Senin, 27 Juni 2022

BERBAGI PRAKTIK BAIK LITERASI DIGITAL

MEWUJUDKAN MASYARAKAT CAKAP DIGITAL



Ekosistensi dan disrupsi teknologi telah berkembang pesat dan masif dalam membawa perubahan di berbagai sektor. Perubahan ini telah memasuki sektor paling fundamental kehidupan masyarakat sehari-hari. Perkembangannya tidak tanggung membawa dampak positif dan negatif bersamaan. Dampak positif akan memberikan pengalaman dan kecakapan digital bagi penggunanya. Akan tetapi, perubahan ini mendorong munculnya dampak-dampak negatif. Bahaya penggunaan teknologi-informasi secara masif tanpa mempertimbangkan kecakapan dan etika digital setiap individu membentuk permasalahan-permasalahanseperti penyebaran berita bohong (hoaks), penipuan daring, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Berdasarkan data internetworldstats, masyarakat Indonesia telah mencapai 212,35 juta jiwa pengguna internet pada Maret 2021. Ini merupakan jumlah terbanyak ketiga di Asia. Mayoritas pengguna ialah anak-anak usia 7-17 tahun dengan persentase sebesar 48,2%. Dari jumlah tersebut, 75,8% anak dan remaja menggunakannya untuk mengakses media sosial. Sementara, penyebaran hoaks, penipuan, dan penyalahgunaan data pribadi paling rentan berada pada media sosial dan situs jual-beli daring. 

Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan Kominfo, sebanyak 800.000 situs di Indonesia telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu. Sementara berdasarkan cekrekening.id menjelaskan bahwa per September 2021 terjadi 115.756 kasus penipuan daring. Tentunya, penipuan daring ini melibatkan penyalahgunaan data pribadi pengguna internet. Kondisi ini bahkan telah dihimbau oleh Kementerian Kominfo agar masyarakat pengguna internet lebih teliti dan berhati-hati setiap mengakses internet.

Kondisi tersebut semakin mendesak adanya literasi dan edukasi yang meluas dan merata terhadap seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya di bidang digital. Adapun bentuk edukasi yakni dengan mengikuti berbagai diskusi tentang Literasi Digital, salah satunya yang dilakukan Rabu, 8 Desember 2021 dengan narasumber Maria Magdalena. Dari diskusi ini lahir tema Berbagi Praktik Baik Literasi Digital yang akan membahas hal apa saja yang mesti dilakukan dan manfaat bagi pengguna layanan digital.



Kesadaran dan pemahaman yang mendalam terkait pemanfaatan teknologi digital menjadi sebuah urgensi yang perlu segera dipenuhi, guna mewujudukan ruang digital yang nyaman, produktif, juga kreatif. Hal ini tidak lain karena penggunaan internet di Indonesia yang tinggi. Dengan begitu, banyak di antara pengguna internet yang belum memahami cara kerja atau sistem teknologi-informasi digital. Ditambah kondisi pandemi yang mendorong penggunaan internet dua kali berfluktuasi.

Menurut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi mampu mengakselerasi transformasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan khususnya di masa pandemi Covid-19. Namun, terdapat syarat wajib yang harus dipenuhi yakni pemanfaatan teknologi secara tepat sasaran dan kecakapan digital. Kecakapan digital mencakup kemampuan dalam mengelola dan memanfaatkan sumber-sumber digital secara bijak.

Mengenal Literasi Digital

Syarat seseorang dapat berbagi praktik baik di internet ialah mengenal lebih dahulu literasi digital. Literasi digital yaitu pengetahuan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi serta memanfaatkannya. Intinya, literasi digital tidak hanya sebagai penyedia informasi digital, tetapi alat yang mengarahkan pengguna pada internet yang baik. Orang-orang mungkin bertanya, manfaat apa yang diberikan literasi digital bagi masyarakat pengguna internet. Berikut manfaat literasi digital:

  • menambah wawasan individu, kegiatan mencari, dan memahami informasi;
  • meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi;
  • menambah penguasaan “kosakata” individu dari berbagai informasi yang di baca;
  • meningkatkan kemampuan verbal individu;
  • Literasi digital dapat meningkatkan daya fokus serta konsentrasi individu;
  • menambah kemampuan individu dalam membaca, merangkai kalimat, serta menulis informasi.

Praktik Baik Literasi Digital

Apabila literasi digital telah dipahami dengan baik. Hal yang mesti kita lakukan selanjutnya adalah berbagi praktik baik. Bagaimana melakukannya? Tentu dengan menumbuhkan sikap pengguna internet yang cakap. Pertama, kecapakan digital. Ini melibatkan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras atau piranti lunak, serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Nah apabila kita akan mengakses internet, tentu kita harus memahami hal dasar dari alat yang akan kita gunakan. Jangan sampai nanti alat yang kamu gunakan tidak berfungsi ya!

Kedua, budaya digital. Pernakah kamu melihat sejumlah postingan atau konten yang tersebar di grup WhatsApp? Apabila pernah, hati-hati ya. Sebab, bisa jadi itu adalah informasi palsu. Kaitannya dengan budaya digital karena budaya ini mengajarkan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Budaya ini mesti ditanamkan dalam diri masing-masing orang. Upaya ini akan membantu praktik baik di internet, juga memutus rantai penyebaran berita bohong.

Ketiga, etika digital. Kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari. Etika digital sangat berkaitan dengan tindakan-tindakan yang kita lakukan di internet, seperti berkomentar, postingan, hingga pesan digital. Ingat, dahulukan otak sebelum tangan ya! Artinya kamu harus hati-hati dengan ketikanmu di internet. Dengan menerapkan etika digital kita telah berupaya mengurangi cyber bullying.

Keempat, keamanan digital. Kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang, meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi, dan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Proteksi diri tidak hanya dilakukan dalam dunia nyata, tetapi juga dunia maya. Sebab, di luar sana masih banyak oknum yang menunggu lengahnya kita. Dengan begitu, keamanan digital adalah praktik baik literasi digital yang dapat kamu lakukan sebagai bentuk proteksi diri. Upaya ini akan membantu mengurangi kasus penipuan dan penyalahgunaan data pribadi. Awas hati-hati ya saat kamu berbelanja daring atau bermedia sosial!

Praktik Baik Literasi Digital Dunia Pendidikan

Literasi digital dapat dilakukan di rumah atau sekolah. Adapun literasi digital di sekolah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyampaikan atau menyajikan materi agar lebih menarik dan mengintegrasikan kompetensi dasar dalam pembelajaran. Dengan demikian literasi digital sangat bermanfaat bagi pembelajaran. Berikut praktik baik literasi digital dalam dunia pendidikan:

  • membantu komunikasi guru dan siswa secara daring;
  • menambah sumber atau materi pembelajaran lebih luas dan beragam;
  • menciptakan suasana belajar lebih aktif dan menarik;
  • memudahkan pembelajaran dilakukan di manapun dan kapanpun.

Praktik baik literasi digital dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun. Tentu, dengan berbagi praktik baik literasi digital, kita telah memberikan kontribusi agar terciptanya internet yang bersih dan baik.  Kenyamanan adalah kemewahan. Semangat mengedukasi, selamat berbagi praktik baik untuk seluruh pengguna internet. 




Senin 27 Juni 2022. Pemanfaatan Internet untuk menyebarkan Konten Positif. Disampaikan oleh tiga Narasumber. Dengan dilaksanakannya kegiatan Literasi Digital ini, diharapakan dapat menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, menjadi korban informasi hoaks, atau korban penipuan yang berbasis digital. Membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama. Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung rukun dan kondusif.


Rabu, 22 Juni 2022

SELEBRASI PASONE PROJECT KE-2

 KETERLIBATAN ORANG TUA SISWA  SAAT SELEBRASI 

Pasone Project merupakan Project  Pembelajaran di SMP Pasundan 1 Bandung di luar Intrakurikuler yang dirancang untuk pemulihan Pembelajaran Pasca Pandemi Covid-19 dengan mengadopsi  Pendekatan STEM (Sains Technology Engineering and Mathematict) yang mengitegrasikan mapel-mapel yang beririsan dan merupakan Kompetensi Esensial dengan menggunakan  Model pembrelajaran PJBL ( Project Based Learning) yang tidak kaku terikat dengan sintak-sintak, serta memperhatikan prinsif-prinsif  Holistik, Kolaboratif, eksporatif dan berpihak kepada anak

Untuk merayakan kesuksesan dari Pasone Project diundanglah orang tua siswa. Orang tua datang dengan tergesa-gesa untuk menyaksikan anaknya dalam presentasi Project, meski harus izin untuk meninggalkan pekerjaan kesehariannya. Menurut kesaksian  orang tua Daffa kelas 8 C.  Bahwa anaknya sangat senang dengan project dan sering berdiskusi dengan ayahnya, bahkan terkadang Ibunya merasa kurang diperhatikan manakala anak dan ayahnya asik ngobrol sekitar project.

Dengan menyaksikan tampilan anaknya, mereka bangga dan optimis untuk kesuksesan anaknya di masa yang akan datang. Selebrasi merasa sesuatu pengakuan karya anak yang mana produk-produk yang dibuat anak mendapat pengakuan dan penghargaan dari teman-temannya, dari guru bahkan dari orang tua lainnya.

Orang tua tentunya merasa tidak sia-sia memberikan bimbingan, arahan, biaya yang telah disampaikan dalam Program  Pasone project. Anak merasa dihargai dan difasilitasi untuk mengembangkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan kelak disaat mereka terjun di Pendidikan yang lebih tinggi, di keluarga, di masyarakat bahkan di lapangan pekerjaan kelak di kemudian hari.

Di bawah adalah gambar kesaksisn dari Orang tua siswa atas prestasi selama presentasi Pasone Project.






Senin, 20 Juni 2022

MEMPERSIAPKAN PEMILIH PEMULA YANG CERDAS

 MELALUI PEMILIHAN OSIS

Selasa 21 Juni 2022 Pesta Demokrasi mulai digelar di SMP Pasundan 1 Bandung. Siswa-siswi mulai Praktik Kewarganegaraan yang dikemas sedemian rupa sehingga tahapan-tahapan Pemilihan Ketua OSIS dilaksanakan dengan tertib.

Pembina OSIS Bapak Ridwan Abdurodjak, ST menjelaskan bahwa tahapan – tahapan Pemilihan Ketua OSIS mulai dari Jadwal Pendaftaran, Verifikasi Data Calon, Penomoran Calon, Masa Kampanye, Penyampaian Visi Misi kadidat, dan Masa Pencoblosan. Terakhir adalah Sidang  Pleno  Penetapan Kadidat sampai pelantikan dan Sertijab terima jabatan.

Lebih lanjut Pembina OSIS menjelaskan bahwa Kadidat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS adalah sudah mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan, Nilai Akademik  Rata-rata di atas KKM, Memiliki sikap minimal baik.

Di bawah ini adalah Kadidat Calon Ketua QSIS Tahun Pelajaran 2022-2023:



Turut mengawal pelaksanaan Pencoblosan yakni Komisi Pemilihan OSIS (KPO) SMP Pasundan 1 Bandung Tahun Ajaran 2022-2023 yang diketuai oleh  Citra Putri Lestari. Dengan pengawalan yag super hebat maka pencoblosan berjalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan. Tahapan pencoblosan antara lain: (1) Antri masuk ke ruang Pemungutan Suara, (2) Mendapat Kartu Suara, (3) Pencoblosan dan (4) Memberi tanda dengan tinta selesai memilih. 



Kami sebagai Guru  bangga bahwa peserta didik sudah berperan baik dalam pelaksanan pesta demokrasi, mudah-mudahan saat pemilu nanti mereka cerdas dalam memilih tentunya dengan prinsif  Langsung, Umum, Bebas Rahasia Jujur dan Adil    (LUBER JURDIL).
Selamat dan sukses mudah-mudahan kalian mendapat pemimpin yang bersih dan bertanggung jawab serta dapat membawa kesuksesan semua.

Salam sehat dan tetap bersemangat.


Selasa, 07 Juni 2022

PERSIAPAN IKM DI SMP PASUNDAN 1 BANDUNG

 

DESEMINASI PESERTA BINTEK IKM GELOMBANG 6 DAN 8

SMP PASUNDAN 1 BANDUNG


Tahun Pelajaran 2022-2023 SMP Pasundan 1 Bandung akan menggunakan Kurikulum Merdeka dengan memilih Opsi ke-3 Mandiri  Berbagi. Untuk mengecek sejauh mana kesiapan implementsi Kurikulum Merdeka di SMP Pasundan 1 Bandung.Yuk kita ikuti paparan di bawah ini. Beberapa hal yang sedang dipersiapkan dalam Iplementasi:

1. Menyusun Kurikulum Oprasional SMP Pasundan 1 Bandung, dengan memperhatikan:

  • Karakteristik Satuan Pendidikan 
  • Visi, Misi dan Tujuan 
  • Pengorganisasian Pembelajaran 
  • Rencana Pembelajaran
  • Pendampingan Evaluasi dan Pengembangan  Profesional
  • Lampiran

2. Menyusun Pasone Project, dengan memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Membentuk Tim Fasilitator Projek
  • Mengidentifikasi Tahapan Kesiapan Satuan Pendidikan dalam Menjalankan Projek
  • Menentukan Dimensi dan Tema Projek
  • Merancang Alokasi Waktu Projek
  • Menyusun Modul Projek
  • Menentukan Tujuan Pembelajaran

3. Menentukan Komite Pembelajaran,   

Komite Pembelajaran terdiri dari Guru, Kepala Sekolah dan  Pengawas. Guru yang dimaksud adalah Guru Pengajar Kelas VII yang dipersiapkan dengan kegiatan awal Bintek Implementasi Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan secara Mandiri. Materi Bintek adalah sebagai berikut:

  • Konsep Kurikulum Merdeka
  • Pemahaman CP
  • Penyusunan TP dan ATP
  • Prinsif Pembelajaran dan Assesmen
  • Perancangan Modul Ajar
  • Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  • Kurikulum Oprasional SMP Pasundan 1 Bandung
  • Platform Merdeka Belajar


Photo Bareng Selepas Bintek IKM

Kegiatan Bintek dilaksanakan di Gelombang enam dan delapan dan diharapkan Guru guru yang telah melaksanakan bintek berbagi dan dapat menyusun bahan ajar yang terdiri dari:

Analisis CP
Review Buku Guru dan Buku Siswa
Membuat ATP
Membuat Modul
Membuat Media Pembelajaran Diferensiasi. 


Video Kreatifitas Peserta Bintek Kelompok 4 
di Gelombang 6

Dengan berakhirnya Bintek tentunya banyak kegiatan yang harus ditempuh oleh peserta, salah satunya adalah melaksanakan selebrasi dan berbagi dengan guru mapel yang sejenis di tataran MGMP Sekolah. Untuk itu mari kita tunggu kegiatan Deseminasi dalam rangka berbagi. 
Selamat Bergerak, Bergerak serentak Sukseskan Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Pasundan 1 Bandung. Terimakasih Guru-Guru Hebat Peserta Bintek IKM, Sekolah Menunggu kegiatan Deseminasi. 


Video Pasone Projet ke-2


Salam Sehat Tetap Semangat.







Y






Kamis, 19 Mei 2022

Hari Kebangkitan Nasional

 JANGAN LUPAKAN SEJARAH (JASMERAH)


Anak-anaku Siswa Siswi SMP Pasundan 1 Kota Bandung yang Ibu Banggakan Jangan Lupakan Sejarah (Jasmerah). Hari ini  20 Mei 2022 kita peringati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Peringatan tersebut tentunya tidak lepas dari peran para tokoh nasional dan juga Organisasi Budi Utomo dalam membangkitkan semangat perjuangan bangsa untuk menuju Indonesia Merdeka.

Tugas kita memang sangat ditunggu untuk estafet pemerintahan menuju Indonesia Emas. Mengisi kemerdekaan adalah tugas yang sangat berat, ditengah arus globalisasi dan persaingan yang sangat Keras.

Yuk cari tahu sejarah , diharapkan kalian semua semakin menyadari pentingnya menumbuh kembangnya rasa kesadaran nasional sebagai “Orang Indonesia”.

Faktor Pendorong Kebangkitan Nasional

Strategi Belanda dengan menerapkan Politik Etis (Politik Balas Budi). Faktor tersebut adalah faktor Eksternal. Dengan Politik Etis bermunculan para pemuda pelajar Indonesia dan menghasilkan elit indonesia terdidik baru dan siap bertekad untuk menumbuhkan kesadaran rakyat Indonesia serta menyuarakan kebangkitan anti-kolonial dan kesadaran nasional.

Pada periode inilah bermunculan partai politik Indonesia, salah satunya berdiri Budi Utomo pada tangga 20 Mei 1908 oleh Dr. Soetomo yang dinilai sebagai awal gerakan untuk mencapai Kemerdekaan Indonesia. Tanggal berdirinya Budi Utomo sebagai tonggak Kebangkitan Nasional dan di peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Faktor Eksternal lainnya adalah (1) timbulnya paham-paham baru di Eroa dan Amerika seperti Nasionalisme, Liberalisme dan Sosialisme, (2) Timbulnya kebangkitan Nasional di Asia seperti Turki Muda, Kongres Nasional India, dan Gandhisme, (3) Kemenangan Jepang atas Rusia pada Perang Jepang-Rusia yang menyadarkan negara-negara di Asia untuk melawan negara barat.

Sedangkan faktor internal yakni (1) penderitaan yang berkepanjangan akibat Penjajahan, (2) Kenangan Kejayaan masa lalu, seperti pada masa Kejayaan Sriwijaya dan Majapahit, dan (3) Munculnya kaum intelektual yang menjadi pemimpin gerakan.

Itulah sekilas Tonggak sejarah Bangsa Indonesia, mudah-mudahan kita khususnya para pemuda bangkit bersama dari keterpurukan akibat pandemi covid ini. Biarkan semua yang terjadi menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi masa depan bangsa dan negara Indonesia tercinta.

https://www.youtube.com/watch?v=9sQvBcXNgcQ

Salam sehat dan tetap semangat berkarya menuju Indonesia Emas.

Kamis, 28 April 2022

SERI WEBINER

 

SEMINAR IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR


SMP Pasundan 1 Bandung memilih Implementasi Kurikulum Merdeka jalur Mandiri Berbagi. Artinya Kepala Sekolah dan Guru dalam tahun ajaran 2022/2023 siap menerapkan kurikulum merdeka dengan melakukan pengembangan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan Khususnya di Kelas VII.

Berpijak pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Nomor: 1919/B1.B5/GT.01.03/2022, tanggal 19 April 2022 ada beberapa hal yang harus dipersiapan dan langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Unduh dan pasang (install) Platform Merdeka Mengajar pada gawai Android atau akses melalui laman https://guru.kemdikbud.go.id/
  2. Melakukan login dengan akun belajar.id
  3. Menyaksikan video implementasi kurikulum merdeka per jenjang melalui fitur video inspirasi atau melalui laman https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/
  4. Mengikuti pelatihan mandiri kurikulum merdeka di Platform Merdeka Mengajar atau melalui laman: https://guru.kemdikbud.go.id/
  5. Mempelajari asesmen dan perangkat ajar kurikulum merdeka di Platform Merdeka Mengajar atau melalui laman: https://guru.kemdikbud.go.id/
  6. Mengikuti sesi berbagi praktik baik kurikulum merdeka di Platform Merdeka Mengajar pada fitur Bukti Karya Saya atau melalui laman: https://guru.kemdikbud.go.id/
  7. Mengikuti komunitas belajar kurikulum merdeka di Platform Merdeka Mengajar atau melalui laman: https://guru.kemdikbud.go.id/
  8. Bergabung dengan kanal telegram implementasi kurikulum merdeka di laman https://t.me/mandiriberbagikm

Selain itu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Dalam rangka mendukung satuan Pendidikan yang akan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara mandiri, Ditjen GTK Kemendikbid membuat Seri Webiner Seminar Implementasi Kurikulum Merdeka Dan Platform Merdeka Mengajar.

Seri 1 Filosofi Kurikulum Merdeka, Senin 18 April 2022 pukul 13.30 – 15.00 WIB
Seri 2 Struktur Kurikulum Merdeka, Senin 25 April 2022 pukul 13.30-15.30 WIB
Seri 3 Kurikulum Oprasional Tingkat Satuan Pendidikan
Seri 4 Capaian Pembelajaran https://www.youtube.com/watch?v=DAhpjaPxx4I
Seri 5 Asesmen Pembelajaran, https://www.youtube.com/watch?v=Y5Kz_W65t00
Seri 6 Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Seri 7 Komunitas Belajar Untuk Mendukung IKM, https://www.youtube.com/watch?v=cPeVeV66xng



https://linktr.ee/kurikulum_merdeka (semua ada di Link ini)


Sabtu, 16 April 2022

MODEL KOMPETENSI PENGEMBANGAN PROFESI GURU

 ANALISIS 

MODEL KOMPETENSI  PENGEMBANGAN PROFESI GURU

Untuk melangkah maju bergerak tentunya kita harus memiliki tujuan, sebab tanpa tujuan musatahil kita mendapat kesuksesan. Begitu juga dengan guru yang akan bergerak maju baik Program Guru Penggerak (GP), Pendidikan dan Latihan Pfofesi Guru (PLPG)  maupun guru-guru yang akan bergerak mandiri menambah pengetahuan dan wawasan  baru  mempelajari kecakapan abad 21 dan Kurikulum Merdeka.

Bagaimanakah pembelajaran abad 21? tentunya berbeda dengan dengan pembelajaran sebelumnya. Tantangan guru tidak hanya membekali keterampilan siswa saat ini, tetapi memastikan bahwa peserta didiknya sukses kelak di masa depan.

Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional tertuang dalam Pasal 3 UU No 20 Tahun 2003 yang berbunyi:

" Pendidikan Naional berfungsi mengembangkan kemampuan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk beerkembangnya potensi peserrta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang berdemokratis serta bertanggung jawab".

Untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional, Guru memiliki Pedoman dalam Pengembangan Profesinya sebagai Guru yakni Pengembangan Profesional, Praktik Pembelajaran Profesional dan Pengembangan Profesi. 

Mari kita simak Model Kompetensi Pengembangan Profesi Guru!

PENGETAHUAN PROFESIONAL

1. Menganalisis struktur dan alur pengetahuan untuk pembelajaran;

  1. Menjelaskan konsep, materi, dan struktur dari suatu disiplin ilmu yang relevan
  2. Menganalisis prasyarat untuk menguasai konsep dari suatu disiplin ilmu
  3. Menjelaskan keterkaitan suatu konsep dengan konsep yang lain
  4. Mengevaluasi konsep, struktur, dan materi pada kurikulum

2.    Menjabarkan tahap penguasaan kompetensi murid; dan

  1. Menjelaskan proses belajar yang dialami murid
  2. Menjelaskan kebutuhan murid termasuk murid berkebutuhan khusus
  3. Mengidentifikasi tahap perkembangan dan latar belakang murid
  4. Menjabarkan tahap penguasaan kompetensi dari disiplin tertentu

3.    Menetapkan tujuan belajar sesuai dengan karakteristik murid, kurikulum, dan profil pelajar pancasila

  1. Menganalisis perkembangan murid, kurikulum,dan profil pelajar Pancasila
  2. Menetapkan urutan hasil belajar sesuai dengan tahap penguasaan kompetensi murid
  3. Merumuskan tujuan belajar yang dapat diukur dan menunjukkan capaian murid
  4. Memastikan tujuan belajar yang mencakup keragaman perkembangan murid

PRAKTIK PEMBELAJARAN PROFESSIONAL

1.    Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara aman dan nyaman;

  1. Melakukan dan mendorong praktik komunikasi positif di lingkungan belajar
  2. Mengikutsertakan murid dalam perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi belajar
  3. Mengembangkan kesepakatan dan kebiasaan positif di lingkungan belajar
  4. Membangun kepercayaan diri dan menanamkan harapan yang tinggi pada murid
  5. Memotivasi murid berdasarkan konsep motivasi intrinsik

2.    Menyusun desain, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran yang efektif;

  1. Menyusun desain pembelajaran sesuai dengan tujuan, bermakna, dan mengikutsertakan murid
  2. Memastikan desain pembelajaran yang disusun relevan dengan tantangan di sekitar sekolah
  3. Melaksanakan pembelajaran yang dinamis dan menumbuhkan kegemaran belajar murid
  4. Melaksanakan pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan bernalar kritis murid
  5. Merefleksikan desain dan praktik pembelajaran serta menindaklanjutinya

3.    Melakukan asesmen, memberi umpan balik, dan menyampaikan laporan belajar; dan

  1. Menyusun desain pembelajaran sesuai dengan tujuan, bermakna, dan mengikutsertakan murid
  2. Memastikan desain pembelajaran yang disusun relevan dengan tantangan di sekitar sekolah
  3. Melaksanakan pembelajaran yang dinamis dan menumbuhkan kegemaran belajar murid
  4. Melaksanakan pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan bernalar kritis murid
  5. Merefleksikan desain dan praktik pembelajaran serta menindaklanjutinya

4.    Mengikutsertakan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pembelajaran.

  1. Merancang asesmen sesuai dengan tujuan dan bermakna bagi murid
  2. Melakukan asesmen secara obyektif dan relevan bagi murid
  3. Memberi umpan balik yang spesifik dan bermakna bagi murid
  4. Menyusun laporan belajar yang relevan dan mudah dipahami
  5. Menyampaikan laporan belajar melalui komunikasi yang dialogis
  6. Menganalisis hasil asesmen sebagai bahan untuk perbaikan pembelajaran

PENGEMBANGAN PROFESI

1.   Kompetensi Menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berperilaku sesuai dengan kode etik guru

  1. Mengaktualisasikan makna, tujuan, dan pandangan hidup guru berdasarkan keyakinannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. Mengelola emosi agar berdampak positif terhadap fungsi dan perannya sebagai guru
  3. Menggunakan prinsip moral dalam pengambilan keputusan
  4.  Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perilaku kerja yang mengacu pada kode etik guru
  5. Menerapkan strategi untuk menghindari pelanggaran kode etik guru dan konflik kepentingan

2.    Kompetensi Menunjukkan praktik dan kebiasaan bekerja yang berorientasi pada anak

  1. Melakukan interaksi aktif dengan menjaga dan menghormati hak anak
  2. Menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan anak, baik sebagai individu maupun kelompok
  3. Melakukan refleksi praktik dan kebiasaan bekerja yang berorientasi pada anak

     3. Kompetensi Melakukan pengembangan potensi secara gotong royong untuk menumbuhkan perilaku kerja

  1. Kompetensi Melakukan pengembangan potensi secara gotong royong untuk menumbuhkan perilaku kerja
  2. Mengenali dan menghormati perbedaan dalam konteks kebinekaan
  3. Mengakui dan menerima keberagaman kebutuhan pengembangan potensi orang lain
  4. Merencanakan dan melaksanakan pengembangan potensi secara kolaboratif
  5. Melakukan refleksi terhadap aktivitas kolaborasi pengembangan potensi
  6. Menerapkan hasil pengembangan potensi untuk menumbuhkan perilaku kerja

4.    Kompetensi Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier

  1. Kompetensi Melakukan pengembangan potensi secara gotong royong untuk menumbuhkan perilaku kerja
  2. Mengikuti secara aktif berbagai kegiatan jejaring dan organisasi profesi
  3.  Melakukan eksplorasi beragam pengalaman belajar dari kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier
  4. Menghasilkan karya dan/atau memberikan layanan yang bermakna dari kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier

 

 

 

Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...