MEWUJUDKAN MASYARAKAT CAKAP DIGITAL
Ekosistensi dan disrupsi teknologi telah berkembang pesat dan masif dalam membawa perubahan di berbagai sektor. Perubahan ini telah memasuki sektor paling fundamental kehidupan masyarakat sehari-hari. Perkembangannya tidak tanggung membawa dampak positif dan negatif bersamaan. Dampak positif akan memberikan pengalaman dan kecakapan digital bagi penggunanya. Akan tetapi, perubahan ini mendorong munculnya dampak-dampak negatif. Bahaya penggunaan teknologi-informasi secara masif tanpa mempertimbangkan kecakapan dan etika digital setiap individu membentuk permasalahan-permasalahan, seperti penyebaran berita bohong (hoaks), penipuan daring, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Berdasarkan data internetworldstats, masyarakat Indonesia telah mencapai 212,35 juta jiwa pengguna internet pada Maret 2021. Ini merupakan jumlah terbanyak ketiga di Asia. Mayoritas pengguna ialah anak-anak usia 7-17 tahun dengan persentase sebesar 48,2%. Dari jumlah tersebut, 75,8% anak dan remaja menggunakannya untuk mengakses media sosial. Sementara, penyebaran hoaks, penipuan, dan penyalahgunaan data pribadi paling rentan berada pada media sosial dan situs jual-beli daring.
Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan Kominfo, sebanyak 800.000 situs di
Indonesia telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu. Sementara
berdasarkan cekrekening.id menjelaskan bahwa per September 2021 terjadi 115.756
kasus penipuan daring. Tentunya, penipuan daring ini melibatkan penyalahgunaan
data pribadi pengguna internet. Kondisi ini bahkan telah dihimbau oleh
Kementerian Kominfo agar masyarakat pengguna internet lebih teliti dan
berhati-hati setiap mengakses internet.
Kondisi tersebut semakin mendesak adanya literasi dan edukasi yang meluas
dan merata terhadap seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya di bidang
digital. Adapun bentuk edukasi yakni dengan mengikuti berbagai diskusi tentang Literasi
Digital, salah satunya yang dilakukan Rabu, 8 Desember 2021 dengan narasumber Maria Magdalena. Dari diskusi ini lahir tema Berbagi Praktik Baik Literasi Digital yang
akan membahas hal apa saja yang mesti dilakukan dan manfaat bagi pengguna
layanan digital.
Kesadaran dan pemahaman yang
mendalam terkait pemanfaatan teknologi digital menjadi sebuah urgensi yang
perlu segera dipenuhi, guna mewujudukan ruang digital yang nyaman, produktif,
juga kreatif. Hal ini tidak lain karena penggunaan internet di Indonesia yang tinggi. Dengan begitu, banyak di antara pengguna internet yang belum memahami cara
kerja atau sistem teknologi-informasi digital. Ditambah kondisi pandemi yang
mendorong penggunaan internet dua kali berfluktuasi.
Menurut Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan bahwa pemanfaatan
teknologi mampu mengakselerasi transformasi pendidikan dan mendorong lompatan
kemajuan khususnya di masa pandemi Covid-19. Namun, terdapat syarat wajib yang
harus dipenuhi yakni pemanfaatan teknologi secara tepat sasaran dan kecakapan
digital. Kecakapan digital mencakup kemampuan dalam mengelola dan memanfaatkan
sumber-sumber digital secara bijak.
Mengenal
Literasi Digital
Syarat seseorang dapat berbagi praktik baik di internet ialah mengenal
lebih dahulu literasi digital. Literasi digital yaitu
pengetahuan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau
jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi serta
memanfaatkannya. Intinya, literasi digital tidak hanya sebagai penyedia informasi digital, tetapi
alat yang mengarahkan pengguna pada internet yang baik. Orang-orang mungkin
bertanya, manfaat apa yang diberikan literasi digital bagi masyarakat pengguna
internet. Berikut manfaat literasi digital:
- menambah wawasan individu, kegiatan mencari, dan
memahami informasi;
- meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam
berpikir serta memahami informasi;
- menambah penguasaan “kosakata” individu dari berbagai
informasi yang di baca;
- meningkatkan kemampuan verbal individu;
- Literasi digital dapat meningkatkan daya fokus serta
konsentrasi individu;
- menambah kemampuan individu dalam membaca, merangkai
kalimat, serta
menulis informasi.
Praktik Baik Literasi Digital
Apabila literasi digital telah dipahami dengan baik. Hal yang mesti kita
lakukan selanjutnya adalah berbagi
praktik baik. Bagaimana melakukannya? Tentu dengan menumbuhkan sikap
pengguna internet yang cakap. Pertama,
kecapakan digital. Ini melibatkan kemampuan individu dalam mengetahui,
memahami, dan menggunakan perangkat keras atau piranti lunak, serta sistem
operasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Nah apabila kita akan mengakses
internet, tentu kita harus memahami hal dasar dari alat yang akan kita gunakan.
Jangan sampai nanti alat yang kamu gunakan tidak berfungsi ya!
Kedua, budaya digital. Pernakah kamu melihat sejumlah postingan atau konten yang
tersebar di grup WhatsApp? Apabila pernah, hati-hati ya. Sebab, bisa jadi itu
adalah informasi palsu. Kaitannya dengan budaya digital karena budaya ini
mengajarkan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan
membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam
kehidupan sehari-hari. Budaya ini mesti ditanamkan dalam diri masing-masing
orang. Upaya ini akan membantu praktik baik di internet, juga memutus rantai
penyebaran berita bohong.
Ketiga, etika digital. Kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan,
menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata
kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari. Etika digital sangat
berkaitan dengan tindakan-tindakan yang kita lakukan di internet, seperti
berkomentar, postingan, hingga pesan digital. Ingat, dahulukan otak sebelum
tangan ya! Artinya kamu harus hati-hati dengan ketikanmu di internet. Dengan
menerapkan etika digital kita telah berupaya mengurangi cyber bullying.
Keempat, keamanan digital. Kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan,
menerapkan, menganalisis, menimbang, meningkatkan kesadaran perlindungan data
pribadi, dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Proteksi diri tidak
hanya dilakukan dalam dunia nyata, tetapi juga dunia maya. Sebab, di luar sana
masih banyak oknum yang menunggu lengahnya kita. Dengan begitu, keamanan
digital adalah praktik baik literasi digital yang dapat kamu lakukan sebagai
bentuk proteksi diri. Upaya ini akan membantu mengurangi kasus penipuan dan
penyalahgunaan data pribadi. Awas hati-hati ya saat kamu berbelanja daring atau
bermedia sosial!
Praktik Baik Literasi Digital
Dunia Pendidikan
Literasi digital dapat dilakukan di rumah atau sekolah. Adapun literasi
digital di sekolah bertujuan
untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyampaikan atau menyajikan materi
agar lebih menarik dan mengintegrasikan kompetensi dasar dalam
pembelajaran. Dengan demikian literasi digital sangat bermanfaat bagi
pembelajaran. Berikut praktik baik literasi digital dalam dunia pendidikan:
- membantu komunikasi guru dan siswa secara daring;
- menambah sumber atau materi pembelajaran lebih luas dan beragam;
- menciptakan suasana belajar lebih aktif dan menarik;
- memudahkan pembelajaran dilakukan di manapun dan kapanpun.
Praktik baik literasi digital dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun, dan
di manapun. Tentu, dengan berbagi praktik baik literasi digital, kita telah
memberikan kontribusi agar terciptanya internet yang bersih dan baik. Kenyamanan adalah kemewahan. Semangat
mengedukasi, selamat berbagi praktik baik untuk seluruh pengguna internet.
Senin 27 Juni 2022. Pemanfaatan Internet untuk menyebarkan Konten Positif. Disampaikan oleh tiga Narasumber. Dengan dilaksanakannya kegiatan Literasi Digital ini, diharapakan dapat menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, menjadi korban informasi hoaks, atau korban penipuan yang berbasis digital. Membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama. Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung rukun dan kondusif.