Rabu, 18 Agustus 2021

Pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR 2021

 

Berikut Naskah lengkap Pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR 2021:


Menyemarakkan Rangkaian Acara Peringatan HUT Kemerdekaan RI

Bismillaahirrahmaanirrahiim, 

Assalaamu ’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh, 

Selamat Pagi, 

Salam Sejahtera bagi kita semua, 

Om Swastyastu, 

Namo Buddhaya, 

Salam Kebajikan. 


Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Profesor K.H. Ma’ruf Amin beserta Ibu Wury Estu Ma’ruf Amin; 

Yang saya hormati, 

Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota MPR Republik Indonesia; 

Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota DPR Republik Indonesia; 

Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota DPD Republik Indonesia; 

Yang saya hormati, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-Lembaga Negara; 

Yang saya hormati, Ibu Hajah Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia Kelima; 

Yang saya hormati, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia Keenam; 

Yang saya hormati Bapak Try Sutrisno dan Bapak Hamzah Haz; 

Yang saya hormati Bapak Muhammad Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla; 

Yang saya hormati Bapak Boediono beserta Ibu Herawati Boediono; 

Yang saya hormati Ibu Hajah Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid; 

Yang saya hormati, Yang Mulia para Duta Besar Negara-Negara Sahabat dan para Pimpinan Perwakilan Badan dan Organisasi Internasional; 

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju serta Panglima TNI dan Kapolri; 

Yang saya hormati, para Ketua Umum Partai Politik, Yang saya hormati hadirin, Saudara-Saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, 

Krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Kalau bisa, kita hindari, tetapi jika hal itu tetap terjadi, banyak hal yang bisa kita pelajari. Api memang membakar, tetapi juga sekaligus menerangi. Kalau terkendali, dia menginspirasi dan memotivasi. Dia menyakitkan, tetapi sekaligus juga menguatkan. Kita ingin pandemi ini menerangi kita untuk mawas diri, memperbaiki diri, dan menguatkan diri, dalam menghadapi tantangan masa depan. 

Pandemi itu seperti kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah. Pandemi memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya. Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar kekuatan kita diasah. Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah. 

Ujian dan asahan menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Bukan hanya beban yang diberikan kepada kita, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri juga diajarkan kepada kita. Tatkala ujian itu terasa semakin berat, asahannya juga semakin meningkat. Itulah proses menjadi bangsa yang tahan banting, yang kokoh, dan yang mampu memenangkan gelanggang pertandingan. 

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, 

Perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah melalui etape-etape ujian yang berat. Alhamdulillah kita berhasil melampauinya. Kemerdekaan Republik Indonesia bukan diperoleh dari pemberian ataupun hadiah, tetapi kita rebut melalui perjuangan di semua medan. Perang rakyat, perang gerilya, dan diplomasi di semua lini dikerahkan, dan buahnya membuat Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. 

Resesi dan krisis yang datang bertubi-tubi dalam perjalanan setelah Indonesia merdeka, juga berhasil kita lampaui. Setiap ujian memperkokoh fondasi sosial, fondasi politik, dan fondasi ekonomi bangsa Indonesia. Setiap etape memberikan pembelajaran dan sekaligus juga membawa perbaikan dalam kehidupan kita.

Pandemi Covid-19 telah memacu kita untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan. Kita dipaksa untuk membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini. Memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membuat keramaian, adalah kebiasaan baru yang dulu dianggap tabu. Bekerja dari rumah, belanja daring, pendidikan jarak jauh, serta rapat dan sidang secara daring, telah menjadi kebiasaan baru yang dulu kita lakukan dengan ragu-ragu. 

Di tengah dunia yang penuh disrupsi sekarang ini, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia Maju. Kita telah berusaha bermigrasi ke cara-cara baru di era Revolusi Industri 4.0 ini, agar bisa bekerja lebih efektif, lebih efisien, dan lebih produktif. Adanya Pandemi Covid-19 sekarang ini, akselerasi inovasi semakin menyatu dalam keseharian kehidupan kita. 

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang saya hormati, 

Selama satu setengah tahun diterpa pandemi, telah terjadi penguatan yang signifikan dalam perilaku dan infrastruktur kesehatan kita, dan sekaligus penguatan kelembagaan nasional kita. Kesadaran, partisipasi, dan kegotongroyongan masyarakat menguat luar biasa. Kelembagaan pemerintahan lintas sektor dan lintas lembaga negara, serta antara pusat dan daerah sampai dengan desa, juga mengalami konsolidasi. Hal ini membuat kapasitas sektor kesehatan meningkat pesat dan semakin mampu menghadapi ketidakpastian yang tinggi dalam pandemi. 

Dari sisi masyarakat, kesadaran terhadap kesehatan semakin tinggi. Kebiasaan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, telah menjadi kesadaran baru. Gaya hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, berolah raga, dan mengonsumsi makanan yang bernutrisi, terasa semakin membudaya. Hal ini merupakan modal besar untuk menuju masyarakat yang lebih sehat dan dalam pengembangan SDM yang berkualitas. 

Kesadaran dan antusiasme masyarakat untuk divaksin, memperoleh layanan kesehatan, memperoleh pengobatan, serta saling peduli juga semakin tinggi. Pandemi telah mengajarkan bahwa kesehatan adalah agenda bersama. Pandemi telah menguatkan institusi sosial di masyarakat, dan semakin memperkuat modal sosial kita. Jika ingin sehat, warga yang lain juga harus sehat. Jika ada seseorang yang tertular Covid-19, maka hal ini akan membawa risiko bagi yang lainnya. Penyakit adalah masalah bersama, dan menjadi sehat adalah agenda bersama. 

Kapasitas kelembagaan negara dalam merespons pandemi juga semakin terkonsolidasi dan bekerja semakin responsif. Kita tahu bahwa pandemi harus ditangani secara cepat dan terkonsolidasi, dengan merujuk kepada data, ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Kita juga paham bahwa praktik demokrasi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik harus dijunjung tinggi. Kerja sama antarlembaga, serta kepemimpinan yang responsif dan konsolidatif, menjadi kunci dalam menangani pandemi. 

Sejak awal pandemi, lembaga legislatif dan lembaga pemeriksa memberikan dukungan kepada pemerintah untuk cepat mengonsolidasikan kekuatan fiskal. TNI, Polri, dan birokrasi dari tingkat nasional sampai tingkat desa, terus bahu membahu dalam melakukan pendisiplinan protokol kesehatan, 3T, termasuk vaksinasi dan penyiapan fasilitas isolasi terpusat. 

Hampir semua Forkopimda bergerak terpadu dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan perekonomian. Manajemen lapangan dalam testing, tracing, treatment dan vaksinasi, telah mengasah kepemimpinan di semua level pemerintahan. Saya yakin, kapasitas respons kita dalam menghadapi ketidakpastian di bidang kesehatan dan bidang-bidang lain juga semakin kokoh. 

Penyediaan layanan kesehatan oleh pemerintah maupun swasta juga mengalami peningkatan yang menggembirakan. Layanan kesehatan di banyak daerah bertambah cukup signifikan, baik dalam hal penambahan kapasitas tempat tidur, maupun fasilitas pendukungnya. Yang sangat mengharukan dan membanggakan adalah kerja keras dan kerja penuh pengabdian dari para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang lain. 

Kemandirian industri obat, vaksin, dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus kita pecahkan. Tetapi, pandemi telah mempercepat pengembangan industri farmasi dalam negeri, termasuk pengembangan vaksin merah-putih, dan juga oksigen untuk kesehatan. Ketersediaan dan keterjangkauan harga obat akan terus kita jamin, dan tidak ada toleransi sedikit pun terhadap siapa pun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan ini. 

Selain itu, pemerintah bekerja keras mengerahkan semua sumber daya demi mengamankan pasokan kebutuhan vaksin nasional. Namun, pada saat yang sama, Indonesia juga terus memperjuangkan kesetaraan akses terhadap vaksin untuk semua bangsa. Sebab, perang melawan Covid-19 tidak akan berhasil jika ketidakadilan akses terhadap vaksin masih terjadi. Melalui diplomasi vaksin ini, kita telah menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia berperan aktif untuk “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”. 

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang saya muliakan,

Walaupun kita sangat berkonsentrasi dalam menangani permasalahan kesehatan, tetapi perhatian terhadap agenda-agenda besar menuju Indonesia Maju tidak berkurang sedikit pun. Pengembangan SDM berkualitas tetap menjadi prioritas. Penyelesaian pembangunan infrastruktur yang memurahkan logistik, untuk membangun dari pinggiran dan mempersatukan Indonesia, terus diupayakan. Reformasi struktural dalam rangka memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tetap menjadi agenda utama. 

Pandemi telah mengajarkan kepada kita untuk mencari titik keseimbangan antara gas dan rem, keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan perekonomian. Dalam mengambil keputusan, pemerintah harus terus merujuk kepada data, serta kepada ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru. Pemerintah harus tanggap terhadap perubahan keadaan, dari hari ke hari secara cermat. 

Tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan. Pengetatan dan pelonggaran mobilitas masyarakat, misalnya, harus dilakukan paling lama setiap minggu, dengan merujuk kepada data-data terkini. Mungkin hal ini sering dibaca sebagai kebijakan yang berubah-ubah, atau sering dibaca sebagai kebijakan yang tidak konsisten. Justru itulah yang harus kita lakukan, untuk menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian masyarakat. Karena virusnya yang selalu berubah dan bermutasi, maka penanganannya pun harus berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapi. 

Pengetatan mobilitas yang tidak bisa dihindari ini membuat pemerintah harus memberikan bantuan sosial yang lebih banyak dibanding pada situasi tahun lalu. Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Diskon Listrik, Subsidi Gaji, Bantuan Produktif Usaha Mikro, Bantuan Sosial Tunai, BLT Dana Desa, dan Program Kartu Pra Kerja juga terus ditingkatkan. Subsidi Kuota Internet untuk daerah-daerah PPKM juga semaksimal mungkin diberikan kepada tenaga kependidikan, murid, mahasiswa, guru, dan dosen. 

Yang lebih utama dan merupakan solusi perekonomian yang berkelanjutan, pemerintah memastikan agar masyarakat bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan mendongkrak perekonomian nasional. Pandemi memang telah banyak menghambat laju pertumbuhan ekonomi, tetapi pandemi tidak boleh menghambat proses reformasi struktural perekonomian kita. 

Struktur ekonomi kita yang selama ini lebih dari 55% dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus kita alihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor. Fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas. Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja terus kita percepat. Minggu yang lalu pemerintah telah meluncurkan OSS, Online Single Submission, yang sangat mempermudah semua level dan jenis usaha, apalagi bagi jenis-jenis usaha yang berisiko rendah. Urusan perizinan, pengurusan insentif dan pajak bisa dilakukan jauh lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. 

Pada periode Januari sampai Juni 2021, Realisasi Investasi Indonesia, tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan, sedikitnya Rp442,8 triliun, dengan rincian 51,5% di Luar Jawa, dan 48,5% di Jawa. Investasi ini menyerap lebih dari 620 ribu tenaga kerja Indonesia. Penambahan investasi di bulan-bulan ke depan ini kita harapkan bisa memenuhi target Rp900 triliun, serta menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian secara lebih signifikan. 

Perkembangan investasi harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Peningkatan kelas pengusaha UMKM menjadi agenda utama. Berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar, agar cepat masuk dalam rantai pasok global. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, serta meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat. 

Ekosistem investasi dan kolaborasi di dunia usaha ini juga dimaksudkan untuk memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, khususnya ke arah Ekonomi Hijau (Green Economy) dan Ekonomi Biru (Blue Economy) yang berkelanjutan. Perkembangan sektor pangan terus kita upayakan untuk membangun kemandirian pangan. Transformasi menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau, akan menjadi perubahan penting dalam perekonomian kita. Konsolidasi kekuatan riset nasional terus diupayakan, agar sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Sinergi dunia pendidikan dengan industri dan pengembangan kewirausahaan terus dipercepat melalui Program Merdeka Belajar. Hal ini diharapkan mengakselerasi kualitas SDM nasional, dan sekaligus meningkatkan daya saing industri dan produk dalam negeri. 

Perluasan akses pasar bagi produk-produk dalam negeri menjadi perhatian serius pemerintah. Program “Bangga Buatan Indonesia” terus kita gencarkan, sembari meningkatkan daya saing produk lokal dalam kompetisi global. Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Digitalisasi UMKM yang masuk ke aplikasi perdagangan elektronik (e-commerce) dan lokapasar jumlahnya terus bertambah. Sampai Agustus tahun ini, sudah lebih dari 14 juta UMKM atau 22% dari total UMKM yang sudah bergabung dengan aplikasi perdagangan elektronik (e-commerce). Partisipasi dalam ekonomi digital ini sangat penting karena potensinya yang sangat besar dan mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasok global. Tahun 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp253 triliun. Nilai ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun di tahun 2021. 

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, 

Pandemi Covid-19 juga memberikan hikmah kepada bangsa Indonesia bahwa krisis menuntut konsolidasi kekuatan negara untuk melayani rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meraih Indonesia Maju yang kita cita-citakan. Dukungan semua pihak, utamanya Lembaga-lembaga Negara, menempati posisi sentral. Kerja cerdas dan sinergitas antar-lembaga negara menjadi salah satu kunci utama untuk bisa gesit merespons perubahan yang terjadi di masa mendatang. 

Keseimbangan dan saling kontrol antar-lembaga negara sangatlah penting dalam sistem ketatanegaraan kita. Tetapi, kerja sama, sinergi, serta kerelaan untuk berbagi beban dan tanggung jawab, justru lebih utama dalam menghadapi pandemi. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembagalembaga Negara, juga kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Ombudsman Republik Indonesia, termasuk Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum, atas dukungannya yang konsisten dan produktif selama ini. 

Saya mengapresiasi para anggota MPR RI, dengan Program Empat Pilarnya, yang terus konsisten memperkokoh ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Agenda MPR untuk mengkaji substansi dan bentuk hukum Pokok-pokok Haluan Negara juga perlu diapresiasi untuk melandasi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan lintas kepemimpinan. 

Menghadapi pandemi yang membutuhkan penanganan yang luar biasa, DPR RI bersama pemerintah juga telah bekerja keras dan bersinergi untuk membangun fondasi hukum bagi penanganan Covid-19. 

Selain penanganan masalah kesehatan, DPR bersama pemerintah berhasil menyelesaikan UU Cipta Kerja, yang merupakan omnibus law pertama di Indonesia, yang menjadi pilar utama reformasi struktural di negara kita. Selain itu, dengan berbagai macam inovasi, DPR terus melakukan penjaringan aspirasi masyarakat dan menjalankan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program pemerintah. 

DPD RI juga terlibat aktif dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang, termasuk terkait dengan kebijakan anggaran, serta melakukan pengawasan, utamanya terhadap pelayanan publik dan pelaksanaan UU tentang Desa. Peran ini memberikan kontribusi dalam ketepatan penanganan pandemi dan sekaligus dalam perbaikan kelembagaan pemerintahan daerah ke depan.
Di tengah kebutuhan pemerintah untuk bertindak cepat menyelamatkan masyarakat dari pandemi, peran pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI juga telah dilakukan beberapa penyesuaian. Situasi pandemi bukan situasi normal, dan tidak bisa diperiksa dengan standar situasi normal. Yang utama adalah menyelamatkan rakyat. Menyelamatkan rakyat adalah hukum tertinggi dalam bernegara. Inovasi BPK untuk mewujudkan Akuntabilitas untuk Semua di negara kita patut untuk dihargai. Saya mengapresiasi upaya-upaya BPK untuk memberikan informasi temuan pemeriksaan agar ditindaklanjuti oleh pemerintah, baik di pusat maupun di daerah. 

Walaupun di era pandemi, kecepatan kerja dalam pelayanan peradilan juga tidak bisa ditunda, bahkan harus dipercepat. Proses administrasi dan persidangan perkara di Mahkamah Agung secara elektronik telah mampu mempercepat penanganan perkara. Bahkan, dengan adanya aplikasi peradilan-elektronik, e-Court, telah mempermudah dan meningkatkan jumlah perkara yang dibawa ke pengadilan. 

Demikian pula halnya dengan Mahkamah Konstitusi, yang juga menggelar persidangan melalui daring. Munculnya banyak permohonan keadilan yang terkait dengan undang-undang dan juga perkara Pilkada, tetap membuat MK mampu menyelesaikan perkara tepat waktu. Keberadaan Sistem Peradilan Berbasis Elektronik telah memfasilitasi terselenggaranya layanan publik secara cepat, transparan, dan akuntabel. 

Komisi Yudisial juga harus tetap produktif di era pandemi, baik dalam seleksi Calon Hakim Agung, menangani laporan masyarakat, pemantauan perkara persidangan, serta pelanggaran kode etik hakim. Dengan kerja keras dan inovasi yang dilakukan, KY telah berhasil meningkatkan kinerjanya di tengah pandemi Covid-19 ini. 

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati, 

Pandemi telah mengingatkan kepada kita untuk peduli kepada sesama. Penyakit yang diderita oleh seseorang akan menjadi penyakit bagi semuanya. Penyelesaian pribadi tidak akan pernah menjadi solusi. Penyelesaian bersama menjadi satu-satunya cara. Dengan budaya yang selalu saling peduli dan saling berbagi, masalah yang berat ini bisa lebih mudah terselesaikan. 

Mari kita pegang teguh nilai-nilai toleransi, Bhinneka Tunggal Ika, Gotong Royong, dan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kita lewati ujian pandemi dan ujian-ujian lain setelah ini, dengan usaha yang teguh, disertai dengan doa pengharapan yang tulus. Kita jaga kesehatan kita, disiplinkan diri dalam protokol kesehatan, serta saling menjaga dan saling membantu. Tidak ada orang yang bisa aman dari ancaman Covid-19, selama masih ada yang menderitanya. 

Saya menyadari adanya kepenatan, kejenuhan, kelelahan, kesedihan, dan kesusahan selama pandemi Covid-19 ini. Saya juga menyadari, begitu banyak kritikan kepada pemerintah, terutama terhadap hal-hal yang belum bisa kita selesaikan. Kritik yang membangun itu sangat penting, dan selalu kita jawab dengan pemenuhan tanggung jawab, sebagaimana yang diharapkan rakyat. Terima kasih untuk seluruh anak bangsa yang telah menjadi bagian dari warga negara yang aktif, dan terus ikut membangun budaya demokrasi. 

Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, yang menjadi semboyan Bulan Kemerdekaan pada tahun ini, hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, hanya bisa dicapai jika kita semua bahu-membahu dan saling bergandeng tangan dalam satu tujuan. Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi dan berbagai ujian yang akan kita hadapi dan kita harus terus tumbuh dalam menggapai cita-cita bangsa. 

Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa meridai dan mempermudah upaya bangsa Indonesia, dalam meraih Indonesia Maju yang kita cita-citakan. 

Dirgahayu Republik Indonesia! 

Dirgahayu Negeri Pancasila! 

Merdeka! 

Terima kasih, 

Wassalaamu ’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh, 

 

Jumat, 02 Juli 2021

PERSIAPAN PENGLEPASAN KLS IX SMP PASUNDAN 1 KOTA BANDUNG

Pengumuman Kelulusan Siswa Siswi SMP Pasundan 1 Kota Bandung dilaksanakan serentak pada hari Jumar, 5 Juni 2021 Via Online. Sejumlah 298 siswa langsung menerima kabar kelulusannya.

Mengingat kebiasaan bahwa penglepasan adalah suatu kegiatan yang dinanti para siswa-siswi, maka pada tanggal 5 Juli 2021 SMP Pasundan 1 Kota Bandung berencana untuk menyelenggarakan kegiatan penglepasan melalui aplikasi Zoom.

Kami sudah mempersiapkan acara penglepasan jauh-jauh hari, dan biasannya dilaksanakan di luar kota atau di Hotel.

Penglepasan saat ini dihadiri oleh satu orang siswa perkelas (10) siswa, dua orang tua, Wali kelas dan Guru piket Senin, 5 Juli 2021.

Mengskipun penglepasan secara on line diharapkan punya kesan tersendiri, bagaimana sulitnhya bertemu dengan guru dan rekan masa Pandemi Covid-19 ini.

Semua peserta penglepasan baik  siswa maupun  Guru diminta untuk berpenampilan rapi. Tidak terkecuali yang ada di sekolah maupun yang berada di rumah bersama keluarga.

Kami dari Kurikulum berpesan selamat atas kelulusan anak-anaku sekalian, namun perlu diingat bahwa kelulusan ini bukan akhir dari segalanya bahkan awal untuk menggapai cita-cita dan prestasi. Kami berharap teruslah belajar sampai jenjang yang lebih tinggi dengan bakat dan kemampuan yang ananda miliki insya Alloh Ciat-citamu tercapai. Raihlah prestasi bawa nama baik diri, keluarga dan sekolah ananda, ingat di luar sana tugasmu sangat berat dan sudah menanti. Ananda dituntut memiliki kecerdasan, keuletan serta ilmu pengetahuan yang memadai untuk menghadapi tantangan jaman ini.

Kecakan Hidup Abad 21 dituntut untuk dimiliki, yakni:

  1.  Creativity Thinking and Innovation
  2.  Critical Thinking and Problem Solving.
  3.  Communication and Collaboration.
  4.  Information, media and Technology Skills
  5. Life and Career Skills

Dengan kemajuan ilmu pemngetahuan dan teknologi, arus globalisasi yang sangat deras telah merubah  gaya hidup manusia. tantangan semakin kuat dan hebat. 

Dengan berbagai kecerdasan yang dimiliki ananda, mudah-mudahan kita bisa bertahan hidup dan mampu memecahkan berbagai masalah bahkan kita bisa menjadi pemenang. Aamiin.

Terakhir mohon maaf atas kekurangan dan kelemahan khususnya dari Bidang Kurikulum, tak lupa tanpa dimintapun kami sudah memaafkan manakala ada kehilapan dan kealfaan dari ananda.

Salam sehat dan sukses kami selalu menyertai langkah anak-anakku. Salam hangat untuk orang tua dan keluarga.

BLENDED LEARNING DAN HYBRID LEARING.

 

PROGRAM

BLENDED LEARNING DAN HYBRID LEARING.

 

A. LATAR BELAKANG

Peningkatan mutu pendidikan merupakan suatu keniscayaan bagi pembangunan pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan kompetitif sesuai dengan visi Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2025. Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan oleh semua pihak. Begitupun Pendidikan di Lingkungan YPDM Pasundan peningkatan itu sangat penting adanya untuk dapat bersaing dan bertahan sejajar dan bahkan melebihi standar yang dipersyaratkan, 

Mengingat Visi dan Misi Pasundan yang tertuang dalam Dasa Program YPDM Pasundan. maka Mutu pendidikan di Lingkungan YPDM Pasundan selain mengacu pada standar yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) mengacu juga pada Dasa Program YPDM Paundan. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berfungsi sebagai dasar bagi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan pada setiap satuan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. SNP berisi ketentuan tentang delapan standar yang dicita-citakan dapat terwujud di semua satuan pendidikan pada kurun waktu tertentu, dan Dasa Program adalah Sepuluh Pijakan Program YPDM Pasundan dalam Mengelola Satuan Pendidikan.

Mengingat embrio Pembelajaran BLENDED LEARNING DAN HYBRID LEARING sudah dirancang empat tahun yang lalu dan selangkah demi selangkah sudah dilaksanakan, dan akhirnya embrio Pembelajaran BLENDED LEARNING DAN HYBRID LEARING lebih cepat seiring masa Pandemi Covid-19. Maka Menghadapi Pembelajaran Tahun 2021-2022 SMP Pasundan 1 Bandung melanjutkan Pembelajaran BLENDED LEARNING DAN HYBRID LEARING.

Pada dasarnya Blended Learning adalah merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pendidikan langsung (face-to-face) dan pendidikan online, tapi lebih daripada itu

sebagai elemen dari interaksi sosial. Sedangkan Hybrid learning adalah pembelajaran yang menggabungkan berbagai pendekatan dalam pembelajaran yakni pembelajaran tatap muka. Pembelajaran berbasis komputer dan pembelajaran berbasis online ( internet dan mobile learning).

Blended learning dan hybrid learning adalah sebuah metode yang dapat menjadi sebuah alternatif menghadapi era digital. Mengingat kini, hampir setiap sekolah menggunakannya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membuat peserta didik dan pendidik lebih mudah dalam proses pemberian materi pejaran.

Ada beberapa manfaat ketika menggunakan metode blended learning dan hybrid learning di institusi pendidikan,berikut beberapa di antaranya:

1.        Lebih Efektif dan Efisien

Tidak bisa dipungkiri lagi, setiap peserta didik memang memiliki cara belajar yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Contohnya saja, ada tipe peserta didik yang dapat semangat belajar sambil mendengarkan musik. Di sisi lain, ada pula tipe peserta didik yang lebih menyukai cara belajar dengan suasana yang tenang agar semua materi mudah diserap dan lebih berkonsentrasi.

Perbedaan cara belajar seperti ini memang tidak bisa dipukul rata ketika berada di kelas. Adanya metode pembelajaran blended learning seolah merupakan jawaban dari hal tersebut. Peserta didik dapat mengatur dan memilih waktu belajar sendiri di mana saja dan kapan saja.

2.        Tren Belajar di Masa Mendatang

Tren mengenai blended learning dalam perkembangannya cukup banyak diminati oleh semua kalangan, tidak hanya bagi para peserta didiksaja, tetapi juga sekolah. Ini dikarenakan metode pembelajaran blended learning didukung dengan berbagai ragam kemudahan seseorang dalam mencari informasi tertentu.

Bahkan di sini peserta didik tidak hanya dapat mencari informasi materi dari sekolah saja, tetapi juga dari sumber belajar lainnya.

3.        Mendukung Pengembangan Keterampilan Digital Peserta didik dan Pendidik Disadari atau tidak keberadaan metode pembelajaran blended learning juga mampu meningkatkan keterampilan digital dalam proses belajar mengajar. Baik itu bagi peserta didik maupun pendidik. Menggunakan perangkat digital yang terkoneksi dengan jaringan internet, para peserta didik dapat berinteraksi secara intens dengan pendidik.

Di samping itu, keberadaan blended learning dinilai mendukung adanya akses yang adil

pada sumber materi belajar. Para peserta didikpun bisa mengembangkan jaringan sosial

dengan peserta didiklainnya.

B.       Kegiatan Yang Dilaksanakan

Merujuk pada Kurikulum kondisi kusus, yang terdapat pada link di bawah ini:

Kelas 7 https://simpandata.kemdikbud.go.id/index.php/s/wCEtCHBBLDYoxz8

Kelas 8 https://simpandata.kemdikbud.go.id/index.php/s/d4Y7PwKwRoXtadB

Kelas 9 https://simpandata.kemdikbud.go.id/index.php/s/gTYD9cK49ND5Sic

SMP Pasundan 1 Bandung merencanakan Program Pembelajaran Blended Leaarning dan Hybrid Learning dalam bentuk Projec dengan waktu yang telah ditentukan. Pemberian materi dilaksanakan secara tatap-muka dan secara virtual. Materi pembelajaran merupakan irisan dari beberapa Mata Pelajaran.

Untuk analisis KI dan KD tiap mata pelajaran tertuang dalam RPP Projec yang akan dilaksanakan (terlampir)

C.       MAKSUD DAN TUJUAN

Meskipun kurikulum khusus tidak berorientasi pada pencapaian target kurikulum, akantetapi dengan Pembelajaran Blended dan Hybrid Learning diharapkan dapat meminimalisir kejenuhan belajar peserta didik dan Pendidik.

Adapun maksud Program Pembelajaran Blended dan Hybrid Learning, merancang suatu pembelajaran yang menyenagkan. lebif efektif dan efesien.

Menyenangkan diharapkan peserta didik menemukan pengalaman baru dalam belajar. Membiasakan belajar mandiri, dan membentuk kreativitas, tangguh dan ulet. Sedangkan yang efektif dan efesien dalam pembelajaran, satu projec untuk tagihan semua mata pelajaran. 

 

Tujuan Pembelajaran Blended dan Hybrid Learning, untuk:

1.        Peserta didik

        a.    Terbiasa belajar dari kolaborasi antar mata pembelajaran.

        b.    Terbiasa sikap mandiri

 c.    Memperoleh Kecakapan Hidup abad -21

2.        Pendidik

a.    Terbiasa belajar mengajar dengan berkolaborasi antar mata pembelajaran.

b.   Memilah dan memilih Materi ajar sesuai KI dan KD Kurikulum Khusus

c.    Memilah dan memilih Media Pembelajaran Blended dan Hybrid Learning

3.        Sekolah

Menemukan model pembelajaran baru

D.       INDIKATOR KELUARAN

       Dengan Metode  Pembelajaran Blended dan Hybrid Learning  Siswa dapat:

1.        Memperoleh Kecakapan Hidup abad -21

2.        Menghasilkan Produc

E.       CARA PELAKSANAAN

Dilaksanakan dengan cara luring Terbatas menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat dan Daring

F.        TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN SMP Pasundan 1 Bandung

G.      PELAKSANAAN DAN WAKTU KEGIATAN

Pelaksanan kegatan per tiga bulan dengan Projec yang berbeda.

Menanggulangi sampah dengan Kang Pisman ( Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan) untuk Peserta didik:

Kelas VII Produc Ekobrik.

Kelas VIII: Produc Pupuk anorganik dari sampah rumahan.

Kelas IX : Produc Mesin Pemilah sampah.


Pekerjaan yang menyenangkan saat mengisi waktu luang

      BERKEBUN DI HALAMAN RUMAH Banyak cara Mengisi Waktu Luang Mengisi waktu luang di halaman rumah dengan berkebun adalah salah satu cara ...