Pertemuan ke-5 kelas Motivator Literasi Digital (GMLD) pada Rabu, 10 November 2021 pukul 16.00-18.00 dilaksanakan melalui Wa dengan materi ”Strategi Menangkal
Hoaks” dimoderatori oleh Bapak Mulyadi, dan menghadirkan narasumber Ibu Heni Mulyati, M. Pd.
Ada tiga sub tema yang di bahas kali ini,
adalah:
Membahas tentang
perkembangan era digital dan banjir informasi
Mengenal hoaks,
motif, jenis, ciri dan dampak
Membahas tentang
tips periksa fakta secara singkat.
Perkembangan era
digital dan banjir informasi. Kita bernostalgia di zaman dimana internet belum
ada dan siaran televisi terbatas, tidak semua orang memiliki dan dapat
menyaksikan siaran televisi. Informasi terbatas, sedangkan sekarang siapa
pun bisa menjadi pembuat penyebar dan pengguna informasi.
Ada beberapa situasi
yang perlu kita sadari terkait dengan banjirnya informasi ini yaitu pertama era
post truth Ketika suatu fakta diberikan orang cenderung tidak menerimanya Hal
ini disebabkan emosi yang dominan dan keyakinan pribadi. Kedua matinya kepakaran
yaitu Suatu frasa yang
menggambarkan ketidak percayaan terhadap para pakar atau para ahli dan yang ke-tiga Filter bubble (
mengacu pada data atau histori prngguna) dan echo chamber (kesamaan informasi
antar pengguna)
Selain kemunduran
kemudahan informasi yang kita dapatkan Ada hal lain yang perlu kita perhatikan
yaitu peredaran hoaks di masyarakat yang paling banyak saat ini adalah isu
politik dan kesehatan. menurut survei yang dilakukan oleh Litbang mafindo banyak
beredar mulai dari WA PB dan Twitter Oleh karena itu penting bagi kita untuk
mengetahui apakah berita yang akan kita terima benar atau tidak.
Hoaks adalah
informasi yang sesungguhnya tidak benar tetapi dibuat seolah-olah benar. Mengapa
masih ada yang percaya dengan hoax berikut alasannya
Kemampuan literasi
digital dan berpikir kritis yang belum merata
Polarisasi masyarakat
Belum cakap memilih dan memilah informasi dan minimnya kemampuan
periksa-periksa
Banyak alasan seseorang menyebarkan hoaks salah satunya
adalah motif ekonomi ada oknum yang sengaja membuat situs yang isinya
provokatif dengan mendapatkan keuntungan ciri-cirinya
Sumber informasi
tidak jelas.
Biasanya bangkitkan emosi
Alasan yang terlihat ilmiah
tetapi salah
Isinya
sembunyikan fakta
Minta disrbarluaskan.
Dampak yang terjadi akibat adanya
hoaks akan timbul perpecahan dan saling curiga antara kita.Selain itu
timbul kebingungan untuk membedakan mana yang hoaks atau pun yang
bukan. kemudian bagaimana kita dapat membedakan apakah berita yang kita
terima adalah benar atau hoaks kita dapat mengecek pada situs pencari
fakta seperti www turnbackhoax .co.id atau www. cekfakta.com Cek pada
media yang kredibel. Gunakan Google reverse image untuk cek unggahan foto. dan
kita juga dapat menginstall aplikasi Hoax Buster Tools dari Mafindo. Selain itu
kita juga bisa cek berita hoax melalui wa.
Materi ditutup oleh bu Heni dengan
kata-kata " Bijak gunakan media digital. Apa yang kita unggah akan
tinggalkan rekam jejak digital. Periksa faktanya, jika valid dan bermanfaat,
baru sebar kemudian."
Rotasi Staf pimpinan di sebuah sekolah merupakan hal yang
lumrah hal itu dilakukan dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas proses
belajar mengajar di sekolah tersebut, Setiap orang yang terpilih dituntut agar bisa
terus berupaya untuk dapat memberikan kinerja terbaik guna terus meningkatkan
kesuksesan yang selama ini telah diraih oleh suatu sekolah dan diharapkan
muncul dorongan untuk terus membantu meningkatkan kualitas sekolah yang lebih
baik.
Begitu juga Kepala SMP Pasundan 1 Bandung Bapak Nana
Mulyana, S.Pd, M.Sihari Jumat tanggal
12 November 2021 mengadakan rapat untuk menyampaikan agenda sekolah mengenai
Rotasi Staf kepemimpinan SMP Pasundan 1 Bandung selepas diangkatnya Bapak
Dindin Toharudin, SPd yang bertugas sebagai Wakasek Kesiswaan dan mendapatkan
tugas baru sebagai Kepala Sekolah SMP Purwakarta.
Adapun susunan Staf pimpinan SMP Pasundan 1 yang baru adalah
sebagai berikut:
Poto Staf Pimpinan SMP Pasundan 1 Bandung yang Baru
Jabatan baru yang diemban merupakan kepercayaan dan amanah
dari pimpinan. Untuk itu perlu disyukuri
dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Staf
pimpinan yang baru hendaknya terpacu untuk melaksanakan program-program yang
telah ditetapkan dan melanjutkan apa yang sudah dijalankan sebelumnya untuk
terus meningkatkan prestasi.
Selamat kepada staf yang terpilih mudah-mudahan bisa
meningkatkan loyalitas, disiplin, komitmen dan optimalisasi kerja yang tingggi, sehinggatarget-target yang di rencanakan bisa
tercapai maxsimal.
Mari Bergerak bersama berkarya untuk SMP Pasundan 1 Bandung
mudah-mudahan lelahnya kita jadi lillah dan lebih berkah.
Senang rasanya memperoleh kiriman Jurnal, bagaimana tidak poin-poin angka kredit bertambah terus. Tidak menduga sebelumnhya jurnal bukan awal dari mengikuti kegiatan Bintek. Akan tetapi Bintek bertujuan untuk Penyusunan Karya Ilmiah yang diadakan UPI Bandung yang di Motori oleh Ibu Prof. Dr. Aan Komariah, M.Pd. Beliau adalah bertugas sebagai Dosen UPI dan Tim Penilai Kenaikan Pangkat untuk guru.
Berburu ilmu dengan pakar sangat menyenangkan, penjelasannhya mengalir dan datanya atau materinya lengkap, ditambah ada target-target yang dibidik dari peserta Bintek. Akhirnya saya terpilih untuk menjadi peserta Bintek bersama 25 Orang dari beberapa Kota.
Pertemuan belangsung empat kali, Waktu bintek banyaknya untuk kegiatan workshop pelatihan membuat Jurnal Hasil Penelitian Tindakan Kelas. Waktu yang sangat terbatas tetapi banyak pembeljaran yang didapat antara lain:
PTK dan Penolakan
Penyusunan PAK.
Penyusunan Jurnal.
Terakhir penyususnan Jurnal dan ada kegiatan Penutup yang diakhiri dengan pengumuman Jurnal terbaik dan lolos untuk di Publikasikan. Alhasil saya masuk dan dapat peluang untuk publikasi.
Terimakasih Ibu Prof dan tim insya Alloh ilmu manfaat dan jurnal akan dipakai untuk menambah poin kenaikan pangkat berikutnya.
Pertemuan ke-4 kelas Motivator Literasi Digital (GMLD)
pada hari Senin 8 November 2021 pukul 16 .00 sampai 18.00 dilasanakan melalui WA
dengan materi “Yuk Kita Cegah Cyber Bullying” dimoderatori oleh Bu Rosmiyati
dan menghadirkan narasumber Bapak Wijaya Kusuma. MPd
Cyberbullying merupakan perilaku antisosial yang
melecehkan atau merendahkan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak atau remaja
yang di lakukan secara online di dunia cyber. Cyber bullying ini lebih parah
dampaknya daripada bullying secara offline.
Berikut tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah
dan menghentikan cyberbullying:
Jangan merespon. Para pelaku bullying selalu menunggu
reaksi korban untuk itu jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar
mereka tidak merasa diperhatikan.
Jangan membalas aksi pelaku, sebab dengan membalas akan
membuat anda ikut menjadi pelaku dan akan semakin menyuburkan aksi tersebut.
Simpan semua bukti, karena aksi ini terjadi di dunia
digital sebagai barang bukti saat kita melapor pada pihak terkait.
Segera blokir aksi pelaku jika materi-materi
pengganggu muncul dalam bentuk komentar , pesan menggunakan tool atau privasi
untuk memblokir pelaku
Penyebab Cyberbullying
Postingan
terlalu sering atau terlalu banyak bisa mengakibatkan mengganggu orang lain
sehingga memancing cyberbullying
Konten postingan
yang aneh. Apapun yang diunduh ke media pasti ada pro dan kontra apalagi yang
aneh dan mengundang bullying
Pintar-pintar
memilih teman di sosial media akun media tidak harus selalu terbuka untuk semua
orang.
Sembarang
bercerita di media sosial tidak perlu menceritakan hal-hal yang bersifat
prinsip dan pribadi di media sosial
Cara mencegah Cyber Bullying pada anak
Edukasi anak, orang tua harus memberikan edukasi menggunakan jejaring online yang aman
edukasi menjadi langkah paling dasar dalam mencegah cyber bullying. Peran orang
tua menjadi sangat dibutuhkan dalam kondisi tersebut keluarga adalah tempat
pertama untuk memperoleh pendidikan itulah yang seharusnya kita lakukan sebagai
orang tua dan guru. Anak-anak mesti diberikan pemahaman mengenai hal-hal yang bisa
dan tidak bisa dilakukan melalui jaringan sosial khususnya media sosial, orang tua
dan guru harus mampu menjadi pemandu.
Ajari anak-anak
mengatasi perundungan, selanjutnya Orang tua harus mengajari anak-anak cara
menghadapi bullying meski hal ini bisa dilakukan oleh pribadi sendiri, tetapi sebagai orang tua tidak ada salahnya mempelajari beberapa cara
menghadapi sebuah polling yang bisa anda ajarkan kepada anak yaitu tidak
menanggapi apalagi sampai membalasnya dan sebaiknya blokir saja orang yang
membully jika hal tersebut tiba-tiba terjadi.
Bimbing anak-anak
untuk mengatur privasi, khususnya data pribadi langkah selanjutnya anak-anak
harus mampu mengatur privasi di media sosial. Pengaturan privasi di media sosial
sangat membantu mencegah kasus cyber bullying pada anak , data pribadi anak
penting untuk dirahasiakan supaya mereka tidak menjadi korban terjadi kejahatan
digital
Pada akhir
paparan materi, narasumber berharap kepada kita semua sebagai guru dan
orang tua agar selalu mendampingi anak dalam menggunakan media sosial. Caranya
meningkatkan pengetahuan tentang literasi digital dan ikut serta dalam
mengkampanyekan gerakan anti bullying. Ajak anak-anak kita untuk menjauhi cyber
bullying. Peran guru di sekolah dan orang tua di rumah sangat diperlukan untuk
menghindari masalah ini. Siapkan waktu untuk berinteraksi dengan
mereka ajak diskusi dan cari tahu apa yang sudah mereka kerjakan. Keterbukaan
penting diajarkan dalam keluarga sehingga setiap masalah anak dengan cepat
dicarikan solusi oleh orang tua. Bekali anak-anak dengan pendidikan agama yang
kuat. Dengan demikian anak-anak akan terhindar dari tindakan yang tidak
diharapkan dan semakin bijak dalam bermedia digital
Sekian dan terimakasih.
Salam Literasi Digital.
Senin, 08 November 2021
MENGEMBANGKAN MINAT
DAN BAKAT MELALUI DUNIA DIGITAL
Resume ke-3
05 November 2021
Narasumber : Aris Ahmad Jaya
Moderator : Ms. Phia
Pertemuan ke-3 kelas Motivator Literasi Digital (GMLD) pada Jumat, 5
November 2021 pukul 16.00-17.30 dilaksanakan melalui Zoom Metting dengan materi
”Mengembangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital” dimoderatori oleh Ms. Phia,
dan menghadirkan narasumber Aris Ahmad Jaya (Mr. Sugesti Indonesia, Motivator
Sekolah Unggul).
Bagaimana menemukan Minat dan bakat menurut Pa Aris adalah sesuatu yang
dapat dikembangkan secara optimal. Untuk itu maka diperlukan rumus jitu yakni
empat T, yaitu Titi, tiru, tambah-tambahi, temu. Kita kenal selama ini dengan istilah
ATM. ditambah 2 T.yaitu temui dan tustaskan
Apa itu Minat, minat adalah sesuatu yang dapat dikembangkan secara
optimal, sedangkan Keinginan adalah kecenderungan hati terhadap sesuatu, dapat
berubah tergantung kebutuhan dan pengalaman tergantung pada mode yang sedang
tren. Bakat adalah kemampuan yang ada dalam diri seseorang sejak lahir dimana
kemampuan tersebut akan mudah berkembang dengan optimal manakala dilatih dengan
baik dan benar.
Untuk mengembangkan Minat, Kemauan dan Bakat maka diperlukan empat T + dua
T
T yang pertama adalah Titi, Niteni/ Setiti, maksudnya adalah cermat dalam
mencari dari sekian banyak pelayan-pelayan yang ada di dunia digital, apa yang
paling disulai, disenangi dan yang paling menarik dan akan kita jadikan panutan
untuk mengembangkan bakat kita.
T yang ke-2 adalah Tiru, apabila sudah menemukan sesuatu yang terbaik,
kita siapkan waktu kita bisa menirunya (
bisa lewat Youtube. Instagram, Blog dan lainnya)
T yang ke-3 adalah Tambah-tambahi, setelah meniru modifikasi/ kolaborasi
dengan pengalaman yang kita miliki
T yang ke-4 adalah Tamu, setelah kita mengkolaborasi maka kita akan
menemukan hal-hal yang batu dan berani untuk mencoba.
T yang ke-5 adalah Temui orang yang sudah membangkitkan dan memotivasi
minat bakat kita
T yang ke-6 adalah Tuntaskan, apa yang sedang kita kerjakan. Jangan
hiraukan apa komentar orang lain. Selagi apa yang kita kerjakan baik dan tidak
melanggar aturan agama.
Penghujung acara Pa Aris menyampaikan 3 hal yang sangat penting untuk
dapat dijadikan bahan renungan kita.
Kita kenang karena
memberi bukan menerima.
Tetap lakukan yang
terbaik, karena kebaikan yang kita lakukan akan menjadi sejarah hidup.
Cintailah apa yang
kita lakukan, dan lakukan apa yang kita cintai dan lihat keajaiban yang akan
terjadi.
Demikian materi yang disampaikan oleh narasumber untuk pertemuan kali ini,
semoga bermanfaat bagi kita semua.
Salam Literasi Digital
Jumat, 05 November 2021
YU KELOLA JEJAK DIGITAL DENGAN BAIK
Rabu, 3 November adalah pertemuan ke-2 di kelas Guru
Motivator Literasi Digital (GMLD) dipandu langsung oleh Ibu Helwiyah dan
pematerinya Bapak Dedi Dwitagama Guru Matematika di SMKN 50 Jakarta Timur. Beliau
adalah seorang motivator, inspirator para guru dan selalu mengelola jejak
digital. Jejak digital Pa Dedi dapat kita lihat di media digital: Blog, Facebook, Podcast, Instagram, dan lain-lain.
Berikut gambar- gambar Pa Dedi yang aktif mengelola jejak digital
Keren Pak Dedibanyak gambar, tulisan dan video
Setiap orang memang bersifat unik, jika keunikan itu
direkam dalam dunia digital bisa jadi dapat mengantarkan kita pada nasib baik
sebagai orang yang unggul dan akhirnya melejit.
Pa Dedi sering menggunakan muridnya untuk meninggalkan jejak digital sekolahnya, dia mewajibkan murid dan dikasih hadiah nilai ... ini hasilnya, puluhan ribu
jejak sekolah terekam di instagram ... hasil kerjaan murid yg ditugaskan guru.
Wah wajib dicoba, numpang keren dan sekaligus promosi sekolah kita.
Makasih Pa Dedi atas pencerahannay,
mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat.
Pelatihan Kelas Motivator Guru Literasi Digital pertama ini
dilaksanakan pada hari Senin, 1 November 2021 dengan Bapak Wijaya Kusuma, S.Pd.
M.Pd, sebagai narasumber dan dipandu Bapak Dail Ma’ruf, M.Pd sebagai moderator.
Tema pelatihan kali ini yakni” Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak”
Bapak Dail Ma’ruf, M.Pd langsung melontarkan tujuan dari Motivator Guru Literasi Digitalyang harus kita kuasai, sehingga kita bisa menyampaikannya
kepada peserta didik kita, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika
digital dan keamanan digital.
Kecakapan digital, Kemampua Individu
dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak
TIK serta sistem oprasi digital dalam kehidupan.
Budaya digital, Kemampuan individu dalam
membaca, menguraikan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan nilai Pacasila
dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Etika digital, Kemampuan individu dalam
meyadari, mencontoh, menyesuaika diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan
mengembangkan, tatakelola etika digital (netiquette)
dalam kehidupan sehari-hai.
Keamanan digital. Kemampuan individu
dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang, meningkatkan
kesadaran pelindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan
sehari-hari.
Apa itu kecakapan digital?
Materi pertama ini masuk dalam wilayah
materi keamanan digital untuk anak, khususnya peserta didik kita dan anak-anak
kita di rumah, kecakapan digital, buadaya digital, etika digital dan kemanan
digital, dapat kita simak pada paparan di bawah ini:
Membaca obyek materi
•Pertama kita mengajak anak untuk
memahami perkembangan dunia digital yang terus berkembang
•Kedua kitaharus memahami psikologi anak dan
perkembangannya dalam dunia digital
•Ketiga, Kita harus menyadarkan anak
tentang apa saja resiko kejahatan pada anak
•Keempat
bagaimana cara aman dan nyaman beriunternet bersama keluarga tercinta
•Bagaimana cara aman dan nyaman berinternet bersama keluarga?
Menarik nih...saat pandemicovid,
kedekatan anak pada gedjet tampaknya lebih dekat daripada ke ayah bundanya.
Gimana cara memberikan kesadarannya?
Anak-anak kita adalah anaka-anak
kelompok yang rentan terhadap berbagai kejahatan digital. Tidak semua orang baik ada dalam dunia digital kita. Salah satunya adalah jangan biarkan
anak-anak kita mengumbar data pribadi di media digital atau media sosial.
Ketidaktahuan dan ketidakmampuan
menggunakan media digital dengan baik dan benar, membuat mereka menjadi korban
kejahatan media digital. Bahkan banyak juga orang dewasa yang menjadi
korbannya. Kita harus mulai belajar di media digital dan usahakan sudah membuka
website https://literasidigital.id
Nah ini yang akan menjadi pembahasan pertemuan pertama ini.
Kalau akses internet di tempat anda
cepat, anda bisa membuka link video ini, https://literasidigital.id/video-literasi-digital/
baiklah Om Jay, kita kunjungi
dulubagaimana kita mandu anak dan murid
supaya tidak kena bahaya dampak negatif darikonten gadjet
Banyak orang saat ini tidak memahami
bahkan tidak peduli akan bahaya yang dapat mengancam anak-anak kita. Itulah
mengapa kami membuka kelas GMLD, walaupun kominfo juga telah melaksanakan
berbagai webinar literasi digita secara masif di setiap kota dan kabupaten
setiap hari di internet
Kominfo melakukan, dan kita bantu
supaya makin banyak yang faham betapa penting MELEK Literasi Digital...
Kita terkadang dengan mudah saling
berbagi informasi termasuk data yang sifatnya pribadi kepada orang yang baru
dikenal. Akibatnya data privasi dapat
disalahgunakan oleh pihak yangtidak bertanggung jawab. Apalagi bila mereka
masih anak-anak, data privasi kita dengan mudah diperjual belikan oleh mereka
yang tdk bertanggung jawab di media digital
wow, bisa untuk menipu , memeras dan
seterusnya... mengerikan juga ya?
Dari hasil survey Google bersama Trust dan Safety research
pada bula Februari 2021, ada 51 % orang tua di Indonesia merasa khawatir
tentang keamanan digital anak. Bahkan ada 42 % orangtua mengkhawatirkan 3 hal
yaitu keamanan informasi anak, anak-anak menerima konten yang tdk pantas, dan
anak-anak menerima perhatian dari orang yang tidak dikenalnya.
Resiko kejahatan di ruang digital pada anak yang sering
terjadi adalah kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan
seksual dan lain-lain yang bisa kita baca di media sosial
Coba anda baca berita ini, https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4747446/ratusan-anak-di-jabar-masuk-rs-jiwa-karena-kecanduan-ponsel-ini-gejalanya
Waw....serem ya.
Langkahnya apa nih ...supaya kita bisa bangun ruang digital
yg aman utk anak?
Mari kita baca sejenak
ini yang akan omjay sampaikan di materi berikutnya
hal yang lebih menyeramkan adalah Grooming, kasus pelecehan
seksual pada anak dengan modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak
mulai banyak ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setioap tahunnya. Kita sebagai orang tua dan juga guru
harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital.
serem banget...
Orang tua harus peka dengan tingkah laku anaknya yang gemar
bermain game di gadget. Jangan sampai, anak mengalami kecanduan yang berdampak
terhadap kesehatan psikologisnya.
Sub Spesialis Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, Rumah Sakit
Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, dr. Lina Budiyanti mengatakan ada 11 gejala
bagi anak yang mengalami kecanduan gadget dalam Diagnostic and Statistical
Manual of Mental Disorders (DSM) V. Beberapa di antaranya bisa dikenali dari
perilaku sehari-hari."Anak main game untuk melarikan diri dari
ketidaknyamanan. Kemudian yang kedua jam pemakaian game sudah tidak
proporsional," ujar Lina saat ditemui di Cisarua, Selasa (15/10/2019).
Baca artikel detikHealth, "Ratusan Anak di Jabar Masuk
RS Jiwa karena Kecanduan Ponsel, Ini Gejalanya" selengkapnya
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4747446/ratusan-anak-di-jabar-masuk-rs-jiwa-karena-kecanduan-ponsel-ini-gejalanya.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
siap.kita baca yuk
... Ratusan anakmasuk Rs Jiwa, itu baru
jabar, kl 34 propinsi43 ribu
bahkan lebih mungkin.
hal yang lebih menyeramkan adalah Grooming, kasus pelecehan
seksual pada anak dengan modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak
mulai banyak ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setioap tahunnya. Kita sebagai orang tua dan juga guru
harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital.
Grooming seperti di dokter hewan
penitipan kucing
serem banget...
Beritanya ada di
https://id.theasianparent.com/child-grooming, semoga akses internet anda cepat
sehingga bisa membuka link beritanya.
Kita sebagai orang tua dan juga guru
harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital. Mari kita lihat beritanya
Web Rujukan Digital Parenting
literasidigital.id (kumpulan buku, video, infografis tentang literasi
digital yang dapat di unduh secara gratis)
Smartschoolonline.id (program edukasi terkait pemanfaatan internet yang sehat)
Sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id (artikel, modu, video terkait isu parenting)
fosi.org (beragam panduan dan tools
pengembangan digital parenting beinternetawesome.withgoogle.com
Bagimana supaya anak-anak kita aman dalam bermedia digital
atau mengakses internet?
Silahkan anda mampir ke berbagai website yang omjay bagikan,
dan nampaknya anda perlu duduk sebentar untuk membaca sedikit dsemi sedikit web
rujukan digital parenting. Semoga ada waktu untuk membacanya.
Sekarang lebih baik kita masuk tanya jawab saja dulu,
pertanyaan bisa disampaikan ke pak Dail
Seabiknya kita mulai,
Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti nomor
telepon, passport/KTP, password, dan alamat rumah
Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal,
jauhi phising dengan tidak meng-klik link sembarangan
Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas
baik untuk akun maupun gawai, biasakan menggunakan two step authentication
Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk mencegah terbentuknya rekam jejak
yang membuat kita rawan jadi target kejahatan digital.
Brave, mengenali dan mencegah
bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital
Diakhir kegiatan diisi dengan tanya
jawab.
Bagaimana harus bersikap atau
bertindak ketika sedang mengajak murid-murid memutar lagu-lagu wajib di youtube
dengan memakai infokus tiba-tiba konten pornografi muncul?Terima kasih
Jawaban :
Aman Berinternet Bersama Anak,
•Jaga Komunikasi dengan anak
•Bekali diri dan terus belajar
•Gunakan fitur dan aplikasi untuk
menjaga keamaanan anak di internet
•Buat aturan bersama dan terapkan konsekuensinya
•Menjadi teman, ikuti anak di media
sosial dan jangan berlebihan
•Jelajahi, berbagi dan bermain bersama
anak
•Jadilah teladan digital yang baik
•Kita tetap rileks dan jangan panik,
sampaikan kepada mereka bahwa duni digital begitu terbuka, kita harus waspada
jangan sampai terpapar pornografi. Inilah pentingnya kita sebagai orang tua dan
guru untuk menjadi pemandu bagi anak-anaka kita.
2.Bagaimana cara agar menghilangkan latah asal buka link?dan Bagaimana cara
mengetahui mana informasi hoaks atau bukan?
Jawab:
caranya mampu mengontrol diri dan
tidak mudah terpancing informasi yang tdk jelas sumbernya. Untuk berita hoaks,
cirinya tdk jelas sumbernya dan biasany minta kita lsg menyebarkan ke orang
lain
3.Bagaimana cara menyadarkan dan mengajak guru serta orang tua agar mau utk
belajar / ber literasi digital? karena sejatinya anak-anak itu adalah peniru, jadi perlu contoh dulu dari
guru- gurunya atau ortunya. Kalau tidak ada keteladanan dari kita anak-anak kan susah untuk
belajar atau berubah.
Ketergantungan anak pada game
online sampaitop up ratusan ribu demi
mengejar diamond pada game nya. Bahkan diajak keluar rumah anak jadi enggan
bukan Krn kurang menarik tetapi Karena sayang jika melewatkan game online nya.
Bagaimana caranya menghentikan anak kecanduan bermain game dan bagaimana
cara agar anak tidak bermain game, betul, itulah mengapa kominfo mengadakan
kegiatan webinar literasi digital di berbagai kota supaya banyak orang tua dan
guru serta siswa paham literasi digital. Faktor keteladanan dari kita
amsing0masing sangat penting untuk menjalankan etika digital pelcehan seksual, bisa dilihat infonya di google.comSedikit
gangguan signal
Jawaban:
Kita sebagai orang tua wajib
memberikan keteladanan. Ajak anak beraktivitas di luar rumah misalnya dengan
bermain bola dan hobi yang mereka minati. Biar bgm pun game ada sisi positifnya
juga. Dalam games mengajarkan anak menjadi seorang pemenang.
Bagaimana keamanan
digital untuk penyimpanan file/surat2 berharga seperi ijazah, surat tanah, SK
yang kita simpan Filenya menggunakan penyimpanan yang disediakan diinternet
seperti Drive, dropbox, google foto dan jenis penyimpanan data online lainnya.
Apakah aman atau tidak om jay. Terima kasih
Jawaban:
Selama link tdk dibagikan password
sering diganti, data kita aman. Password itu ibarat celana dalam, dia harus
sering diganti, kalau tdk diganti akan terasa gatal di tubuh ini.
Untuk mempertajam materi Pelatihan perdana ini, bisa kita saksikan video pemateri.
Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti nomor
telepon, passport/KTP, password, dan alamat rumah
Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal,
jauhi phising dengan tidak meng-klik link sembarangan
Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas
baik untuk akun maupun gawai, biasakan menggunakan two step authentication
Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk mencegah terbentuknya rekam jejak
yang membuat kita rawan jadi target kejahatan digital.
Brave, mengenali dan mencegah
bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital
Untuk mepertegas materi pertemuan ini, ada baiknya kita lihat video yang satu ini.