. 


Salam Literasi.

Senin, 27 Desember 2021

PR BESAR UNTUK MENYUKSESKAN GENERASI EMAS

 BIMTEK PENGUATAN LITERASI DAN NUMERASI

KOTA BANDUNG

Background Kegitan Bintek

Pemateri ke-1 Bapak Ketua PGRI Kota Bandung (Cucu Saputra M.M.Pd)

Peran Guru dala, Mengimplementasikan Penguatan Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran.

Bagaimana anak-anak kita bisa berliterasi itu melalui sebuah upaya-upaya yang dilakukan oleh guru dalam proses belajar mengajar yang memotivasi anak untuk mencari referensi.

Seorang guru tidak boleh hadir di kelas sosok manusia sempurna yang tahu dari A sampai J, artinya ketika tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari siswa tidak perlu banyak alibi. Maka harus sama-sama sebagai seorang pembelajar untuk kemudian kita bahas bersama. Kita  perlu membangun hubungan kesetaraan antara murid dan guru  hubungan intelektual. Kita bangun  gambaran tentang bagaimana menciptakan kelas itu sebagai sebuah mimbar akademik yang yang memberi jaminan berpikir kritis

Saat ini Guru memiliki peluang yang sangat besar bagaimana mendesain sebuah pembelajaran, ketika guru merancang sebuah pembelajaran melalui inflasi dan operasi Harus berimplementasi kepada sosok  profil pelajar Pancasila

Peran guru dalam peradaban manapun mulai kesadaran tentang hak asasi manusia mulai kesadaran tentang kesetaraan tentang demokrasi tentang kemerdekaan itu diawali dari pendidikan yang dilakukan oleh bapak ibu guru di dalam proses belajar mengajar.

Pemateri ke-2 ( Dra.Nita Suherneti, M,M.Pd)

Startegi Pengembangan Literasi dan Numerasi di Sekolah

Bagaimana strategi pengembangan literasi numerasi di sekolah ibu dan bapak sementara ibu dan bapak sebagai peserta di sini adalah guru guru bahasa Indonesia dan juga tim penggiat literasi di sekolah. Bermitra antara guru dengan peserta didik itu harus dilaksanakan dan nanti dikaitkan dengan profil pelajar Pancasila.

Untuk pendampingan Tim Literasi Sekolah (TLS) kita punya geliat apalagi dengan majalahnya. Jadi waktu strategi pengembangan literasi numerasi terutama fokusnya kepada bagaimana menciptakan budaya literasi karena kalau berbicara pembelajaran sudah bahagia dari pengembangan pembelajaran.

Kita perlu meninhgkatkan minat baca, bagaimana siswa meningkat minat bacanya bila kita tidak ada keinginan untuk meningkatkannya. Mulai diri ,kita sendiri, mulai dari orang-orang yang kita cintai.

Pemateri ke-3 dari Bapak Dodi Ahmad Fauzi

Membaca dan Menulis Sebagai Dasar Pengembangan Diri.

Kita berharap kesempatan hari ini menjadi sebuah titik tolak menuju peradaban literasi yang lebih baik.

Diawali dengan membaca puisi karya WS Rendra, dari bacaan itu muncul kesadaran dan dari kesadaran akan muncul Cakrawala. Menurutnya kalau kita tidak berliterasi ia ibarat tidak punya matahari sehingga di bumi ini menjadi gelap.

Membaca dan menulis sebagai dasar pengembangan diri ini sesuai tema yang dimintakan. Berbicara di hadapan para guru SMP yang posisinya menjadi tim Pendidik siswa, sebagai generasi yang sedang bertumbuh kembang baik tenaga maupun jiwanya agar siswa berubah dan berbuah tetapi juga harus berbuah. Berubah itu ada dua berubah ke depan dan rubah ke belakang apa yang saya paparkan di depan saya yakin para guru sudah mengetahuinya misalnya keragaman usia bertumbuh kembang karena mendapatkan asupan dengan ditunjang oleh latihan atau pengembangan diri, untuk belajar terus-menerus jika asupan tidak bagus perubahan yang terjadi pada manusia bisa saja bukan berubah ke arah yang baik tapi justru mengalami kemunduran.

Kegiatan membaca dan menulis sebagai sarana dasar untuk pengembangan diri kearah yang lebih baik kita harapkan kegiatan membaca dan menulis itu akan melahirkan perkembangan jiwa dan raga

Seseorang tumbuh menjadi manusia dengan fisik dan karakteristik yang kurang positif atau malah negatif perlu saya sampaikan sekian iklan makanan dan minuman yang disampaikan melalui bacaan di media massa Ternyata ada yang membahayakan tubuh dan mental manusia.

Penyedap rasa misalnya yang diiklankan melalui bacaan ternyata membahayakan bila terus-menerus dikonsumsi apalagi dalam jumlah yang sangat banyak pengawet pewarna dan pemanis yang dituangkan ke dalam minuman kemasan yang tidak bagus untuk Raga manusia yang berdampak negatif bagi jiwanya. Iklan pemutih kulit adalah menyalahi kodrat walau mungkin benar memutihkan.

Pemateri ke-4 (Yoyo Sunaryo. M.Pd)
Produk dan Apresiasi Literasi dan Numerasi.
Pemateri ke-5 (R. Yulianti, M.Pd)
Pembentukan Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD) dan Tim Literasi Sekolah (TLS) Kota Bandung.
Pemateri ke-6 (Nia Kania Dewi, M.Pd)
Pemonitoran dan Evaluasi Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah
Pemateri ke-7 (Ida Suryanti, S.Pd, M.M.Pd)
Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan Presentasi RTL

Materi ke-4 – ke 7 adalah pengembangan yang perlu disusun di tingkat sekolah serta instrumen monitoring dan Evaluasi masih di susun di tingkat Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD) Kota Bandung.

Pelaksanaan berlangsung dari pukul 08.00- 14.00. di tutup dengan kegiatan Post tes. Dan di ikuti dengan tugas-tugas yang luar biasa banyak, antara lain:

TUGAS MANDIRI PESERTA BIMTEK

  1. Best Practice
  2. RPP berbasis Literasi dan Numerasi
  3. Link Jamboard atau Padlet
  4. Puisi Peserta Bimtek
  5. Puisi Siswa (minimal 75 puisi untuk jadi 1 buku hasil karya sosialisasi dari bimtek)
  6. Foto/Dokumentasi Produk  Literasi yang ada.
  7. Draft SK TLS
  8. Draft Program TLS
  9. RTL TLS setelah mengikuti bimtek.
  10. Pengisian Instrumen Litnum

Silahkan Bapak dan Ibu Peserta Bimtek menyelesaikan Tugas No 1- No 9 terlebih dahulu.

Untuk tugas No 10 disampaikan kemudian.

Tugas yang harus di laksanakan tingkat Sekolah adalah:

Kelengkapan TLS


Yang harus disiapkan oleh TIM LITERASI SEKOLAH (TLS)

  1. SK Tim Literasi
  2. Program Literasi Sekolah
  3. Duta Baca/Literasi Sekolah
  4. Pojok Baca Tiap Kelas
  5. Taman Baca
  6. Mading
  7. Website Sekolah
  8. Perpustakaan yang Ramah, Nyaman, Lengkap dan Berdaya Guna
  9. Slogan-Selogan Baca, Banner, Spanduk Literasi.
  10. Pohon Literasi/ Diorama Dunia Baca
  11. Mou Kerjasama
  12. Jurnal Baca dan Rekap
  13. Buku Hasil Karya/ Kaleidoskop Karya.
  14. Majalah Literasi Kota/Sekolah.
  15. Galeri Hasil Karya
  16. Video Kegiatan Literasi Dan Video Mendongeng (Youtobe)
  17. Lagu-Lagu Literasi
  18. Perayaan Hari Buku/Sastra Dsb.
  19. Apresiasi Literasi Tingkat Sekolah.
  20. Partisipasi Dalam Lomba/Kegiatan Tk Kota/ Provinsi / Nasional.
  21. RPP dan Metode Pembelajaran Berbasis Literasi Dan Numerasi.

Semangat Literasi, Salam Literasi.

Sabtu, 18 Desember 2021

ANAKKU SAYANG

 


 Poto Berdua dengan Anak  Ke -1 
Tanggal 4 Desember 2021 Saat Berkunjung ke Bogor 

Meskipun masa Pandemi Kami sempat meluangkan waktu untuk  berkunjung ke  Rumah anakku. Saat ini anak sedang hamil. Usia kehamilan 25 Minggu 2 hari.
Senang rasanya bisa bertemu langsung dengan anak, mantu dan cucu.
Acaranya memang tidak direncanakan, hanya Pas Anak No 2 ada jadwal ngajar di Depok Kampus UI, tanpa pikir panjang lagi saya langsung ijin ikut bersama ke Bogor.
Dua malam tiga hari saya berada di Bogor, sambil mengamati keseharian kehamilan Anakku, mereka bekerja di saat Pandemi dan di saat hamil.
Lengkap rasanya perjalan berkunjung ke Rumah di Bogor, dengan diakhiri ngantar kontrol kehamilan Anak dan berpisah di Kampus UI.
Sepanjang perjalanan pulang ke Bandung perasaan masih tetap bersama keluarga di Bogor, kemudi perasaan terhrentak ketika itu ada wa dari Anak yang isinya hati-hati di jalan yah Mam. Maaf ngak ngasih oleh-oleh itu yah trasfernya.
Saya tak kuasa jawab itu wa, yang ada tambah sedih, anakku sayang perhatian banget.
Terus hening sejenak, eh tiba - tiba hatiku tersentak melihat anak membawa mobil sambil ngantuk dan posisi ada di Jalan layang, ngorol tidak mempan sambil berdoa mudah-mudahan kita selamat sampai tujuan. 
Ceritanya  nyampe Cikampek dan turun dari Jalan layang baru bisa berhenti di Res Area. Syukur saya panjatkan masih di beri kesehatan dan keselamat serta umur panjang.
Itulah cerita ikatan batin seorang Ibu dan anak-anak, selamat hari Ibu. 

Senin, 13 Desember 2021

ERA TEKNOLOGI BEBAS NAMUM TANGGUNG JAWAB

 

Senin, 13 Desember 2021
Resume ke-19
Narasumber : Ibu Rifatun, M.Pd.
Moderator   :  Ibu Rosminiyati



Senin, 13 Desember, ternyata sore ini adalah pertemuan ke-19. Masih ada  satu kali  pertemuan lagi setelah ini. Tema kali ini adalah "Era Tekmologi Bebas Namun Tanggung Jawab". Seperti biasa hari ini Senin melalui Media WA dengan Narasumber Ibu Rifatun, M.Pd. dan dimoderatori oleh Ibu Rosminiyati.

Selanjutnya bu Rosminiyati. mengingatkan pada peserta tentang persyaratan memperoleh  sertifikat Lulus dalam Pelatihan GMLD bagi yang sudah melengkapi persyaratan sebagai berikut:

  1. Minimal mengikuti 16 materi dari 20 materi yang diberikan di kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) yang dibuktikan dengan daftar hadir yang tersedia di deskripsi grup WA GMLD.
  2. Menulis resume di blog pribadi minimal 16 resume materi yang diberikan narasumber dari 20 materi yang dibuktikan dengan mengisi form pengumpulan resume.
  3. Menulis minimal 1buku antologi yang dibuktikan dengan namanya tercantum pada daftar penulis buku tersebut (peserta akan mendapatkan sertifikat penulis dari penerbit).

Dalam menggunakan teknologi kita diberi kebebasan. Pemanfaatan dalam dunia pendidikan  anatar lain

  1. Membantu untuk mengelola prioritas
  2. Komunikasi yang lebih baik
  3. Menggunakan cara yang berbeda untuk Pendidikan
  4. Memanfaatkan teknologi tepat waktu

Selain 4 cara diatas  memanfaatkan teknologi supaya kegiatan belajar  jadi lebih mudah

Kamus online untuk mempelajari bahasa asing
Menonton video pembelajaran di situs video sharing
Memakai aplikasi untuk penunjang kegiatan belajar
Manfaatkan website penyedia materi pelajaran
Gunakan fitur yang ada di smartphone

Era teknologi bebas namun bertanggung jawab jawab adalah dimana kita mempunyai kesempatan seluas-luasnya untuk memanfaatkan teknologi untuk kepentingan kita misalnya sebagai seorang guru kita bisa bebas mencari bahan ajar untuk kita ajarkan kepada anak didik kita bentuk bertanggung jawab dari kita adalah dengan menggunakannya dengan baik dan tidak menggunakannya untuk menyebarkan hal-hal buruk

Maksudnya adalah dunia digital saat ini sudah menjadi kebutuhan pada semua lini namun perlu diingat bahwa dengan kemajuannya yang sangat pesat berarti kita jgn terlena, harus ttp bertanggung jawab dlm penggunaannya dengan ttp memiliki literasi digital dengan  bijak dan cakap agar tidak mudah terperosok dalam jurang.

Marilah kita bersama-sama bisa memanfaat era teknologi/ digital  dengan bebas namun pilihlah teknologi/ digital  yang sesuai dengan kita, Pilih yang cocok dan positif dengan etika yang baik dan penuh tanggungjawab..

Itulah materi pertemuan ke-19, kekurangannya mohon maaf, mudah-mudahan kita lebih bijak balam mengunakan media sosial yang serba bebas akan tetapi haru tetap bertanggung jawab.



Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Salam Literadsi


CIPTAKAN PELUANG MELALUI LITERASI DIGITAL

 Pelatihan ke-18

Jumat, 10  Desember 2021
Narasumber :   Ibu Leni Priska
Moderator   :    Bapak Deni Darmawan




Jumat , 10  Desember 2021 kembali belajar tentang Literasi Digital dengan Tema yang diusung adalah “Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital” Nara Sumber Kali ini adalah  Ibu Leni Piskadan dimoderatori oleh Bapak Deni Darmawan, melalui media Zoom

Sebelum menyampaikan materi Ibu Leni membuka dengan game yang lumayan ringan tapi cukup seru dan menghangatkan suasana hingga peserta menjadi bersemangat. Meskipun tidak bisa cepat karena gangguan sinyal sehingga pesan yg dikirim saat menjawab menjadi lambat tapi tidak mengurangi makna sore itu. 

Di era digital seperti sekarang ini kita harus pandai-pandai menggali potensi diri. Disaat kita mengatakan atau merasa tidak mampu atau merasa ini bukan bidang justru bisa saja itu adalah jalan untuk kita menggali potensi dan kemampuan diri kita. 

Seperti yang Bu Leni contohkan beliau seorang ahli kimia malah mendapat penawaran untuk memasarkan suatu produk. Pada awalnya sempat ragu tapi dengan keahliannya beliau menyulap sesuatu yang tadinya tidak mungkin malah menjadi sesuatu yang menghasilkan keuntungan. 

Dengan produk yang dihasilkannya diolah dan di pasarkan dengan menggunakan media digital yang menarik maka jadilah suatu yang mendatangkan keuntungan. Untuk itu Bu Leni juga memberikan contoh salah satu aplikasi yang beliau gunakan untuk membuat video menjadi lebih menarik. 

Hal baru lagi yang saya dapatkan sore itu meskipun belum bisa untuk menggunakan nya. Tapi dari pertemuan dan materi sore ini kita belajar untuk tidak mudah menyerah dan sesuatu yang awalnya kita anggap tidak mungkin malah  bisa menjadi hobi dan sesuatu yang menguntungkan. Kerenkan kalau hobi di bayar?

Maka asah keterampilan sehingga keterampilan ini akan membawa keberhasilan. Jangan takut mencoba. Teruslah gali potensi diri jangan pernah berhenti untuk belajar. 

Mari guru-guru hebat tetap semangat dan terus belajar. Dibalik anak-anak hebat terlahir dari guru hebat dan penuh semangat.  Semoga kita selalu dalam Rahmat dan Hidayah Allah dan senantiasa membimbing anak-anak kita menjadi generasi hebat cerdas dan bermartabat. Terimakasih Deni Darmawan yang telah membersamai Narasumber kita dan terimakasih juga Bu Leni atas Ilmunya. Demikian catatan pertemuan kali ini semoga bermanfaat.




Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Salam Literasi.




Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...