MENGENAL LEBIH
DALAM TENTANG KEBIJAKAN PEMERINTAH TERAKIT KURIKULUM DI MASA PEMULIHAN
PEMBELAJARAN
MAPEL PPKN
Rasanya sudah di depan mata pembelajaran tatap muka 100%, senang, haru dan bercampur dengan perasaan cemas. Apakah siswa siap keluar dari jona nyaman setelah dua tahun berada di rumah? Atau malah guru yang merasa nyaman ada di posisi WFH?
Senin, 10 Januari 2022 SMP Pasundan 1 Bandung siap untuk melaksanakan PTM 100% dengan enam Mapel perhari. Artinya lima hari kerja dan tiap hari enam Mapel ( 30 ) Jam perminggu. Jadwal sudah di share, Desain Pembelajaran Pasone Project per Mapel sudah disusun, maka lengkaplah persiapan pembelajaran kali ini.
Seperti apa Desain Project PPKn? mari kita lihat keterkaitan antara KD Cinta Tanah Air " Mengkreasi Konsep Cinta Tanah Air /Bela Negara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Ketahanan pangan dalam kegiatan penanaman tanaman holtikultura (Masa Tanam 3 bulan).
RANCANGAN PASONE PROJECT MAPEL PPKN KELAS IX
|
KD PENGETAHUAN |
KD KETRAMPILAN |
|
3.4 Mengkreasikan konsep cinta tanah air/bela negara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia |
4.4 Mengorganisasikan kegiatan lingkungan yang mencerminkan konsep cinta tanah air dalam konteks kehidupan sehari-hari
|
|
TARGET KD
PENGETAHUAN 1. Siswa mamahami konsep cinta tanah air kaitannya dengan ketahanan pangan dalam kegiatan penanaman tanaman holtikultura (Masa Tanam 3 bulan). 2. Siswa mampu menjelaskan cara-cara menanam holtikultura (Masa Tanam 3 bulan) sebagai perwujudan rasa cinta produk dalam negeri. 3. Siswa mampu mengaitkan produk holtikultura (Masa Tanam 3 bulan) dengan konsep cinta tanah air. |
TARGET KD
KETRAMPILAN 1. Siswa dapat Mempraktekkan menanan tumbuhan holtikultura (Masa Tanam 3 bulan). 2. Siswa dapat
membuat laporkan perencanaan, proses
dan hasil tanam holtikultura (Masa Tanam 3 bulan). 3. Siswa dapat
mempresentasikan Laporan perencanaan, proses dan hasil tanam holtikultura
(Masa Tanam 3 bulan). 4. Siswa dapat menghasilkan kebijakan kelas Mengatasi krisis pangan dengan menanan tumbuhan holtikultura (Masa Tanam 3 bulan) yang menunjukan rasa cinta tanah air
|
|
Pengertian Cinta tanah air Cinta tanah air merupakan cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetian, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap, bahasa, lingkungan fisik, sosial budaya, ekonomi dam politik bangsa. Cinta tanah air merupakan pengalaman dan wujud dari Sila Persatuan Indonesia yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah dan masyarakat. Kesadaran Cinta tanah air itu pada hakikatnya berbakti kepada negara dan kesadaran berkorban membela negara
|
Proses
Pembelajaran Hybrid Pasone
Project 1. Mempraktekkan menanan tumbuhan holtikultura (Masa Tanam 3 bulan). 2. Membuat laporkan
perencanaan, proses dan hasil tanam holtikultura (Masa Tanam 3 bulan). 3. Mempresentasikan
Laporan perencanaan, proses dan hasil tanam holtikultura (Masa Tanam 3
bulan). 4. Kebijakan kelas Mengatasi krisis pangan dengan menanan tumbuhan holtikultura (Masa Tanam 3 bulan) yang menunjukan rasa cinta tanah air. |
WORKSHOP PASONE PROJECT
6-7 JANUARI 2022
Tatap muka sangat dinanti baik oleh siswa, guru dan orang tua. Dengan tatap muka diharapkan learning loss dapat di atasi dengan cepat. Apa itu learning loss? learning loss adalah situasi di mana siswa kehiangan keterampilan baik umum atau khusus atau kemunduran secara akademis yang terjadi karena ketidakberlangsungannya proses pendidikan.
Learning Loss juga (Kehilangan Pembelajaran) diartikan sebagai kehilangan atau keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang merujuk pada progres akademis, umumnya terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau diskontinuitas dalam pendidikan. Dengan kata lain, sebuah kondisi hilangnya sebagian kecil atau sebagian besar pengetahuan dan keterampilan dalam perkembangan akademis yang biasanya diakibatkan oleh terhentinya proses pembelajaran dalam dunia pendidikan.
Merujuk dari beberapa pengertian tersebut, learning loss terjadi karena sebuah keadaan (peperangan, bencana alam,wabah, putus sekolah dan kondisi lainnya), yang berdampak pada terganggunya pendidikan anak. Sehingga, dalam melaksanakan aktifitas pembelajarannya, Mereka harus mengikuti dan menjalani pembelajaran yang disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku, kondisi dan keadaan serta sarana pra sarana yang ada, yang mana diantaranya, seperti yang terjadi saat ini di Indonesia. Kebijakan Pemerintah dalam masa pandemic Covid-19 ini, mengharuskan siswa dan guru belajar dan mengajar secara daring dan tidak bisa melakukannya secara tatap muka. Padahal, sebagaimana kita ketahui bahwa pendidikan yang dilakukan di sekolah dengan bertatap muka langsung, sangat diperlukan, sebab dalam konteks pendidikan, tidak melulu berbicara soal membagi atau mentransfer ilmu, namun ada hal yang lebih penting lagi, yakni pendidikan berupa keterampilan hidup (living skils), dan juga aspek keterampilan dan sikap sosial.serta aspek spiritual yang berdampak pada pendidikan Karakter peserta didik
Dengan SKB 4 Menteri yang pada inti isi utamanya adalah semua satuan Pendidikan pada level 1, 2 dan 3 PPKM wajib melaksanakan PTM terbatas. Pengaturan kapasitas peserta didik, dan durasi pembelajaran dalam penyelenggaraan PTM Terbatas diatur berdasarkan cakupan vaksinasi dosis 2 pendidik, tenaga kependidikan, dan warga masyarakat lanjut usia.
Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Bandung PK.0302/049-Disdik/I/2022 tentang kebijakan Pengaturan Pembelajaran Semester 2 Tahun ajaran 2021/2022, menjadi regulasi Tatap Muka di Kota Bandung khususnya di SMP Pasundan 1.
Untuk mempersiapkan pembelajaran di Semester Genap tersebut SMP Pasundan 1 melangkah bergerak dengan mengadakan Workshop Pembelajaran Hybrid Pasone Project. Pembelajaran Hybrid masih tetap dilaksanakan meskipun pembelajaran tatap muka 100% akan berlangsung.
Pembelajaran Hybrid Pasone Project diharapkan dapat menjadi solusi bagi siswa maupun guru mengatasi Learning Loss pasca Pandemi.
Untuk menyaksikan jalannya workshop, maka kami lampirkan video cuplikan jalannya kegiatan workshop, berikut ini.
Salam Literasi.
BIMTEK PENGUATAN LITERASI DAN NUMERASI
KOTA
BANDUNG
Background Kegitan Bintek
Pemateri ke-1 Bapak Ketua PGRI Kota Bandung (Cucu Saputra M.M.Pd)
Peran
Guru dala, Mengimplementasikan Penguatan Literasi dan Numerasi dalam
Pembelajaran.
Bagaimana anak-anak kita bisa berliterasi itu melalui
sebuah upaya-upaya yang dilakukan oleh guru dalam proses belajar mengajar yang
memotivasi anak untuk mencari referensi.
Seorang guru tidak boleh hadir di kelas sosok manusia
sempurna yang tahu dari A sampai J, artinya ketika tidak bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan dari siswa tidak perlu banyak alibi. Maka harus
sama-sama sebagai seorang pembelajar untuk kemudian kita bahas bersama. Kita perlu membangun hubungan
kesetaraan antara
murid dan guru hubungan intelektual. Kita bangun gambaran tentang bagaimana menciptakan kelas
itu sebagai sebuah mimbar akademik yang yang memberi jaminan berpikir kritis
Saat ini Guru memiliki peluang yang sangat besar bagaimana
mendesain sebuah pembelajaran, ketika guru merancang sebuah pembelajaran
melalui inflasi dan operasi Harus berimplementasi kepada sosok profil pelajar Pancasila
Peran
guru dalam peradaban manapun mulai kesadaran tentang hak asasi manusia mulai
kesadaran tentang kesetaraan tentang demokrasi tentang kemerdekaan itu diawali
dari pendidikan yang dilakukan oleh bapak ibu guru di dalam proses belajar mengajar.
Pemateri
ke-2 ( Dra.Nita Suherneti, M,M.Pd)
Startegi
Pengembangan Literasi dan Numerasi di Sekolah
Bagaimana strategi pengembangan literasi numerasi di
sekolah ibu dan bapak sementara ibu dan bapak sebagai peserta di sini adalah
guru guru bahasa Indonesia dan juga tim penggiat literasi di sekolah. Bermitra antara
guru dengan peserta didik itu harus dilaksanakan dan nanti dikaitkan
dengan profil pelajar Pancasila.
Untuk
pendampingan Tim Literasi Sekolah (TLS) kita punya geliat
apalagi dengan majalahnya. Jadi waktu strategi pengembangan
literasi numerasi terutama fokusnya kepada bagaimana menciptakan budaya
literasi karena kalau berbicara pembelajaran sudah bahagia dari pengembangan pembelajaran.
Kita perlu meninhgkatkan minat baca, bagaimana siswa meningkat minat bacanya bila kita tidak ada keinginan untuk meningkatkannya. Mulai diri ,kita sendiri, mulai dari orang-orang yang kita cintai.
Pemateri ke-3 dari Bapak Dodi Ahmad Fauzi
Membaca dan Menulis Sebagai Dasar Pengembangan Diri.
Kita
berharap kesempatan hari ini menjadi sebuah titik tolak menuju peradaban
literasi yang lebih baik.
Diawali
dengan membaca puisi karya WS Rendra, dari bacaan itu muncul kesadaran dan
dari kesadaran akan muncul Cakrawala. Menurutnya kalau kita tidak berliterasi ia
ibarat tidak punya matahari sehingga di bumi ini menjadi gelap.
Membaca dan
menulis sebagai dasar pengembangan diri ini sesuai tema yang dimintakan. Berbicara
di hadapan para guru SMP yang posisinya menjadi tim Pendidik siswa, sebagai
generasi yang sedang bertumbuh kembang baik tenaga maupun jiwanya agar siswa
berubah dan berbuah tetapi juga harus berbuah. Berubah itu ada dua berubah ke
depan dan rubah ke belakang apa yang saya paparkan di depan saya yakin para
guru sudah mengetahuinya misalnya keragaman usia bertumbuh kembang karena
mendapatkan asupan dengan ditunjang oleh latihan atau pengembangan diri, untuk
belajar terus-menerus jika asupan tidak bagus perubahan yang terjadi pada
manusia bisa saja bukan berubah ke arah yang baik tapi justru mengalami
kemunduran.
Kegiatan
membaca dan menulis sebagai sarana dasar untuk pengembangan diri kearah yang
lebih baik kita harapkan kegiatan membaca dan menulis itu akan melahirkan
perkembangan jiwa dan raga
Seseorang tumbuh menjadi manusia dengan fisik dan
karakteristik yang kurang positif atau malah negatif perlu saya sampaikan
sekian iklan makanan dan minuman yang disampaikan melalui bacaan di media massa
Ternyata ada yang membahayakan tubuh dan mental manusia.
Penyedap rasa misalnya yang diiklankan melalui bacaan
ternyata membahayakan bila terus-menerus dikonsumsi apalagi dalam jumlah yang
sangat banyak pengawet pewarna dan pemanis yang dituangkan ke dalam minuman
kemasan yang tidak bagus untuk Raga manusia yang berdampak negatif bagi jiwanya.
Iklan
pemutih kulit adalah menyalahi kodrat walau mungkin benar memutihkan.
Pemateri
ke-4 (Yoyo Sunaryo. M.Pd)
Produk
dan Apresiasi Literasi dan Numerasi.
Pemateri
ke-5 (R. Yulianti, M.Pd)
Pembentukan
Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD) dan Tim Literasi Sekolah (TLS) Kota
Bandung.
Pemateri
ke-6 (Nia Kania Dewi, M.Pd)
Pemonitoran
dan Evaluasi Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah
Pemateri
ke-7 (Ida Suryanti, S.Pd, M.M.Pd)
Penyusunan
Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan Presentasi RTL
Materi
ke-4 – ke 7 adalah pengembangan yang perlu disusun di tingkat sekolah serta instrumen
monitoring dan Evaluasi masih di susun di tingkat Tim Pendamping Literasi
Daerah (TPLD) Kota Bandung.
Pelaksanaan
berlangsung dari pukul 08.00- 14.00. di tutup dengan kegiatan Post tes. Dan di
ikuti dengan tugas-tugas yang luar biasa banyak, antara lain:
TUGAS
MANDIRI PESERTA BIMTEK
Silahkan Bapak dan Ibu Peserta Bimtek menyelesaikan Tugas No 1- No 9 terlebih dahulu.
Untuk tugas No 10 disampaikan kemudian.
Tugas yang harus di laksanakan tingkat Sekolah adalah:
Kelengkapan TLS
Yang harus disiapkan oleh TIM LITERASI SEKOLAH (TLS)
Senin, 13 Desember 2021
Resume ke-19
Narasumber : Ibu Rifatun, M.Pd.
Moderator : Ibu Rosminiyati
Senin, 13 Desember, ternyata sore ini adalah pertemuan ke-19. Masih ada satu kali pertemuan lagi setelah ini. Tema kali ini adalah "Era Tekmologi Bebas Namun Tanggung Jawab". Seperti biasa hari ini Senin melalui Media WA dengan Narasumber Ibu Rifatun, M.Pd. dan dimoderatori oleh Ibu Rosminiyati.
Selanjutnya bu Rosminiyati. mengingatkan pada peserta tentang persyaratan memperoleh sertifikat Lulus dalam Pelatihan GMLD bagi yang sudah melengkapi persyaratan sebagai berikut:
Dalam
menggunakan teknologi kita diberi kebebasan. Pemanfaatan dalam dunia
pendidikan anatar lain
Selain
4 cara diatas memanfaatkan teknologi
supaya kegiatan belajar jadi lebih mudah
Kamus online untuk mempelajari bahasa
asing
Menonton video pembelajaran di situs
video sharing
Memakai aplikasi untuk penunjang
kegiatan belajar
Manfaatkan website penyedia materi
pelajaran
Gunakan fitur yang ada di smartphone
Era
teknologi bebas namun bertanggung jawab jawab adalah dimana kita mempunyai kesempatan
seluas-luasnya untuk memanfaatkan teknologi untuk kepentingan kita misalnya
sebagai seorang guru kita bisa bebas mencari bahan ajar untuk kita ajarkan
kepada anak didik kita bentuk bertanggung jawab dari kita adalah dengan
menggunakannya dengan baik dan tidak menggunakannya untuk menyebarkan hal-hal
buruk
Maksudnya
adalah dunia digital saat ini sudah menjadi kebutuhan pada semua lini namun
perlu diingat bahwa dengan kemajuannya yang sangat pesat berarti kita jgn
terlena, harus ttp bertanggung jawab dlm penggunaannya dengan ttp memiliki
literasi digital dengan bijak dan cakap
agar tidak mudah terperosok dalam jurang.
Marilah kita bersama-sama bisa memanfaat era teknologi/ digital dengan bebas namun pilihlah teknologi/ digital yang sesuai dengan kita, Pilih yang cocok dan positif dengan etika yang baik dan penuh tanggungjawab..
Itulah materi pertemuan ke-19, kekurangannya mohon maaf, mudah-mudahan kita lebih bijak balam mengunakan media sosial yang serba bebas akan tetapi haru tetap bertanggung jawab.
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Salam Literadsi
Pelatihan ke-18
Jumat, 10 Desember 2021
Narasumber : Ibu Leni Priska
Moderator : Bapak Deni Darmawan
Jumat , 10 Desember 2021 kembali belajar tentang Literasi Digital dengan Tema yang diusung adalah “Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital” Nara Sumber Kali ini adalah Ibu Leni Piskadan dimoderatori oleh Bapak Deni Darmawan, melalui media Zoom
Sebelum menyampaikan
materi Ibu Leni membuka dengan game yang lumayan ringan tapi cukup seru dan
menghangatkan suasana hingga peserta menjadi bersemangat. Meskipun tidak bisa cepat
karena gangguan sinyal sehingga pesan yg dikirim saat menjawab menjadi lambat tapi tidak
mengurangi makna sore itu.
Di era digital seperti sekarang ini kita harus pandai-pandai menggali potensi diri. Disaat kita mengatakan atau merasa tidak mampu atau merasa ini bukan bidang justru bisa saja itu adalah jalan untuk kita menggali potensi dan kemampuan diri kita.
Seperti yang Bu Leni contohkan beliau seorang ahli kimia malah mendapat penawaran untuk memasarkan suatu produk. Pada awalnya sempat ragu tapi dengan keahliannya beliau menyulap sesuatu yang tadinya tidak mungkin malah menjadi sesuatu yang menghasilkan keuntungan.
Dengan produk yang
dihasilkannya diolah dan di pasarkan dengan menggunakan media digital yang
menarik maka jadilah suatu yang mendatangkan keuntungan. Untuk itu Bu Leni juga
memberikan contoh salah satu aplikasi yang beliau gunakan untuk membuat video
menjadi lebih menarik.
Hal baru lagi yang saya dapatkan sore itu meskipun belum bisa untuk menggunakan nya. Tapi dari pertemuan dan materi sore ini kita belajar untuk tidak mudah menyerah dan sesuatu yang awalnya kita anggap tidak mungkin malah bisa menjadi hobi dan sesuatu yang menguntungkan. Kerenkan kalau hobi di bayar?
Maka asah keterampilan sehingga keterampilan ini akan membawa keberhasilan. Jangan takut mencoba. Teruslah gali potensi diri jangan pernah berhenti untuk belajar.
Mari guru-guru hebat tetap semangat dan terus belajar. Dibalik anak-anak hebat terlahir dari guru hebat dan penuh semangat. Semoga kita selalu dalam Rahmat dan Hidayah Allah dan senantiasa membimbing anak-anak kita menjadi generasi hebat cerdas dan bermartabat. Terimakasih Deni Darmawan yang telah membersamai Narasumber kita dan terimakasih juga Bu Leni atas Ilmunya. Demikian catatan pertemuan kali ini semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Salam Literasi.
BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...