Kamis, 08 Agustus 2024

MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI



Banyak remaja yang merasa  malas ketika sedang mengalami mentruasi. Mentruasi dijadikan berbagai alasan untuk bermalas-malasan  bergerak, seperti malas berolah raga, malas untuk solat dan malas untuk melaksanakan ibadah puasa, semua beralasan sedang dapet bulan.

Terkadang menyaksikan anak remaja yang sakit saat mentruasi. Bisa dibayangkan setiap bulan sakit dan alhasil menjadi kondite yang kurang baik bagi perkembangan anak remaja.

Sering mengingatkan siswa di sekolah bahkan sering membuat Absensi tak kala melaksanakan Solat berjamah duhur, saya beri tanda bahwa anak tersebut sedang datang bulan di minggu itu, eh ternyata di minggu berikutnya masih beralasan mentruasi. Kebiasaan menambah-nambah durasi mentruasi tersebut membuat saya semakin termotivasi untuk memberikan Manajemen Kebersihan Mentruasi.

Selain itu ada sebagian  remaja yang percaya pada mitos-mitos seputar menstruasi yang sebenarnya merugikan anak perempuan. Informasi yang salah ini sering didapat dari keluarga terutama ibu. Mitos yang banyak berkembang diantaranya makan daging dan ikan ketika sedang menstruasi darahnya jadi bau, dan banyak kegiatan yang tidak boleh dilakukan ketika sedang menstruasi seperti tidak boleh keramas, tidak boleh potong kuku, dan lain-lain.

Kali ini saya akan mencoba memberikan pengarahan Manajemen Kebersihan Mentruasi. Dengan kegiatan ini diharapkan apa yang menjadi permasalahan Murid-murid bisa sedikit demi sedikit teratasi.

Kegiatan tersebut saya lasanakan sesuai dengan Program sekolah di setiap hari Jum,at. Yang mana laki-laki kegiatan solat Jumat berjemaah di Sekolah, sementara putrinya mendapatkan pengarahan seputar Keputrian, salah satunya saya sisipkan pada Materi Keistimewaan Perempuan dalam Manajemen Kebersihan Mentruasi.

Materi dikemas sedemikian menarik, selagi anak perempuan dipisah dengan anak laki-laki.

Sebenarnya membersihkan diri, termasuk mencuci rambut, saat menstruasi baik dilakukan karena membuat badan terasa segar dan melindungi tubuh dari bakteri dan bau. Dalam agama islam tidak ada larangan mandi dan cuci rambut selama menstruasi. Mitos dilarang memakan daging atau ikan ketika menstruasi sangat menyesatkan. Daging dan ikan mengandung banyak protein dan zat besi yang dibutuhkan perempuan untuk mengganti sel-sel darah merah yang hilang saat menstruasi.

Daftar Pemateri Kegiatan 

Pembiasaan di Hari Jumat di SMP Negeri 1 Bandung.




Paparan Materi sebagai berikut :
Pengerian Materi Mentruasi, Menstruasi adalah darah yang keluar dari vagina perempuan yang merupakan proses alami sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Setiap perempuan yang normal atau sehat akan mengalami menstruasi. Menstruasi pertama normalnya terjadi pada usia 11-14 tahun, akan tetapi sekarang cenderung lebih cepat, bisa terjadi pada usia 9 tahun.

Mentruasi menurut Fiqih Islam adalah   Menstruasi yang disebut dalam bahasa fiqih haid adalah darah kotor yang keluar dari rahim perempuan dalam kondisi sehat atau normal bukan karena sakit atau melahirkan. Ada jenis darah lain yang keluar dari rahim perempuan selain haid yaitu darah nifas dan darah istihadhah. Darah nifas adalah darah yang keluar dari rahim perempuan sehabis melahirkan, adapun darah istihadhah adalah darah yang keluar dari rahim perempuan karena siklus tidak normal penyakit yang waktu menstruasinya melewati 15 hari. 

Siklus menstruasi adalah siklus hormonal bulanan yang ditandai dengan menstruasi setiap bulan. Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama periode menstruasi berikutnya. Panjang rata-rata siklus menstruasi adalah 28 hari, tetapi siklus ini dapat bervariasi pada setiap perempuan mulai 21 sampai 35 hari. Saat menstruasi darah akan keluar dari vagina secara alami selama 2-7 hari. Darah yang keluar pun bisa sedikit atau banyak, tergantung dari hormon estrogen dan progesteron. Naik turunnya tingkat hormon ini turut mengontrol siklus menstruasi.

Remaja perempuan perlu mengetahui pola siklus menstruasinya agar lebih mudah untuk mengetahui kapan menstruasi berikutnya. Sehingga dapat mempersiapkan diri bila menstruasi tiba

Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) adalah pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi.

Pada saat perempuan menstruasi, perlu menggunakan pembalut untuk menampung darah yang keluar dari vagina. Pembalut yang digunakan dapat berupa pembalut sekali pakai atau pembalut yang dapat dipakai ulang. Pembalut yang dijual di pasaran atau di toko-toko biasanya merupakan pembalut sekali pakai yang tidak dapat digunakan kembali dan harus dibuang setelah digunakan. Pembalut yang dapat dipakai ulang biasanya terbuat dari kain, bisa dicuci, dan dapat digunakan kembali. Pembalut harus

Pembalut harus diganti secara regular, maksimal sekali setiap 4 jam, walapun darah yang keluar hanya sedikit. Seringkali anak menunggu sampai darah penuh dalam pembalut atau sampai 6 jam atau lebih, hal ini dapat menyebabkan infeksi saluran reproduksi, saluran kencing, dan iritasi kulit. Darah yang keluar ketika menstruasi mengandung bakteri yang dalam waktu 30 menit sudah duplikasi, sehingga dalam waktu 1-2 jam bakterinya sudah banyak. Ideal waktu ganti pembalut bila masih banyak darah yang keluar adalah pagi, tengah pagi, siang, tengah siang, sore, tengah sore dan malam. Jenis dan harga pembalut yang dipakai bukan menjadi pertimbangan karena yang penting frekuensi mengganti pembalut yang teratur. Remaja perlu menghindari penggunaan bahan-bahan sebagai pengganti pembalut

Cara membuang pembalut supaya tidak menularkan penyakit, harus dibungkus. Kalau pembalut banyak darahnya lebih baik dicuci dulu dengan air mengalir, baru dibungkus dan dibuang. Pada keadaan susah mendapatkan air pembalut boleh langsung dibungkus dan dibuang. Pada saat membuang pembalut harus dipisahkan dengan sampah rumah tangga. Pembalut mengandung plastik bagian luarnya sehingga tidak degradable/ tidak bisa hancur, jadi harus ada tempat pembuangan khusus dan diangkut oleh tukang sampah yang dikelola dengan resmi. Pada daerah yang tidak ada pembuangan sampah secara khusus misalnya di kampung atau di desa sampah pembalut bekas dapat dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dibuang di tempat pembuangan akhir. Misalnya diletakkan di tempat sampah yang tertutup rapat.

Setelah masa menstruasi berakhir, seorang perempuan harus melaksanakan mandi junub agar suci kembali dari hadas besar. Mandi junub disebut juga dengan mandi janâbah dan mandi besar. Hukum mandi junub ini sama dengan hukum mandi dari hadas besar lainnya yaitu wajib.

Kali ini sudah ada salah satu intrumen yang bisa digunakan adalah Oky, aplikasi tersebut dapat membantu tantangan remaja perempuan. Oky sebuah aplikasi pelacak mentruasi pertama yang bisa dioprasikan melalui perangkat smartphone.

Dengan Oky, Remaja perempuan bisa melacak bagaimna mempengaruhi tubuh dan mood sehingga dapat mendapatkan perkiraan khusus untuk merencanakan hari-hari , belajar tentang informasi yang bisa dipercaya dan tips untuk tetap sehat serta bahagia

DOKUMEN
Fhoto Kegiatan Keputrian di SMP Negeri 12 Bandung




Setelah memberikan materi Pembiasaan Kegiatan Keputrian bagi siswi. Tema yang diusung Manajemen Kebersihan Mentruasi dan  Adab Pergaulan Remaja Menurut Islam. Saya sebagai Guru Pendidikan Pancasila dan sebagai penganut Agama Islam merasa lega rasanya tidak ada beban lagi tuk mengingatkan pentingnya  Manajemen Kebersihan Mentruasi dan  Adab Pergaulan Remaja Menurut Islam. Adapun Respon remaja putripun sangat baik. Di bawah ini adalah respon dan Umpan Balik remaja putri SMP Nengeri 12 Bandung.

DOKUMEN UMPAN BALIK






Demikian Manajemen Kebersihan Mentruasi yang sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh para remaja khususnya remaja putri. Mereka merasa malu-malu untuk menyampaikan proses mentruasi pada orang tuanya, terkadang mereka jalan sendiri tanpa informasi. Akan tetapi dengan dikemas dalam Kebiatan Keputrian ternyata Remaja Putri sangat antusias mengikutinya.

Terimakasih para Remaja Putri SMP Negeri 12 Bandung.
Salam Sehat!























 

Selasa, 30 Juli 2024

BAB 1 SEJARAH KELAHIRAN PANCASILA

Tujuan Pembelajaran: Ananda sekalian  mampu menganalisis kronologis lahirnya Pancasila.

Indikator Tujuan Pembelajaran:

  1. Menampilkan sikap menghayati sejarah kelahiran Pancasila sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa
  2. Menganalisis latar sejarah kelahiran Pancasila sebagai dasar negara
  3. Menganalisis proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara
  4. Menerapkan komitmen dan semangat kebangsaan para endiri negaraengan
Untuk itu maka. ananda sekalian diharapkan mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan

  1. Latar sejarah Pancasila
  2. Kelahiran Pancasila
  3. Proses perumusan Pancasila
  4. Proses penetapan Pancasila

Pertemuan  Rabu, 31 Juli 2024  

LATAR SEJARAH PANCASILA

Nilai-nilai Pancasila sudah dari dulu menjadi bagian kehidupan masyarakat,bahkam para ahli berpendapat bahwa Pancasila itu digali dari Bumi Indonesia. Untuk itu silahkan gali semua informasi kehidupan Bangsa Indonesia di Masa lampau.

  1. Masa Sejarah Awal
  2. Masa Kerajaan Nusantara
  3. Masa Penjajahan
  4. Masa Kebangkitan Nasional

Baca berulang-ulang kemudian buatkan Resume dari bacaan tersebut di Buku Tugas dan kumpulkan hasilnya!

Kamis, 20 Juni 2024

RENCANA TINDAK LANJUT

Tindak Lanjut Target Kinerja

Rencana Kerja Guru sekarang ini dapat dengan mudah di unggah dalam PMM melalui Pengelolaan Kinerja. Rencana, Proses, dan tindak lanjut perbaikan sampai penilaian alurnya jelas.

Saya membidik salah satu Elemen yakni Keteraturan Suasana Kelas Target Prilaku, Panduan Observasi  mulai dipelajari, Perencanaan Pembelajaran  dan Perangkat Asesmen (Dokumen) mulai di di unggah di PMM kemudian di diskusikan dengan atasan mengenai waktu pelaksanaan Observasi. Keteraturan suasa kelas merupakan pilihan saya untuk mengisi kinerja di PMM, dengan harapan menciptakan pembelajaran yang efektif salah satunya dengan melakukan Komunikasi posifif sehingga hubungan yang menyenangkan dengan murid terlaksana dengan baik. Selain itu pengelompokan siswa lebih fleksibel akan membentuk situasi yang berkolaborasi.
Setelah ada kesepakatan saya menyiapkan bahan tayang yang sudah sesuai dengan Panduan Observasi.
Sudah ada Kesepakatan langsung progres 25%. 

Observasi dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan dengan atasan, langkah selanjutnya adalah kegiatan Pasca Observasi sebuah refleksi Pembelajaran dan Rencana Tindak lanjut dan Progres bergeser menjadi 50% . Sambil merancang rencana tindak lanjut saya mulai menguanggah Dokumen Kompetensi :
  1. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Peserta Pelatihan Mandiri sesuai model kompetensi Guru, Kepala Sekolah, dan/atau Pengawas Sekolah 38 Poin.
  2. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Partisipan observasi praktik pembelajaran (persiapan, pelaksanaan, dan diskusi tindak lanjut) bersama rekan sejawat  8 Poin.
  3. Meningkatnya kompetensi melalui peran sebagai Partisipan kegiatan seminar, lokakarya, konferensi, simposium, dan/atau studi banding lapangan yang diselenggarakan di bidang pendidikan 8 Poin.
Saya unggah Tugas tambahan sebagai Guru Piket. Setelah saya Unggah Dokumen Kompetensi  dan Tugas Tambahan, Progres sudah berubah 75%.

Dokumen Observasi




Kali ini saya langsung merencanakan Tindak lanjut dan setelah disepakati, maka progrespun langsung mencuat menjadi 100%, Alhamdulillah.

Awalnya saya berpikir tindak lanjut itu ribed, ternyata cukup mengisi Pedoman di PMM yang begitu ringan. Seperti biasa disepakati dengan atasan atau Kepala Sekolah.

Kali ini saya akan mencoba melakukan Rencana Tindak Lanjut dari proses yang sudah disepakati dengan Kepala Sekolah. Adapun Rekomendasi yang diharapkan ditindak lanjuti adalah " Tambahkan Media  Pembelajaran yang  lebih Inovatif dan Kreatif yang dapat menambah Wawasan Peserta didik".
Kali ini saya mencoba dengan  Proses Pembelajaran dengan  Permainan Karya Numerasi intruksi Pembelajaran yang mencakup Strategi dan Komunikasi untuk menambahkan Minat dan Nalar Kritis Peserta Didik.

Adapun Permainan Karya Numerasi meliputi;
Permainan Berbasis Digital Karya Numerasi, dan  Permainan Berbasis Non Digital Karya Numerasi.
Saya akan memcoba mencari berbagai referensi mengenai Pengertian, Permainan Karya Numerasi intruksi Pembelajaran yang mencakup Strategi dan Komunikasi untuk menambahkan Minat dan Nalar Kritis Peserta Didik melalui permainan Berbasis Digital Karya Numerasi. Dan Permainan Berbasis Non Digital Karya Numerasi. 

Selanjutnya akan mencoba membuat aktifitas pembelajaran sehingga Konsep tersebut benar-benar dapat di pahami bahkan diimplementasikan dalam pembelajaran yang dapat menumbuhkan Nalar kritis Peserta didik.

Perencanaan, proses dan Hasilnya selalu di bawa di kombel untuk mendapat umpan balik dari rekan sejawat.

Kemudian langkah yang paling mendukung adalah melalui PMM.
Platform Merdeka Mengajar (PMM) ini sebuah penantian manakala muncul topik baru itulah sesuatu yang penting bagi kami sebagai pendidik. Ekosistem PMM Memudahkan Pendidik Mengakses Informasi, Referensi serta Infirasi.  Untuk itu jadilah kita sebagai pengguna PMM yang setia dan selalu merindukan sesuatu yang baru.

Saat ini ada Enan Puluh Empat topik yang dapat dijadikan bahan pelatihan Mandiri. Topik- topik tersebut dapat diakses dengan mudah sehingga layak dijadikan bahan untuk Tindak lanjut Kinerja.

Melalui belajar mandiri saya coba membuat berbagai Aksi. 

Dibawah ini saya coba Permainan Berbasis Non Digital Karya Numerasi dengan membuat Pameran Celengan dari bahan bekas.


Hasilnyah sangat menggembirakan disamping siswa memanfaatkan barang bekas, juga siswa termotivasi untuk mengisi celengan tersebut dengan berbagai program rencana dari hasil celengan tersebut.

Bagai mana tanggapan dari peserta didik dengan program tersebut. Tanggapannya adalah sebagai berikut:
  1. Saya menjadi lebih bijak dalam penggunaan uang jajan.
  2. Saya menjadi termotivasi untuk menabung dan menabung.
  3. Saya lebih percaya diri dengan pengadaan barang -barang yang dibutuhkan dengan menggunakan uang sendiri.
  4. Saya lebih memprogram tabungan perhari, per minggu, per tahun sampai lepas dari SMP bahkan sampai perguruan Tinggi dan merancang membuat Perusahan sendiri dengan merekrut tenaga kerja, 
  5. Melalui permainan ini ternyata perserta didik berpikir jauh ke depan dalam memanajemen Uang jajan harian. , 
Untuk lebih jelasnya seperti apa umpan balik kegiatan dari Permainan Berbasis Non Digital Karya Numerasi dengan membuat Pameran Celengan dari bahan bekas? mari kita lihat umpan balik siswa VIII I di bawah ini.






Selamat menyimak, semangat sehat, dan semangat sukses.
Anak-anak SMP Negeri 12 Bandung memang hebat.

Senin, 06 Mei 2024

AKSI NYATA
BIMBINGAN DAN KONSELING : LAYANAN PEMINATAN

 

Kebayakan Peserta didik dan orang tua memandang Bimbingan dan Konseling, sebagai kegiatan yang menakutkan bahkan tak jarang mereka memberi label pemanggilan karena telah melakukan kesalahan. Bahkan wali murid datang ke Ruang Bimbingan dan Konseling, sebelum datang mereka banyak berdebat dengan  anaknya sendiri. Kata Wali Murid, ada apa Ibu/ Bapak dipanggil ke BP/ Sekolah pastinya kamu telah melakukan perbuatan pelanggaran yah?

Selain pelabelan oleh Peserta didik dan Wali murid, BP terkadang terjadi perdebatan dengan Guru dan Wali Kelas. Tugas BP adalah memberi pelayanan agar dapat menjawab kebutuhan Peserta didik dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh satuan Pendidikan. Bermula dengan adanya proses layanan Bimbingan dan Konseling, siswa sedang diberi perlakuan, sudah mulai ada keberanian masuk sekolah dengan absen khusus. Eh tiba-tiba anak mogok lagi ngak mau sekolah alasannya mulai mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari Guru-guru dan Peserta didik lainnya. Sehingga kerja Guru BK mulai dari awal lagi.

Dalam Kurikulum Merdeka, desain strategi Implementasi Bimbingan konseling dapat berupa program baru, penguatan program yang ada, atau mengubah program yang ada dengan tujuan yang disesuaikan dengan kebutuhan Peserta didik.

Setelah menyimak Dokumen Panduan Implementasi Bimbingan dan Konseling, terdapat empat komponen besar dalam Layanan Bimbingan dan Konseling, yakni layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif dan layanan dukungan sistem.

Saya pelajari Layanan Peminatan, yang mana layanan Peminatan adalah proses membantu siswa secara sistematis dalam mengembangkan pemahaman dan keterampilan sesuai dengan fase perkembangan dan profil pelajar Pancasila yang ingin dicapai. Layana ini diberkan kepada kelompok besar, kelompok kecil maupun individual, dengan tujuan agar siswa dapat memahami tentang berbagai isu pribadi, belajar dan sosial, termasuk di dalamnya isu mengenai perundungan, kekerasan seksual atau pelecehan dan intoleransi.

Laanan ini diharapkan peerta didik dapat mengenal serta mengembangkan diri sesuai minatnya secara proaktif disemua dimensi profil pelajar Pancasila. Sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan peserta didik mengenai minat, bakat dan kemampuannya sejak dini. Peserta didik perlu didorong untuk mengikuti kegiatan ektrakurikuler, hal ini merupakan hal yang terbaik untuk pengenalan minat, bakat, kemampuan, percaya diri yang lebih tinggi, disiplin dan memdorong untuk melakukan aktivitas produktif dalam keseharian.

Untuk layanan peminatan dan perencanaan individual Guru BK beserta guru wali kelas dapat melakukan beberapa hal berikut:

Lakukan pemetaan kebutuhan peserta didik. Pemetaan dapat dilakukan melalui berbagai cara,  termasuk mengamati mencatat hal- hal  yang dilakukan peserta didik saat kegiatan bermain, belajar maupun kegiatan antusias dilakukan di kegiatan bermain - belajar dan waktu luang,  ciri pribadi, atau potensi kemampuan yang teramati lainnya. Satuan pendidikan dapat pula menggunakan asesmen minat ataupun menggunakan data asesmen diri peserta didik mengenal minatnya.

Merumuskan tujuan area pengembangan diri. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut,  guru BK dan wali kelas bersama-sama dengan peserta didik merumuskan tujuan area yang perlu dikembangkan. Pengembangan diri ini dapat dilakukan baik melalui acara ektrakurikuler di dalam satuan pendidikan maupun di luar satuan pendidikan. Satuan pendidikan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam mengembangkan minat dengan mengikuti kegiatan kompetisi atau kegiatan lain di luar sekolah seperti festival konferensi, peserta didik dan lain-lain

Pelaksanaan Pengembangan diri. Setelah mendapatkan masukkan dari satuan pendidikan melalui  guru BK dan Wali Kelas,  peserta didik dapat melakukan pengembangan diri sesuai dengan kebutuhan dan minatnya dengan dampingan orang tua.  Untuk kebutuhan dalam proses pengembangan diri, peserta didik perlu mendapatkan wawasan luas tentang berbagai bidang.  Minat peserta didik dapat berkembang dari waktu ke waktu,  untuk itu perlu keluasan wawasan dan eksplorasi agar peserta didik dapat menguatkan pemahan mengenai minat, bakat dan kemampuannya.  Dengan pendampingan atas nanti perlu membuat  perencanaan perencanaan pengembangan diri yang sesuai dengan tujuannya.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh satuan pendidikan adalah mengundang narasumber dari berbagai profesi, karya wisata, kunjungan lapangan dan sebagainnya.

Melalui layanan peminatan dan perencanaan individual, peserta didik secara bertahap membangun kompetensi pembelajaran sepanjang hayat, seperti:  

Membuat tujuan atau tantangan untuk pengembangan diri baik dalam lingkup pribadi maupun sosial. Tujuan dan tantangan ini dapat dibuat jangka pendek menengah maupun jangka panjang

Merencanakan masa depan seperti pilihan kelanjutan studi,  pilihan sekolah dan bidang karir.

Menganalisis dan mengolah kekuatan dan kelemahan untuk mendapatkan tujuan-tujuan diri, serta menggali proses yang tengah dijalani menuju tujuan tersebut dan  membuat keputusan-keputusan sesuai dengan rencana dan merefleksikan keputusan-keputusan tersebut.

Layanan Peminatan  yang dilakukan adalah dengan kelompok besar dengan tujuan memberikan motivasi belajar menuju kesuksesan Asesmen Akhir Jenjang menuju pilihan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. dilakukan langsung pada siswa kelas IX SMP Negeri 12 Bandung Tahun Pelajaran 2023-2024.

Alasan saya melakukan layanan Peminatan, Siswa kelas IX SMP Negeri 12 Bandung Tahun Pelajaran 2023-2024.

Peserta didik  memiliki potensi akademik yang sangat tinggi, akan tetapi semangat dan motivasi belajar mengalami penurunan. Hal ini terpatau selama pembelajaran PPKn sesuai dengan pembelajaran yang saya ampu.

Awal kegiatan layanan Peminatan, saya lakukan dengan mengadakan Pemetaan peminatan Pemetaan kebutuhan secara observasi angket wawancara dan metode lainnya dengan menggunakan pertanyaan pemantik seperti bidang apa yang paling ingin diketahui peserta didik saat itu.

Setelah mengetahui keadaan siswa, maka saya mencoba untuk membuat perencanaan sederhana untuk satu layanan peminatan yang akan dilakukan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan.

Untuk memudahkan saya berkolaborasi dengan guru BK dan guru lain sebagai  Wali Kelas kelas IX dan masyarakat jika diperlukan.

Setelah itu saya mencoba untuk melaksanakan layanan peminatan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.

Untuk mengetahui keberhasilan saya mencoba merefleksi dan mintalah umpan balik dari pihak yang terlibat antara lain wali kelas dan Peserta didik kelas IX yang telah mendapat layanan Peminatan.

Selengkapnya mari simak langkah atau siklus berikut ini:

Pertama sambil masuk kelas saya mencoba menyebarkan pertanyaan pemantik untuk menggali potensi siswa:

        Nama Lengkap
Kelas
Mata Pelajaran apa yang kalian sukai
Alasan kamu menyukai Pelajaran ( karen guru, pelajarannya menarik atau strategi yang bervariasi)
Hoby
Cita-cita
Rencana setelah Tamat SMP

ANGKET PEMINATAN 
Sumber https://www.scribd.com/document/353042424/angket-peminatan-docx

Secara Umum Siklus layanan Peminatan sebagai Berikut

Selama proses Peminatan  BK saya merasa berkewajiban untuk membimbing peserta didik dalam menggali minat, bakat dan kemampuan sehingga setelah mengadakan asesmen akhir jenjang mereka tidak lagi ragu untuk memilih sekolah yang menjadi idamannya yakni SMA atau SMK. Selain itu saya sangat hati-hati dalam melakukan layanan peminatan yakni selalu berpegang teguh dengan Etika Profesiona BK  antara lain, kerahasiaan, sukarelaan, keterbukaan,responsif, keaktifan dan kemandirian. 

  • Kerahasiaan maksudnya adalah menjaga informasi tentang diri peserta didik yang menyangkut kehidupan pribadi maupun permasalahan yang sedang dialami sesi berbagi informasi tentang peserta didik harus dilakukan yaitu peserta didik yang bersangkutan sesuai dengan asas kerahasia atau pertimbangan etika profesi dan atau  dilakukan seizin orang tua atau Wali dan peserta didik. 
  • Kesukarelaan dalam arti tidak ada unsur paksaan kepada peserta didik untuk mengikuti program layanan. 
  • Keterbukaan dalam arti Memberikan dan menerima informasi untuk pemecahan masalah peserta didik selama proses pelayanan. 
  • Responsif adalah adalah tidak menunda-nunda dalam memberikan bantuan dengan berbagai alasan. 
  • Keaktifan adalah terus berusaha membangkitkan semangat dan kemandirian peserta didik untuk mampu menyesuaikan diri serta menghadapi tantangan di lingkungan
  • Kedinamisan dalam arti mengikuti tekad agar terjadi perubahan pada diri peserta didik ke arah yang lebih baik sedangkan 
  • Kemandirian adalah mendorong peserta didik untuk mengenal dan menerima diri dan lingkungan serta mampu mengambil keputusan.

Dari etika tersebut di atas, saya menyadari etika tersebut harus dilaksanakan dengan maxsimal,

Sementara etika yang sudah menjadi kekuatan saya adalah etika:

  • Keterbukaan dalam arti Memberikan dan menerima informasi untuk pemecahan masalah peserta didik selama proses pelayanan. 
  • Responsif adalah adalah tidak menunda-nunda dalam memberikan bantuan dengan berbagai alasan. 
  • Keaktifan adalah terus berusaha membangkitkan semangat dan kemandirian peserta didik untuk mampu menyesuaikan diri serta menghadapi tantangan di lingkungan
  • Kedinamisan dalam arti mengikuti tekad agar terjadi perubahan pada diri peserta didik ke arah yang lebih baik sedangkan 
  • Kemandirian adalah mendorong peserta didik untuk mengenal dan menerima diri dan lingkungan serta mampu mengambil keputusan.

Dengan kekuatan etika tersebut, keterbukaan, responsif, keaktifan dan kemandirian, murid mulai memperhaikan layanan Peminatan yang dilaksanakan, merasakan sesuatu manfaat sikap terbuka, lebih responsif serta tekad ingin berubah meuju hal yang lebih baik dan positif dan timbul rasa poercaya diri serta lebih mandiri.

Sementara etika yang perlu ditingkatkan adalah kerahasiaan dan kesukarelaan perlu terus diupayakan serta menghargai perasaan baik siswa maupun orang tua. Jangan bersikap arogan, tetapi mesti hati-hati tidak terjadi paksaan dengan program layanan dasar Bimbingan Konseling.

Dengan adanya layanan Peminatan yang dilakukan, saya merasa puas telah membantu siswa, mengarahkan dan mefasilitasi dalam mencari solusi dari permasalahan  yang dihadapi siswa.

Dalam layanan Peminatan membantu mengarahkan proses pembelajran yang lebih proaktif , kreatif dan lebih inovatif .

Hal yang sudah dianggap baik adalah siswa mulai, memahami langkah dan sikap yang akan dihadapi menuju kegiatan Asesmen akhir jenjang, dan persiapan menuju Penerimaan Siswa Baru ke jenjang yang lebih tinggi.

Ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan, yakni pasang surutnya motivasi belajar. Sehingga peran saya selanjutnya terus memantau murid untuk tetap memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar dan memberi berbagai fasilitas pelayanan yang prima, sehingga murid kita merasa aman nyaman dan terkendali selama belajar di SMP Negeri 12  Bandung.

Pelaksanaan Proses layanan saya sapaikan kepada rekan-rekan Guru BK dan  pada Wali kelas dan Guru BK. Seperti apa tanggapan Mereka? Mari kita lihat Umpan Balik di bawah ini.





DOKUMEN LAYANAN PEMINATAN
(1)
Fhoto bersama Guru BK selepas Kegiatan 
Layanan Peminatan





    
(2)
Fhoto Hasil  Kegiatan 
Layanan Peminatan



Dari Proses Layanan Peminatan, diharapkan siswa menjadi tidak bingung lagi dalam menentukan sekolah pilihan selepas SMP Negeri 12 Bandung. Bahkan siswa menjadi lebih termotivasi dalam belajar terutama mengejar Prestasi Akademik maupun prestasi Non Akademis. 







Rabu, 03 April 2024

MENGELOLA TOPIK PELATIHAN MANDIRI DI PMM

MERUPAKAN  IKHTIAR PENGEMBANGAN DIRI


Platform Merdeka Mengajar (PMM) ini sebuah penantian manakala muncul topik baru itulah sesuatu yang penting bagi saya sebagai pendidik. Ekosistem PMM Memudahkan Pendidik Mengakses Informasi, Referensi serta Impirasi.  Bayangkan Sejumlah 1,8 Juta Pendidik telah menggunakan PMM. Untuk itu jadilah kita sebagai pengguna PMM yang setia dan selalu merindukan sesuatu yang baru.

Saat ini ada lima puluh tiga topik yang dapat dijadikan bahan pelatihan Mandiri. Topik- topik tersebut dapat diakses dengan mudah. yakni:

  1. Kurikulum merdeka:
  2. Merdeka belajar:                     
  3. Perencanaan pembelajaran SMP/paket B.:                 
  4. Asesmen SMP /SMK /paket B-C:
  5. Kriteria  Ketercapaian Tujuan Pembelajaran ,
  6. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SMP/Paket B
  7. Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila SLB
  8. Diferensiasi dalam Pembelajaran (SMP-SMA/Paket B-C)
  9. Profil pelajar Pancasila
  10. Perencanaan Berbasis Dara di Satuan Pendidikan
  11. Rapor pendidikan Sebagai Sumber Data Perencanaan
  12. Perencanaan Berbasis Data Identifikasi-Refleksi dan Benahi
  13. Refleksi diri
  14. Disiplin positif
  15. Bimbingan Konseling,  dan layanan Dasar             
  16. Bimbingan  dan Konseling : Layanan Peminatan dan Responsif
  17. Iklim Sekolah Aman Mencegah Perundungan
  18. Iklim Sekolah Aman Mencegah Kekerasan Seksual
  19. Iklim Sekolah Aman Mencegah Intolerasi
  20. Supervisi Akademis
  21. Fasilitator Pembelajaran
  22. Wawasan Kebhinekaan Global (SMP) Kemitraan dengan PUSPEKA
  23. Pendidikan Ketrampilan Hidup (PKH) SMP Kemitraan dengan UNICEP
  24. Pendidikan Inklusif (SMP) Kemitraan dengan UNICEP
  25. Pengelolaan Kesehatan Mentruasi SMP  Kemitraan dengan UNICEP
  26. Gizi Remaja SMP Kemitraan dengan UNICEP
  27. Komitas Praktisi
  28. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Contoh Praktik
  29. Toals online untuk pembelajaran Aktif (Kemitraan dengan Inovasi)
  30. Numerasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  31. Literasi: Meningkatkan Kopetensi Murid
  32. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Mahir (Part 1)
  33. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Siap (Part 1)
  34. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Berkembang (Part 1)
  35. Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan : Pahami Tahap Awal (Part 1)
  36. Tahap Perkembangan Peserta Didik Jenjang SMA/K (Usia 15-18 Tahun)
  37. Tahap Perkembangan Pesertadidik Jenjang SMP (12-15 Tahun)
  38. Numerasi: Ide-Ide Praktis Pembelajaran (Kemitraan dengan Inovasi)
  39. Kurikulum operasional satuan pendidikan: Kenali
  40. Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka (Kemitraan dengan HP Indonesia dan V&V Communications)
  41. Semangat Guru 3: Merdeka Mengajar denganKompetensi Nonteknis. 
  42. Pencegahan dan Penangan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (Kemitraan dengan PUSPEKA)
  43. AAP (Ayo Atasi Perundungan) melalui Program Roots Indonesia
  44. Iklim Sekolah Aman: Mencegah Penyalahgunaan Narkoba.
  45. Pelibatan Keluarga di satuan pendidikan.
  46. Buku Nonteks bermutu dan bagaimana memanfaatkannya.
  47. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Berkembang
  48. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Layak.
  49. Literasi: Kompetensi Pendidik Tahap Cakap dan Mahir.
  50. Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif (Dasar)
  51. Numerasi Pembelajaran Terdef terdeferensiasi dan Alur Tujuan Pembelajarannya (Kemitraan dengan Inovasi)
  52. Menjalankan Komunitas Belajar dalam Sekolah.
  53. Pembelajaran dengan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus








Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...