Minggu, 20 Juni 2021

Masa Pandemi dan Inovasi Pembelajaran


METODE BLENDED LEARING”

DARING RUANG GURU

Dasar Pemikiran

Guru memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan terutama di satuan pendidikan tempat dia bertugas. Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru profesional merupakan sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih maju dan siap menghadapi  berbagai tantangan.

Masa Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini membuat kita bangkit untuk mencari berbagai solusi agar pembelajaran terlaksana dengan baik dan berhasil menjawab kejenuhan peserta didik belajar dari Rumah (BDR). 

Berbagai inovasi pembelajaran bermunculan dari guru-guru yang hebat. Berbagai pelatihan di selenggarakan baik oleh pemerhati pendidikan maupun oleh Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan. Dengan pelatihan tersebut guru-guru hebat semakin berkembang wawasan profesi dan didaktiknya.

Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah Pasundan menjalin kerjasama dengan Rumah Belajar untuk mengadakan Pembahasan “METODE BLENDED LEARING” persiapan PTMT Tahun Pelajaran 2021-2022.

Tujuan Pembahasan “METODE BLENDED LEARING”

  1. Kepala Sekolah dan Guru-Guru tampil terdepan mempersiapkan PTMT dengan METODE BLENDED LEARING
  2. Inovasi pembelajaran untuk mewujudkan Pembelajaran interaktif
  3. Mempersiapkan  AKB

Waktu Pelaksanaan Pembahasan “METODE BLENDED LEARING”

Hari      : Senin, 21 Juni 2021

Waktu   : 10.00 sampai selesai

Refleksi Pelaksanaan Pembahasan “METODE BLENDED LEARING” Rumah Belajar;

Peserta:  Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang kurikulum DARI:

1.      SD Pasundan 3 Kota Bandung,

2.      SMP Pasundan 1 Kota Bandung,

3.      SMP Pasundan 4 Kota Bandung,

4.      SMP Pasundan 7 Kota Bandung,

5.      SMA Pasundan 1 Kota Bandung,

6.      SMA Pasundan 2 Kota Bandung,

7.      SMA Pasundan Cikalong Cianjur,

8.      SMK Pasundan 2 Kota Bandung,

9.      SMK Pasundan 2 Garut dan

10.  SMK Pasundan 1 Cianjur

 

Daring Via Zoom Meeting

ID 886 1387 5132 Passcode 986077

 

Mari kita simak Rumah Belajar" METODE BLENDED LEARING"





Jumat, 11 Juni 2021

LAPORAN PELAKSANAAN SIMULASI PTMT SMP PASUNDAN 1 BANDUNG


Dasar Pemikiran

Selama tiga semester pembelajaran dilaksanakan dari rumah untuk menekan dan memutus penyebaran Covid-19. Selama penerapan BDR banyak ditemukan berbagai keluhan baik dari Orang tua siswa maupun dari siswa itu sendiri.

Memperhatikan Surat Edaran Bersaman empat Menteri No. 23425/ A5/HK.01.04/ 2021 tanggal 8 April 2021. Tentang Panduan Peyelenggaraan Pembelajaran Di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pembelajaran bisa dilaksanakan dengan Tatap Muka Terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Bebagai upaya menuju Pembelajaran Tatap Muka Terbatas diantaranya adalah dengan program Vaksinnasi bagi Pendidik dan tenaga Kependidikan, Kemudian khusus untuk Kota Bandung PTM akan dilaksanakan di Bulan Juli Tahun Pelajaran 2021-2022.

Untuk mewujudkan PTM bulan Juli Tahun Pelajaran 2021-2022 mulai mensosialisasikan PTM terbatas di masing-masing Kecamatan. Mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan di monitoring oleh berbagai kalangan, mulai dari Pemerintahan Kota, Kecamatan ,Kelurahan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan.

Kecamatan Regol memilih SMP Pasundan 1 Bandung menjadi untuk melaksanakan PTMT.

Tujuan PTMT

  1.  Membiasakan siswa secara ketat menerapkan Protokoler Covid-19
  2.  Pembentukkan karakter Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)
  3.  Evaluasi Sekolah Kesiapan AKB

Waktu Pelaksanaan Simulasi PTMT di SMP Pasundan 1 Bandung

Hari      : Senin - Jumat

Tanggal: 7-11 Juni 2021

Refleksi Pelaksanaan Simulasi PTMT di SMP Pasundan 1 Bandung

Hari Senin 7 Juni 2021 

  1. Jumlah siswa yang terjadwal PTMT  84 siswa dan yang hadir sejumlah 65 siswa. Setelah konfirmasi dengan orang tua,  Siswa  baru pulang dari luar kota, seragam sudah sempit dan pemberi tahuan PTMT terkesan mendadak.
  2. Simbol dan pernyataan arah keluar dan masuk lebih diperjelas.
  3. Suhu kedatangan dan kepulangan Siswa dan Guru tercatat.
  4. Seluruh personil turun memantau.
  5. Ada banyak media yang meliput PTMT di SMP Pasundan 1 Bandung
  6. Siswa yang terjadwal PTMT sebanyak 83 dan hadir 65 (78%). Dengan rincian Kls VII 35 Siswa yang hadir. dan Kelas VIII 30 Siswa.

Hari Selasa, 8 Juni 2021

  1. Pelaksanaan simulasi berjalan lebih tertib dan Protokol Kesehatan semakin diperketat.
  2. Kegiatan bertambah dengan kedatangan Orang Tua Siswa Kelas IX yang mendaftarkan Putra-putri di jalur Prestasi
  3. Simbol dan pernyataan arah keluar dan masuk lebih tertata dan berfungsi sebagaimana mestinya.
  4. Siswa yang terjadwal PTMT sebanyak 84 dan hadir 60 (71%). Dengan rincian Kls VII 28 Siswa yang hadir. dan Kelas VIII  32 Siswa.

Hari Rabu, 9 Juni 2021

  1. Pelaksanaan simulasi berjalan lebih tertib dan Protokol Kesehatan semakin diperketat.
  2. Kegiatan bertambah dengan kedatangan Orang Tua Siswa Kelas IX yang mendaftarkan Putra-putri di jalur Prestasi
  3. Kami di liput dari Radio Sonata.
  4. Siswa yang terjadwal PTMT sebanyak 84 dan hadir 62 (73%). Dengan rincian Kls VII 31 Siswa yang hadir. dan Kelas VIII  31 Siswa.

Hari Kamis, 10 Juni 2021

  1. Pelaksanaan simulasi berjalan lebih tertib dan Protokol Kesehatan semakin diperketat.
  2. Kegiatan bertambah dengan kedatangan Orang Tua Siswa Kelas IX yang mendaftarkan Putra-putri di jalur Prestasi
  3. Kami di liput dari Radio Sonata.
  4. Siswa yang terjadwal PTMT sebanyak 86 dan hadir 63 (73%). Dengan rincian Kls VII 28 Siswa yang hadir. dan Kelas VIII  35 Siswa.

Hari Jumat , 11 Juni 2021

  1. Pelaksanaan simulasi berjalan lebih tertib dan Protokol Kesehatan semakin diperketat.
  2. Kegiatan bertambah dengan kedatangan Orang Tua Siswa Kelas IX yang mendaftarkan Putra-putri di jalur Prestasi
  3. Kami di liput dari Radio Sonata.
  4. Siswa yang terjadwal PTMT sebanyak 91 dan hadir 67 (74%). Dengan rincian Kls VII 30 Siswa yang hadir. dan Kelas VIII  37  Siswa.



Simulasi PTMT di SMP Pasundan 1 Bandung terlaksana dengan baik dan tertib sesuai dengan harapan, 

  • Guru sangat antusias membimbing siswa dalam Simulasi PTMT
  • Selama Simulasi PTMT di SMP Pasundan 1 Bandung protokol kesehatan dilaksanakan dengan sangat ketat.
  • Kesiapan sarana Prasarana terstandar,
  • Kehadiran siswa selama Simulasi PTMT rata-rata di atas 73%.


Kegiatan Simulasi dilaksanakan dengan  hasil sangat memuasakan dan kemudian SMP Pasundan 1 masuk pada PTMT Masa Transisi yang akan berlangsung pada hari Rabu, 8 September 2021.

Persiapan:

Persiapan PaTMT Masa Transisi, sama halnya dengan persiapan masa simulasi tahap ke-1, perbedaannya hanya menambah kelengkapan Daftar Periksa dan penambahan jumlah siswa yang melaksanakan PTMT. Jumlah PTMT pada simulasi Tahap ke-1 30%, sedangkan pada PTMT Masa Simulasi ada pemabahan menjadi 50%.

Selain itu pelaksanaan Masa Transisi selama 2 Bulan dan mudah-mudahan bisa melewati masa-masa Transisi ini dengan selamat dan sukses sehingga bisa menuju ke PTM Masa AKB. 

Setelah perencanaan SMP Pasundan 1 masuk pada Tahap Monitoring dari Dinas Pendidikan Kota Bandung mengenai kesiapan PTMT Masa Transisi yang dilaksanakan pada tanggal 7 September 2021.

Semua persyaratan sudah dipersiapkan dan siap untuk melaksanakan PTMT Masa Transisi.


Kesiapan PTMT Masa Transisi



Penutup 

Kami menghaturkan terimakasih kepada Bapak Camat, Bapak Lurah, Ibu Nur dari Dinas Kesehatan , Bapak Asep, Bapak Yusuf (Pengawas Pembina), dan Bapak Ramlan dari Dinas Pendidikan Kota Bandung atas kepercayaannya kepada SMP Pasundan 1 untuk melaksanakan Simulasi PTMT ini..

Mudah-mudahan semua pengabdian mendapat imbalan yang setimpal dari Alloh SWT. Aamiin.


Senin, 07 Juni 2021

Kegiatan Simulasi PTMT di SMP Pasunadan 1 Kota Bandung

Sesuai dengan komitmen awal yang disampaikan  Kepala sekolah SMP Pasundan 1 Bandung  bapak Nama Mulyana S.Pd . M.Si  ketika mengadakan pengarahan yang berisi ajakan untuk mensukseskan simulasi PTMT.

Beliau menjelaskan bahwa kita ada di persimpangan jalan sukses berarti sukses dalam PTM terbatas ini dan dapat melanjutan PTM di bulan Juli kedepan dan gagal PTMT ini berarti seluruhnya ikut dampak dari kegagalan kita dalam simulasi PTM terbatas ini

Oleh karena itu maka kita sukseskan Simulasi  PTMT demi Kesuksesan kita semua. Harapan SMP Pasundan 1 Bandung bisa melaksanakan  PTM di Tahun Pelajaran Baru 2021-2022.

Kegiatan PTMT dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, semua personil bergerak sesuai SOP masing-masing.

Alhamdulillah berjalan lancar, hal ini dikarenakan persiapan matang dan difasilitasi serta dikawal ketat oleh berbagai kalangan dari mulai personil, pemerintahan Kelurahan, Kecamatan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Pelaksanaan PTMT kegiatannya bertepatan  dengan  Kegiatan Penilaian Akhir Tahun  (PAT), sehingga dalam pelaksanaan sangat tertib. Pertama anak sudah terbiasa tertib saat Pelaksanaan Penilaian dan ditambah dengan Prokes saat PTMT.

Jumlah siswa  Kelas VII dan VIII berjumlah 429 Siawa, dari jumlah siswa yang mendapatkan izin  dari orang tua sejumlah 313 siswa. Berangkat dari sana  Sekolah menentukan sejumlah 6 siswa dari 14 Rombel perhari secara bergiliran, dan diharapkan selama lima hari PTMT semua siswa mendapat giliran PTMT.

Dengan PTMT siswa diharapkan mendapatkan pengalaman baru dan mulai membiasakan diri saat tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan. Perlahan dan pasti siswa memasuki Adaftasi Kebiasaan Baru dalam menghadapi pembelajaran Tatap Muka pasca Pandemi Covid-19.

Setiap hari pelaksanaan PTMT kami berencana mengadakan refleksi, dan diharpkan kekurangan dan kelebihan bisa terukur. Kelebihan bisa ditingkatkan dan kekurangan bisa dilengkapi. sehingga dipenghujung kegiatan simulasi PTMT di SMP Pasundan 1 Bandung berhasil menggembirakan sesuai dengan harapan semua pihak, yakni: Sekolah, orang tua, pemerintah dan semua pihak stakeholder. 

Refleksi PTMP di SMP Pasundan 1 Bandung:

Hari Senin 7 Juni 2021 

  1. Jumlah siswa yang terjadwal PTMT  84 siswa dan yang hadir sejumlah 65 siswa. Setelah konfirmasi dengan orang tua,  Siswa  baru pulang dari luar kota, seragam sudah sempit dan pemberi tahuan PTMT terkesan mendadak.
  2. Simbol dan pernyataan arah keluar dan masuk lebih diperjelas.
  3. Suhu kedatangan dan kepulangan Siswa dan Guru tercatat.
  4. Seluruh personil turun memantau.
  5. Ada banyak media yang meliput PTMT di SMP Pasundan 1 Bandung
  6. Siswa yang terjadwal PTMT sebanyak 83 dan hadir 65 (78%). Dengan rincian Kls VII 35 Siswa yang hadir. dan Kelas VIII 30 Siswa.
Hari Selasa, 8 Juni 2021

  1. Pelaksanaan simulasi berjalan lebih tertib dan Protokol Kesehatan semakin diperketat.
  2. Kegiatan bertambah dengan kedatangan Orang Tua Siswa Kelas IX yang mendaftarkan Putra-putri di jalur Prestasi
  3. Simbol dan pernyataan arah keluar dan masuk lebih tertata dan berfungsi sebagaimana mestinya.
  4. Siswa yang terjadwal PTMT sebanyak 84 dan hadir 60 (71%). Dengan rincian Kls VII 28 Siswa yang hadir. dan Kelas VIII  32 Siswa.
Hari Rabu, 9 Juni 2021

  1. Pelaksanaan simulasi berjalan lebih tertib dan Protokol Kesehatan semakin diperketat.
  2. Kegiatan bertambah dengan kedatangan Orang Tua Siswa Kelas IX yang mendaftarkan Putra-putri di jalur Prestasi
  3. Kami di liput dari Radio Sonata.
  4. Siswa yang terjadwal PTMT sebanyak 84 dan hadir 62 (73%). Dengan rincian Kls VII 31 Siswa yang hadir. dan Kelas VIII  31 Siswa.
Hari Kamis, 10 Juni 2021

  1. Pelaksanaan simulasi berjalan lebih tertib dan Protokol Kesehatan semakin diperketat.
  2. Kegiatan bertambah dengan kedatangan Orang Tua Siswa Kelas IX yang mendaftarkan Putra-putri di jalur Prestasi
  3. Kami di liput dari Radio Sonata.
  4. Siswa yang terjadwal PTMT sebanyak 86 dan hadir 63 (73%). Dengan rincian Kls VII 28 Siswa yang hadir. dan Kelas VIII  35 Siswa.
Hari Jumat , 11 Juni 2021

  1. Pelaksanaan simulasi berjalan lebih tertib dan Protokol Kesehatan semakin diperketat.
  2. Kegiatan bertambah dengan kedatangan Orang Tua Siswa Kelas IX yang mendaftarkan Putra-putri di jalur Prestasi
  3. Kami di liput dari Radio Sonata.
  4. Siswa yang terjadwal PTMT sebanyak 91 dan hadir 67 (74%). Dengan rincian Kls VII 30 Siswa yang hadir. dan Kelas VIII  37  Siswa.




Poto Prokes saat PTMT di SMP Pasundan 1 Bandung

 

 


Minggu, 06 Juni 2021

PROSEDUR PERSIAPAN PTMT DI SMP PASUNDAN 1 BANDUNG

    

SUKSESKAN SIMULASI PTM TERBATAS DI SMP PASUNDAN 1 BANDUNG

Monitoring Kesiapan PTMT di SMP Pasundan 1 Bandung

Bagi Sekolah yang akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, tempuh terlebih dahulu prosedur, terutama Perizinan berjengjang.

SMP Pasundan 1 Bandung bekerja keras bahu membahu mempersiapkan PTMT. Yang dipersiapkan adalah Menyususn Proposal Persiapan PTM.

Melengkapi Daftar Periksa yang ada di Dapodik

Melengkapi Kelengkapan Sarana dan Prasarana

Melengkapi Kelengkapan Administrasi yang dipersyaratkan

Melengkapi Perizinan kepada Orang Tua, kepada Dinas Pendidikan, dan kepada Pemerintah Setempat

Setelah proses panjang melengkapi persiapan PTMT, maka pada tanggal 18 Juni 2021 SMP Pasundan 1 Bandung mendapatkan Jadwal Monitoring yang di hadiri oleh Aparat dari Kelurahan, Kecamatan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Ada beberapa Jenis Kelengkapan (Instrumen Monitoring)  yang akan dipotret petugas antara Lain:

  1. Ketersediaan sarana sanitasi / toilet bersih
  2. Ketersediaan washtafel / TCPS dengan air mengalir (70% dari jumlah kelas)
  3. Ketersediaan handsanitizer /Sabun cuci tangan
  4. Ketersediaan desinfektan dan alat penyemprot desinfektan
  5. Ketersediaan masker cadangan
  6. Ketersediaan face Shield
  7. Ketersediaan Thermogun (pengukur suhu tembak) 1 : 100
  8. Ketersediaan ruang UKS/ruang isolasi sementara
  9. Ketersediaan ruang belajar dengan pengaturan protokol kesehatan (50% dari kapasitas ruangan atau minimal berjarak 1,5 m, dengan ventilasi dan kualitas aliran udara yang baik)
  10. Ketersediaan alur mobilitas warga satuan Pendidikan (arah keluar masuk, batas pemisah dan penanda arah)
  11. Ketersediaan SK Satgas Covid
  12. Ketersediaan SOP masing-masing Tim Satgas Cobvid - 19 Satuan Pendidikan.
  13. Ketersediaan SOP Adaptasi Kebiasaan Baru bagi siswa di lingkungan sekolah 
  14. Ketersediaan SOP mengantar dan menjemput siswa
  15. Ketersediaan data pemetaan warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan  disatuan Pendidik
  16. Ketersediaan media informasi dan publikasi penerapan protokol Kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru di lingkungan sekolah (spanduk, banner, pamplet)
  17. Ketersediaan video adaptasi kebiasaan baru di lingkungan sekolah
  18. Ketersediaan data guru dan tenaga kependidikan lainnya yang telah divaksinasi
  19. Memiliki manajemen resiko penanggulangan kasus Covid-19 di sekolah
  20. Ketersediaan surat kesepakatan antara sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa dalam  penerapan protokol kesehatan PTM di Satuan Pendidikan
  21. Ketersediaan data, fasilitas kesehatan  dan akses layanan Kesehatan terdekat
  22. Ketersediaan SOP pemantauan dan pelaporan kesehatan warga satuan pendidikan
  23. Ketersediaan fasilitas tempat duduk dengan jarak 1,5 m
  24. Ketersediaan tempat sampah di setiap ruangan
  25. Sekolah telah melakukan sosialisasi daedukasi pada guru mengenai aktivitas pembelajaran di kelas (menghindaraktivitas berkerumun seperti kerja kelompok contohnya)
  26. Sekolah memiliki mekanisme pengaturan dan tata tertib siswa saat istirahat dan belajar di kelas, juga saat pulang sekolah
  27. Sekolah melakukan pemantauan terhadap kurikulum dan konten pembelajaran yang dilakukaagatetap memiliki priotitas menjaga siswa agawell-being students (siswa yang  bahagia dan sejahtera)
  28. Ketersediaan jadwal pembagian kelompok belajar (siphing) pembelajaran dikelas dan pengaturanjam belajar termasuk jam datang dan pulang pengaturan siswa pada saat istirahat
  29. Bersedia menutup kantin selama PTM Terbatas berlangsung
  30. Satuan Pendidikan Siap mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (5M) kepada seluruh ekosistem sekolah baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah

Dokumentasi saat Monitoring Persiapan PTMT :










Semangat Sukseskan Simulasi PTMT di SMP Pasundan 1 Bandung.

Senin, 31 Mei 2021

Komitmen Memperingati Hari Lahirnya Pancasila

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Illahi Robby karena atas rahmat dan hidayah-nya kita semua dapat kembali bersama secara daring untuk memperingati hari lahirnta Pancasila tahun 2021.

Hari ini adalah hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahirnya Pancasila.

Untuk mempelajari, menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan keseharian, mari kita  kenali sejarah.

Proses Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Sidang BPUPKI I (29 Mei s.d 1 Juni 1945)

Diawali dengan pembentukan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) yang bertugas memberikan usul-usul/ ide-ide/ pendapat-pendapat/ gagasan-gagasan untuk kemerdekaan Indonesia. Sidang BPUPKI I membahas rumusan dasar negara untuk Indonesia merdeka yang diketuai Radjiman Wediodiningrat. Pada tanggal 29 Mei 1945, Mohammad Yamin berkesempatan untuk berpidato menyampaikan usulan dasar negara Indonesia yaitu:

1) peri kebangsaan;
2) peri kemanusiaan;
3) peri ketuhanan;
4) peri kerakyatan;
5) kesejahteraan rakyat

(Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI, 1959: 3).

Sedangkan secara tertulis, Mohammad Yamin mengemukakan rumusan yang mirip dengan teks Pancasila dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan urutan yang berbeda (Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945: 1971), yakni:

1) Ketuhanan Yang Maha Esa;
2) kebangsaan persatuan Indonesia;
3) rasa kemanusiaan yang adil dan beradab;
4) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
5) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Pada tanggal 31 Mei 1945 dalam pidatonya, Mr. Soepomo menekankan pentingnya paham integralistik yang sesuai dengan sosial kultur masyarakat Indonesia, yakni semangat kebatinan dari bangsa Indonesia adalah persatuan hidup, persatuan kawulo dan gusti, dunia luar dan batin, mikrokosmos dan makrokosmos, serta rakyat dan pemimpin (Purwastuti, 2002: 20).

Soepomo mengusulkan rumusan dasar negara Indonesia Merdeka mencakup

1) persatuan,
2) kekeluargaan,
3) keseimbangan lahir dan batin,
4) musyawarah,
5) keadilan rakyat. 

Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno berpidato dengan memunculkan istilah Pancasila sebagai philosophische grondslag yaitu fundamen, filsafat, jiwa, pikiran yang sedalam-dalamnya yang didasarkan pada karakteristik ke-Indonesiaan dan pandangan dunia yang setingkat dengan aliran-aliran besar dunia atau dikenal sebagai “weltanschauung”. Usulan dasar negara yang disampaikan Soekarno adalah:

1) kebangsaan Indonesia (nasionalisme),
2) internasionalisme (kemanusiaan),
3) mufakat (demokrasi),
4) kesejahteraan sosial,
5) ketuhanan. 

Kebangsaan Indonesia dan Internasionalisme atau kemanusiaan dapat diperas menjadi sosio-nasionalisme. Mufakat atau demokrasi dan kesejahteraan sosial, dapat diperas menjadi sosio-demokrasi. Kemudian diikat erat kuat dengan Ketuhanan, jadilah tiga asas atau tiga sila atau “tri sila”. Tri sila dapat diperas menjadi “ekasila” yaitu gotong royong. Gotong royong merupakan faham yang dinamis, suatu usaha bersama, suatu amal, satu pekerjaan, satu karya, bekerja keras membanting tulang, memeras keringat bersama–sama, bahu– membahu, saling membantu. Hasil kerja dinikmati bersama. Negara berdasarkan gotong royong yang berarti “satu buat semua–semua buat satu”, kebahagiaan dan kesejahteraan untuk semua masyarakat (Winarno, 2012: 12-13).

Panitia Kecil

Pembentukan Panitia Kecil yang beranggotakan delapan orang (Panitia Delapan) dibawah pimpinan Soekarno dan bertugas untuk mengumpulkan dan memeriksa usul-usul berkaitan Indonesia Merdeka. Usul-usul tersebut digolongankan :

1)   golongan usul Indonesia merdeka selekas-lekasnya; 

2)   golongan usul dasar ;

3)   golongan usul bentuk negara dan kepala negara;

4)   golongan usul mengenai warga negara;

5)   golongan usul mengenai daerah;

6)   golongan usul mengenai agama dan negara;

7)   golongan usul mengenai pembelaan, dan

8)   golongan usul mengenai keuangan (Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI, 1959:82).

Dalam melaksanakan tugasnya panitia ini mengalami perbedaan pendapat yaitu persoalan hubungan antara negara dan agama. Para anggota golongan islam menghendaki negara yang berdasarkan syariat islam. Sedangkan golongan nasionalis menghendaki bahwa negara tidak mendasarkan hukum pada salah satu agama tertentu (Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI, 1959:82-86).

Kemudian dibentuklah Panitia Kecil yang berjumlah sembilan orang (Panitia Sembilan) dan menghasilkan rancangan pembukaan hukum dasar (Undang-Undang Dasar). Soekarno mengistilahkan kesepakatan ini sebagai suatu modus. Kesepakatan yang nantinya akan dituangkan dalam rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar ini oleh Soekarno diberi nama Mukaddimah (Preambule) Hukum Dasar. Sukiman Wirjosandjojo menyebut kesepakatan ini sebagai “Gentlemen’s Agreement”. Sementara Mohammad Yamin memberi nama kesepakatan ini sebagai Piagam Jakarta  (Tim Kerja Sosialisasi MPR, 2012: 35 – 36).  

 

Piagam Jakarta 

Bahwa sesoenggoehnja kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan di atas doenia haroes dihapoeskan, karena tidak sesoeai dengan peri-kemanoesiaan dan peri-keadilan. 

Dan perdjoeangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat jang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan Rakjat Indonesia ke-depan pintoe-gerbang Negara Indonesia, jang merdeka, bersatoe, berdaoelat, adil dan makmoer. 

Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Koeasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan jang loehoer, soepaja berkehidoepan kebangsaan jang bebas, maka Rakjat Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaannja. 

Kemudian daripada itoe, oentoek membentoek suatoe Pemerintah Negara Indonesia jang melindoengi segenap Bangsa Indonesia dan seloeroeh toempah darah Indonesia, dan untuk memadjoekan kesedjahteraan oemoem, mentjerdaskan kehidoepan bangsa, dan ikoet melaksanakan ketertiban doenia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disoesoenlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itoe dalam suatu Hoekoem Dasar Negara Indonesia, jang terbentoek dalam suatu susunan negara Repoeblik Indonesia jang berkedaoelatan Rakjat, dengan berdasar kepada:

  1. Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari'at Islam bagi pemeloek2-nja
  2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab
  3. Persatoean Indonesia
  4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjarawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia. 

Djakarta, 22-6-1945

Panitia Sembilan 

Sidang BPUPKI II

Naskah Piagam Jakarta dibawa ke sidang kedua BPUPKI tanggal 10 – 16 Juli 1945. Agenda sidang BPUPKI II membahas tentang wilayah Indonesia, kewarganegaraan Indonesia, rancangan undang- undang dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. Hasil sidang BPUPKI II mencakup:

a) pernyataan tentang Indonesia Merdeka; b) disepakatinya Piagam Jakarta sebagai mukaddimah (Preambule) hukum dasar yang menjadi cikal bakal Pembukaan Undang-Undang Dasar;  c) batang tubuh Undang-Undang Dasar yang kemudian dinamakan sebagai Undang- Undang Dasar 1945, yang isinya meliputi : wilayah negara Indonesia adalah sama dengan bekas wilayah Hindia-Belanda dahulu, bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan, bentuk pemerintahan Indonesia adalah Republik, bendera nasional Indonesia adalah Sang Saka Merah Putih, bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia (Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI, 1959: 206-218). 

Proses Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara

Tanggal 9 Agustus 1945 dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI ) atau Dokuritsu Junbi Inkai yang diketuai Soekarno. Tanggal 17 Agustus 1945, J. Latuharhary sebagai perwakilan dari Indonesia daerah Kaigun (Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Kalimantan) menemui Sukarno dan Mohammad Hatta dan menyatakan keberatan atas rumusan “…dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” pada Piagam Jakarta untuk ikut disahkan menjadi bagian dasar negara. Untuk menjaga integrasi bangsa dan negara Indonesia yang baru diproklamasikan, Soekarno dan Hatta bertemu dengan wakil-wakil golongan Islam seperti Teuku Moh Hasan, Mr. Kasman Singodimedjo, dan Ki Bagus Hadikusumo.  Mohammad Hatta mengusulkan dan melakukan lobi agar tujuh kata di belakang kata Ketuhanan tersebut dihapus.  Setelah melalui pembicaraan yang panjang agar tidak terpecah sebagai bangsa Indonesia, untuk menjaga persatuan dan  kesatuan  Bangsa Indonesia, serta keutuhan Indonesia, tokoh pendiri bangsa bermufakat untuk mengubah rumusan “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”. Pembahasan mengenai perubahan ini memang tidak pada forum sidang PPKI agar permasalahan cepat selesai. Sidang PPKI I diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 1945 yang hasilnya: 1) mengesahkan Undang-Undang Dasar Tahun 1945; 2) memilih dan mengangkat Ir. Soekarno sebagai presiden RI dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden RI; 3) membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) untuk membantu tugas presiden sebelum DPR/MPR terbentuk. Pengesahan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 menimbulkan akibat penetapan Pancasila sebagai dasar negara secara hukum, sebab muatan Pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. 

 

Perwujudan Semangat dan Komitmen Pendiri Negara dalam Proses Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Para pendiri negara memiliki semangat kebangsaan dan patriotisme yang tinggi. Semangat kebangsaan timbul pada jiwa bangsa Indonesia yang dilandasi oleh rasa dan paham kebangsaan. Rasa kebangsaan membentuk bentuk rasa cinta yang melahirkan jiwa kebersamaan pemiliknya Oleh karena itu, untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, para pendiri bangsa rela mengorbankan kepentingan pribadi dan kelompok demi kepentingan bangsa dan negara yang tercermin dalam bentuk: solidaritas dan kesetiakawanan dari semua lapisan masyarakat terhadap perjuangan kemerdekaan; toleransi/ tenggang rasa antaragama, antarsuku, antargolongan dan antarbangsa; jiwa tanpa pamrih dan bertanggung jawab; serta jiwa ksatria dan kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam. Dengan demikian, Pancasila merupakan bukti dari semangat kebangsaan para pendiri bangsa Selain itu, para pendiri negara juga memiliki komitmen kebangsaan Indonesia yang tinggi yakni:

1) mengutamakan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme;
2) adanya rasa peduli dan memiliki terhadap bangsa Indonesia;
3) selalu bersemangat dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan;
4) mendukung dan berupaya secara aktif mencapai cita-cita bangsa;
5) melakukan pengorbanan pribadi demi kepentingan bangsa dan negar

Dengan memperingati Hari Lahirnya Pancasila  mari kita  teladani komitmen kebangsaan Indonesia dan aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Aku Pancasila, Aku Indonesia dan selamat memperingati hari lahirnya Pancasila.

Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...