Sabtu, 13 November 2021

 STRATEGI MENANGKAL HOAKS

 

Resume ke-5

10 November 2021

Narasumber : Ibu Heni Mulyati, M. Pd

Moderator    : Bapak Mulyadi

 


 

Pertemuan ke-5 kelas Motivator Literasi Digital (GMLD) pada Rabu, 10 November 2021 pukul 16.00-18.00 dilaksanakan melalui Wa dengan materi ”Strategi Menangkal Hoaks” dimoderatori oleh Bapak Mulyadi, dan menghadirkan narasumber Ibu Heni Mulyati, M. Pd.

Ada tiga sub tema yang di bahas kali ini, adalah:

  1. Membahas tentang perkembangan era digital dan banjir informasi
  2. Mengenal hoaks, motif, jenis, ciri dan dampak
  3. Membahas tentang tips periksa fakta secara singkat.

Perkembangan era digital dan banjir informasi. Kita bernostalgia di zaman dimana internet belum ada dan siaran televisi terbatas, tidak semua orang memiliki dan dapat menyaksikan siaran televisi. Informasi terbatas, sedangkan sekarang siapa pun bisa menjadi pembuat penyebar dan pengguna informasi.

Ada beberapa situasi yang perlu kita sadari terkait dengan banjirnya informasi ini yaitu pertama era post truth Ketika suatu fakta diberikan orang cenderung tidak menerimanya Hal ini disebabkan emosi yang dominan dan keyakinan pribadi. Kedua matinya kepakaran yaitu Suatu frasa yang menggambarkan ketidak percayaan terhadap para pakar atau para ahli dan yang ke-tiga Filter bubble ( mengacu pada data atau histori prngguna) dan echo chamber (kesamaan informasi antar pengguna)



Selain kemunduran kemudahan informasi yang kita dapatkan Ada hal lain yang perlu kita perhatikan yaitu peredaran hoaks di masyarakat yang paling banyak saat ini  adalah isu politik dan kesehatan. menurut survei yang dilakukan oleh Litbang mafindo banyak beredar mulai dari WA PB dan Twitter Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui apakah berita yang akan kita terima benar atau tidak.

Hoaks adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar tetapi dibuat seolah-olah benar. Mengapa masih ada yang percaya dengan hoax berikut alasannya 

  1. Kemampuan literasi digital dan berpikir kritis yang belum merata 
  2. Polarisasi masyarakat 
  3. Belum cakap memilih dan memilah informasi dan minimnya kemampuan periksa-periksa 

Banyak alasan seseorang menyebarkan hoaks salah satunya adalah motif ekonomi ada oknum yang sengaja membuat situs yang isinya provokatif dengan mendapatkan keuntungan ciri-cirinya 

  1. Sumber informasi tidak jelas.
  2. Biasanya bangkitkan emosi 
  3. Alasan yang terlihat ilmiah tetapi salah
  4.  Isinya sembunyikan fakta
  5.  Minta disrbarluaskan.

 


Dampak yang terjadi akibat adanya hoaks  akan timbul perpecahan dan saling curiga antara kita.Selain itu timbul kebingungan untuk membedakan mana yang  hoaks atau pun yang bukan.  kemudian bagaimana kita dapat membedakan apakah berita yang kita terima adalah benar atau hoaks  kita dapat mengecek pada situs pencari fakta seperti www turnbackhoax .co.id atau www. cekfakta.com Cek pada media yang kredibel. Gunakan Google reverse image untuk cek unggahan foto. dan kita juga dapat menginstall aplikasi Hoax Buster Tools dari Mafindo. Selain itu kita juga bisa cek berita hoax melalui wa. 

Materi ditutup oleh bu Heni dengan kata-kata " Bijak gunakan media digital. Apa yang kita unggah akan tinggalkan rekam jejak digital. Periksa faktanya, jika valid dan bermanfaat, baru sebar kemudian."

 


Jumat, 12 November 2021

ROTASI STAF PIMPINAN SMP PASUNDAN 1 BANDUNG

 ROTASI HAL YANG WAJAR

Rotasi Staf pimpinan  di sebuah sekolah merupakan hal yang lumrah hal itu dilakukan dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah tersebut,  Setiap orang yang terpilih dituntut agar bisa terus berupaya untuk dapat memberikan kinerja terbaik guna terus meningkatkan kesuksesan yang selama ini telah diraih oleh suatu sekolah dan diharapkan muncul dorongan untuk terus membantu meningkatkan kualitas sekolah yang lebih baik.

Begitu juga Kepala SMP Pasundan 1 Bandung Bapak Nana Mulyana, S.Pd, M.Si  hari Jumat tanggal 12 November 2021 mengadakan rapat untuk menyampaikan agenda sekolah mengenai Rotasi Staf kepemimpinan SMP Pasundan 1 Bandung selepas diangkatnya Bapak Dindin Toharudin, SPd yang bertugas sebagai Wakasek Kesiswaan dan mendapatkan tugas baru sebagai Kepala Sekolah SMP Purwakarta.

Adapun susunan Staf pimpinan  SMP Pasundan 1 yang baru adalah sebagai berikut:


Poto Staf Pimpinan SMP Pasundan 1 Bandung yang Baru

Jabatan baru yang diemban merupakan kepercayaan dan amanah dari pimpinan.  Untuk itu perlu disyukuri dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.  Staf pimpinan yang baru hendaknya terpacu untuk melaksanakan program-program yang telah ditetapkan dan melanjutkan apa yang sudah dijalankan sebelumnya untuk terus meningkatkan prestasi.

Selamat kepada staf yang terpilih mudah-mudahan bisa meningkatkan loyalitas, disiplin, komitmen dan optimalisasi kerja yang tingggi, sehingga target-target yang di rencanakan bisa tercapai maxsimal.

Mari Bergerak bersama berkarya untuk SMP Pasundan 1 Bandung mudah-mudahan lelahnya kita jadi lillah dan lebih berkah.

Kamis, 11 November 2021

JURNAL PAKAR

 JURNAL PAKAR VOL. 1 NO. 3 OKTOBER 2021


Poto Jurnal Pakar

Senang rasanya memperoleh kiriman Jurnal, bagaimana tidak poin-poin angka kredit bertambah terus. Tidak menduga sebelumnhya jurnal bukan awal dari mengikuti kegiatan Bintek. Akan tetapi Bintek bertujuan untuk Penyusunan Karya Ilmiah yang diadakan UPI Bandung yang di Motori oleh Ibu Prof. Dr. Aan Komariah, M.Pd. Beliau adalah bertugas sebagai Dosen UPI dan Tim Penilai Kenaikan Pangkat untuk guru.

Berburu ilmu dengan pakar sangat menyenangkan, penjelasannhya mengalir dan datanya atau materinya lengkap, ditambah ada target-target yang dibidik dari peserta Bintek.  Akhirnya saya terpilih untuk menjadi peserta Bintek bersama 25 Orang dari beberapa Kota. 

Pertemuan belangsung empat kali, Waktu bintek banyaknya untuk kegiatan workshop pelatihan membuat Jurnal Hasil Penelitian Tindakan Kelas. Waktu yang sangat terbatas tetapi banyak pembeljaran yang didapat antara lain:

  1. PTK dan Penolakan 
  2. Penyusunan PAK.
  3. Penyusunan Jurnal.

Terakhir penyususnan Jurnal dan ada kegiatan Penutup yang diakhiri dengan pengumuman Jurnal terbaik dan lolos untuk di Publikasikan. Alhasil saya masuk dan  dapat peluang untuk publikasi.

Terimakasih Ibu Prof dan tim insya Alloh ilmu manfaat  dan jurnal akan dipakai untuk menambah poin kenaikan pangkat berikutnya.

 

 Salam Literasi.

Rabu, 10 November 2021

YUKCEGAH CYBER BULLYING

CARA MENCEGAH CYBER BULLYING

Resume ke-4

08 November 2021

Narasumber     : Wijaya Kusumah, M.Pd

Moderator        :  Rosminiyati


Pertemuan ke-4 kelas Motivator Literasi Digital (GMLD) pada hari Senin 8 November 2021 pukul 16 .00 sampai 18.00 dilasanakan melalui WA dengan materi “Yuk Kita Cegah Cyber Bullying” dimoderatori oleh Bu Rosmiyati dan menghadirkan narasumber Bapak Wijaya Kusuma. MPd

Cyberbullying merupakan perilaku antisosial yang melecehkan atau merendahkan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak atau remaja yang di lakukan secara online di dunia cyber. Cyber bullying ini lebih parah dampaknya daripada bullying secara offline.

Berikut tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghentikan cyberbullying:

  1. Jangan merespon. Para pelaku bullying selalu menunggu reaksi korban untuk itu jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak merasa diperhatikan.
  2. Jangan membalas aksi pelaku, sebab dengan membalas akan membuat anda ikut menjadi pelaku dan akan semakin menyuburkan aksi tersebut.
  3. Simpan semua bukti, karena aksi ini terjadi di dunia digital sebagai barang bukti saat kita melapor pada pihak terkait.
  4. Segera blokir aksi pelaku jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentuk komentar , pesan menggunakan tool atau privasi untuk memblokir pelaku

Penyebab Cyberbullying
 
  1. Postingan terlalu sering atau terlalu banyak bisa mengakibatkan mengganggu orang lain sehingga memancing cyberbullying
  2. Konten postingan yang aneh. Apapun yang diunduh ke media pasti ada pro dan kontra apalagi yang aneh dan mengundang bullying
  3. Pintar-pintar memilih teman di sosial media akun media tidak harus selalu terbuka untuk semua orang.
  4. Sembarang bercerita di media sosial tidak perlu menceritakan hal-hal yang bersifat prinsip dan pribadi di media sosial

Cara mencegah Cyber Bullying pada anak

  1. Edukasi anak,  orang tua harus memberikan edukasi menggunakan jejaring online yang aman edukasi menjadi langkah paling dasar dalam mencegah cyber bullying. Peran orang tua menjadi sangat dibutuhkan dalam kondisi tersebut keluarga adalah tempat pertama untuk memperoleh pendidikan itulah yang seharusnya kita lakukan sebagai orang tua dan guru.  Anak-anak mesti diberikan pemahaman mengenai hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan melalui jaringan sosial khususnya media sosial, orang tua dan guru harus mampu menjadi pemandu.
  2. Ajari anak-anak mengatasi perundungan,  selanjutnya Orang tua harus mengajari anak-anak cara menghadapi  bullying meski hal ini bisa dilakukan oleh pribadi sendiri, tetapi sebagai orang tua tidak ada salahnya mempelajari beberapa cara menghadapi sebuah polling yang bisa anda ajarkan kepada anak yaitu tidak menanggapi apalagi sampai membalasnya dan sebaiknya blokir saja orang yang membully jika hal tersebut tiba-tiba terjadi.
  3. Bimbing anak-anak untuk mengatur privasi,  khususnya data pribadi langkah selanjutnya anak-anak harus mampu mengatur privasi di media sosial.  Pengaturan privasi di media sosial sangat membantu mencegah kasus cyber bullying pada anak , data pribadi anak penting untuk dirahasiakan  supaya mereka tidak menjadi korban terjadi kejahatan digital

Pada akhir paparan materi,  narasumber berharap kepada kita semua sebagai guru dan orang tua agar selalu mendampingi anak dalam menggunakan media sosial. Caranya meningkatkan pengetahuan tentang literasi digital dan ikut serta dalam mengkampanyekan gerakan anti bullying.  Ajak anak-anak kita untuk menjauhi cyber bullying. Peran guru di sekolah dan orang tua di rumah sangat diperlukan untuk menghindari masalah ini.  Siapkan waktu untuk berinteraksi dengan mereka ajak diskusi dan cari tahu apa yang sudah mereka kerjakan.  Keterbukaan penting diajarkan dalam keluarga sehingga setiap masalah anak dengan cepat dicarikan solusi oleh orang tua. Bekali anak-anak dengan pendidikan agama yang kuat. Dengan demikian anak-anak akan terhindar dari tindakan yang tidak diharapkan dan semakin bijak dalam bermedia digital
Sekian dan terimakasih.


Salam Literasi Digital.

Senin, 08 November 2021

 

MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MELALUI DUNIA DIGITAL

Resume ke-3

05 November 2021

Narasumber : Aris Ahmad Jaya

Moderator    : Ms. Phia


 

Pertemuan ke-3 kelas Motivator Literasi Digital (GMLD) pada Jumat, 5 November 2021 pukul 16.00-17.30 dilaksanakan melalui Zoom Metting dengan materi ”Mengembangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital” dimoderatori oleh Ms. Phia, dan menghadirkan narasumber Aris Ahmad Jaya (Mr. Sugesti Indonesia, Motivator Sekolah Unggul).

Bagaimana menemukan Minat dan bakat menurut Pa Aris adalah sesuatu yang dapat dikembangkan secara optimal. Untuk itu maka diperlukan rumus jitu yakni empat T, yaitu Titi, tiru, tambah-tambahi, temu. Kita kenal selama ini dengan istilah ATM. ditambah 2 T.yaitu temui dan tustaskan

Apa itu Minat, minat adalah sesuatu yang dapat dikembangkan secara optimal, sedangkan Keinginan adalah kecenderungan hati terhadap sesuatu, dapat berubah tergantung kebutuhan dan pengalaman tergantung pada mode yang sedang tren. Bakat adalah kemampuan yang ada dalam diri seseorang sejak lahir dimana kemampuan tersebut akan mudah berkembang dengan optimal manakala dilatih dengan baik dan benar.

Untuk mengembangkan Minat, Kemauan dan Bakat maka diperlukan empat T + dua T

T yang pertama adalah Titi, Niteni/ Setiti, maksudnya adalah cermat dalam mencari dari sekian banyak pelayan-pelayan yang ada di dunia digital, apa yang paling disulai, disenangi dan yang paling menarik dan akan kita jadikan panutan untuk mengembangkan bakat kita.

T yang ke-2 adalah Tiru, apabila sudah menemukan sesuatu yang terbaik, kita siapkan waktu  kita bisa menirunya ( bisa lewat Youtube. Instagram, Blog dan lainnya)

T yang ke-3 adalah Tambah-tambahi, setelah meniru modifikasi/ kolaborasi dengan pengalaman yang kita miliki

T yang ke-4 adalah Tamu, setelah kita mengkolaborasi maka kita akan menemukan hal-hal yang batu dan berani untuk mencoba.

T yang ke-5 adalah Temui orang yang sudah membangkitkan dan memotivasi minat bakat kita

T yang ke-6 adalah Tuntaskan, apa yang sedang kita kerjakan. Jangan hiraukan apa komentar orang lain. Selagi apa yang kita kerjakan baik dan tidak melanggar aturan agama.

Penghujung acara Pa Aris menyampaikan 3 hal yang sangat penting untuk dapat dijadikan bahan renungan kita. 

  1. Kita kenang karena memberi bukan menerima.
  2. Tetap lakukan yang terbaik, karena kebaikan yang kita lakukan akan menjadi sejarah hidup.
  3. Cintailah apa yang kita lakukan, dan lakukan apa yang kita cintai dan lihat keajaiban yang akan terjadi.

Demikian materi yang disampaikan oleh narasumber untuk pertemuan kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

Salam Literasi Digital

 

Jumat, 05 November 2021

 

YU KELOLA JEJAK DIGITAL DENGAN BAIK

Rabu, 3 November adalah pertemuan ke-2 di kelas Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) dipandu langsung oleh Ibu Helwiyah dan pematerinya Bapak Dedi Dwitagama Guru Matematika di SMKN 50 Jakarta Timur. Beliau adalah seorang motivator, inspirator para guru dan selalu mengelola jejak digital. Jejak digital Pa Dedi dapat kita lihat di media digital: Blog, Facebook, Podcast, Instagram, dan lain-lain.

Berikut gambar- gambar Pa Dedi yang aktif mengelola jejak digital



Keren Pak Dedi banyak gambar, tulisan dan video

Setiap orang  memang bersifat unik, jika keunikan itu direkam dalam dunia digital bisa jadi dapat mengantarkan kita pada nasib baik sebagai orang yang unggul dan akhirnya melejit.

Pa Dedi sering menggunakan muridnya untuk meninggalkan jejak digital sekolahnya, dia mewajibkan murid  dan dikasih hadiah nilai ... ini hasilnya, puluhan ribu jejak sekolah terekam di instagram ... hasil kerjaan murid yg ditugaskan guru.

Wah wajib dicoba, numpang keren dan sekaligus promosi sekolah kita.

Makasih Pa Dedi atas pencerahannay, mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat.




Salam sehat dan salam Literasi.

Senin, 01 November 2021

MOTIVATOR GURU LITERASI DIGITAL

 

MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK

Pelatihan Kelas Motivator Guru Literasi Digital pertama ini dilaksanakan pada hari Senin, 1 November 2021 dengan Bapak Wijaya Kusuma, S.Pd. M.Pd, sebagai narasumber dan dipandu Bapak Dail Ma’ruf, M.Pd sebagai moderator. Tema pelatihan kali ini yakni” Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak

Bapak Dail Ma’ruf, M.Pd  langsung melontarkan tujuan dari Motivator Guru Literasi Digital yang harus kita kuasai, sehingga kita bisa menyampaikannya kepada peserta didik kita, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital.

Kecakapan digital, Kemampua Individu dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem oprasi digital dalam kehidupan.

Budaya digital, Kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan nilai Pacasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Etika digital, Kemampuan individu dalam meyadari, mencontoh, menyesuaika diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan, tatakelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hai.

Keamanan digital. Kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang, meningkatkan kesadaran pelindungan data pribadi dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.

Apa itu kecakapan digital?

Materi pertama ini masuk dalam wilayah materi keamanan digital untuk anak, khususnya peserta didik kita dan anak-anak kita di rumah, kecakapan digital, buadaya digital, etika digital dan kemanan digital, dapat kita simak pada paparan di bawah ini:

Membaca obyek materi

      Pertama kita mengajak anak untuk memahami perkembangan dunia digital yang terus berkembang

      Kedua kita  harus memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital

      Ketiga, Kita harus menyadarkan anak tentang apa saja resiko kejahatan pada anak

      Keempat bagaimana cara aman dan nyaman beriunternet bersama keluarga tercinta

      Bagaimana cara aman dan nyaman berinternet bersama keluarga?

Menarik nih...saat pandemi  covid, kedekatan anak pada gedjet tampaknya lebih dekat daripada ke ayah bundanya. Gimana cara memberikan kesadarannya?

Anak-anak kita adalah anaka-anak kelompok yang rentan terhadap berbagai kejahatan digital. Tidak semua orang baik ada dalam dunia digital kita. Salah satunya adalah jangan biarkan anak-anak kita mengumbar data pribadi di media digital atau media sosial.

Ketidaktahuan dan ketidakmampuan menggunakan media digital dengan baik dan benar, membuat mereka menjadi korban kejahatan media digital. Bahkan banyak juga orang dewasa yang menjadi korbannya. Kita harus mulai belajar di media digital dan usahakan sudah membuka website https://literasidigital.id

Nah ini yang akan menjadi pembahasan pertemuan pertama ini.

Kalau akses internet di tempat anda cepat, anda bisa membuka link video ini, https://literasidigital.id/video-literasi-digital/

baiklah Om Jay, kita kunjungi dulu  bagaimana kita mandu anak dan murid supaya tidak kena bahaya dampak negatif dari  konten gadjet

Banyak orang saat ini tidak memahami bahkan tidak peduli akan bahaya yang dapat mengancam anak-anak kita. Itulah mengapa kami membuka kelas GMLD, walaupun kominfo juga telah melaksanakan berbagai webinar literasi digita secara masif di setiap kota dan kabupaten setiap hari di internet

Kominfo melakukan, dan kita bantu supaya makin banyak yang faham betapa penting MELEK Literasi Digital...

Kita terkadang dengan mudah saling berbagi informasi termasuk data yang sifatnya pribadi kepada orang yang baru dikenal. Akibatnya data privasi dapat disalahgunakan oleh pihak yangtidak bertanggung jawab. Apalagi bila mereka masih anak-anak, data privasi kita dengan mudah diperjual belikan oleh mereka yang tdk bertanggung jawab di media digital

wow, bisa untuk menipu , memeras dan seterusnya... mengerikan juga ya?

Dari hasil survey Google bersama Trust dan Safety research pada bula Februari 2021, ada 51 % orang tua di Indonesia merasa khawatir tentang keamanan digital anak. Bahkan ada 42 % orangtua mengkhawatirkan 3 hal yaitu keamanan informasi anak, anak-anak menerima konten yang tdk pantas, dan anak-anak menerima perhatian dari orang yang tidak dikenalnya.

Resiko kejahatan di ruang digital pada anak yang sering terjadi adalah kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan seksual dan lain-lain yang bisa kita baca di media sosial

Coba anda baca berita ini, https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4747446/ratusan-anak-di-jabar-masuk-rs-jiwa-karena-kecanduan-ponsel-ini-gejalanya

Waw....serem ya.

Langkahnya apa nih ...supaya kita bisa bangun ruang digital yg aman utk anak?

Mari kita baca sejenak

ini yang akan omjay sampaikan di materi berikutnya

hal yang lebih menyeramkan adalah Grooming, kasus pelecehan seksual pada anak dengan modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak mulai banyak ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setioap tahunnya. Kita sebagai orang tua dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital.

serem banget...

Orang tua harus peka dengan tingkah laku anaknya yang gemar bermain game di gadget. Jangan sampai, anak mengalami kecanduan yang berdampak terhadap kesehatan psikologisnya.

Sub Spesialis Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, dr. Lina Budiyanti mengatakan ada 11 gejala bagi anak yang mengalami kecanduan gadget dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) V. Beberapa di antaranya bisa dikenali dari perilaku sehari-hari."Anak main game untuk melarikan diri dari ketidaknyamanan. Kemudian yang kedua jam pemakaian game sudah tidak proporsional," ujar Lina saat ditemui di Cisarua, Selasa (15/10/2019).

Baca artikel detikHealth, "Ratusan Anak di Jabar Masuk RS Jiwa karena Kecanduan Ponsel, Ini Gejalanya" selengkapnya https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4747446/ratusan-anak-di-jabar-masuk-rs-jiwa-karena-kecanduan-ponsel-ini-gejalanya.

 

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

siap.  kita baca yuk ... Ratusan anak  masuk Rs Jiwa, itu baru jabar, kl 34 propinsi  43 ribu

bahkan lebih mungkin.

hal yang lebih menyeramkan adalah Grooming, kasus pelecehan seksual pada anak dengan modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak mulai banyak ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setioap tahunnya. Kita sebagai orang tua dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital.

Grooming seperti di dokter hewan penitipan kucing

serem banget...

Beritanya ada di https://id.theasianparent.com/child-grooming, semoga akses internet anda cepat sehingga bisa membuka link beritanya.

Kita sebagai orang tua dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital. Mari kita lihat beritanya

Web Rujukan Digital Parenting

  • literasidigital.id (kumpulan buku, video, infografis tentang literasi digital  yang dapat di unduh secara gratis)
  • Smartschoolonline.id (program edukasi terkait pemanfaatan internet yang  sehat)
  • Sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id (artikel, modu, video terkait isu parenting)
  • fosi.org (beragam panduan dan tools pengembangan digital parenting beinternetawesome.withgoogle.com

Bagimana supaya anak-anak kita aman dalam bermedia digital atau mengakses internet?

Silahkan anda mampir ke berbagai website yang omjay bagikan, dan nampaknya anda perlu duduk sebentar untuk membaca sedikit dsemi sedikit web rujukan digital parenting. Semoga ada waktu untuk membacanya.

Sekarang lebih baik kita masuk tanya jawab saja dulu, pertanyaan bisa disampaikan ke pak Dail

Seabiknya kita mulai,

  • Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat rumah
  • Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal, jauhi phising dengan tidak meng-klik link sembarangan
  • Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas baik untuk akun maupun gawai, biasakan menggunakan two step authentication
  • Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat kita rawan jadi target kejahatan digital.
  • Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital

Diakhir kegiatan diisi dengan tanya jawab.

Bagaimana harus bersikap atau bertindak ketika sedang mengajak murid-murid memutar lagu-lagu wajib di youtube dengan memakai infokus tiba-tiba konten pornografi muncul?  Terima kasih

Jawaban :

Aman Berinternet Bersama Anak,

         Jaga Komunikasi dengan anak

         Bekali diri dan terus belajar

         Gunakan fitur dan aplikasi untuk menjaga keamaanan anak di internet

         Buat aturan bersama dan terapkan konsekuensinya

         Menjadi teman, ikuti anak di media sosial dan jangan berlebihan

         Jelajahi, berbagi dan bermain bersama anak

         Jadilah teladan digital yang baik

    Kita tetap rileks dan jangan panik, sampaikan kepada mereka bahwa duni digital begitu terbuka, kita harus waspada jangan sampai terpapar pornografi. Inilah pentingnya kita sebagai orang tua dan guru untuk menjadi pemandu bagi anak-anaka kita.

2.  Bagaimana cara agar menghilangkan latah asal buka link?dan Bagaimana cara mengetahui mana informasi hoaks atau bukan?

Jawab:

caranya mampu mengontrol diri dan tidak mudah terpancing informasi yang tdk jelas sumbernya. Untuk berita hoaks, cirinya tdk jelas sumbernya dan biasany minta kita lsg menyebarkan ke orang lain

3.   Bagaimana cara menyadarkan dan mengajak guru serta orang tua agar mau utk belajar / ber literasi digital? karena sejatinya anak-anak  itu adalah peniru, jadi perlu contoh dulu dari guru- gurunya atau ortunya. Kalau tidak ada keteladanan dari kita anak-anak kan susah untuk belajar atau berubah.

Ketergantungan anak pada game online sampai  top up ratusan ribu demi mengejar diamond pada game nya. Bahkan diajak keluar rumah anak jadi enggan bukan Krn kurang menarik tetapi Karena sayang jika melewatkan game online nya.

Bagaimana caranya menghentikan anak kecanduan bermain game dan bagaimana cara agar anak tidak bermain game, betul, itulah mengapa kominfo mengadakan kegiatan webinar literasi digital di berbagai kota supaya banyak orang tua dan guru serta siswa paham literasi digital. Faktor keteladanan dari kita amsing0masing sangat penting untuk menjalankan etika digital pelcehan seksual, bisa dilihat infonya di google.comSedikit gangguan signal

Jawaban:

Kita sebagai orang  tua wajib memberikan keteladanan. Ajak anak beraktivitas di luar rumah misalnya dengan bermain bola dan hobi yang mereka minati. Biar bgm pun game ada sisi positifnya juga. Dalam games mengajarkan anak menjadi seorang pemenang.

Bagaimana keamanan digital untuk penyimpanan file/surat2 berharga seperi ijazah, surat tanah, SK yang kita simpan Filenya menggunakan penyimpanan yang disediakan diinternet seperti Drive, dropbox, google foto dan jenis penyimpanan data online lainnya. Apakah aman atau tidak om jay. Terima kasih

Jawaban:

Selama link tdk dibagikan password sering diganti, data kita aman. Password itu ibarat celana dalam, dia harus sering diganti, kalau tdk diganti akan terasa gatal di tubuh ini.

Untuk mempertajam materi Pelatihan perdana ini, bisa kita saksikan video pemateri.

Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat rumah

Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal, jauhi phising dengan tidak meng-klik link sembarangan

Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas baik untuk akun maupun gawai, biasakan menggunakan two step authentication

Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat kita rawan jadi target kejahatan digital.

Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital

Untuk mepertegas materi pertemuan ini, ada baiknya kita lihat video yang satu ini.





Sekian tetap semangat dan salam sehat.

6.      


Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...